simak serial Tanda Tanda Kiamat – 7 oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى
Tujuan Pertemanan
Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqolani rohimahullah berkata,
”الانسان إذا رأى صاحبه مهموماً اسْتُحِبَّ له أن يحدِّثه بما يُزيل همَّه ويُطَيِّب نفسه؛
لقول عمر بن الخطاب رضي الله عنه:
(لأقولنَّ شيئًا يضحك النبي ﷺ)”.
“Seorang insan apabila melihat temannya sedih maka disunnahkan untuk menghiburnya dengan ucapan (yang menyenangkan) dan menghilangkan kesedihannya.
Sebagaimana ucapan Umar bin Khothob rodhiyallahu ‘anhu, “Sungguh, aku akan mengucapkan sesuatu yang membuat nabi shollallahu ‘alayhi wasallam tertawa..”
(Fathul Bari 9/363)
Karena tujuan pertemanan adalah..
Untuk saling menguatkan dan mengingatkan..
Agar tegar di atas jalan Allah Azza wajalla..
Bukan sebatas karena urusan dunia…
Atau kepentingan harta..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Tanda Tanda Kiamat – 6
simak serial Tanda Tanda Kiamat – 6 oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى
Tanda Tanda Kiamat – 5
simak serial Tanda Tanda Kiamat – 5 oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى
MUTIARA SALAF : Membiasakan Anak-Anak Beribadah Sejak Kecil
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah berkata,
الأطفال الصغار يُثابون على ما يفعلونه من الحسنات وإن كان القلمُ مرفوعاً عنهم في السيئات
“Anak kecil akan diberi pahala atas amal kebaikan yang mereka kerjakan meskipun pena diangkat dari mereka jika mereka mengamalkan keburukan (tidak dicatat sebagai dosa).
وكانوا يُصوِّمون الصغار يوم عاشوراء وغيرَه
Dahulu, para salaf membiasakan anak-anak untuk berpuasa hari Asyuro dan hari selainnya.
فالصبي يثاب على صلاته وصومه وحجه وغير ذلك من أعماله، ويُفضّل بذلك على من لم يعمل كعمله
Anak kecil akan diberi pahala atas sholat, puasa, haji, dan amal lainnya yang mereka lakukan. Dengan amalan-amalan itu, anak kecil tersebut lebih utama jika dibandingkan anak kecil lain yang tidak beramal seperti itu..”
(Majmu’ Fatawa : 4/278)
Tanda Tanda Kiamat – 4
simak serial Tanda Tanda Kiamat – 4 oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى
HADITS : Pahala Yang Semisal Pahala 50 Sahabat
Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,
فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامًا الصَّبْرُ فِيهِنَّ مِثْلُ القَبْضِ عَلَى الجَمْرِ، لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِكُمْ
“Sesungguhnya di belakang kalian (nanti) ada hari-hari, di mana bersabar pada waktu tersebut seperti halnya memegang bara api.
Orang yang beramal di waktu tersebut seperti (mendapat) pahala 50 orang, yang beramal seperti amal kalian..”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rosulullah..! (mendapatkan) pahala 50 orang dari kami atau dari mereka..?”
Beliau shollallahu ‘alayhi wasallam menjawab, “Pahala 50 orang dari kalian..”
(HR. At-Tirmidzi no. 3058, Ibnu Majah dan Abu Dawud, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani)
● Saat menjelaskan hadits di atas, Syaikh Sholih Fauzan al-Fauzan hafizhohullah berkata,
“Maksudnya (pahalanya) sepadan dengan pahala 50 orang sahabat.
Orang yang berpegang pada sunnah pada akhir zaman, saat berbagai fitnah bermunculan, ia tidak mempunyai para penolong.
Bahkan kebanyakan manusia menentangnya.. mereka membuatnya cemas, menjelekkannya, dan menyalahkannya. Sehingga ia membutuhkan kesabaran.
Oleh karena itu, ia mendapat pahala yang begitu agung, disebabkan ketegarannya di atas kebenaran saat berbagai fitnah bermunculan dan rintangan begitu banyak..”
ref : https://almanhaj.or.id/6684-ragam-fitnah.html
Tanda Tanda Kiamat – 3
simak serial Tanda Tanda Kiamat – 3 oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Tanda Tanda Kiamat – 2
MUTIARA SALAF : Diantara Tanda-Tanda Kebahagiaan Seorang Hamba
Imam Asy-Syathiby rohimahullah berkata,
من علامات السعادة على العبد:
– تيسير الطاعة عليه
– وموافقة السنة في أفعاله
– وصحبته لأهل الصلاح
– وحسن أخلاقه مع الإخوان
– وبذل معروفه للخلق
– واهتمامه للمسلمين
– ومراعاته لأوقاته
الاعتصام ٢/ ١٥٢
“Diantara tanda-tanda kebahagiaan seorang hamba adalah :
● dimudahkan untuk melakukan ketaatan
● perbuatannya sesuai dengan as-sunnah
● bersahahabat dengan orang-orang sholeh
● berakhlak mulia kepada saudara-saudaranya
● mencurahkan kebaikannya kepada hamba-hamba Allah
● peduli terhadap keadaan kaum muslimin, dan
● menjaga waktunya..”
(Al I’tishom, II/152)
