SELESAI : Bukber Puasa Senin-Kamis – Oktober 2023

SELASA PAGI –  31 OKTOBER 2023 / 16 ROBII’UL AAKHIR 1445

Jadwal bukber berikutnya insyaa Allah:

KAMIS : 02 NOVEMBER  – 18 ROBII’UL AAKHIR 

===============

BANK SYARIAH INDONESIA
748 000 4447
AL ILMU TA’AWUN
info : 0838 0662 4622

===============

BACKGROUND :
Program rutin, insyaa Allah, menghidangkan ratusan porsi ifthor (makanan dan minuman) untuk kegiatan buka-bersama (bukber) ratusan santri/santriwati penghafal Alqur’an dan penuntut ilmu yang rutin berpuasa dan buka bersama di setiap hari senin-kamis di beberapa ma’had di lombok timur dan  RPQ di kota bima (sumbawa timur).

SATU porsinya senilai antara Rp. 15.000 s/d Rp. 20.000. Silahkan berapapun partisipasinya, semoga menjadi bekal amal kebaikan yang melimpah, aamiin.. Dalam program ini, kami bekerjasama dengan Assunnah Peduli, Lombok Timur.

DOKUMENTASI
SENIN : 25 Sept 2023 : 85 Santri
KAMIS : 28 Sept 2023 : 328 Santri
SENIN : 02 Okt 2023 : 332 Santri
KAMIS : 05 Okt 2023 : 143 Santri
SENIN : 09 Okt 2023 : 272 Santri
KAMIS : 12 Okt 2023 : 235 Santri
SENIN : 16 Okt 2023 : 205 Santri
KAMIS : 19 Okt 2023 : 247 Santri
SENIN : 23 Okt 2023 : 288 Santri
KAMIS : 26 Okt 2023 : 216 Santri
SENIN : 30 Okt 2023 : 350 Santri

================

Laporan bukber bulan SEPTEMBER 2023 dapat dilihat di link berikut ini :

SELESAI : Bukber Puasa Senin-Kamis – September 2023

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun juga.” [HR. Ahmad 5/192 – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]

Dalam hadits lainnya, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), “Setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN SEDEKAH-nya hingga diputuskan hukum antara manusia.”

Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah atau lainnya.” [HR. Ahmad – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]
.
FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
================
.
jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus karena Allah menyisihkan sebagian hartanya untuk menghidangkan ifthor bagi ratusan santri/santriwati penghafal Alqur’an yang melaksanakan ibadah puasa sunnah secara rutin in-syaa Allah di setiap senin-kamis, semoga Allah menerimanya…
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alayhi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

Orang Yang Faqih

Mujahid bin Jabr rohimahullah berkata,

‏ﺍﻟﻔﻘﻴﻪ ﻣَﻦ ﻳﺨﺎﻑ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺇﻥ ﻗَﻞّ ﻋِﻠْﻤﻪ،
‏ﻭﺍﻟﺠﺎﻫﻞ ﻣَﻦ ﻋﺼﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺇﻥ ﻛﺜﺮ ﻋِﻠْﻤﻪ.

“Orang yang faqih adalah yang takut
kepada Allah walaupun ilmunya sedikit, dan orang bodoh adalah yang suka
memaksiati Allah walaupun ilmunya amat banyak..”

(Al Bidayah wan Nihayah 9/255)

Tujuan berilmu adalah agar menjadi hamba Allah yang takut kepada-Nya..
Bukan untuk bersombong dan merasa ujub..
Tidak juga agar diakui keilmuannya..
Apalagi untuk mencari ketenaran..

Itu semua bukanlah sifat orang yang berilmu..
Namun sifat kaum yang bodoh..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Maksud Kalimat Husnul Khotimah

Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahullah berkata,

“Maksud husnul khotimah (akhir hidup yang baik) BUKANLAH engkau meninggal dunia ketika :
– di masjid,
– di atas sejadah, atau
– engkau meninggal dunia dalam keadaan mushaf ada di hadapanmu.

Karena sesungguhnya :
– manusia terbaik Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam wafat di atas tempat tidurnya.
– sahabatnya, yaitu Abu Bakar Ash Shiddiq yang merupakan sebaik-baik sahabat juga wafat di atas tempat tidurnya.
– Kholid bin Walid juga wafat di atas tempat tidurnya padahal beliau seorang yang digelari ‘pedang Allah yang terhunus’ dan telah terjun dalam 100 kali peperangan namun tidak pernah mengalami kerugian.

Akan tetapi husnul khotimah itu adalah :

● engkau wafat dalam keadaan bersih dari syirik

● engkau wafat dalam keadaan bersih dari kemunafikan

● engkau wafat dalam keadaan menghindari Ahli Bid’ah dan bersih dari kebid’ahan

● engkau wafat dalam keadaan di atas Al Qur’an dan As Sunnah serta mengimani isinya tanpa takwil

● engkau wafat dalam keadaan kosong dari darah kaum muslimin, harta, dan kehormatan mereka, serta

● engkau wafat dalam keadaan memenuhi hak Allah dan hak hamba-hamba-Nya terhadap dirimu.

● engkau wafat dalam keadaan hati yang bersih, niat yang suci dan akhlak yang mulia tanpa dengki dan dendam kepada seorang muslim.

● engkau wafat dalam keadaan menjalankan sholat yang lima waktu berjama’ah bagi mereka yang berhak melakukannya berjama’ah, serta

● engkau wafat dalam keadaan telah menunaikan kewajiban Allah terhadap dirimu.

Ya Allah.. perbaikilah akhir keadaan kami dalam semua urusan dan lindungilah kami dari kehinaan dunia dan adzab di akhirat.

Ya Allah.. perbaikilah akhir hidup kami dan kembalikanlah kami kepada-Mu dalam keadaan tidak terhina dan terbongkar aib..”

(Fatawa Nuur ‘Alad Darb)

➖➖➖➖➖➖➖➖

قال الشيخ العلامة محمد بن صالح العثيمين – رحمه الله تعالى – :

” ليس المقصود من حسن الخاتمة أن تموت و أنت في المسجد أو على سجادة الصلاة أو تموت و المصحف بين يديك .
فقد مات خير البرية جمعاء و هو على فراشه . مات صديقُه الصديقُ أبو بكر و هو خيرُ الصحابة على فراشه . مات خالد بن الوليد على فراشه و هو الملقب بسيف الله المسلول و الذي خاض ١٠٠ معركة و لم يخسر أياً منها .

– و لكِنَّ حُسْنَ الخاتمة :
✓• أن تموتَ و أنت بريءٌ من الشرك .
✓• أن تموتَ و أنت بريءٌ من النفاق .
✓• أن تموتَ و أنت مفارقٌ للمبتدعة بريءٌ من كل بدعة .
✓• أن تموتَ و أنت على الكتاب و السنة و مؤمنٌ بما جاء فيهما دون تأويل .
✓• أن تموتَ و أنت خفيفُ الحمل من دماء المسلمين و أموالِهم و أعراضِهم ، مؤدياً حق الله عليك و حق عباده عليك .
✓• أن تموتَ سليمَ القلب طاهرَ النوايا و حَسَنَ الأخلاق ؛ لا تحملُ غلاً و لا حقداً و لا ضغينةً لمسلم .
✓• أن تصلي خمسَكَ في وقتها مع الجماعة لمن لهم حقُّ الجماعة و تؤدي ما افترضه اللهُ عليك .

اللهم أَحسنْ عاقبتَنا في الأمور كلِّها و أجرْنا من خزي الدنيا و عذابِ الآخرة .
اللهم أَحسنْ خاتمتَنا و ردَّنا إليك مرداً جميلاً غير مخزٍ و لا فاضحٍ .

📚 |[ فتاوى نور على الدرب ]| .
.

MUTIARA SALAF : Makna Sabar

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Dan orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar..” (Qs Al Baqoroh: 153)

Ibnu Katsir rohimahullah menjelaskan,

“Kesabaran itu ada 2 macam :

– PERTAMA : sabar dalam meninggalkan berbagai hal yang diharamkan dan perbuatan dosa.

– KEDUA : sabar dalam berbuat ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah.

Jenis (sabar) yang kedua ini lebih besar pahalanya, karena inilah yang dimaksudkan.

Ada juga kesabaran jenis KETIGA, yaitu kesabaran dalam menerima dan menghadapi berbagai macam musibah dan cobaan. Yang demikian itu pun wajib, seperti istighfar dari berbagai aib. Sebagaimana dikemukakan oleh Abdurrohman bin Zaid bin Aslam mengenai dua pintu kesabaran, yaitu :

– pertama : sabar menjalankan hal-hal yang disukai Allah meskipun terasa berat bagi jiwa dan raga, dan

– kedua : sabar dalam menghindari hal-hal yang dibenci Allah meskipun sangat diinginkan oleh hawa nafsu.

Jika seseorang melakukan hal itu, maka dia benar-benar termasuk orang-orang sabar yang insyaa Allah akan memperoleh keselamatan..”

(Tafsir Ibnu Katsir – ayat 153 – 2/414)

MUTIARA SALAF : Sifat Orang Munafik

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَعۡبُدُ ٱللهَ عَلَىٰ حَرۡفٍ، فَإِنۡ أَصَابَهُۥ خَيۡرٌ ٱطۡمَأَنَّ بِهِۦۖ وَإِنۡ أَصَابَتۡهُ فِتۡنَةٌ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجۡهِهِۦ خَسِرَ ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةَۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡخُسۡرَانُ ٱلۡمُبِينُ

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah berada di tepian (tanpa keyakinan). Lalu apabila dia memperoleh kebajikan, niscaya dia akan tetap dalam keadaan itu, dan apabila dia ditimpa oleh bencana (musibah), niscaya dia berbalik ke belakang. Rugilah dia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah suatu kerugian yang nyata..”

(Qs. Al-Hajj: 11)

● Abdurrohman bin Zaid rohimahullah berkata,

“Ini adalah (sifat) orang-orang munafik. Jika dunianya baik maka dia akan tekun beribadah, tetapi apabila dunianya rusak maka dia berubah dan berbalik, dia tidak mau menjalankan ibadah kecuali untuk kepentingan duniawinya semata. Apabila dia mengalami kesusahan, fitnah, dan ujian ataupun kehidupan yang sempit, maka ia pun akan meninggalkan agamanya, serta kembali kepada kekafiran..”

(Tafsir ath-Thobari 7/5803 dan Ibnu Katsir 10/22)

● Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

“Pada saat manusia kondisinya sama-sama sehat, maka mereka sejajar dalam iman, namun ketika bencana datang menimpa, maka tersingkaplah siapa yang benar-benar kokoh imannya..”

(Shoidul Khothir – 321)

● Abdul Malik bin Abjar rohimahullah berkata,

“Manusia diuji dengan kesehatan untuk dilihat bagaimana wujud syukurnya, atau dia itu diuji dengan bencana untuk dilihat sejauh mana kesabarannya..”

(Shifatush Shofwah 3/123)

Diantara Musibah Yang Paling Besar

Musibah itu ketika mengetahui aib dan kekurangan diri, tapi kita tidak peduli dan tidak berusaha memperbaiki diri.

Abdullah Ibnul Mubarok rohimahullah berkata,

ﻣﻦ ﺃﻋﻈﻢ اﻟﻤﺼﺎﺋﺐ ﻟﻠﺮﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﻌﻠﻢ ﻣﻦ ﻧﻔﺴﻪ ﺗﻘﺼﻴﺮاً ﺛﻢ ﻻ ﻳﺒﺎﻟﻲ ﻭﻻ ﻳﺤﺰﻥ ﻋﻠﻴﻪ

“Diantara musibah yang paling besar adalah seseorang menyadari akan kekurangannya pada dirinya namun ia tidak peduli dan tidak bersedih karenanya..”

(Syu’abul Iman, 867)

Karena mukmin seharusnya belomba lomba dalam kebaikan..

Dengan memperbaiki diri dan beramal sholeh..
Ia selalu muhasabah adakah kekurangan pada diri dan amalnya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Bahayanya Sifat Sombong

Sufyan bin Uyainah rohimahullah mengatakan,

من كانت معصيته في الشهوة فارج له التوبة فإن آدم عصى مشتهيا فغفر له، فإن كانت معصيته في كبر، فاخش على صاحبه اللعنة، فإن إبليس عصى مستكبرا، فلعن

“Barangsiapa yang maksiatnya dalam pelampiasan syahwatnya, maka harapkanlah taubat untuknya. Sebab, Adam bermaksiat karena dorongan syahwat hawa nafsunya, maka beliau pun diampuni.

Akan tetapi, jika maksiat itu berupa kesombongan, kawatirkanlah atasnya terkena laknat. Sesungguhnya, Iblis bermaksiat karena kesombonganya, maka terlaknatlah dia..”

(Shifatu ash-Shofwah, 2/540)

Menebar Cahaya Sunnah