Jangan Pernah Merasa Hebat Dengan Dunia !

Apakah pantas seorang manusia merasa hebat..?!

Merasa hebat karena kekayaanmu..

Merasa bangga dgn kecantikan & ketampananmu..

Merasa lebih baik dari orang lain krn status sosialmu yg high class..

Allah saja yg menciptakan Dunia tdk pernah membanggakannya..

Allah berfirman, “Dan tidak kehidupan Dunia melainkan perhiasan yg menipu.” Al-Imran:1

Ingatlah wahai saudaraku! Tdk ada satu pun di Dunia yg patut untuk dibanggakan..

Hanya satu kesempatan yg bisa membuat anda berbangga dgn Dunia..

Yaitu ketika anda mampu menaklukan Dunia demi kebahagian akhirat yg hakiki nan abadi..

Berkata Ibnul Qoyyim,”Setiap kelezatan Dunia yg mendukung kebahagiaan akhirat adalah kelezatan yg patut untuk dibanggakan & disyukuri..

Carilah Dunia yg membuatmu dimuliakan Rabbmu di Akhirat & melihat wajah-Nya..!

Sungguh kenikmatan terbesar Dunia adalah kenikmatan yg membuatmu rindu berjumpa dgn-Nya & merasakan kedahsyatan nikmat melihat wajah-Nya.. Ad-Da’ Wad Dawa Hal:330

Ya Allah Kami memohon kelezatan melihat wajah-Mu & kerinduan bertemu dgn-Mu!

 Ditulis oleh Ustadz Jazuli, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

BERJALAN DIATAS MANHAJ SALAFUSSHALEH

Jadilah seseorang bermanhaj salaf yang sejati. (Ikutilah) jalan salafusshaleh dari kalangan para sahabat radhiyallahu anhum dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dalam seluruh bidang agama; baik tauhid, ibadah dan selainnya, yang bercirikan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah, membiasakan diri mengikuti sunnah, meninggalkan perdebatan, perseteruan kosong, meninggalkan pergelutan dengan ilmu kalam dan segala perkara yang akan mendatangkan dosa dan menyimpang dari syariat.
(Hilyah thalibil ilmi :12)

Kemudian syaikh melanjutkan:
Mereka itulah Ahlussunnah wal jama’ah yg mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, dan mereka seperti yg dikatakan oleh syaikhul islam ibnu taymiyah: Ahlussunnah adalah kaum muslimin terpilih, mereka adalah sebaik-baik manusia untuk manusia”.

Maka istiqomahlah dalam jalan ini, ” dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya (al-an’am 153).
(Hilyah thalibil ilmi:12)

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

Wudhu Di Kamar Mandi

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum. Ustadz, ana mau tanya, bolehkah kita berwudhu di

kamar mandi?

Dari: Indrawan Saputra

Jawaban:
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.
Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin, washshalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillaah khairil anbiyaa’I wal mursaliin wa ‘alaa ‘aalihii wa shahbihii ajma’iin. Amma ba’du:

Boleh berwudhu di dalam kamar mandi, apabila aman dari percikan najis.

Komite tetap Untuk riset ilmiyah dan fatwa Kerajaan Arab Saudi mengatakan,

إذا وضع حائل بين الماء الذي ينزل من الصنبور وبين محل النجاسة بحيث إن الماء إذا نزل على الأرض تكون هذه الأرض طاهرة فلا مانع من الوضوء والاستنجاء

“Apabila ada batas antara keran
air dengan tempat najisnya
sehingga air turun ke tempat yang suci maka tidak mengapa
berwudhu dan istinja’ (di dalam
kamar mandi tersebut).”. (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daaimah, 5:86)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullahu mengatakan,

يجوز الوضوء في الحمام ولا حرج فيه ولكن ينبغي للإنسان أن يتحفظ من إصابة النجاسة له فإذا تحفظ من ذلك فليتوضأ في أي مكان كان

“Boleh berwudhu di kamar mandi dan tidak masalah, akan tetapi hendaknya menjaga diri dari terkena najis, apabila bisa terjaga dari najis maka silakan dia berwudhu dimana saja”

Beliau rahimahullahu juga berkata,

يجوز للإنسان أن يتوضأ في المكان الذي تخلى فيه من بوله أو غائطه لكن بشرط أن يأمن من التلوث بالنجاسة بأن يكون المكان الذي يتوضأ فيه جانباً من الحمام بعيداً عن مكان التخلي أو ينظف المكان الذي ينزل فيه الماء من الأعضاء في الوضوء حتى يكون طاهراً نظيفاً

“Boleh bagi seseorang berwudhu di tempat dia buang
air kecil dan buang air besar, dengan syarat aman dari percikan najis, yaitu tempat wudhunya jauh dari tempat buang air, atau dibersihkan dahulu tempat turunnya air dari anggota badan
sehingga menjadi bersih dan suci.”

Untuk lengkapnya dan mengenai bacaan dzikir di kamar mandi silahkan buka link berikut:

http://www.konsultasisyariah.com/wudhu-di-kamar-mandi/

Komitmen Tinggi Seseorang Memuliakan Dirinya

Oleh: Ust.Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

Imam asy-syafii adalah satu diantara contoh seorang yg menjadi mulia karena komitmen beliau dalam mengikuti sunnah Rasulullah صلى اللّه عليه وسلم yg sangat tinggi. Sehingga di negeri Iraq dijuluki dengan Naashir as-Sunnah (pembela Sunnah). Hal ini disampaikan al-Khathib al-Baghdadi dg pernyataan: ‘al-Imam asy-Syaafi’I perhiasan ahli fikih & mahkota para ulama’. Kemudian beliau berkata: ‘Imam asy-Syafii memasuki kota Baghdad dua kali & menyampaikan hadits disana serta mereka namakan Nashir as-SUnnah (pembela Sunnah)’.(Taarikh al-Baghdadi 2/56)

Imam ahli Hadits Ahmad bin Hambal memberikan persaksian ketinggian imam asy-Syaafi’I dalam komitmen mengikuti hadits-hadits Nabi صلى اللّه عليه وسلم .

Seorang ulama besar bernama Abdulmalik bin Abdulhamid bin Mihram (wafat 274 H) pernah berkata: Ahmad bin Hambal pernah berkata kepadaku: mengapa kamu tidak melihat buku2 karya imam asy-Syafi’i?! tiada seorangpun yg menulis kitab sejak adanya kitab2 tersebut yang lebih mengikuti sunnah Rasulullah صلى الله عليه و سلم dari asy-Syaafi’i).(Adaab asy-Syafi’I wa Manaqibuhu hlm 61)

Imam Ahmad pun menyatakan: Apabila hadits tersebut shahih menurut imam asy-Syaafi’I pasti dia berpendapat dengannya (tawaali at-ta’sis hlm 63)

Sedangkan imam Abdurrahman bin Mahdi berkata:‘Wafat ats-tsauri & hilanglah sifat Wara’ & wafat asy-Syafi’I & hilang juga sunnah-sunnah serta wafatnya Ahmad bin Hambal dan muncullah kebidahan-kebidahan (Thabaqaat asy-Syafi’iyah 2/29).

Sehingga tidaklah berlebihan bila seorang ulama bernama Abul Azhar Hautsarah bin Muhammad al-Mungqiri (wafat tahum 256 H ) berkata: Sunnah menjadi jelas pada seorang dalam dua perkara: cintanya kepada Ahmad bin hambal & menulis buku2 karya imam asy-Syafi’i.(al-Intiqa’ hlm 89)

Apakah orang yg merasa menjadi pengikut madzhab asy-Syafii sudah mengikuti imam besar ini dalam menegakkan sunnah Rasulullah صلى اللّه عليه وسلم ?Mari buktikan!

Bahaya Ghibah

Saudara-saudariku yg saya hormati,

Hukum GHIBAH adalah HARAM berdasarkan firman ALLAH;
Dan jaganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya ALLAH Maha penerima taubat lagi Maha penyayang. (Al-Hujuraat: 12).

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian apakah ghibah itu? para sahabat menjawab, “ALLAH & rasulNya yg lebih tahu”. Maka Rasulullah bersabda, “Ghibah adalah engkau menyebutkan saudaramu dengan sesuatu yang ia benci”, kemudian ada yang bertanya, “Bagaimana jika yang aku katakan memang ada padanya? Rasulullah menegaskan,“Jika yang engkau katakan memang ada pada dirinya, maka itulah ghibah. Jika tidak, maka engkau telah berbuat dusta padanya”.(HR.Muslim 2589).

BAHAYA GHIBAH:

1. Mendapat siksa / adzab yang sangat pedih.
Dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah bersabda, “Tatkala aku dinaikkan saat Isra’ Mi’raj, aku melewati sekelompok orang yang kuku-kuku mereka dari tembaga. Mereka mencakar wajah & dada-dada mereka dengan kuku tersebut. Aku pun bertanya kepada malak Jibril tentang perihal mereka. Jibril menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) & merusak kehormatan orang lain. (HR.Abu Dawud 4870 )

2. Dimasukkan radghatal Khabal kedalam mulutnya, sampai keluar dari mulutnya apa2 yang pernah dia ucapkan kepada saudaranya yang tidak benar.
Hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam:
Barangsiapa yang membicarakan sesuatu yang tidak ada pada diri seorang Mu’min, maka akan dimasukkan kedalam mulut mereka Radghatal Khabal (lubang yang penuh dengan DARAH & NANAH yang mengalir dari penghuni-penghuni neraka), sehingga dia dibersihkan (dari hukuman) dosa-dosa yang diucapkannya (keluar dari mulutnya apa yang pernah dia ucapakan)/sampai dia BERTAUBAT & MINTA HALAL ”.(HR. Abu Dawud 3594 )

Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh Ust.Ahmad Ferry Nasution حفظه الله

Makruh Kok Dilarang ??

Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله )

(Perihal Makruhnya Sholat di kuburan dan Ritual Tahlilan)

“Makruh kok dilarang!!??”, inilah dalih yang dianggap dalil oleh sebagian orang yang mengaku bermadzhab syafi’i untuk melegalisasi perkara-perkara yang dimakruhkan/dibenci oleh para ulama madzhab syafi’iyah.

Tatkala disampaikan kepada sebagian mereka bahwa ulama madzhab syafi’iyah membenci sholat di kuburan dan membangun masjid di atas kuburan dalam rangka mencari keberkahan, demikian juga para ulama syafi’iyah membenci acara kumpul-kumpul di rumah mayat setelah lebih dari tiga hari, maka  dengan mudah mereka akan menjawab, “Kan hukumnya hanya dibenci alias makruh, tidak sampai haram. Maka janganlah kalian melarang!, sungguh aneh kalian  kaum wahabi!”

Lantas dengan dalih ini maka merekapun menjadi semakin semangat untuk sholat di kuburan atau mencari keberkahan di kuburan!!!

Kita katakan, justru mereka inilah yang ANEH bin AJAIB, kok perkara-perkara yang makruh/dibenci malah semakin dilestarikan dan dihidupkan?! Perkara-perkara yang dibenci Allah kok malah dicintai mereka?

Perkara-perkara yang dibenci Allah kok malah seperti perkara yang sunnah atau bahkan wajib!
Bukankah Makruh Tanzih artinya jika ditinggalkan mendapat pahala? Kok malah semangat dikerjakan?

Terlebih lagi ternyata tidak semua yang divonis “MAKRUH” oleh para ulama syaifi’iyah maka artinya jika dikerjakan tidak mengapa dan jika ditinggalkan dapat pahala.

Bahkan banyak dari perkara yang divonis oleh Imam As-Syafi’i dengan makruh ternyata maksud beliau adalah HARAM!

Berikut perkara-perkara yang penting diperhatikan dalam memahami makna “MAKRUH” dalam perkataan para ulama madzhab Syafi’iyah.

PERTAMA: Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah dalam kitabnya al-Umm telah mengisyaratkan tentang sebab para ulama terdahulu sering mengucapkan lafal makruh untuk perkara-perkara yang haram.

Baca selengkapnya di :
http://www.firanda.com/index.php/artikel/fiqh/427-makruh-kok-dilarang

Anak Adalah Fotokopi Orangtua

Renungan untuk orang tua..

mengapa anak kita malas baca qur’an? mungkin ortunya dirumah jarang baca qur’an..

seringkali kita dapati orang tua hanya bisa menyuruh dan memberi nasehat.. namun dalam prakteknya sangat minim..

ketahuilah wahai orang tua… anakmu adalah fotocopymu… seringkali fotocopy tidak lebih bagus dari aslinya… namun terkadang Allah memberikan anugrahnya, sehingga anak lebih baik dari ortunya..
saya kira semua orang tua mengharapkan agar anaknya lebih baik dari dirinya…
walaupun preman pun ingin memiliki anak yg lebih baik…
kenapa demikian???
karena setiap diri kita mengharapkan agar kelak jika kita mati ada pahala yg dapat menerangi kubur kita… atau minimal memperingan adzab yg diderita…
sungguh secara tidak langsung banyak manusia yg meyakini terhadap sesuatu yg sangat besar dihari setelah kematian… inilah fitroh manusia

www.abu-riyadl.blogspot.com
Dibagikan via fb cari akunnya di ilmu_faroidh@yahoo.com

Sukoharjo, jawatengah

Semangat Tinggi Dalam Menuntut Ilmu

» Ada seseorang bertanya kepada Abdullah bin Al-Mubarok (ulama tabi’in) rahimahullah: “Sampai kapan engkau menulis (mempelajari) hadits?” Beliau jawab: “Selagi masih ada kalimat bermanfaat yg belum aku catat.” (Lihat Al-Jaami’ Li Akhlaaqi Ar-Roowi, karya Al-Khothib Al-Baghdadi IV/419).

Demikianlah tekad kuat n semangat tinggi para ulama salafus sholih tanpa mengalami futur (kemalasan) dalam menuntut ilmu syar’i. Dan ini tidaklah terwujud pada diri seorang hamba kecuali dengan niat yg ikhlas karena Allah ta’ala saja.

(*) Beberapa Contoh Para Ulama Hadits yg Bersemangat Tinggi Dalam Menuntut Ilmu Syar’i:

1. Inilah imam Al-Bukhari rahimahullah, imam para ulama hadits, beliau tidak patah semangat dlm mempelajari hadits n ilmu-ilmu syar’i lainnya meskipun bekal (harta) beliau sangat sedikit, sampai-sampai beliau pernah makan rerumputan. (Lihat Siyar A’laam An-Nubala’, karya imam Adz-Dzahabi XII/217).

2. Umar bin Abdul Karim Ar-Rowasi rahimahullah pernah patah beberapa jari jemari tangannya dlm perjalanannya menuntut ilmu syar’i dikarenakan cuaca yg sangat dingin. (Lihat Siyar A’laam An-Nubala’, karya imam Adz-Dzahabi XIX/318).

3. Imam Malik rahimahullah pernah membongkar atap rumahnya, lalu ia menjual kayunya (sebagai bekal) untuk menuntut ilmu. (Diriwayatkan oleh Al-Khothib Al-Baghdadi di dalam Tarikh Baghdad II/13).

Demikian Faedah dan Mau’izhoh Hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Smg bermanfaat bagi kita semua. Dan smg Allah memberikan taufiq n pertolongan-Nya kpd kita utk istiqomah n semangat dlm mempelajari n memahami ilmu syar’i hingga akhir hayat. (Klaten, 30 April 2013).

» SUMBER: BBG Majlis Hadits, chat room Faedah & Mau’izhoh Hasanah.

(*) Blog Dakwah Kami:
http://abufawaz.wordpress.co

RENUNGAN UNTUK PENUNTUT ILMU SYAR’I

Wahai saudara-saudariku para penuntut ilmu…
Sungguh kalian adalah orang yang terhormat,kalian adalah para pejuang pembela serta pemelihara agama yang mulia ini…
Kalian adalah sebagai seorang dokter bagi manusia yang terkena penyakit syahwat dan syubhat!…

Untuk itu wahai saudara-saudariku…
Hindarilah sejauh mungkin perbuatan dosa dan maksiyat,fokuskanlah.. Sibukanlah dirimu untuk senantiasa mempelajari ilmu agama yang mulia ini serta mengamalkannya…

Ikhwan dan akhwat sekalian…
Hiasilah dirimu.. dengan akhlak yang mulia nan terpuji…
Dan janganlah engkau mencemari dirimuu dengan akhlak-akhlak yang buruk…
Akhlak-akhlak yang akan menurunkan martabatmu menuju kepada kehinaan serta kerendahan dirimu dengan sebab akhlakmu yang buruk!…

Wahai para penuntut ilmu, bergaulah dengan manusia dengan akhlak yang mulia, mereka sangat menanti belaian tanganmu!…
Nasehatilah mereka dengan ilmu yang benar! Serta da’wahkan kepadanya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan padanya…
Karena penuntut ilmu pada hakekatnya adalah manusia yang paling faham tentang kebenaran dan yang paling sayang kepada makhluk (diambil dari perkataan syaikhul islam ibnu taymiyah, ketika menjelaskan tentang ahlus sunnah)
Semoga ALLAH subhaanahu wa ta’ala memajukan da’wah yang haq ini..

Akhirnya, kami memohon kepada ALLAH subhaanahu wa ta’aa agar memberikan kepadaku dan kepada antum serta antunna semua amal-amal yang shaleh…
Amal-amal yang akan memberikan manfaat untuk kita semua baik ketika kita hidup di dunia yang fana ini maupun ketika kita berada didalam kubur kita masing-masing ketika tidak ada sesuatu yang dapat membahagiakan kita didalam kubur kita!

Dan kamipun memohon kepada ALLAH agar diberikan kemudahan untukku dan untuk antum semua untuk melaksanakan amal shaleh yang sesuai dengan yang diridhai-Nya.

Saudaramu
Ahmad Ferry Nasution.

PESAN2 Imam Asy-Syafi’i

Ar-Rabii’ menceritakan pernyataan imam asy-Syafi’I kepada beliau:
Aku telah berikan kepadamu pesan yang insya Allah mencukupkanmu: Jangan tinggalkan satu hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pun kecuali ada yang menyelisihinya (dari nash syariat). Amalkanlah hadits-hadits tersebut sesuai ilmumu apabila berselisih. (Tawalli at-ta’sis hlm 63)

Sedangkan murid dekat beliau imam al-Muzani berkata: Imam asy-Syaafi’I berkata: Apabila kamu dapati satu sunnah (hadits) yang shahih maka ikutilah dan jangan berpaling kepada pendapat seorangpun (yg menyelisihinya) (Tawalli at-Ta’sis hlm 63).

Mari tegakkan dan cintai sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam!

 Ditulis oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Menebar Cahaya Sunnah