Adab Menjawab Salam

Allah سبحانه وتعالى berfirman :

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا
“Apabila kalian diberi salam/penghormatan, maka balaslah dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa.” (QS. An-Nisa’: 86)

Maka balaslah salam saudaramu dgn yg lebih baik atau minimal serupa.

Jika saudaramu memberi salam “Assalaamu’alaikum” maka jawaban yg serupa adalah
“Wa’alaikum Assalaam” atau jika disambung “Wa’alaikumussalam”.

Jika jawabannya “Wa’alaikum salam” maka itu belum serupa karena “Assalaam” lebih tinggi daripada “Salam”.

(Faedah dari kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc حفظه الله)

———¤•¤•¤———-

Syarat Taubat

Taubat itu jika memenuhi 3 syarat:
1- menyesali dosa yg telah lalu
2- kembali taat untk saat ini
3- bertekad tdk mengulangi dosanya di masa akan datang

-Ibnu Katsir dlm kitab tafsirnya-

Di antara dosa besar adalah meninggalkan shalat.
Orang yg dikatakan taubat jk ia menyesal meninggalkan shalat, kembali kerjakan shalat dan bertekad tdk meninggalkannya lg.

Semoga kita menjadi orang yg kembali pd Allah dengan taubat yg tulus.

Rumaysho.com

Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Zuhud Yang Jarang

Dari Yusuf bin Asbath aku mendengar Sufyan berkata, “Aku melihat zuhud yang paling jarang adalah zuhud terhadap kedudukan. Kamu lihat orang dapat zuhud dalam makanan, minuman, harta dan baju. Namun bila kedudukannya diganggu gugat ia panas dan memusuhi.”
(Siyar a’laaminnubalaa 7/262).

Pernah jadi pemimpin?
Atau ketua panitia?
Atau pendiri yayasan?
Atau orang yang dituakan?
Atau kedudukan lainnya..
Enakkan rasanya?..
Menikmati penghormatan dan pemuliaan..
Bagaimana rasanya bila kepemimpinan anda digugat?
Atau disaingi?
Atau diturunkan jabatan..
Seringkali hati merasa panas.. Kesal.. Dan geraam..
Ya.. Karena kita sudah menikmati manisnya penghormatan..

Semua itu fitnah dan ujian..
Hanya keikhlasan yang dapat menyelamatkan..
Dan zuhud terhadap dunia..

Robbuna berfirman:

تلك الدار الأخرة نجعلها للذين لا يريدون علوا في الأرض ولا فسادا

“Itulah kehidupan akhirat. Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menginginkan ketinggian (kesombongan) di muka bumi dan tidak pula menginginkan kerusakan.” (Al Qashash: 83).

Tanamkan Rasa Yakin dalam Diri !

Ustadz Kholid Syamhudi Al-Bantani Lc

Yakin adalah kekuatan iman dan keistiqamahan yang dimiliki seseorang sehingga dengan rasa yakin yang kuat ia seakan-akan melihat sesuatu yang diyakininya itu seperti melihatnya secara langsung.

Hal ini dapat digambarkan dengan kejadian yang menimpa para sahabat Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dalam perang Ahzab yang Allah abadikan dalam firman-Nya,

“Dan tatkala orang-orang mu’min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”.Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.’”   (QS. Al-Ahzab: 22).

Lebih lengkap :
http://m.klikuk.com/tanamkan-rasa-yakin-dalam-diri/

Menghafal Al Qur’an

Oleh Ustadz Kholid Syamhudi

Seorang yang hafal al-Qur`an dengan yang tidak hafal seperti dua orang yang bepergian, satunya membawa bekal kurma dan yang lainnya berbekal gandum.

Yang pertama apabila lapar maka dapat makan sesukanya walaupun ada diatas kendaraannya.

Sedangkan yang kedua harus turun dulu dari kendaraannya, mengadon dan menghidupkan api dan membuatnya menjadi roti serta menunggu matang rotinya.

Bagaimana cara menghafal al-qur’an menurut pakarnya?

Baca lebih lanjut penjelasannya di http://m.klikuk.com/kunci-sukses-tadabbur-ke-6-membacanya-dengan-hafalan/
——————————————————–
Silakan salurkan donasi dakwah Anda ke :
Norek Mandiri: 138-00-1060915-9
Atas nama : Kholid

Kontak kami  :
e-mail   : kontak@klikuk.com
PIN BB  : 28D721AF 

Info donasi: http://m.klikuk.com/donasi-2/

Silakan bantu sebarkan info dakwah ini. Semoga bermanfaat

KlikUK.com

Busana Muslimah Yang Syar’i

Pertanyaan :
 
Assalamualaikum.
Sebenarnya bagaimanakah busana muslimah yg syar’i? Apakah harus memakai jilbab yang panjangnya sebetis/lutut/paha,atau cukup menutup dada?
 
fenny puspa dewi
fe****@yahoo.com
 
Jawab :
 
Wa’alaikumsalam
Jilbab yang syar’i adalah yang menutupi aurat wanita dari ujung kepala sampai ujung kaki (kecuali wajah dan telapak tangan yang masih diperselisihkan) dan tidak tipis menggambarkan bentuk tubuh. 

http://m.klikuk.com/jilbab-syari/

**

Ayo tunggu apa lagi, penuhi dahaga keilmuan Anda dengan aktif di “Tanya UK”

Semoga bermanfaat
Sebarkan ..

klikUK.com
titian ilmu penyejuk qalbu

Menepis Syubhat Pembela Tawassul Yang Haram…

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Tawassul diambil dari wasilah yang artinya menjadikan sesuatu sebagai perantara antara dia dengan Allah Tabaraka wa Ta’ala. Dan tawassul dibagi oleh para ulama menjadi dua macam:

Tawassul yang syar’iy yaitu tawassul yang diidzinkan oleh syari’at dan ia mempunyai beberapa macam:

Pertama: Tawassul dengan melalui asmaul husna.

Ini berdasarkan firman Allah Ta’ala yang artinya:

“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”. (Al A’raaf: 180).

Kedua: Tawassul dengan melalui amal shalih.

Berdasarkan hadits yang mengkisahkan tiga orang yang masuk ke dalam goa, lalu jatuh batu besar dari gunung dan menutup mulut goa tersebut, lalu masing-masing mereka bertawassul dengan menyebutkan amalan shalih yang mereka pernah lakukan.

Ketiga: Tawassul dengan melalui orang shalih yang masih hidup dan hadir.

Berdasarkan hadits orang buta yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam minta dido’akan agar disembuhkan matanya.

Dari Utsman bin Hanif bahwa ada seorang laki-laki buta datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata: “Berdo’alah kepada Allah agar menyembuhkanku”. Beliau bersabda: “Jika kamu mau aku akan berdo’a dan jika kamu mau bersabar itu lebih baik”. Ia berkata: “Do’akanlah”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhnya berwudlu dan membaguskan wudlunya dan berdo’a dengan do’a ini: “Ya Allah, aku memohon kepadaMu melalui NabiMu Nabi rahmat, wahai Muhammad aku menghadap kepada Rabbku melalui kamu agar hajatku dipenuhi, ya Allah berilah syafa’at untuknya terhadapku”. Maka penglihatannyapun kembali seperti semula”. (HR Ibnu Majah dan lainnya).

Baca selengkapnya di :
http://cintasunnah.com/menepis-syubhat-pembela-tawassul-yang-haram-bag-1/

Dzikir Pagi

Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x) HR. Tirmidzi (5/466, no. 3391). Lihat Shahih At Tirmidzi (3/142).

 

BEBERAPA DOSA YANG TERKENA ADZAB KUBUR

Ikhwan dan akhwat sekalian yang berada diatas hidayah dan rahmat ALLAH subhaanahu wa ta’ala.

Pada pagi ini saya akan membawa beberapa dosa dan ma’siyat yang menjadi sebab seseorang diazab dalam kuburnya, dan hadits ini juga sebagai hujjah bagi orang-orang yang mendustai tentang azab kubur.

Kami jelaskan seperti ini agar senantiasa kita menjauhkan perbuatan tersebut dan kita senantiasa istighfar dan bertaubat atas setiap perbuatan dosa dan ma’siyat yang kita lakukan.

Dianatara perbuatan dosa dan ma’siyat yang terkena azab kubur, ialah:

1.Adapun orang pertama yang 
engkau datangi, ia dipecah 
kepalanya dengan batu, maka 
sesungguhnya itulah orang yang mengambil al-Quran lalu  menyisihkannya (meremehkan)  yakni menolaknya sesudah mengerti isi dan maknanya-, juga itulah orang yang tidur yakni lalai- dari melakukan shalat-shalat  yang  diwajibkan.

2. Orang yang engkau datangi,  ia sedang dipotong-potong  ujung mulutnya sampai ke tengkuknya dan dari lobang hidung  sampai ketengkuknya dan juga  dari matanya sampai 
ketengkuknya itu ialah orang-orang yang pergi dari rumahnya lalu membuat kata-kata dusta  dengan kedustaan yang  sampai mencapai ke segala penjuru.

3. Adapun orang-orang  lelaki dan perempuan yang  berada di dalam tempat 
semacam tungku besar itu 
adalah para pezina lelaki dan 
wanita.

4.Adapun orang lelaki yang 
Engkau datangi sedang 
berenang dalam sungai dan 
dilempari batu di mulutnya itu 
ialah pemakan riba.

5.Adapun orang yang sebagian 
mukanya bagus dan sebagian 
lagi buruk, maka mereka itu 
ialah orang-orang  yang  mencampur-adukkan  antara  amal perbuatan yang shalih  sedang yang lainnya jelek, tetapi
Allah telah memberikan pengampunan kepada mereka itu.” ( Ringkasan hadits bukhary 1386, hadits ini sangat panjang).

Semoga memberikan manfaat untuk kita.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Tadabbur

Allah berfirman

{فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ} ..

“Jika engkau (ibu Musa) mengkhawatirkan Bayimu Musa (yg hendak dibunuh oleh Fir’aun-pen) maka lemparkanlah ke al-yamm /laut….”

Dalam ayat lain:

{فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ} ..

“Maka kamipun mengadzab fir’aun dan bala tentaranya lalu kami tenggelamkan mereka ke al-yamm /lautan)

Nabi Musa dalam kondisi sangat lemah, bayi yg tak berdaya, teronbang ambing oleh laut/sungai akan tetapi tdk mampu laut/sungai memberi mudorot kepadanya.
Adapun Fir’aun dipuncak kekuatan dan kesombongan bersama bala tentaranya akan tetapi akhirnya ditenggelamkan oleh lautan…

Dari sini kita mengambil kaidah :
“Hendaknya engkau berbuat karena Allah, niscaya Allah bersamamu, dan kelemahanmu tdk akan memudorotkanmu. Dan jika sebaliknya maka kekuatanmu dan pasukanmu tdk akan menolongmu jika telah tiba hukuman dan siksa Allah”
(Faedah dari sahabatku Abu Ja’far dari Libia)

Ust. Firanda

Menebar Cahaya Sunnah