Salah Satu Ciri Suami Yang Sholeh

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji bagi Alloh, sholawat & salam untuk Rosululloh..wa ba’du!

Saudaraku seislam ~khususnya para suami- yang saya cintai, memuliakan istri merupakan salah satu tanda kesholehan seorang suami. Banyak perkara yang bisa kita lakukan untuk memuliakan istri kita, di antaranya :

Pertama, memanggil istri dengan panggilan mesra yang disukainya.

Sepakatilah dengan istri tentang panggilan mesra yang disukainya, dan janganlah pernah merasa sungkan atau berat memanggil ‘Sayangku’ kepadanya. Bagi yang istrinya lebih dari satu, jangan sampai tertukar panggilan sayangnya itu, hmm.. bisa-bisa kena jewer lho..

Kedua, berikanlah busana yg sesuai syar’ie, dan bantulah agar ia selalu menutup dan menjaga aurotnya sebagaimana yang ditetapkan Alloh & Rosul-Nya.

Ketiga, bimbinglah istrimu menjadi istri yang sholeh, penyejuk mata & hatimu dgn ilmu yang benar, kasih sayang dan ketauladanan, bukan dengan arogansi, kekejian dan kekasaran.

Keempat, jika ada perkara yang tidak disukai, janganlah mencela dan mencaci makinya apalagi sampai memukul atau menyiksanya. Luruskanlah dengan seindah-indah ungkapan dan setepat-tepat tindakan, semoga ia makin menyenangkan & mempesonamu.

Kelima, nafkahilah istrimu itu dengan penghasilan yang halal, dan nafkahilah kebutuhan batinnya dengan penuh cinta berdasar adab-adab yang indah sebagaimana diajarkan agama kita.

Keenam, jangan sungkan mencium mesra, merayunya dan membisikan kata-kata cinta kepadanya. Sungguh ungkapan cinta yang tulus dari sang suami itu lebih menyegarkan batinnya daripada pemberian yang lain.

Ketujuh, doakanlah kebaikan, keberkahan dan ampunan untuk istrimu. Jauhilah melaknat, menyumpah atau mendoa-doakan yang buruk untuknya.

Semoga catatan ringan ini ada manfaatnya untukku dan untuk yang mau mengambil manfaatnya.

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

View

1093. Bagaimana Adab Minum Dengan Sedotan ?

1093. BBG Al Ilmu

Tanya:
Jika kita minum dari gelas pakai sedotan, mana yang benar, tangan kanan pegang gelas-tangan kiri sedotan, atau kebalikannya, yaitu tangan kiri pegang gelas sedangkan tangan kanan yang pegang sedotan ?

Jawab:
Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Keduanya (gelas dan sedotan) dengan tangan kanan.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Persiapkanlah Bekal Kalian !

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah..wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillaah, wa ba’du!

Saudaraku seislam yang saya cintai..semoga Alloh ‘Azza wa Jalla memberikan kefahaman dan manfaat dari hadits Nabi kita berikut :

Dari Al-Baro’ bin ‘Azib ~rodhiyallohu ‘anhu~, ia berkata : “Ketika kami bersama Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~, tiba-tiba beliau melihat orang-orang yang sedang berkumpul. Beliau bertanya : ‘Mengapa mereka berkumpul?’ Dikatakan kepada beliau : ‘Untuk menggali sebuah lubang kubur.’ Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~tersentak dan dengan tergesa-gesa segera menuju ke tempat itu mendahului para sahabatnnya. Sesampainya di kuburan tersebut, beliau pun berlutut.
Al-Baro’ berkata : “Aku menuju kehadapan Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ untuk melihat apa yang beliau lakukan. Ternyata, Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ sedang menangis hingga air matanya membasahi tanah. Kemudian beliau menghadapkan wajahnya kepada kami seraya bersabda :

أي إخواني! لمثل اليوم فأعدّوا

‘Wahai saudara-saudaraku! Untuk hari seperti ini maka persiapkanlah bekal kalian.'”

[ HR Al-Bukhori dalam kitab at-Taarikh, Ahmad dan Ibnu Majah ~rohimahumulloh~, dihasankan oleh Syaikh al-Albani ~rohimahulloh~ dalam Ash-Shohihah no. 1751]

Semoga risalah sederhana ini menjadi nasihat pelembut hati, pengingat diri dari kelalaian dan penyemangat berbekal untukku dan untuk yang mau mengambil manfaatnya..

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Suamimu..Surga Dan Nerakamu

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Dari Hushoin bin Muh-shon dari bibinya bahwa dia mendatangi Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ untuk suatu keperluan. Setelah selesai, Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~bertanya kepadanya, ‘Apakah engkau sudah bersuami?’. Ia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bertanya kembali, ‘Bagaimana engkau menunaikan kewajibanmu kepadanya?’
Ia berkata,
ما اَلوه إلّا ما عجزت عنه

‘Aku tidak mengurangi ketaatan kepadanya kecuali apa yang aku tidak mampu melakukannya’

Mendengar hal tersebut, beliau bersabda :

انظري أين أنت منه فإنّه جنّتك و نارك

‘Perhatikanlah posisimu terhadap dirinya karena suamimu adalah Surga-mu dan Neraka-mu.'”

[HR. An-Nasaa-i, Ahmad dan al-Hakim ~rohimahumulloh~, dishohihkan al-Hakim dan disetujui adz-Dzahabi ~rohimahulloh~ dalam at-Talkhish, selengkapnya lihat as-Shohihah no. 2612]

Wahai muslimah yang akan menikah..bertakwalah kepada اللّـﮧ dan mintalah selalu kepada-Nya agar diberikan suami yang sholeh..jauhi pacaran dan maksiat lainnya..semoga اللّـﮧ memuliakan dan menyelamatkanmu..

Wahai para istri.. bertakwalah kepada اللّـﮧ, muliakanlah suamimu, tunaikanlah kewajibanmu kepadanya dan bersabarlah..semoga اللّـﮧ memuliakan dan menyelamatkanmu..

Wahai para suami..bertakwalah kepada اللّـﮧ..berbuat baiklah kepada istri dan keluargamu..mohonkanlah selalu rahmat dan ampunan اللّـﮧ untuk mereka..sayangi dan bimbinglah mereka..semoga اللّـﮧ memuliakan dan menyelamatkanmu..

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Bercanda Itu Boleh, Tapi…

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, sholawat dan salam untuk Rosululloh..

Pernak-pernik kehidupan kadang membuat kejenuhan..kadang menimbulkan kebuntuan..penyegaran hati dan suasana akhirnya menjadi hal yang dibutuhkan..

Banyak hal yang dilakukan orang untuk memformat kondisi diri..di antaranya -dan ini menjadi pilihan banyak orang- adalah berkelakar, bercanda atau bersenda gurau

Nah bagi yang memilih senda gurau, bercanda atau berkelakar sebagai upaya menyegarkan suasana atau kondisi diri, maka perhatikanlah hal-hal berikut :

Pertama, Janganlah ada dusta dalam pembicaraan/bercanda kita. Apalagi sampai berdusta atas nama Alloh dan Rosul-Nya

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ ، وَيْلٌ لَهُ ، ثُمَّ وَيْلٌ لَهُ

“Celakalah orang yang membicarakan sesuatu lalu ia berdusta agar orang-orang tertawa karena ceritanya itu. Celakalah ia, celakalah ia.” HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim dll. Dihasankan oleh Syaikh Su’aib al-Arna’uth rohimahulloh dan Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Shohihul Jaami’ no. 7136

Kedua, jangan memperolok-olok Alloh, Rosul-Nya, ayat-ayat-Nya dan apa yang diajarkan agama-Nya. [Bacalah Al-Qur’an surat At Taubah ayat 64-66]

Ketiga, jangan menghina dan merendahkan seorang muslim.

Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda”..Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak boleh menzholiminya, menghinanya, dan merendahkannya..” HSR. Muslim no. 6706

Demikian semoga bermanfaat

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

View

1092. Apa Hukum BPJS Kesehatan ?

1092. BBG Al Ilmu

Tanya:
Bagaimana hukum BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan ?

Jawab:
Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

BPJS Kesehatan termasuk dalam katagori Asuransi Komersial, jadi hukumnya HARAM.

Tambahan:
Penjelasan mengenai haramnya Asuransi Komersial bisa di baca dalam artikel berikut:

http://pengusahamuslim.com/bagaimanakah-hukum-asuransi-dalam-islam-23/#.U2yjv1cR8z4

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

View

1091. Bagaimana Membedakan Ujian Dan Hukuman Allah Yang Dipercepat Di Dunia ?

1091. BBG Al Ilmu – 199

Tanya:
Mau tanya tentang hadist ini:

إن الله تعالى إذا أحب قوما ابتلاهم فمن رضي فله الرضى ومن سخط فله السخط

“Sejatinya bila Allah mencintai suatu kaum niscaya Allah menimpakan suatu ujian kepada mereka. Barang siapa yang rela menjalani ujian itu maka Allahpun ridho kepada mereka. Namun sebaliknya siapapun yang benci dengan ujian itu maka Allah pun benci kepada mereka (At Tirmizy dan lainnya).

Pertanyaan :
1. Jika kita tertimpa masalah akibat kesalahan sendiri apakah itu termasuk ujian?

2. Bagaimana membedakan ujian dan hukuman Allah yang dipercepat di dunia ?

3. Bagaimana sikap yang dianggap ridho dengan ujian Allah ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Segala yang menimpa hamba adalah ujian, baik hasil ulah tangan sendiri maupun tidak. Walau apa yang menimpa pada hamba karena dosa yang di perbuat, ketahuilah ampunan yang Allah berikan pada hamba itu sendri jauh lebih banyak tak terhingga.

Allah سبحانه وتعالى berfirman, (yang artinya)
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka itu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagiaan besar (dari kesalahan-kesalahanmu) (QS Asyuro 30).

Sabar terhadap ujian adalah menerima-nya dengan lapang dada dan tabah tidak menggerutu, dan apa yang menimpa dirinya adalah putusan Allah yang terbaik bagi dirinya.

Disisi lain ia hendaknya dapat mengambil hikmah dan pelajaran di bailk musibah tersebut.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Asyiiiik! Wooow, Merdu Musiknya Atau Syahdu Senandungnya

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Betapa seringnya anda mendengarkan lantunan musik atau lagu yang begitu merdu atau syahdu. Tanpa terasa kedua kaki anda bergerak gerak mengikuti irama musiknya, bibir andapun ikut komat-kamit menirukan lirik lagunya.

Mungkin anda berkata: Asyiik dan senaaang terasanya. Walaupun demikian, coba anda raba kembali hati anda setelah mendengarkan dan menikmati lagu dan musik yang merdu tersebut. Apakah yang anda rasakan di hati anda seusai mendengarkan musik atau lagu dari penyanyi favorit anda ?

Jiwa terasa gersang, hampa dan mungkin lelah, emosi diri tidak menentu apalagi bila yang melantunkannya adalah lawan jenis, maka bisa jadi pikiran kotor mulai merasuki jiwa anda: andai ….. dan andai…

Namun coba anda luangkan waktu sejenak untuk duduk bersimpuh guna membaca Al Qur’an atau paling kurang mendengarkannya. Asyiik rasanya, Menyejukkan dan mendatangkan kedamaian. Seusai membaca atau mendengarkannya, jiwa anda masih merasakan kedamaian dan tentram. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sejatinya orang orang yang beriman hanyalah orang orang yang bila disebut nama Allah. Hati mereka menjadi gentar dan bila dilantunkan kepada mereka ayat ayat-Nya maka imannya bertambah dan hanya kepada Tuhan, mereka menyerahkan seluruh urusannya.” (Al Anfal 2)

Oleh Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Siapa Saja Yang Didoakan Oleh Malaikat ?

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله تعالى

1. Orang yang TIDUR dalam keadaan berSUCI.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa “Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.”
(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar rodhiAlloohu anhuma, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
 
2. Orang yang sedang duduk MENUNGGU WAKTU SHOLAT.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.”
(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiAlloohu anhu, Shahih Muslim no. 469)
 
3. Orang – orang yang berada di SHAF barisan DEPAN di dalam shalat berjamaah.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan.”
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib rodhiAlloohu anhu, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)
 
4. Orang – orang yang MENYAMBUNG SHAF pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang – orang yang menyambung shaf – shaf.”
(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah rodhiAlloohu anha, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)
 
5. Para malaikat mengucapkan ‘AMIN’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu.”
(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiAlloohu anhu, Shahih Bukhari no. 782)
 
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia.”
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)
 
7. Orang – orang yang melakukan shalat SHUBUH dan ‘ASHAR secara BERJAMA’AH.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat.”
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiAlloohu anhu, Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)
 
8. Orang yang menDO’A-KAN saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan.”
(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ rodhiAlloohu anha, Shahih Muslim no. 2733)
 
9. Orang – orang yang berINFAK.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit.”
(Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiAlloohu anhu, Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)
 
10. Orang yang sedang makan SAHUR.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang – orang yang sedang makan sahur.”
(Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar rodhiAlloohu anhu, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)
 
11. Orang yang sedang MENJENGUK orang SAKIT.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh.”
(Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib rodhiAlloohu anhu, Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)
 
12. Seseorang yang sedang MENGAJARKAN KEBAIKAN kepada orang lain.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.”
(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343).

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Menebar Cahaya Sunnah