Berdzikir

Hati sangat membutuhkan siraman dzikir,berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,” Berdzikir untuk hati manusia, ibarat air tawar bagi ikan yang hidup diperairan, bagaimanakah keberadaan ikan tersebut jika sekiranya air nya mengering atau loncat kedaratan? “.
Berdzikir adalah makanan bagi hati dan ruh manusia, jika tanpa nya ibarat jasad tanpa arwah, atau jasad tanpa makan. Faidah dari berdzikir diantaranya mampu menjaga diri dari tipudaya syaithon, bahkan mampu mengusirnya, dan sebaliknya berdzikir akan mendatangkan ridho Ar-Rahman Yang Maha Perkasa, dan mampu menghilangkan keresahan hati, dan mendatangkan ketentraman dan ketenangan jiwa, mendatangkan cahaya hati dan wajah, dan memperolih manisnya iman dan kecintaan Allah azza wajalla.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa mengucap kalimat ” Lha ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahua a’la kulli syai’in qodir ” sehari seratus kali , maka baginya mengimbangi pahala membebaskan sepuluh budak, dan ditulis baginya seratus kebajikan, dan dihapus baginya seratus keburukan, dan ia mendapat penjagaan dari godaan syaithon dari pagi nya hingga sore, dan tiada yg mampu menandinginya kecuali seseorang yang beramal lebih banyak dari nya”. HR Bukhary dan Muslim.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa mengucapkan kalimat ” Subhanallahu wabihamdihi “, ia akan ditanamkan baginya satu pohon kurma di surga”. HR Tirmidzy.
Berkata Ibnu Mas’ud ,” Aku lebih suka bertasbih kepada Allah سبحانه وتعالى dari pada berinfak sejumlah beberapa dinar dijalan Allah Azza WaJalla “.

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Tabiat Babi

قال العلامة ابن القيم _رحمه الله تعالى_:”ومن الناس: من طبعه طبع خنزير يمر بالطيبات فلا يلوى عليها فإذا قام الإنسان عن رجيعه قمه وهكذا كثير من الناس يسمع منك ويرى من المحاسن أضعاف أضعاف المساوئ فلا يحفظها ولا ينقلها ولا تناسبه فإذا رأى سقطة أو كلمة عوراء وجد بغيته وما يناسبها فجعلها فاكهته ونقله”. المدارج : ( ج1_ص695).

Ibnu qayyim rahimahullah berkata:
Diantara manusia..
Ada yang tabiatnya seperti tabiat babi..
Ia mendapat makanan yang baik..
Tapi ditinggalkan dan tidak memperdulikannya..
Bila manusia telah meninggalkan kotorannya..
Babi itu segera menyapunya bersih..
Demikian banyak tabiat manusia..
Bila ia mendengar banyak kebaikanmu..
Ia tidak memperdulikan dan mengingatnya..
Tapi..
Bila ia melihat aibmu..
Seakan ia telah menemukan barang cariannya..
Lalu ia menjadikannya bagai buah yang segar..
Dan menebarkannya..
(Madarijussalikiin 1/695).

Hemat Air Dalam Ber-wudhu

Ust. Badrusalam LC

Dari Abdullah bin Zaid radliyallahu ‘anhu berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah dibawakan 2/3 mud, maka beliau menggosok dua hastanya dengan tangannya”. HR Ahmmad dan dishahihkan oleh ibnu Khuzaimah.

Fawaid hadits:
1. Diwajibkan hemat dalam menggunakan air wudlu.

2. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasanya berwudlu dengan satu mudd. Dan terkadang kurang dari itu.

3. Disunnahkan menggosok anggota wudlu. Karena ini adalah perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Wallahu a’lam

UNTUKMU WAHAI PARA PENUNTUT ILMU

Nasihat ini saya ambil dari perkataan emas al-imam ibnu qoyyim

و من العحب أن الإنسان يهون عليه التحفظ و الاحتراز من أكل الحرام و الظلم و الزنى و السرقة و شرب الخمر, و من النظر المحرم و غير ذلك, و يصعب عليه التحفظ من حركت لسانه, حتى ترى الرجل يشار إليه بالدين و الزهد, و العباد, و هو يتكلم بالكلمات من سخط الله لا يلقي لها بالاً ينزل بالكلمات الواحدة منها أبعد مما بين المشرق و المغرب
و كم ترى من رجل متورع الفواحش و الظلم, و لسانه يفرى في أعراض الأحياء و الأموات و لا يبالي ما يقول.

Dan diantara perkara yang mengherankan bahwa umumnya manusia bisa menjaga diri-diri mereka dari memakan makanan yang haram, berbuat dzholim, berzina, mencuri, minum khomr, dari memandang suatu yang diharamkan ataupun selainnya.
AKAN TETAPI sangat disayangkan mereka sangat susah untuk menjaga gerakan-gerakan lisannya. Sampai ada seseorang yang dikenal dia sebagai ahli ibadah, orang yang zuhud, dan gemar beribadah, akan tetapi mereka sering berbicara dgn ucapan yang dapat membuat
ALLAH murka (tanpa mereka pedulikan lagi), yang dengan sebab ucapannya ia dilempar keneraka jahannam yg jaraknya lebih jauh dari jarak antara timur dan barat. Betapa banyak
orang yang demikian, engkau melihat dia sebagai org yg wara’, meninggalkan kekejian, kedzoiman, AKAN Tetapi lisannya dibiarkan olehnya kesana-kemari utk MENJATUHKAN KEHORMTAN SESEORANG baik orang tersebut masih hidup ataupun yg telah wafat, tanpa mempedulikan lagi kata-kata yg mereka ucapkan.

Semoga pelajaran kita hari ini memberikan manfaat terutama utk diri saya pribadi & kepada ikhwah sekalian.
Semoga ALLAH سبحانه وتعالى menyatukan hati-hati kita diatas islam dan sunnah.

(Kitab Ad-Daa’ wad Dawaa’, hal: 226-227 yang ditahqiq dan ditakhrij oleh syaikh ali bin hasan bin ali al-halaby al-atsary)

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

4 Amalan Menggapai Cinta Ilahi

Ust. Kholid syamhudi LC

عَنْ مُعَاذ بْنِ جَبَلٍ رَِضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْ لُ الله صلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ وَ حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْْمُتَوَاصِلِين فِيَّ وَ حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَنَاصِحِيْنَ فِيَّ وَ حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ ;الْمُتَحَابُّوْنَ فِيَّ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُوْرٍ يَغْبِطُهُمْ بِمَكَانِهِمُ النَّبِيُّوْنَ وَ الصِّدِّيْقُوْنَ وَ الشُّهَدَاءُ
Dari Mu’adz bin jabal Radhiyallahu ‘anhu berkata: Telah bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم: Allah berfirman :

”org yg saling mencintai krn-Ku pasti diberikan cinta-Ku, org yg saling menyambung kekerabatannya krn-Ku pasti diberikan cintaKu & org yg saling menasehati krn-Ku pasti diberikan cintaKu serta org yg saling berkorban krn-Ku pasti diberikan cinta-Ku. org2 yg saling mencintai krn-Ku (nanti di akherat) berada di mimbar2 dari cahaya. Para Nabi, shiddiqin & org2 yg mati syahid merasa iri dg kedudukan mereka ini.” (hr imam Ahmad dlm kitab al-Musnad & dishahihkan al-Albani dlm Shahih Jami’ ash-Shaghir no.4198).

Dlm hadits qudsi ini Allah memerintahkan kita u/ mewujudkan 4 hal yg mjd sebab kita mjd hambaNya yg dicintai.

1. Perintah saling mencintai krn Allah

2. Perintah saling menasehati krn Allah

3. Perintah saling menyambung persaudaraan krn Allah

4. Perintah saling berkorban krn Allah.

Demikianlah Allah tunjukkan kpd kita empat amalan menggapai kecintaan ilahi.

Diantara langkah2 mewujudkannya adalah:

1. Memperbaiki aqidah & iman kita mjd sempurna

2. Mengingat keempat amalan ini dicintai & diridhai Allah

3. Menelaah benar siroh (sejarah kehidupan) Rasulullah n & para salaf ash-shalih & mempraktekkannya. Caranya dg mengetahui konsep & tuntunan ajaran mereka sehingga akan muncul keinginan & kecintaan u/ meniti & mengikuti jejak langkah mereka.

Mengingat akibat baik & pahala yg didapatkan dari 4 amalan ini.

Semoga kita dapat mewujudkannya.

3 Pintu Neraka Dan 3 Perangkap Syaitan

Ada tiga pintu yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka:

. Pintu Syubhat, yaitu apa2 yg bisa menimbulkan keraguan manusia trhadap agama اَللّهُ سبحانه وتعالى

. Pintu Syahwat, yaitu apa2 yg bisa menimbulkan dorongan utk mendahulukan hawa nafsu drpd ketaatan kepada اَللّهُ سبحانه وتعالى
dan upaya dalam menggapai ridha-Nya.

. Pintu amarah yaitu
apa-apa yang bisa menimbulkan permusuhan manusia terhadap makhluk اَللّهُ سبحانه وتعالى lainnya.

Setiap orang yang berakal pasti menyadari bahwa syaitan tidak akan menemukan celah dan perangkap untuk memperdayai manusia kecuali melalui 3 hal, yaitu:

. Sikap boros dan berlebihan, sehingga semuanya serba melebihi kebutuhan. Karena yg lebih dr kebutuhan itulah yg menjadi perantara & jalan masuknya syaitan ke dlm hati manusia.

Cara menghindarinya adalah dengan memenuhi kebutuhan sesuai dengan keperluannya, baik dlm hal makan, tidur, bersenang-senang maupun beristirahat.

Dengan ditutupnya celah masuk syaitan ini niscaya si syaitan tidak akan masuk melalui jalur ini.

. Lalai mengingat اَللّهُ سبحانه وتعالى, karena orang yang berdzikir kepada اَللّهُ سبحانه وتعالى selalu berada dalam lingkungan benteng dzikir. Manakala ia lalai berdzikir maka gerbang bentengnya akan terbuka sehingga syaitan bisa memasuki ke dalam bentengnya. Apabila telah merasuk ke dalam diri maka sulit baginya untuk mengusir syaitan.

. Membebani diri dgn hal apapun yg tidak penting.

Jika anda mampu menahan pahitnya disapih dari dunia maka sapihlah diri anda. Namun jika anda tidak kuat menahannya maka menyusulah seperlunya saja, karena kekenyangan itu membinasakan.

 Ditulis oleh Ustadz Abdussalam Busyro, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Mau Selamat Dunia Akhirat ?

Ketahuilah, wahai saudaraku! Bahwa yg menghancurkan kebahagiaan & keselamatan hidup manusia di Dunia & Akhirat adalah dosa..

Allah berfirman,
“Dan setiap musibah yg menimpamu adalah karena ulah & dosamu.”
As-Syura:30

Maka untuk meraihnya, isilah seluruh umur dgn 4 perkara, agar senantiasa mendapat curahan rahmat & ampunan dari Allah Jalla wa’ala..

1. Taubat

* Jangan pernah menunda taubat & meremehkannya.

* Bertaubatlah kpd Allah dgn cara yg benar & jgn pernah bertaubat dgn cara yg tdk ada contohnya dari Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam

* Penuhi syarat taubat, ikhlas, menyesal, membenci kesalahan yg lalu, bertekad untuk tdk mengulanginya & segera menyelesaikan semua permasalahan dgn manusia..

2.Ilmu yg bermanfaat

* Pastikan ilmu yg dicari adalah ilmu yg bersumber dr al-Qur’an & hadist sahih & sesuai dgn pemahaman sahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam

* Kenalilah Allah, Rasulmu & agamamu yg benar melalui ilmumu

* Tuntutlah ilmu agama yg membuatmu takut kpd Allah..

3. Amal saleh

* Pastikan semua amal yg kau kerjakan baik itu amalan hati, lisan maupun anggota badan adalah amal yg dikerjakan krn perintah Allah & sesuai dgn contoh Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam

4. Mengikuti jalan2 hidayah

* Berkata sa’id bin zubair, “yaitu menjalankan agama yg sesuai dgn cara Rasul & sahabatnya radhiallahu ‘anhum..

Allah berfirman,”Sesungguhnya Aku akan mencurahkan ampunan kpd hamba-Ku yg sll bertaubat, beriman & beramal saleh kemudian meniti jalan hidayah.” QS Toha:82

Semoga Allah memberi keselamatan kpd Qt semua di Dunia & Akhirat!

By Ustadz Djazuli LC

JANGANLAH KITA MENJADI UTUSAN SETAN

Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Maula (mantan budak) Al-FadhL berkata: “Aku pernah duduk bersama Wahb bin Munabbih (seorang ulama tabi’in) rahimahullah, lalu ada seorang laki-laki yang mendatanginya dan mengatakan kepadanya; “Sesungguhnya aku pernah bertemu si Fulan. Ia mencaci-makimu.” Maka Wahb bin Munabbih rahimahullah marah kepada orang yang membawa berita buruk itu seraya berkata; “Apakah setan sudah tidak mendapatkan seorang utusan pun selainmu?”

Maula Al-FadhL berkata: “Tatkala aku masih duduk di majlis Wahb bin Munabbih rahimahullah, tiba-tiba orang yg mencaci makinya datang menemuinya, lalu ia mengucapkan salam kepada Wahb bin Munabbih. Maka Wahb pun menjawab salamnya, lalu beliau menjulurkan tangannya utk berjabat tangan dengannya, dan menyuruhnya agar duduk di sampingnya.” (Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah, karya Al-Hafizh Ibnu Katsir IX/276).

» Subhanallah, betapa mulia n bijaknya Wahb bin Munabbih rahimahullah tsb, ia tetap bersikap tenang, sabar n berlapang dada, n tidak mudah percaya n esmosi karena terpengaruh dengan berita buruk yg disampaikan seseorang kpd dirinya.

Oleh karenanya, kita pun sebagai seorang muslim n muslimah yg mendambakan persatuan, perdamaian n keselamatan di dunia n akhirat, hendaknya bersikap seperti Wahb bin Munabbih ketika mendengar berita-berita buruk, berupa fitnah, tuduhan dusta, cacian, n semisalnya yg ditujukan kpd diri kita maupun kpd saudara kita yg disampaikan oleh seseorang. Karena bisa jadi motiv dr penyampain berita buruk itu karena ingin mengadu domba diantara kita, atau karena adanya kedengkian atas suatu nikmat yg Allah anugerahkan kpd kita berupa ilmu, harta, kesuksesan, kedudukan yg tinggi, dsb. Apalagi jika suadara kita yg digunjing n difitnah tsb dikenal baik kwalitas agama n akhlaknya, maka janganlah kita mudah terpancing utk marah n membalasnya dengan keburukan krn percaya n terpengaruh oleh penyampai berita tsb. Tetapi hendaknya kita bersikap tenang, sabar, lapang dada, n tabayyun (meneliti n mencari kejelasan atau bukti kebenaran berita tsb).

» Hal ini sbgmna firman Allah Ta’ala:
(Yaa ayyuhal-ladziina aamanuu in jaa-akum faasiqun bi naba-in fatabayyanuu an tushiibuu qouman bi jahaalatin fa tushbihuu ‘alaa maa fa’altum naadimiin)

Artinya: “Hai orang-orang yg beriman, jika datang kepadamu seorang yg fasiq dengan membawa suatu berita, maka ambillah sikap tabayyun (mencari kejelasan n bukti kebenaran berita tsb) agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yg menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6).

» Sikap mulia, hati-hati, sabar n lapang dada sebagaimana yg dilakukan Wahb bin Munabbih rahimahullah ini bisa menutup rapat pintu-pintu perpecahan n permusuhan diantara kaum muslimin, serta dapat memadamkan api kebencian n kedengkian di dlm hati manusia. Karena setan terlaknat tiada henti-hentinya dalam berupaya menyebarkan benih-benih kedengkian, perpecahan n permusuhan diantara umat manusia secara umum, n diantara kaum muslimin secara khusus.

» Orang yg hobinya suka mendengarkan berita-berita buruk tentang seseorang lalu dia menyampaikannya kpd saudaranya yg digunjing tsb, maka dia adalah salah satu UTUSAN SETAN yang diutus untuk mengadu domba n menimbulkan perpecahan n permusuhan diantara manusia, sbgmana yg dikatakan oleh Wahb bin Munabbih rahimahullah.

Demikian Faedah dan Mau’izhoh Hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Smg bermanfaat bagi kita semua. (Klaten, 5 April 2013)

» SUMBER: BBG Majlis Hadits, chat room Faedah & Mau’izhoh Hasanah.
(*) Blog Dakwah Kami:
http://abufawaz.wordpress.com

Bersabar

Petuah salafussholeh tentang bersabar

Dzun Nuun al-Mishri berkata:
“Bersabar yaitu berusaha menjauhi segala perkara yang melanggar, bersikap tenang saat mengalami musibah, menampakkan kecukupan saat mengalami kefakiran dalam menjalani kehidupannya.”

Jiwa itu layaknya tunggangan seorang hamba yang digunakan untuk menyusuri jalan menuju surga atau neraka. Sedangkan kesabaran baginya seperti tali kendali pada tunggangannya, apabila sebuah tunggangan tanpa ada tali kendalinya niscaya akan berjalan serampangan tak terarah.

Sebuah khutbah milik al-Hajjaj tercatat yang bunyinya, “Tegurlah jiwa-jiwa kita, karena ia cenderung kepada keburukan, semoga Allah merahmati seorang hamba yang menyertai jiwanya dengan tali kendali dan tali kekang, sehingga ia menundukkannya menuju ketaatan kepada Allah. Dan memalingkannya dari kemaksiatan kepada Allah, sesungguhnya bersabar terhadap kemaksiatan kepada Allah lebih ringan dibadingkan bersabar terhadap azab-Nya.”

Jiwa itu memiliki dua macam kekuatan: yaitu kekuatan untuk bertindak, dan kekuatan untuk mencegah…untuk itu kekuatan untuk bertindak dialihkan kepada hal-hal yang bermanfaat baginya, sedangkan kekuatan mencegah fungsinya mencegah dari segala bahaya. Ada di antara manusia yang mampu bersabar dalam menjalani shalat malam dan beratnya berpuasa, tetapi tidak bisa sabar dari melihat perakara-perkara yang diharamkan. Di antara mereka ada yang bisa bersabar untuk tidak melirik atau melihat gambar-gambar porno, namun tidak mampu bersabar untuk menyuruh kebaikan dan melarang kemungkaran serta berdakwah atau berjihad dijalanNya.

Semoga Allah karuniakan kepada kita sifat sifat penghuni surga.. Agar kelak mudah memasukinya.. آمــين ​اَللّهُمَّ آمــين
www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abu riyadl

Menebar Cahaya Sunnah