Mau Buat Rumah Di Surga ?

Disempatkan untuk sunah rowatib..

Mau buat rumah disurga?

Buat rumah didunia aja sampai ngoyo..dan mau rekoso… Kenapa buat bangunan abadi itu kita berleha leha..

عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ بِنْتِ أَبِي سُفْيَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ الْفَرِيضَةِ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَوْ إِلَّا بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

Dari Ummu Habibah binti Abu Sufyan radhiyallahu ‘anha berkata, aku mendengar صلى الله عليه وسلم
sholallahu alaihi wasalam bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang setiap hari mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat karena Allah, selain shalat fardhu, melainkan Allah bangunkan untuknya sebuah rumah di surga, atau akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.”
Shahih, diriwayatkan Muslim (728) dan At-Tirmidzi (415).

www.abu-riyadl.blogspot.com
Abu riyadl

Bersikap Jujur Dan Jangan Berbohong

Saudaraku!

Berbohong adalah kebiasaan 
orang munafik. Orang munafik 
akan selalu menampakkan 
sesuatu yang menyelisihi apa yang ada dalam hatinya, 
di antaranya adalah dgn 
berbohong.
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam berkata:

“Tanda orang munafik ada tiga: Apabila berbicara dia dusta,
apabila berjanji mengingkari,
dan apabila dipercaya dia 
khianat.” 
(HR. Bukhari no. 6095).
 
Renungilah dengan benar kisah yg sangat berharga dalam hadits  berikut ini yang menunjukkan  
bahwa berbohong bukan 
sekedar dosa yang ringan!

Dari sahabat Samurah bin Jundab Radhiyallahu anhu, dia berkata:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi 
wa sallam bersabda:

“Pada suatu malam aku 
bermimpi didatangi dua 
orang, kemudian keduanya 
membawaku ke sebuah tempat/ bumi yang suci.  Di tempat  itu  aku melihat seorang lelaki yg tidur terlentang pada tengkuknya,  dan tiba-tiba disitu ada orang yg berdiri diatasnya dgn membawa sebuah pengait dari besi. Yang kemudian ia mendatangi org yg tidur terlentang tadi menuju kesalah satu bagian wajahnya, kemudian merobek-robek dari ujung mulut sampai tengkuknya, dari hidung ke tengkuknya, dan juga dari mata sampai tengkuknya, kemudian pindah lagi kesebelah wajahnya yg lain dan dilakukan sebagaimana yg dikerjakan pada muka/ wajah yg sebelumnya. dan terus diulang yg demikian pada wajahnya/mukanya.

Akhirnya Nabi shallallahu
 ‘alaihi wa sallam bertanya: 

“Kalian telah mengajakku
berkeliling, sekarang kabarkan 
kepadaku peristiwa demi
peristiwa yang telah aku lihat

Keduanya berkata: iya…

“Adapun orang yg engkau lihat , ia sedang dirobek-robek ujung mulut sampai ketengkuk, dari lobang hidung sampai ke ketengkuk, dan juga mata sampai ketengkuknya,
dia adalah seorang PENDUSTA, 
berkata bohong hingga dosanya 
itu memenuhi penjuru langit, maka dia akan disiksa dengan siksaan tersebut sampai hari kiamat.
HR. Bukhari no. 1386)

Semoga bermanfaat. (Ahmad Ferry)

Ihram Umrah Dari Jeddah

Banyak orang berumroh yang menjadikan kota Jeddah sebagai Miqaatnya, para ulama masa kini (kontemporer) dunia bergabung dalam Majma’ fikih Islami dibawah Liga Muslim Dunia berfatwa melarangnya. Bagaimana penjelasan mereka?

Lebih lanjut penjelasan mereka ada di http://klikuk.com/hukum-ihram-dari-jeddah/

Silakan bantu sebarkan info dakwah ini. Semoga bermanfaat

KlikUK.com
titan ilmu penyejuk qalbu

Peduli Antar Sesama

Ust. Djazuli LC

Dalam Islam, ternyata untuk menunjukkan kepedulian antar sesama muslim memiliki banyak cara:

1. Bisa membantunya dengan materi

2. Bisa juga menolongnya dengan pengaruh & kedudukan

3. Bisa dengan fisik & tenaga

4. Bisa menyejukkan hatinya dengan untaian nasehat

5. Bisa memberinya perhatian dengan doa & istighfar

6. Bisa juga dengan menunjukkan perasaan yg sama dgn apa yg dirasakan saudaranya yg sedang berduka

Namun semua itu bergantung kepada kekuatan iman, dimana semakin kuat keimanan seseorang, maka akan semakin tinggi semangat untuk menjadi orang yg bermanfaat bagi orang lain dan demikian pula sebaliknya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sosok manusia sempurna yg telah membuktikannya selama hidupnya terhadap seluruh sahabatnya
Ternyata kekuatan untuk menjadi orang yg bermanfaat yg tulus terletak pada kekuatan ittiba’ (mengikuti petunjuk) beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ya Allah! Yg membolak balikkan hati, teguh hati kami diatas kebenaran sehingga kami bisa tetap menjadi orang yg bermanfaat!

Al-Fawaid hal 248 karya Ibnul Qoyyim

Mengajak Manusia Kepada Kebaikan Dan Mencegah Dari Kemaksiatan

Hak asasi manusia untuk berbuat sesuka hatinya dg tidak menggangu orang lain adalah kaidah yg bertentangan dg ajaran islam..

Islam memerintahkan kita untuk mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah dari kemaksiatan…Dengan cara yg bijak tentunya. Dan sesuai porsinya.

Perbuatan ini merupakan kewajiban umat.. Jika ditinggalkan maka akan ada bahaya besar..
Bahkan orang orang yg sholeh tatkala menengadahkan tangannya kelangit tidak akan dijawab Allah ta’ala..

Sungguh merana jika suatu kaum telah bernasib demikian..

Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam , bahwasannya Beliau bersabda:

(( يَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: مُرُّوا باِلْمَعْرُوْفِ, وَانْهَوْا عَنِ اْلمُنْكَرِ, قَبْلَ أَنْ تَدْعُوْنِيْ فَلاَ أَسْتَجِيْبَ لَكُمْ, وَقَبْلَ أَنْ تَسْأَلُوْنِيْ فَلاَ أُعْطِيْكُمْ, وَ قَبْلَ أَنْ تَسْتَنْصُرُوْنِيْ فَلاَ أَنْصُرَكُمْ ))

Allah berfirman: “Perintahkanlah kepada yang ma`ruf, dan laranglah dari hal yang munkar, sebelum kalian berdoa lalu Aku tidak mengabulkan doa kalian, sebelum kalian meminta kepadaKu
lalu Aku tidak memberi kepada kalian, sebelum kalian meminta pertolongan kepadaKu lalu aku tidak memberi pertolongan kepada kalian.”

(Hasan. HR Ahmad (VI/159) dan al-Bazzâr (no. 3304) dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘anha.)

Bagaimanakah kita dan sekeliling kita?..

Bagaimana nasib hamba jika doanya tidak diterima.?

Mari bersemangat amar ma’ruf nahi munkar.

Namun sebelum itu semua..

Carilah ilmunya.

Agar apa yg anda sampaikan merupakan kebenaran dari Allah ta’ala..bukan hasil akal..

Ingat..
Faqidu syai’ la yu’thi
(Yg gak punya apa apa gak bisa memberi)

Jika anda ingin hidup bahagia diakhirat laksanakan beberapa hal berikut:

1. Mencari ilmu
2. Mengamalkannya
3. Mendakwahkannya(mengajak kepd kebaikandan mencegah kemungkaran walau lingkup yg tidak luas)
4. Bersabar atas cobaan
didalamnya.

Semoga Allah mudahkan hati kita tuk selalu berfikir terhadap kehidupan akhirat..

www.abu-riyadl.blogspot.com
Abu riyadL.

Patokan Bolehnya Menjamak Shalat Ketika Hujan

Dalam Al Mughni disebutkan, ”Hujan yang membolehkan seseorang menjama’ shalat adalah hujan yang bisa membuat pakaian basah kuyup dan mendapatkan kesulitan jika harus berjalan dalam kondisi hujan semacam itu. Adapun hujan yang rintik-rintik dan tidak begitu deras, maka tidak boleh untuk menjama’ shalat ketika itu.” Lihat Al Mughni, 2: 117.

Dalam Kifayatul Akhyar disebutkan bahwa orang yang tidak bepergian jauh dibolehkan untuk menjama’ shalat pada waktu pertama dari shalat Zhuhur dan Ashar atau Maghrib dan Isya’ dikarenakan hujan, menurut pendapat yang benar. Meski ada juga yang berpendapat bahwa menjama’ karena hujan hanya berlaku untuk shalat Maghrib dan Isya’ karena kondisi ketika malam itu memang lebih merepotkan. Hukum ini disyaratkan jika shalat dikerjakan di suatu tempat yang seandainya orang itu berangkat ke sana akan kehujanan sehingga pakaiannya menjadi basah. Demikian persyaratannya menurut Ar Rafi’i dan Imam Nawawi.

Sedangkan Qodhi Husain memberi syarat tambahan yaitu alas kaki juga menjadi basah sebagaimana pakaian. Al Mutawalli juga menyebutkan hal yang serupa dalam kitab At Tatimmah.  Lihat Kifayatul Akhyar, hal. 206-207.

Untuk lengkap patokan dibolehkannya menjamak sholat ketika hujan, silahkan baca:

http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/4192-patokan-boleh-menjamak-shalat-ketika-hujan.html

Kiamat Begitu Dekat

Allahu akbar, kiamat begitu dekat…..

Demikianlah yang disebutkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kiamat begitu dekat dan beliau isyaratkan dengan jari tengah dan jari telunjuk.  

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jarak antara pengutusanku dan hari kiamat bagaikan dua jari ini.”[Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan jari tengah dan jari telunjuk] (HR. Muslim no. 7597)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berkhutbah matanya memerah, suaranya begitu keras, dan terlihat begitu marah sehingga seolah-olah beliau meneriaki pasukan.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Jarak antara pengutusanku dan hari kiamat bagaikan dua jari ini….”Al Qodhi mengatakan,”Ini menunjukkan sangat dekatnya kiamat dan diutusnya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam. Juga menunjukkan bahwa tidak ada jari di antara keduanya dan berarti tidak ada Nabi lagi antara diutusnya beliau
shallallahu ’alaihi wa sallam dan hari kiamat. (Syarh Muslim, 3/247)

Dalam tafsir Al Baghowi (tafsir surat An Nahl : 2), Ibnu Abbas mengatakan, ”Diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan tanda datangnya hari kiamat. Tatkala Jibril ‘alaihis salam yang menjadi utusan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati penghuni langit. Para penghuni langit tersebut mengatakan,”Allahu akbar, sebentar lagi terjadi kiamat.”

Gambarannya, jari tengah itu adalah umur kehidupan di dunia ini hingga hari kiamat. Sedangkan
jari telunjuk adalah lamanya waktu mulai dunia ini ada hingga pengutusan Nabi.

Adapun jarak pengutusan Nabi kita dengan hari kiamat adalah selisih antara jari tengah dan jari telunjuk. Bandingkanlah umur dunia ini hingga Nabi kita diutus dengan masa setelah Nabi diutus hingga hari kiamat! Jika kita bandingkan, waktu terjadinya kiamat itu sangatlah dekat dengan umat Muhammad.

Manusia mungkin merasakan kiamat itu masih sangat lama. Namun itulah pemikiran dan pandangan manusia yang dangkal. Rabb kita dan Rasul-Nya menganggap bahwa kiamat itu begitu dekat.

“Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang) nya.” (QS. An Nahl)

“Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi).” (QS. An Nahl: 77)

Wallahu waliyyut taufiq.

Ust. M Abduh Tuasikal

Ucapan Bila Mendengar Seorang Kafir Meninggal

Tanya :

Bila seorang lelaki atau wanita kafir yang mati, apakah dibolehkan kita mengucapkan
‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (Sesungguhnya kita adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kita dikembalikan)?

Jawab :

Fadhilatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah menjawab:

“Bila seorang kafir meninggal dunia tidak mengapa kita mengucapkan kalimat istirja’ tersebut, walaupun dia bukan dari kalangan karib kerabat anda. Karena memang semua manusia hanyak kembali kepada Allah Azza wa Jalla dan semua manusia adalah milik Allah Azza wa Jalla. Akan tetapi kita tidak boleh mendoakan kebaikan untuknya bila ia mati dalam keadaan kafir. Bila orang kafir yang meninggal itu dari kalangan kerabat anda, tidaklah menjadi masalah orang mendoakan anda dengan mengatakan: “Semoga Allah memberikan pahala yang besar untukmu dengan kematiannya dan memberikan hiburan/pelipur lara untukmu sebagai pengganti kematiannya.”

Memang hidupnya si kafir terkadang tidak memberi maslahat bagi anda di mana ia berbuat baik dan memberi manfaat kepada anda. Dengan demikian, tidak menjadi masalah anda didoakan seperti itu. Akan tetapi terhadap si kafir sendiri tidak boleh didoakan kebaikan, tidak boleh dimintakan ampun, dan tidak boleh bersedekah atas namanya, bila ia mati dalam keadaan kafir.”

[Fatawa Nurun ‘ala Darb, hal. 374-375]

Read more:
http://abuayaz.blogspot.com/2011/04/taziyah-kepada-orang-kafir.html#ixzz2Od0K9y4S

TATA CARA SHALAT ORANG YANG SAKIT

Para ulama sepakat bahwa barangsiapa yang tidak mampu melakukan shalat dgn berdiri hendaknya shalat sambil duduk, jika tdk mampu dgn duduk hendaknya sambil berbaring dgn posisi tubuh miring dan menghadapkan muka ke kiblat. Disunnahkan miring dgn posisi tubuh miring diatas tubuh bagian kanan, jika tdk mampu jg maka boleh shalat dgn berbaring telentang, sebagaimana sabda Rosul صلى الله عليه وسلم kpd Imran bin Husain:

‘Shalatlah kamu sambil berdiri, jika kamu tidak mampu maka sambil duduk dan jika tidak mampu maka dgn berbaring’ (HR. Bukhori)
Dan Imam An-Nasa’I menambahkan:

‘….lalu jika tidak mampu maka sambil telentang’

Dan barangsiapa mampu berdiri akan tetapi tdk mampu ruku’ atau sujud maka kewAjiban berdiri tdk gugur darinya. Ia harus shalat sambil berdiri, lalu ruku’ dgn isyarat (menundukkan kepala) kemudian duduk dan sujud dgn berisyarat.

Jika pada matanya terdapat penyakit, sementara para ahli kedokteran terpercaya mengatakan ‘Jika kamu shalat telentang lebih memudahkan pengobatanmu maka boleh shalat telentang’.

Barangsiapa tidak mampu ruku’ dan sujud maka cukup berisyarat dgn menundukkan kepala pada saat ruku’ dan sujud dan hendaknya ketika sujud lebih rendah daripada ruku’.

Jika tdk mampu sujud maka ruku’ (spt lazimnya) dan sujud dgn berisyarat.

Jika tdk dapat membungkukkan punggungnya maka ia membungkukkan lehernya, jika punggungnya memang bungkuk shg seolah2 ia sedang ruku’ hendaknya ia lebih membungkukkan sedikit dan waktu sujud ia lebih membungkukkan lg semampunya hingga mukanya lebih mendekati tanah semampunya.

Barangsiapa tdk mampu berisyarat dgn kepala maka cukup dgn niat dan bacaan sj, dan kewajiban shalat tetap tdk gugur darinya dalam keadaan bagaimanapu selagi ia masih sadar (berakal).

Apabila ditengah2 shalat sipenderita mampu melakukan apa yg tdk mampu ia lakukan sebelumnya spt ruku’, sujud atau berisyarat dgn kepala maka ia berpindah kepadanya (melakukan apa yg ia mampu) dgn ttp meneruskan shalat.

Apabila sipenderita tertidur atau lupa melakukan shalat atau karena lainnya, ia wajib menunaikannya di saat ia bangun atau disaat ia ingat, dan tidak boleh menundanya kepada waktu berikutnya. Sebagaimana sabda Rosul صلى الله عليه وسلم :

‘Barangsiapa tertidur atau lupa melakukan shalat maka hendaknya ia menunaikannya pada saat ia ingat, tidak ada tebusan lain baginya kecuali hanya itu ‘, lalu beliau membaca firman Allah : ‘dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu’ (Thaha: 14)

Tidak boleh bagi seorang muslim meninggalkan shalat dalam keadaan bagaimanapun bahkan setiap mukallaf wajib bersungguh-sungguh untuk menunaikan shalat pada hari-hari sakitnya melebihi hari-hari ketika sehat. Tidak boleh baginya meninggalkan shalat fardhu hingga lewat waktunya sekalipun ia sedang sakit selagi ia masih sadar (kesadarannya utuh) wajib baginya menunaikan shalat sesuai kemampuannya, dan apabila ia meninggalkan dengan sengaja sedangkan ia masih sadar (masih berakal) lagi mukallaf. Serta mampu melakukannya walauypun hanya dengan isyarat maka ia adalah orang yang berbuat dosa. Bahkan ada sebagian para Ahlul ‘ilm (ulama) yg mengkafirkannya berdasarkan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم :

)Pembatas) antara seorang muslim dengan kemusyrikan adalah meninggalkan shalat (HR. Muslim)

Jika sipenderita kesulitan utk melakukan shalat pada waktunya maka boleh menjama’ shalat spt shalat dhuhur dengan shalat asar, shalat maghrib dengan isya’, baik jama’ taqdim maupun jama’ ta’khir sesuai kemampuannya.

Demikian hal-hal yang berkenaan dengan orang sakit dalam bersuci dan melaksanakan shalat, semoga Allah سبحانه وتعالى menyembuhkan orang2 sakit dari kaum muslimin dan menghapus dosa2 mereka, mengkaruniakan maaf dan afiat kepada kita semua baik didunia maupun diakhirat.
آمين يا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

)Tsalatsu Rosail Fissolah by Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz)

 Ustadz Abdussalam Busyro LC.

Nasehat Bagi Anda Yang Memiliki Smartphone

Perkembangan teknologi ibarat pisau yang bermata dua. Bisa digunakan untuk kebaikan atau keburukan.

Dengan smartphone di genggaman Anda, Anda bisa mendapatkan pahala besar. Mencari Ilmu agama via website sunnah, mendengarkan murotal Al qur’an, menyebarkan ilmu agama dan info kajian, menyambung silaturahmi, membantu orang lain yang butuh informasi dsb.

Namun, dengan itu pula, dosa besar dan kemurkaan Allahpun bisa menimpa Anda. Mengakses situs-situs terlarang, menyebarkan berita dan info menyesatkan, ghibah dan namimah dsb.

Seorang muslim senantiasa berusaha menggunakan semua media dan potensi yang ada untuk meraih keridhoaan Allah taala.

Bagaimana kiat supaya smartphone mendatangkan rahmat dan menolak laknat ?

Simak nasehat dari Ust Abu Yahya Badrusalam,Lc.

klik http://salamdakwah.com/videos-detail/dengan-jempol-mendulang-pahala.html

Menebar Cahaya Sunnah