Pohon Yang Buahnya Adalah Kerugian Dan Penyesalan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

تﺎﻣاﺪﻨﻟاو ﻰﻠﻋ ﺪﺒﻌﻟا ، ﻲﻫو ةﺮﺠﺷ ﺎﻫﺮﻤﺛ ناﺮﺴﺨﻟا ﻦﻴﺴﻟا ، فﻮﺳو ، ﻰﺴﻋو ، ﻞﻌﻟو : ﻰﻬﻓ ﺮﺿأ ءﻲﺷ

– saya akan melakukannya..
– nanti akan saya kerjakan..
– mungkin saja saya lakukan nanti..
– semoga akan saya lakukan..
(kata-kata yang menunjukan kemalasan dan menunda-nunda)

Kata-kata seperti ini sangat memberi kemudhorotan kepada seorang hamba. Kata-kata ini merupakan sebuah pohon yang buahnya adalah kerugian dan penyesalan-penyesalan.

(Madaarijus Saalikiin 1/470)

Janganlah Menjadi Orang Yang Beribadah Kepada Allah Di Tepi Jurang

Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kesenangan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata..” (Al Hajj: 11)

Terkait ayat di atas, seorang tabi’in yang bernama Abdurrahman bin Zaid bin Aslam rohimahumullah berkata,

هو المنافق ، إن صلحت له دنياه أقام على العبادة ، وإن فسدت عليه دنياه وتغيرت ، انقلب فلا يقيم على العبادة إلا لما صلح من دنياه ، فإن أصابته فتنة أو شدة أو اختبار أو ضيق ، ترك دينه ورجع إلى الكفر .

“Ia adalah munafik. Jika dunianya baik maka ia menegakkan ibadah dengan benar. Jika dunianya berkurang ia pun berubah.

Ia tidak menegakkan ibadah kecuali yang menguntungkan dunianya. Jika ia ditimpa fitnah atau bencana atau ujian atau kesempitan rezeki ia tinggalkan agamanya dan kembali kepada kekufuran..”

(Tafsir Ath Thobari)

Kita berlindung kepada Allah dari melaksanakan ubudiyah kepada Allah saat senang saja..
Namun kita beribadah kepada-Nya di setiap keadaan.. baik senang maupun susah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Istighfar Dan Taubat Adalah Solusi

Ar-Robi’ Ibnu Shobih rohimahullah menceritakan,

– Seorang lelaki mengadukan problem kemarau kepada al-Hasan al-Bahsri. Ia pun memberi bimbingan, “Istighfarlah kepada Allah subhaanahu wa ta’ala..”, ucapnya.

– Yang lain datang mengeluhkan kemiskinannya. “Istighfarlah kepada Allah subhaanahu wa ta’ala..”, kata al-Hasan.

– Orang lain lagi datang seraya berkata kepada al-Hasan, “Mohon berdo’alah kepada Allah subhaanahu wa ta’ala, agar Dia memberi rezeki seorang anak untukku..” Al-Hasan menjawab, “Istighfarlah kepada Allah subhaanahu wa ta’ala..”

– Yang lain lagi mengeluhkan keringnya kebun-kebun. “Istighfarlah kepada Allah subhaanahu wa ta’ala..”, kata al-Hasan.

Kami pun bertanya kepada al-Hasan, “Beberapa orang telah mendatangimu dengan pengaduan yang berbeda-beda, tetapi engkau menyuruh mereka semua agar beristighfar..”

Al-Hasan menjawab, “Aku tidak berfatwa dari pikiranku sendiri. Sungguh, Allah subhaanahu wa ta’ala, berfirman dalam surah Nuh,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارً – ١٠ يُّرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارً – ١١ وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرً – ١٢

“Maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampun kepada Robb kalian, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya dengan begitu Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan berturut-turut dan memperbanyak harta dan anak-anak kalian serta mengadakan untuk kalian kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya sungai-sungai untuk kalian..” (Nuh: 10-12)

(Tafsir al-Qurthubi, 18/302-303)

Apa Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Membantu Saudara Kita Di Palestina..?

Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu saudara kita di PALESTINA..?

=====

1. Mendoakan mereka dengan do’a-do’a kebaikan .. dan mendoakan musuh-musuh mereka dengan do’a-do’a keburukan.

Sebagaimana ada perang fisik, ada juga perang do’a.

2. Memberikan bantuan donasi sesuai kemampuan masing-masing.

Dan pilihlah lembaga yang tepercaya untuk menyalurkan donasi tersebut.

3. Meninggalkan produk-produk yang hasilnya digunakan untuk menguatkan musuh-musuh Islam.

Bila kita melakukannya karena niat yang mulia, maka ini tentu akan mendatangkan pahala.

Ingat lakukan untuk diri sendiri, silahkan dorong orang lain untuk hal ini, tapi jangan sampai memaksa orang lain melakukannya.

4. Ramaikan medsos dengan pesan-pesan yang bisa memberikan maslahat besar bagi saudara-saudara kita di Palestina.

5. Bagi yang punya kedudukan, bisa memanfaatkan kedudukannya untuk kebaikan saudara kita di sana.

Semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.

Ditulis oleh
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0hANejUXY4LybZEqaFiB7x7uxwTKMXi9ur9ewFcZNURvjZTh2F5qGtd9Q4vTXu9xSl&id=100003147806078&sfnsn=wiwspmo&mibextid=RUbZ1f

MUTIARA SALAF : Ketaatan

Allah Ta’ala berfiman,

اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Allah melapangkan rezeki bagi siapa
yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu..”

[ Al-‘Ankabuut: 62 ]

Ibnu Katsir rohimahullahu Ta’ala berkata,

الله تعالى يعطي المال من يحب ومن لا يحب ويضيق على من يحب ومن لا يحب وإنما المدار في ذلك على طاعة الله في كل من الحالين إذا كان غنيا بأن يشكر الله على ذلك وإذا كان فقيرا بأن يصبر

Sesungguhnya Allah Ta’ala memberikan harta :
– kepada orang yang Dia cintai, dan
– kepada orang yang tidak Dia cintai.

Dia pun menyempitkan rezeki :
– kepada orang yang Dia cintai, dan
– kepada orang yang tidak Dia cintai.

Barometer dalam permasalahan ini tiada lain adalah KETAATAN kepada Allah Ta’ala dalam dua kondisi tersebut.

Apabila seseorang diberi kekayaan, maka hendaknya ia bersyukur kepada Allah atas hal tersebut. Namun jika ia berada dalam kemiskinan, maka hendaknya ia bersabar.

(Tafsir Ibnu Katsir 8/388)

Kadar Keimanan

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang merasa takut kepada Robbnya saat ghoib, bagi mereka ampunan dan pahala yang besar..” (Al Mulk: 12)

Imam Ibnu Katsir rohimahullah berkata,

يقول تعالى مخبرا عمن يخاف مقام ربه فيما بينه وبينه إذا كان غائبا عن الناس ، فينكف عن المعاصي ويقوم بالطاعات ، حيث لا يراه أحد إلا الله ، بأنه له مغفرة وأجر كبير ، أي : يكفر عنه ذنوبه ، ويجازى بالثواب الجزيل

“Allah Ta’ala mengabarkan tentang orang yang takut kepada kedudukan Robbnya saat ia sendirian (ghoib) dari manusia. Ia meninggalkan maksiat dan melakukan ketaatan saat tidak ada seorangpun melihatnya kecuali Allah.

Bahwasanya bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. Artinya dosa-dosanya dihapus dan diberikan pahala yang banyak..”

(Tafsir Ibnu Katsir)

Mungkin di hadapan manusia kita terlihat alim dan takut kepada Allah..
Namun saat sendiri kita tidak takut kepada-Nya..

Itulah kadar keimanan kita..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Umur Kita Terbatas

Al-Imam Muhammad as-Safarainy rohimahullah menjelaskan,

فاغتنم رحمك الله حياتك النَّفيسة، واحتفظ بأوقاتك العزيزة، واعلم أن مدَّة حياتِك محدودةٌ، وأنفاسك معدودةٌ، فكلُّ نفسٍ ينقص به جزء منك

“Manfaatkanlah -semoga Allah merahmatimu- hidupmu yang berharga dan jagalah sebaik-baiknya waktumu yang mahal. Ketahuilah bahwa masa hidupmu terbatas, sedangkan napas-napasmu bisa dihitung. Oleh karena itu, setiap napasmu akan mengurangi bagian dirimu.

والعمر كله قصير، والباقي منه هو اليسير، وكل جزءٍ منه جوهرةٌ نفيسةٌ لا عدل لها، ولا خُلف منها، فإنَّ بهذه الحياة اليسيرة خلودُ الأبد في النَّعيم، أو العذاب الأليم

Umur itu semuanya pendek, sedangkan yang tersisa darinya hanya sedikit. Setiap bagian darinya merupakan permata yang sangat berharga. Ia tidak ada bandingannya dan tidak tergantikan. Sebab, dengan hidup yang pendek ini, bisa jadi akan diraih kekekalan abadi dalam kenikmatan atau adzab yang pedih.

وإذا عادلتَ هذه الحياة بخلود الأبد علمتَ أنَّ كلَّ نَفَسٍ يعدلُ أكثر من ألف ألف ألف عام في نعيم لا خطر له، أو خلاف ذلك، وما كان هكذا فلا قيمة له

Jika engkau membandingkan kehidupan ini dengan kekekalan abadi, engkau akan mengetahui bahwa setiap napas lebih berharga dibandingkan dengan se-miliar tahun dalam kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan, atau bisa jadi sebaliknya (dalam adzab). Tentu, apabila keadaannya demikian, umur tidak ternilai harganya.

فلا تُضَيِّع جواهرَ عُمركَ النَّفيسة بغير عملٍ، ولا تذهبهَا بغير عوضٍ، واجتهد أن لا يخلو نَفسٌ من أنفاسك إلاَّ في عَمَلِ طاعةٍ أو قربةٍ تتقرب بها

Itu sebabnya, jangan engkau sia-siakan permata umurmu yang sangat berharga tanpa amal. Jangan habiskan umurmu tanpa mendapatkan ganti. Bersungguh-sungguhlah supaya jangan sampai satu napasmu kosong, kecuali dalam amalan taat dan mendekatkan diri kepada Allah.

فإنَّك لو كانت معك جوهرةٌ من جواهر الدُّنيا لَسَاءَكَ ذهابها فكيف تُفَرِّطُ في ساعاتك وأوقاتك، وكيف لا تحزن على عُمرك الذَّاهب بغير عوض

Sungguh, seandainya engkau memiliki salah satu permata dunia, pasti kehilangannya akan membuatmu sangat bersedih.

Jika demikian,
– bagaimana bisa engkau menyia-nyiakan kesempatan-kesempatan dan waktu-waktumu..?
– bagaimana bisa engkau tidak bersedih terhadap umurmu yang berlalu tanpa mendapatkan ganti..?”

(Ghodza` al-Albab Syarh Manzhumah al-Adab, jilid 2, 448-449)

Santunan Janda Dan Dhu’afa – Apr 2023 s/d Okt 2023

SABTU SIANG  –  20 ROBII’UL AAKHIR / 04 NOVEMBER 

Laporan selanjutnya bisa dilhat DISINI

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI OKTOBER 2023
Desa Kalijaga Selatan, Aikmel, Lombok Timur

video penyaluran santunan, klik link berikut : https://t.me/bbg_alilmu/21315

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI SEPTEMBER 2023
Desa Aikmel Barat, Aikmel, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI AGUSTUS 2023
Desa Kalijaga, Aikmel, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI JULI 2023
Desa Kalijaga Tengah, Aikmel, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI JUNI 2023
Desa Kalijaga Timur, Aikmel, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI MEI 2023
Desa Keroya, Aikmel, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI APRIL (RAMADHAN) 2023
LKSA Assunnah (Wali Santri Janda dan Dhu’afa), Aikmel, Lombok Timur

=========
==========
Program ini dilaksanakan insyaa Allah bersama posko Assunnah Peduli di wilayah pulau Lombok, NTB.

Tidak ada batas nilai minimal partisipasi dalam program ini, silahkan berapapun partisipasinya seikhlasnya karena Allah, semoga Allah memberikan kemudahan dan pahala yang melimpah.

BANK SYARIAH INDONESIA
748 000 5559
AL ILMU DANA SOSIAL

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI OKT 2022 s/d APRIL 2023 BISA DILIHAT DI SINI

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum.

MUTIARA SALAF : Jauhilah Kesombongan

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Tidaklah akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi..”

Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus..?”

Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain..“

(HR. Muslim no. 91)

● Imam An Nawawi rohimahullah berkata,

“Hadist ini berisi larangan dari sifat sombong yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merendahkan mereka, serta menolak kebenaran..”

(Syarah Shohih Muslim Imam Nawawi, II/163)

FATWA ULAMA : Dana Riba

● Fatwa Syeikh Binbaz -rohimahulloh-:

“Adapun keuntungan (bunga) yang diberikan bank kepadamu, maka jangan kamu kembalikan kepada bank, dan juga jangan kamu makan, tapi gunakanlah untuk jalan-jalan kebaikan, seperti memberikannya kapada para fakir miskin, memperbaiki toilet, dan membantu orang-orang yang punya tanggungan dan tidak tidak mampu membayar hutangnya..”

[Kitab: Fatawa Islamiyah 2/407].

● Fatwa Syaikh Shalih Al-Munajjid -hafizhohullah-:

“Menempatkan uang di bank dengan imbalan keuntungan (bunga) adalah riba, dan itu termasuk dosa besar.

Apabila seorang muslim terpaksa menempatkan uangnya di bank, karena dia tidak menemukan sarana untuk menyimpan uangnya kecuali menempatkannya di bank, maka hal tersebut-insyaAllah- tidak mengapa dengan dua syarat:

1. Dia tidak mengambil imbalan bunga yang diberikan.

2. Transaksi Bank tersebut tidak seratus persen riba, tapi ada sebagian kegiatan (transaksi) nya yang mubah (dibolehkan) untuk mengembangkan uangnya.

Dan tidak boleh mengambil manfaat dari bunga riba yang diberikan bank kepada para nasabah, tapi mereka wajib membebaskan dirinya dari bunga riba itu (dengan menyalurkannya) pada jalan-jalan kebaikan yang bermacam-macam..”

[Sumber: https://islamqa.info/ar/23346].

=======

KUMPULAN ARTIKEL TENTANG RIBA

insyaa Allah salah satu dari artikel tersebut dapat menjawab pertanyaan anda selama ini terkait dengan riba.

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/41355

Menebar Cahaya Sunnah