Apakah Allah Mencintaiku

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Pertanyaan yang merayuku untuk intropeksi..
kucoba membuka al qur’an..
kudapati Allah mencintai orang orang yang sabar..
kulihat diriku.. ah betapa sedikitnya kesabaranku..
kudapati Allah mencintai orang orang yang berjihad..
ku lihat diriku.. amat lemah untuk melawan nafsuku..
kurang kesungguhanku untuk selalu menaatiNya..

Kudapati Allah mencintai orang orang yang berbuat ihsan..
apalagi ini.. teramat jauh diriku dari derajat ihsan..
hatiku gundah..
tak ada tanda pada diriku bahwa Allah mencintaiku..
kucoba kembali membaca al quran..
kudapati Allah mencintai orang orang yang suka bertaubat..
aku segera merenung..
mungkin ayat ini untukku dan yang sepertiku..
segera lisanku berucap..
astaghfirullah wa atuubu ilaihi..
astaghfirullah wa atuubu ilaihi..
semoga ini membuat Allah mencintai diriku..
ya Rabb.. ampuni dosaku..

Rahmat Allah Bagi Kita Pelaku Dosa…!

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Allah masih sayang kepada kita, tatkala kita bermaksiat…

1. Allah masih menutup aib kita…,seandainya Allah membongkar satu saja dosa/aib kita maka betapa malunya kita…

2. Allah tidak langsung mengadzab kita…, seandainya Allah langsung mengadzab setiap dosa yang kita lakukan tentu kita tidak akan bisa hidup diatas muka bumi ini..tentu kita akan segera binasa sebelum sempat bertaubat.

3. Bahkan Allah masih terus memberikan rezki kepada kita…bahkan terkadang ditambah rizki kita, apakah kita tidak malu..? Bermaksiat tapi terus dibaiki oleh Allah…??

4. Allah selalu memberi kesempatan bertaubat bagi kita…bahkan hingga nafas terakhir kita.

5. Bahkan Allah sangat gembira pada hambanya yang bertaubat…(padahal baru saja sang hamba tenggelam dalam kemaksiatan).

6. Allah juga memberi ganjaran besar bagi kita yang bertaubat… lantas.. kenapa kita masih menunda taubat?, kenapa masih beristigfar tapi dengan hati lalai? Apakah kita terus demikian hingga Allah cabut rahmatNya sehingga kita meninggal dalam berlumuran dosa…?

Memahami Al Qur’an

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Dalam bahasan yang terdahulu telah kita uraikan Tilawah secara harfiah, yaitu dengan membaca surat surat nya, dan ayat-ayat nya.
Dibagian kedua ini akan kita bahas tentang Tilawah secara makna dan hukum yang berupa mengimani dan membenarkan berita berita didalam nya, mengikuti hukum hukum nya, menjalankan perintah perintah nya serta menjauhi larangan larangan nya.
Bahasan ini merupakan sangat penting dikarenakan tujuan yang utama dari diturunkannya Al Qur`an.

Allah Ta`ala berfirman, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS sad 29).

Oleh karena itu para salaf ridwanallahu alaihim senantiasa mempelajari Al Qur`an, memahami kandungan nya serta mempraktekkan hukum hukum yang ada didalamnya.
Abu Abdurrahman As Sulamy berkata, “Para sahabat yang dahulu mengajarkan Al Qur`an seperti Utsman ibnu Affan, Abdullah ibnu Mas`ud dan selain mereka telah bercerita kepada kami, bahwasanya dahulu mereka apa bila mempelajari sepuluh ayat dari Al Qur`an maka mereka tidak menambah nya hingga selesai mempelajari ilmu dan mengamalkan nya, dan mereka berkata: “Kami mempelajari Al Qur`an secara ilmu dan mengamalkan nya.”

Tilawah jenis ini adalah yang akan memberikan keselamatan dan kebahagiaan serta menjaga dari kebiasaan dan kesengsaraan.
Allah Ta`ala berfirman, “Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”

Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?”

Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.”

Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.”. (QS TaHa 123~127)

Semoga Allah Ta`ala memberikan taufik kepada kita, sehingga diberikan kekuatan untuk membaca dan Tilawah Al Qur`an dengan sebenarnya, dan kita dapat meraih keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Adab Orang Yang Berpuasa

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Puasa ramadhan adalah suatu ibadah yang agung dan mulia, disana dituntut untuk melakukan perkara perkara yang wajib dan ada pula perkara yang mustahab, diantaranya adalah :

** Makan sahur, yaitu diakhir malam, sebagai mana sabda Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, “Makan sahur lah, Sesungguhnya didalam sahur terdapat keberkahan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Perbedaan antara puasa kita dan puasa orang ahli kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim)

Rosulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Makan sahur adalah keberkahan, maka jangan engkau tinggalkan walaupun seteguk air, karena para malaikat mendoakan orang orang yang melakukan sahur.” (HR Ahmad)

Seyogyanya orang yang menjalankan sahur meniatkan untuk merealisasikan perintah dan perbuatan Nabi sallallahu alaihi wa sallam, agar amalan sahur nya memiliki nilai ibadah dan mendapatkan pahala.

Waktu yang paling tepat untuk melakukan sahur adalah di lakukan pada waktu mendekati muncul nya fajar yaitu akhir malam.

Suatu saat sahabat Anas ditanya antara selesai sahur Nabi sallallahu alaihi wa sallam dengan waktu dikumandangkan adzan?, maka dijawab, “sekitar bacaan lima puluh ayat.” (HR Bukhari)

Diantara adab orang yang berpuasa adalah bersegera untuk melakukan berbuka puasa jikalau matahari telah terbenam, sebagai mana diriwayatkan dari sahabat Sahl ibnu Sa`ad radhiyallahu`anhu bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Umat ini akan senantiasa berada dalam kebaikan selagi menyegerakan berbuka puasa “. (HR Bukhari dan Muslim)

Dan seyogyanya berdoa tatkala berbuka, Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak akan tertolak di waktu berbuka puasa.” (HR Ibnu Majah)

Diantara adab orang yang menjalankan ibadah puasa adalah banyak membaca Al Qur`an, berdzikir, berdoa, sholat, sedekah.

Kriteria Pemimpin Umat Islam

Ustadz Muhammad Wasitho, حفظه الله تعالى
* Suatu Ketika Imam Ahmad Bin Hanbal Rahimahullah di tanya oleh muridnya : “Wahai Imam, mana yang di pilih; pemimpin (panglima perang) yang kuat tapi Fajir (banyak dosa), atau pemimpin yang sholeh Tapi lemah?” Imam Ahmad Bin Hanbal Rahimahullah menjawab dengan cerdas : “Yang dipilih adalah pemimpin yang kuat meski fajir (banyak dosa), karena kekuatannya dapat memperkuat kaum Muslimin, sedangkan kefajirannya untuk dirinya sendiri. Adapun pemimpin yang shaleh tapi lemah, maka keshalehannya untuk dirinya sendiri, sedangkan kelemahannya dapat membahayakan (dan melemahkan) kaum Muslimin.”

* Said bin Sam’an mengisahkan bahwa dirinya pernah mendengar sahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu memohon perlindungan kepada Allah dari pemimpin yang bermental kerdil / kekanak-kanakan dan pemimpin pemimpin pandir. (Riwayat Imam Al-Bukhori dalam Kitab Al Adab Al Mufrad).

1141. Seputar Hadits Penggugur Dosa, Perokok Yang Sholat Tanpa Bersiwak Dan Da’i Yang berceramah Di Gereja

1141. BBG Al Ilmu – 349

Tanya:
1. Ada hadits sakit sebagai penggugur dosa dan Allah menurunkan 4 malaikat kepada orang yang sakit apakah hadits ini shahih?

2. Bagaimana hukum seorang perokok yang tidak bersiwak dan melaksanakan shalat, apakah shalatnya sah atau tidak ?

3. Bagaimana hukumnya seorang dai yang berceramah di gereja atas nama kerukunan beragama dengan mengucapkan salam di luar islam. Adakah hadist yang menjelaskan tentang masalah tersebut ?

Jawab:
Ust. M. Wasitho, حفظه الله تعالى

1. Derajat Hadits tersebut Tidak Shohih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan Tidak Jelas Asal-usulnya.

2. Hukum sholat seorang perokok yang tidak bersiwak atau gosok gigi setelah merokok dan sebelum datang ke masjid untuk sholat adalah SAH, tetapi ia telah melanggar larangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang memerintahkan kepada siapa saja yang makan bawang merah, atau bawang putih atau daun bawang agar tidak mendatangi masjid kecuali setelah bersiwak atau gosok gigi agar bau tidak sedapnya hilang. Dan bau rokok lebih buruk daripada bau bawang merah dan bawang putih, apalagi hukum rokok adalah Haram.

3. Hukum berceramah di Gereja atau tempat-tempat ibadah orang kafir dan musyrik adalah TIDAK BOLEH, bahkan itu termasuk bentuk loyalitas kepada orang kafir yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.

Keluar masuk Gereja untuk ceramah atau selainnya adalah bentuk keridhoan dan kecintaan terhadap kekafiran dan kemusyrikan mereka kepada Allah Ta’ala.

Agama Islam adalah agama yang paling toleransi antara sesama manusia, akan tetapi toleransi n kerukunan antara umat beragama itu ada batas-batasnya, tidak secara bebas dan mutlak.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1140. Anak-Anak Lalu Lalang Dihadapan Orang Shalat, Sahkah Shalatnya ?

1140. BBG Al Ilmu

Tanya:
Apabila kita sholat di masjid dan disaat sholat selalu anak-anak kecil lalu lalang menginjak sajadah kita, apakah sholatnya sah atau tidak ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Jikalau kita sholat di masjid berjamaah bersama imam, maka yang menjadi sutrah/pembatas sholat adalah sutrah nya imam, adapun makmum tidak memiliki sutrah, sehingga kalau ada anak kecil lalu lalang maka tidak membatalkan sholat.
Yang membatalkan jikalau lewat sutrah imam nya. Ini kaitannya dengan sholat wajib.

Adapun sholat sunnah, maka di anjurkan mendekat dengan sutrah agar anak kecil tidak lewat.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1139. Terus Menimba Ilmu

1139. BBG Al Ilmu

Tanya:
Saya baru belajar mengenal sunnah.. Perubahan yang saya lakukan adalah mengganti cara berpakaian saya yang dulu memakai celana panjang dan jilbab kecil sekarang memakai gamis dan kerudung besar, tapi atasan saya mengatakan bahwa memakai jilbab panjang seperti itu harus diimbangi dengan ilmu yang tinggi sedangkan saya belum memiliki pengetahuan yang luas tentang agama. Kadang kalau ada acara keagamaan saya sering ditunjuk untuk ceramah ke depan, padahal saya belum tau banyak bagaimana ya saya harus bersikap ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Tentu kita bercita-cita hari ini lebih baik dari pada kemarin, dan hari esok tentunya lebih sempurna dari pada hari ini. Ini lah yang di namakan iman, semakin hari semakin bertambah banyak. Allah Ta`ala berfirman dalam surat (Al-`Aşr):2 – 3, “Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Maka jika kita memahami ayat diatas maka agar bisa selamat dari kerugian adalah memberikan nasihat kepada kebenaran. Tentu ini menuntut kita agar belajar dan mencari ilmu sebanyak mungkin untuk menjadi bekal. Bisa lewat mendengarkan kajian-kajian lewat berbagai media yang sekarang sudah di berikan kemudahan. Maka hendaknya bersemangat mencari ilmu, mengamalkan, mendakwahkan. Bulan ramadhan merupakan momen yang tepat untuk mendulang ilmu agama.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Infaq Kemanusiaan Untuk Saudara Muslim Di Gaza Palestina

Radio Rodja 756 AM

Yahudi kembali menyerang Gaza Palestina…

Mari bantu saudara kita disana !!

Sebagai upaya membantu mereka dan mewujudkan ukhuwah Islamiyyah serta pengamalan dari sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِن
ْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam. (HR. Muslim).

Di bulan yang penuh kemuliaan ini kami mengajak antum untuk membantu Kaum Muslimin di Gaza Palestina Salurkan bantuan antum melalui:

Rekening Bank Syariah Mandiri
No. rekening: 756 1616 005
Atas nama: Yayasan Cahaya Sunnah
Cabang: Cibubur, Jakarta
Kode ATM Bersama: 451

Jika ingin konfirmasi transfer, silakan kirim Via SMS ke 081 989 6543 dengan format :

Peduli Palestina_Nama_Alamat_Jumlah transfer_tanggal transfer

informasi : (021) 8233661

#‎PrayForPalestina‬
#‎PrayForGaza‬

Renungan Bagi Saudaraku Golput

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

1) Para ulama yang menyuruh nyoblos sangat banyak dan lebih senior (syaikh bin Baz, syaikh albani, syaikh utsaimin, al-lajnah Ad-daaimah, syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad, syaikh sholeh al-luhaidan, Mufti arab saudi syaikh Abdul Aziz alu syaikh, syaikh Nasir Asy-syatsri, syaikh ali hasan, syaikh masyhur hasan, syaikh musa nashr, syaikh Ibrahim ar-ruhaili, syaikh Abdul Malik romadoni al-Jazaairi, dan masih banyak yang lainnya)

Maka mengikuti ulama senior para orang tua yang tinggi ilmu dan ketakwaan mereka lebih utama daripada mengikuti pendapat para ustadz seperti kami

2) jika ada yang berkata : para ulama tidak tahu kondisi Indonesia, kita katakan :
– ini adalah tuduhan yang tidak beralasan dan terlalu dipaksa-paksakan. Karena masalah pemilu dan demokrasi adalah permaslahan yang umum menimpa banyak negeri kaum muslimin, seperti Yaman, Kuwait, iraq, al-jazaair dll
– sebagian ulama tersebut sering ke Indonesia, seperti syaikh Ali Hasan yang sudah 17 kali ke Indonesia, syaikh Ibrahim Ar-Ruhaili dan syaikh Abdurrozzaq yang sudah berulang-ulang ke Indonesia
– diantara para ulama tersebut adalah syaikh Abdul Malik romadoni al-Jazaairi yang telah menulis buku khusus tentang politik (madaarikun nadzor) beliapun menyuruh untuk memilih.

3) jika ada yang berkata : para ulama juga bisa salah berfatwa. Maka kita katakan hal ini memang benar, namun jika para ulama saja bisa salah apalagi para ustadz yang berseberangan tentu bisa lebih salah lagi.

4) kaidah yang dipakai oleh para ulama adalah irtikaab akhoffu Ad-dororoin yaitu menempuh kemudorotan yang lebih ringan dalam rangka menjauhi kemudorotan yang lebih besar.

Dalil akan kaidah ini sangatlah banyak, diantaranya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lebih memilih membiarkan orang arab Badui kencing di mesjid nabawi dan melarang para sahabat yang hendak mencegah orang arab Badui tersebut karena pilihan para sahabat akan lebih fatal akibatnya. Hal ini bukanlah berarti nabi mendukung adanya kencing di mesjid !!

Kaidah ini berbeda dengan kaidah dorurot tubihul mahdzuroot (analogi boleh makan babi kalau tidak maka akan meninggal). Nabi tatkala memilih membiarkan arab Badui tersebut kencing bukan sedang dalam keadaan darurot dari sisi bahaya, akan tetapi dari sisi dua kemudorotan yang tidak bisa dihindari maka beliau memilih mudorot yang kecil.

5) pernyataan bahwa menyoblos berarti mendukung demokrasi, adalah pernyataan yang tidak benar. Karena kaidah menempuh kemudorotan yang lebih ringan bulan berarti mendukung kemudorotan !!, ini merupakan perkara yang sangat jelas bagi yang paham akan kaidah tersebut. Sebagaimana tadi Nabi membiarkan arab Badui kencing di mesjid maka bukan berarti Nabi mendukung adanya kencing di mesjid.

Pernyataan inilah yang sering disalah gunakan oleh sebagian saudara kita untuk mengkafirkan orang-orang yang nyoblos karena persepsi mereka bahwa memilih melazimkan mendukung kesyirikan demokrasi fan berarti kafir.

6) pernyataan : “golput lebih selamat” malah perlu direnungkan kembali :
– seorang yang golput pun tidak akan terhindarkan dari kemudorotan yang akan muncul dikemudian hari. Siapapun presidennya pasti undang-undang yang diputuskannya akan berpengaruh bagi rakyat Indonesia. Golput hanya bisa terhindar dari dampak demokrasi Indonesia jika golput pindah ke luar negri, ke arab saudi misalnya.
– pernyataan bahwa yang nyoblos akan ditanya pada hari kiamat, sementara yang tidak nyoblos tidak ditanya, maka kita katakan :
Seorang golput jika ternyata karena golput nya maka naiklah pemimpin yang membawa kemudorotan bagi Islam dan kaum muslimin maka iapun akan dimintai pertanggung jawaban pada hari kiamat.
– pernyataan : kalau nyoblos maka bertanggung jawab atas hukum-hukum yang kemudian hari dikeluarkan oleh pilihannya.
Jawabannya : ini tidaklah lazim, kembali kepada kaidah memilih kemudorotan yang lebih ringan bukan berarti mendukung kemudorotan, sebagaimana analogi Nabi membiarkan arab Badui kencing dimesjid bukan berarti membolehkan apalagi mendukung kencing di mesjid.

7) kalau ada yang bilang bahwa yang nyoblos manhaj nya perlu dipertanyakan, maka kenyataannya mereka yang nyoblos telah mengikuti fatwa para ulama, bahkan banyak dan mayoritas para ulama. Kalau bukan fatwa para ulama yang diikuti lantas siapa lagi?

8) syaikh Ali Hasan pernah berfatwa untuk tidak menyoblos tatkala ada pemilu di Iraq, sehingga ahlus sunnah pada tidak memilih, akibatnya syiah yang naik dan berkuasa. Maka setelah itu beliau merubah fatwa beliau mengikuti yang lebih tua yaitu fatwa syaikh Albani guru beliau, syaikh bin Baz, dan syaikh utsaimin. Beliau sadar bahwa fatwa orang tua (syaikh Albani) lebih tajam daripada fatwa beliau.

9) ingatlah bisa jadi Kristenisasi, syiah nisasi, liberal semakin berkembang tanpa harus angkat senjata, namun hanya dengan perundang-undangan.
Jika sebagian ustadz tidak bisa ngisi pengajian di sebuah mesjid hanya karena DKM nya simpatisan syiah maka bagimana lagi jika syiah beneran. Apalagi dalam skala yang lebih luas.

10) tidak diragukan bahwa pemilu merupakan fitnah yang menimbulkan pro kontra, maka hendaknya baik yang nyoblos maupun yang golput agar kembali rukun, tidak perlu saling menjatuhkan, toh hanya 9 juli lalu semuanya hanya tinggal menunggu taqdir Allah. Masing-masing telah menunjukan sudut pandangnya, masing-masing telah berdoa dan berijtihad, dan masing-masing berniat baik untuk Islam dan negeri ini.
Semoga Allah memberikan yang lebih baik bagi kaum muslimin Indonesia.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Menebar Cahaya Sunnah