Tj Suami Menikah Lagi Dan Talak

62. Tj – 359

Pertanyaan:

Suami anggota TNI tugas dinas luar kota beberapa tahun, sekembalinya membawa istri dan anak, sementara istri pertama dan keluarga suami tdk ridho dg peristiwa tsb dan kurang berkenan dengan ahlak istri kedua.
Saat ini kondisi suami dan istri pertama pisah 6 bulan dengan tetap dengan nafkah.

Pertanyaan :
1) Apa yang harus disikapi istri pertama dalam masalah tsb?
2) Apakah mrk sdh cerai jika dlm keadaan emosi marah masing-masing mengucap kata cerai?

Jawaban:
UST. FUAD HAMZAH BARABA’, LC

1) Hendaknya istri pertama bersabar dengan apa Чαπƍ dia alami. Walaupun ‎​δ¡a tdk ridho, ttp saja pernikahan suaminya dg wanita lain sah. Dan itu merupakan hal Чαπƍ dianggap baik oleh suaminya karena dinas ‎​δ¡ luar kota. Daripada memilih jalan Чαπƍ salah (berzina), lebih baik menikah secara syar’i. Dan hendaknya istri pertama memaklumi, walaupun mungkin suatu Чαπƍ berat dia hadapi. Tp yakinlah ada hikmah ‎​δ¡ balik itu semua.

2) Masalah seputar talak, bisa dibuka ulasan Ust. Fuad H Baraba’ Lc di link berikut ini:

https://bbg-alilmu.com/archives/1403

———————————————

Tj Zakat Perdagangan

61. Tj – 343

Pertanyaan:
Assalamualaikum ustadz, afwan sy mau tanya. Bahwa saudara ana adalah pedagang makanan punya beberapa cabang, bagaimana cara hitung zakatnya, bagaiamana haul dan nisabnya. Jazakallah khairan

Jawaban:
Menurut jumhur (mayoritas) ulama, zakat perdagangan itu disyariatkan dalam Islam.

Caranya, yaitu dengan menghitung nilai jumlah barang dagangan, kemudian digabung dengan keuntungan bersih
setelah dipotong utang dan biaya operasional dagangnya. Setelah itu, 2,5% diambil dari jumlah tersebut untuk dikeluarkan sebagai zakat.

Nilai barang tersebut dilihat berdasarkan harga ketika jatuh tempo diwajibkannya zakat, bukan berdasarkan harga belinya.

Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-Islamiyah wa Al Ifta` ditanya tentang seorang pedagang bahan pakaian dan minyak wangi, yang menghitung barang dagangannya setiap tahun pada bulan Muharram dan mengeluarkan zakatnya dengan hitungan harga dagangan yang ia beli (bukan harga waktu tersebut). Apakah itu diperbolehkan?

Menjawab pertanyaan tersebut, Lajnah menjelaskan cara syar’i: Dengan menghitung barang dagangan yang dimilikinya ketika sempurna setahun, dengan nilai yang setara ketika diwajibkannya (zakat), tanpa melihat harga pembelian barang tersebut.

Dengan demikian, bisa kita contohkan: Bila seorang pedagang, pada akhir tahun, memiliki total nilai barang dagangan sebesar:
Rp 200.000.000,00 dan
laba bersihnya sebesar
Rp 50.000.000,00.

Sementara itu, ia memiliki utang dagang sebesar
Rp 100.000.000,00.

Zakat yang wajib dia keluarkan ialah:

(200 juta – 100 juta + 50 juta) x 2,5% = Rp 3.750.000,00

http://www.konsultasisyariah.com/menghitung-zakat-perdagangan/#axzz2VIA037h6

———————————————

Tj Mengatasi Sihir

60. Tj – 17

Pertanyaan:
Ustadz, bagaimana cara kita mengatasi Sihir? Jazakallah khair

Jawaban:
1) Membaca 3 x:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ، أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاءُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

/Allaahumma rabbannaas adz-hibil ba’sa wasyfi antasy syaafii laa syifaa-a illa syifaauka syifaa-an laa yughaadiru saqamaa/

2) Mengucapkan 3 x

بسم الله أرقيك، من كل شيء يؤذيك، من شر كل نفس أو عين حاسد الله يشفيك، بسم الله أرقيك

/bismillaah urqiika min kulli syai’in yu’dziika wa min syarri kulli nafsin aw ‘ainin hasidin allaahu yasyfiika bismillaahi urqiika/

3) Di antara penyembuhan sihir setelah sihir itu terlaksana, yaitu penyembuhan yang bermanfaat bagi seseorang ketika ia tidak mampu menyetubuhi isterinya, ialah mengambil tujuh daun bidara
yang masih hijau lalumenumbuknya dengan batu atau sejenisnya dan meletakkannya di bejana serta
menuangkan di atasnya air yang cukup untuk mandi dan dibacakan di dalamnya ayat Kursi, Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, ayat-ayat sihir yang terdapat dalam surah Al-A’raf yaitu firman الله:

“Dan Kami wahyukan kepada Musa: ‘Lemparkanlah tongkatmu!’. Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.” (QS. Al-A’raf: 117-119)

http://www.konsultasisyariah.com/hukum-sihir-dan-perdukunan/#axzz2VIA037h6

Tj Apakah Jodoh Itu Takdir

59. Tj – 399

Pertanyaan:
Jodoh itu termasuk takdir/qodlo/qodar ? mohon penjelasannya

Jawaban:
Jodoh…memang sudah ditentukan oleh Allah semenjak manusia belum diciptakan, dan sudah ditulis di Lauh Mahfuzh.

Dalam hal ini, kita tidak diperintahkan untuk memikirkan tentang takdir tersebut, tapi hanya diperintahkan untuk berusaha. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “

“Beramallah, masing-masing akan dimudahkan melakukan apa telah dituliskan baginya.” (Riwayat Muslim).

Sebenarnya, berusaha atau tidak berusaha, jodoh sudah ditetapkan. Tapi masalahnya bukan itu. Bahwa kita tetaplah dianggap berbuat keliru, bila kita tidak berusaha. Yang dituntut oleh Allah dari kita adalah upaya, ikhtiar dan niat baik. Jodoh tetap Allah yang menentukan. Jadi soal jodoh, rezeki dan takdir kita tidak berhak mengurusnya, tapi kita hanya diperintahkan untuk berusaha. Dengan upaya yang benar dan niat yang bersih itulah, kita akan diberi pahala. Hasilnya, Allah yang menentukan.

Untuk lengkapnya, silahkan buka link berikut:
http://www.konsultasisyariah.com/jodoh-takdir-usaha/#axzz2VIA037h6

Husnul Khotimah – Apakah Kita Siap Melakukan Apa Yang Dilakukan Wanita Shalihah Ini ?

Kisah Penumpang Kapal Mesir “Salim Express”

Laki-laki ini telah Allah selamatkan dari tenggelam pada kecelakaan kapal, “Salim Express” menceritakan kisah istrinya yang tenggelam dalam perjalanan pulang dari menunaikan ibadah haji. Orang-orang berteriak-teriak “kapal akan tenggelam” maka aku pun berteriak kepada istriku …“ayo cepat keluar!”

Dia pun berkata, “Demi Allah aku tidak akan keluar sampai aku memakai hijabku dengan sempurna.”

Suaminya pun berkata,” inikah waktu utk memakai hijab??? Cepat keluar! Kita akan mati”.

Dia pun berkata, “Demi Allah aku tidak akan keluar kecuali jika telah kukenakan hijabku dengan sempurna, seandainya aku mati aku pun akan bertemu Allah dalam keadaan mentaati-Nya”. Maka dia pun memakai hijabnya dan keluar bersama suaminya, maka ketika semuanya hampir tenggelam, dia memegang suaminya dan berkata, “Aku minta engkau bersumpah dengan nama Allah, apakah engkau ridho terhadapku?” Suaminya pun menangis. Sang istripun berkata, ”Aku ingin mendengarnya.” Maka Suaminya Menjawab, “Demi Allah aku ridho terhadapmu.” Maka wanita tersebut pun menangis dan berucap ”Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah” senantiasa dia ulangi syahadat tersebut sampai tenggelam.

Suaminya pun menangis dan berkata, “Aku berharap kepada Allah agar mengumpulkan aku dan dia di surga”

http://www.firanda.com/index.php/artikel/sirah/172-sebagaimana-engkau-menjalani-hidupmu-demikianlah-kondisimu-tatkala-ajal-menjemputmu

Sebab Pokok Kebahagiaan

Ustadz Kholid Syamhudi Lc

Sebuah nasehat dari seorang ‘alim
robbani:

Ketahuilah, mentaati Allah dan Rasul-Nya serta menjadikan keduanya sebagai hakim dalam memutuskan perselisihan adalah sebab seseorang mendapatkan kebagahagiaan di dunia dan di akhirat. Jika seseorang merenungkan berbagai kejadian di alam ini dan mencermati berbagai kerusakan yang timbul, pastilah ia tahu bahwa sebab kerusakan di muka bumi ini terjadi karena menyelisihi seruan Rasulullah  dan keluar dari ketaatan padanya. Sebaliknya, segala kebaikan yang muncul di muka bumi ini ada karena sebab ketaatan pada Rasulullah.

Begitu pula berbagai bencana dan siksaan di akhirat kelak, itu semua terjadi karena menyelisihi seruan Oleh karenanya, segala kerusakan di dunia dan akhirat disebabkan karena menyelisihi perintah Rasulullah.
Seandainya seluruh manusia menaati Rasul dengan melakukan ketaatan dengan sebenar-benarnya, niscaya tidak akan ada satu pun kerusakan di muka bumi. Inilah yang sering kita saksikan pada berbagai musibah dan bencana yang terjadi di muka. Semua kejelekan, kerusakan dan kesusahan itu terjadi pada diri hamba karena penyelisihannya terhadap seruan Rasulullah. Jika seseorang betul-betul mentaati beliau dalam ajakannya, maka ia termasuk orang-0rang yang akan mendapatkan rasa aman dan mendapatkan keselamatan.

Jadi, dari penjelasan di atas telah diketahui bahwa berbagai kerusakan di muka bumi dan di akhirat nanti, itu semua disebabkan oleh kejahilan (kebodohan) terhadap ajaran Rasul dan enggan mengamalkan ajarannya padahal telah ia ilmui.

.͡.͡▶ http://m.klikuk.com/sebab-pokok-kebahagiaan/

Ujian Dalam Harta Lebih Berat Daripada Kemiskinan. Bagaimana Kita Bersikap?

Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam brsabda:“Sesungguhnya bagi setiap umat ada ujian/cobaan, dan ujian bagi umatku adalah harta.”
(Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2336).

Dari ‘Amr bin ‘Auf Radhiallahu ‘anhu, salah seorang sahabat yang ikut serta dalam perang Badar,menuturkan: bahwa Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 ” مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ ، وَلَكِنْ أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ

“Bukanlah kemiskinan yang aku takutkan atas kalian. Akan tetapi aku khawatir akan dilapangkan (harta) dunia kepada kalian, sebagaimana telah dilapangkan kepada orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian akan saling berlomba-lomba untuk mendapatkannya sebagaimana mereka telah berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Dan (kemewahan) dunia itu akan membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Abdurrahman bin ’Auf Radhiallahu ‘anhu berkata: “Dahulu kami diuji (oleh Allah) bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan kesengsaraan, maka kami pun bisa bersabar. Kemudian setelah Nabi shallallahu alaihi wasallam meninggal dunia, kami diuji dengan kemewahan maka kami tidak mampu bersabar (dalam menghadapi kekayaan ini).” (Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2464).

Saudaraku..
Banyak dari kita yg mengatakan:
Jika nanti aku punya harta maka aku akan begini dan begitu.. Aku akan sedekah.. Aku akan menyantuni orang miskin..aku akan membangun pesantren, dll..

Tp disaat ia diberi harta maka ia lupa segalanya. Dan ia gunakan nikmat ini untuk berbangga bangga dan kemewahan saja. Padahal harta tsb hanya habis didunia belaka dan tidak sampai ke akhirat..

Harta yg sampai dinegri akherat seperti intan berlian yg tidak akan meleleh..

harta yang hanya dipakai didunia saja ibarat es yg akan cepat meleleh..

By. Abu riyadL
Ma’hadul Qur’an

Tj Do’a Memohon Perlindungan Dari Segala Bentuk Kemusyrikan

أَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا لاَ أَعْلَمُ.

(*) Ejaan Doa Dalam Huruf Latin:
“Allahumma innii a’uudzu bika min an usyrika bika syai-an wa anaa a’lamu, wa a’uudzu bika min an usyrika bika wa anaa laa a’lamu.”

Artinya: “Ya Allah, saya memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan Engkau dengan sesuatu (makhluk)
sedangkan aku mengetahui hal itu. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan Engkau dengan sesuatu (makhluk) sedangkan aku tidak mengetahui hal itu.”

(HR. Imam Al-Bukhari di dalam kitab Al-Adab Al-Mufrod no.739, dari jalan Ma’qil bin Yasar radhiyallahu anhu. Dan dinyatakan SHOHIH oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shohih Al-Adab Al-Mufrod no.551).

(*) Atau membaca doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ.

» Ejaan Doa Dalam Huruf Latin:

(Allaahumma Innaa Na’uudzu Bika Min an Nusyrika Bika Syai-an Na’lamuhu, wa Nastaghfiruka Limaa Laa Na’lamu).

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan Engkau dengan sesuatu (makhluk) sedangkan kami mengetahui hal itu. Dan aku memohon ampunan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan Engkau (dengan sesuatu makhluk) dikarenakan kami tidak mengetahuinya.”
(HR. Ahmad IV/403, dari jalan Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu anhu. Dan hadits ini dinyatakan HASAN LIGHOIRIHI oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih At- Targhib wa At-Tarhib I/121-122 no. 36).

(Semoga Menjadi Ilmu Yang Bermanfaat Bagi Kita Semua) 🙂

» SUMBER: BBG Majlis Hadits,

Tj Berkurban Khusus Bulan Rajab

58. Tj – 49

Pertanyaan:
Sahihkah hadist dibwh ini

#Menyembelih Kambing di Bulan Rajab#

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, “Dianjurkan bagi setiap rumah tangga untuk menyembelih seekor kambing setiap bulan Rajab dan seekor lagi pada Hari Raya Idhul Adha” (HR. Ath-Thabrani)
(“Syifa As-Saqim fii Ahadist Al-Munqidz Al-‘Azhim”, Sayyidinal Imam Al-‘Allamah Al-‘Arifbillah Sayyid Muhammad bin Abdullah Al-Haddar رضي الله عنـه):

Jawaban:
Ust. Badrusalam Lc
Shahih tapi sudah dimansukh (dihapus) hukumnya oleh hadits lain.

Catatan tambahan tim Tj:
Di zaman Jahiliyah dahulu, orang-orang biasa melakukan penyembelihan kurban pada tanggal 10 Rajab, dan dinamakan ‘atiiroh atau Rojabiyyah (karena dilakukan pada bulan Rajab). Para ulama berselisih pendapat apakah hukum ‘atiiroh sudah dibatalkan oleh Islam ataukah tidak.

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa ‘atiiroh sudah dibatalkan hukumnya dalam Islam. Hal ini berdasarkan hadits Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ فَرَعَ وَلاَ عَتِيرَةَ

“Tidak ada lagi faro’ dan  ‘atiiroh.” (HR. Bukhari no. 5473
dan Muslim no. 1976). Faro’ adalah anak pertama dari unta atau kambing, lalu dipelihara dan nanti akan disembahkan untuk berhala-berhala mereka.

Untuk lengkapnya, silahkan buka link berikut:

http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/amalan-di-bulan-rajab.html

Tj Kuburan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Di Dalam Masjid Nabawi

57. Tj – 319

Pertanyaan:
Syaikh Shalih Alu asy Syaikh menjelaskan, ada tiga bentuk menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah.yang.                  k e 1 : menjadikan kuburan tempat sujudnya.  2 shala kearah kuburan dan. ke 3 Menjadikan kuburan berada di dalam suatu bangunan, dan bangunan itu adalah masjid : . .terkait hal ini ana ingin bertanya : bagaimana bila kita sholat didalam Masjdi nabawi yg didalamnya terdapat makam Rasulullah,

Jawaban:
Ust. Fuad Hamzah Baraba’ LC

Masjid Nabawi tidak dibangun di atas kuburan, Nabi صلى الله عليه و سلم tidak dikuburkan di dalam masjid, beliau hanya dikuburkan di kamar Aisyah Radhiyallahu ‘Anhu yang terletak di sebelah timur masjid.

Proses masuknya kuburan beliau tersebut bukan dilakukan oleh orang-orang yang perbuatannya menjadi hujjah dan patokan, bukan Rasulullah صلى الله عليه و سلم   dan bukan pula Khulafâur-Râsyidîn yang praktek dan perbutannya merupakan hujjah. Dan tidak pula terjadi pada zaman mereka, bahkan terjadi setelah mereka dan kebanyakan sahabat yang tinggal di Madinah telah wafat. Karena sahabat yang berdomisili di Madinah yang terakhir wafat adalah Jâbir bin Abdullâh pada tahun 78 H (Tâhdzîrus Sâjid, hal. 59.). Sedangkan renovasi Umar bin Abdul Azîz atas instruksi Al-Walîd bin Abdul Mâlik yang merambah ke kuburan tersebut terjadi setelahnya pada tahun 91 H.

Menebar Cahaya Sunnah