Pengingat Diri Dan Lainnya

Ust. Maududi Abdullah, حفظه الله تعالى

Wahai Saudaraku..

Tidak ada gunanya Anda mempertontonkan kesholehan Anda di hadapan Manusia..

Sementara, tatkala Anda bersendirian…

Anda mempertontonkan kebejadan Anda di hadapan Allah Subhanahu waTa’ala dengan melakukan berbagai maksiat…

Tahukah Anda hakikat dari Taqwa..??

Taqwa adalah gabungan antara kesucian hati & amalan zhohir..
Dan orang yang mempertontonkan amalan zhohir di hadapan Manusia…Sedangkan hatinya kotor…
Maka ia adalah orang Munafik..

Wahai Saudaraku… Janganlah Anda yakin, bahwa diri-diri kita sudah Sholeh..

Apakah Anda tahu..
Bahwa Shalat kita, Shadaqah kita, Amal Ibadah kita diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala…?

Dan apakah Anda tahu..
Bahwa maksiat yang pernah Anda lakukan sudah mendapatkan Ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala…?

Adakah Anda tahu..
Bahwa Taubat yang Anda laksanakan sudah diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala…?

Oleh karena itu..
Tidak ada jaminan bahwa:
* Amal Ibadah yang sudah kita lakukan..
* Taubat yang sudah kita laksanakan..
Semuanya diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala..

Wahai saudaraku..
Janganlah kita tinggalkan di penghujung shalat kita..

Berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan do’a yang diajarkan oleh Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu :

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, mensyukuri-Mu & ibadah kepada-Mu dengan baik”.

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Jalan Selamat

Ust. Ibnu Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku..

Jalan Selamat hanyalah satu
Beribadah kepada Alloh tanpa sekutu
Rosul dan sunnahnya diikuti tanpa ragu
Semua itu berdasarkan ilmu

Islamlah jalan keselamatan
Begitu Alloh menegaskan
Jangan tertipu dengan ungkapan
Menuju Roma banyaklah jalan

Bagi yang dikehendaki kebaikan
Alloh kan menunjukkan
Jalan yang akan menyampaikan
Surga nan indah jadi tempat kediaman

Maka segala puji kita panjatkan
Bagi Alloh yang telah memilihkan
Agama Islam yang penuh kesempurnaan
Sampai mati kita kan amalkan

Janganlah ragu wahai teman
Islam itu agama pilihan
Banyaknya muslim yang melakukan pelanggaran
Tak akan menjadikan Islam sebagai sumber kesalahan

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

View

1052. Apakah Mini Market Juga Dianggap Pasar Yang Mana Kita Dianjurkan Baca Dzikir ?

1052. BBG Al Ilmu

TANYA:
Mengenai hadits berikut:

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Siapa yang masuk pasar lalu mengucapkan, “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku walahulhamdu yuhyii wayumiitu wahuwa hayyun laa yamuutu biyadihil khoir wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir.” Allah akan menuliskan untuknya sejuta kebaikan, menghapus darinya sejuta keurukan, mengangkat untuknya sejuta derajat, dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR At Tirmidzi, Ahmad, Ibnu majah, dan Al Hakim dari ibnu Umar. Dihasankan oleh Syaikh Al AlBani rahimahullah).

Apakah mini market seperti Indxxxxet atau Alxxxxrt juga dianggap pasar dan oleh karena itu masuk dalam hadits diatas dan kita dianjurkan baca dzikir diatas juga ?

JAWAB :

Pasar itu kumpulan para pedagang. Sedangkan mini market satu pedagang saja. Jadi bukan pasar. Wallahu a’lam

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

da0105141434

 

1051. Apakah Perlu Mengulang Shalat Bila Tidak Khusyu’ ?

1051. BBG Al Ilmu

Tanya:
jika kita shalat sendiri dan tidak khusyu’, apakah shalatnya perlu diulang ?

Jawab:
jika seseorang sudah melaksanakan sholat sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan sudah berusaha mengikhlaskan niat karena Allah, maka sholatnya sudah SAH, dan ia tidak perlu dan tidak diperintahkan mengulangi sholatnya meskipun tidak sempurna khusyu’nya.

Syaikh bin Baz rahimahullah pernah ditanya perkara serupa dan jawaban beliau:
“…Jika anda sadar bahwa anda sedang shalat di hadapan Allah dan bemunajat kepadaNya, maka hal itu akan mendorong anda untuk khusyu’ dan konsentrasi ketika shalat, syetan pun akan menjauh dari anda sehingga selamatlah anda dari bisikkannya. Jika dalam shalat anda terasa banyak godaan, meniuplah tiga kali ke samping kiri dan memohonlah perlindungan Allah tiga kali dari godaan syetan yang terkutuk, insya Allah hal ini akan membebaskan anda.

Jadi, anda tidak perlu mengulangi shalat karena godaan, akan tetapi hendaknya anda sujud sahwi jika anda telah melakukan apa yang diwajibkan itu.

Misalnya, anda tidak melakukan tasyahud awal karena lupa, atau tidak membaca tasbih ketika ruku’ atau sujud karena lupa, atau anda ragu apakah tiga raka’at atau empat raka’at ketika shalat Zhuhur umpamanya, maka anggaplah itu tiga raka’at, lalu sempurnakanlah shalat, kemudian sujud sahwi dua kali sebelum salam. Jika dalam shalat Maghrib anda ragu apakah baru dua raka’at atau sudah tiga raka’at, maka anggaplah itu baru dua raka’at lalu sempurnakan, kemudian sujud sahwi dua kali sebelum salam, karena demikianlah yang diperintahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam…”  [Kitab Ad-Da’wah, hal 76, Syaikh Ibnu Baz]

والله أعلم بالصواب
Ref:
http://salamdakwah.com/baca-forum/apakah-orang-yang-tidak-khusyu-di-dalam-sholat-wajib-mengulangi-sholatnya–.html

http://almanhaj.or.id/content/538/slash/0/kacaunya-pikiran-ketika-shalat/

– – – – – •(*)•- – – – –

View:

Prahara Senyum

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

** “Jangan pernah meremehkan kebaikan apapun meskipun hanya senyum tatkala bertemu saudaramu” (al-hadits…)

Bisa jadi senyumanmu yang tulus dan ikhlas karena Allah adalah sebab diampuninya dosamu…sebagaimana sang wanita pezina yang tulus memberi minum kepada seekor anjing, atau sang lelaki yang menghilangkan gangguan ranting dahan yang ada di tengah jalan…lalu mereka diampuni…

Atau senyumanmu ternyata memperberat timbangan kebaikanmu di akhirat sehingga selamatlah engkau dari siksaan yang sangat pedih…
Jika senyumanmu karena Allah maka merupakan sedekah, memasukan kebahagiaan dalam hati saudara kita, ia akan merasa dihargai…, merasa hatinya dekat denganmu…

** Tapi jika senyum dengan sinis karena mengejek atau merendahkan, maka ini menunjukan kesombongan…, dan kesombongan tempatnya hanya cocok di neraka

** Hanya saja senyum kepada wanita yang lajang…, senyum yang tidak pada tempatnya sungguh berbahaya…menjatuhkan hati sang wanita…dan membuat sang wanita besar kepala dan muncul prasangka-prasangka…

** Demikian sebaliknya senyuman wanita yang tidak pada tempatnya pada seorang lelaki…

** Tebarkankah senyum…, senyum merupakan kerjaan yang ringan akan tetapi berat pada sebagian orang… terutama orang yang merasa tinggi untuk senyum kepada orang yang dia rendahkan, atau tidak ada keuntungan dunia yang dia raih dari senyumannya…, ternyata senyumannya telah ia “tarif-kan”….

** Tebarlah pesona…namun pada tempatnya…raihlah pahala dan bukan malah meraih dosa…

– – – – – •(*)•- – – – –

 

 

Pasukan Nasi Bungkus

Oleh Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Akhir akhir ini sering kita dengar dan baca tentang sebutan “pasukan nasi bungkus”.

Satu sebutan untuk sekelompok orang yang diberi sebingkisan “nasi bungkus” alias bayaran untuk satu pekerjaan ringan, yaitu menggugah informasi atau opini positif tentang satu figur capres, atau menyerang balik setiap orang yang berkomentar negatif tentang “tuan mereka”.

Sobat, mungkin bagi banyak orang berprofesi sebagai ” pasukan nasi bungkus” adalah hal sepele alias oke oke saja. Padahal tidaklah demikian, karena ketahuilah bahwa setiap ucapan, komentar dan sikap kita pastilah kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah Azza wa Jalla.

Bila informasi positif yang berfungsi sebagai rekomendasi ini salah maka itu adalah bentuk dari pengkhianatan. Dan bila benar, maka rekomendasi model “nasi bungkus” alias komersial seperti ini adalah perbuatan nista, dan keji karena tidak dilandasi dari ketulusan hati, namun karena adanya pamrih. Dengan demikian, dapat ditebak bila ada pembawa ” nasi bungkus” yang lebih besar niscaya mereka segera berbalik arah.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ شَفَعَ لِأَحَدٍ شَفَاعَةً فَأَهْدَى لَهُ هَدِيَّةً عَلَيْهَا فَقَبِلَهَا فَقَدْ أَتَى بَابًا عَظِيمًا مِنْ أَبْوَابِ الرِّبَا
“Barang siapa memberi rekomendasi kepada seseorang lalu orang itu memberinya suatu hadiah, dan iapun menerimanya, maka ia telah memasuki satu pintu besar dari sekian banyak dari pintu pintu riba.” ( Ahmad dan lainnya)

Semoga Allah Azza wa Jalla melindungi kita dari perilaku keji yang memperbudakkan diri kepada materi, sehingga tidak berada di barisan “pasukan nasi bungkus.”

– – – – – •(*)•- – – –

 

 

Menata Hati

Ust. Djazuli, حفظه الله تعالى

Tiada yang lebih sensitif dan leb¡h sulit untuk dijaga dari pada hati..

Namun lebih berat lagi menata hati yang sudah rusak dan kritis agar bisa kembali kepada kenikmatan penghambaan kepada Allah..

Berikut ini beberapa langkah kongkrit untuk menata hati demi menjaga kehangatan hubungan dengan sang Maha Pencipta..

Dalam surat Al-Maidah:93 Allah menyebut kata takwa 3 kali secara berturut-turut..

Berkata ulama,” Ada pesan penting yang Allah sampaikan melalui firman-Nya yang Maha Sempurna tersebut..Bahwa Dia memberitahu kepada kita semua cara menata hati..”.

1. Dengan membersihkan hati dari segala unsur syirik dan mengokohkannya dengan tauhid dan iman

2. Dengan mensterilkan hati dari seluruh perkara-perkara yang tidak ada tuntunannya dari Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dan sahabatnya serta dalam waktu yang sama berkomitmen untuk siap mengikuti petunjuk mereka

3. Dengan selalu memberi gizi hati dengan keta’atan kepada Allah secara kontinyu sekaligus meninggalkan seluruh maksiat kepada-Nya.

Ya Allah! Teguhkanlah hati kami diatas kebenaran! Jagalah hati kami agar tetap tertata dengan baik dalam beribadah kepada-Mu..!

– – – – – •(*)•- – – – –

 

1050. Adakah Dalil Yang Menganjurkan Bergeser Dari Tempat Shalat Wajib Untuk Shalat Sunnah ?

1050. BBG Al Ilmu – 461

Tanya:
Apakah ada dalilnya kalau kita sholat, dari sholat fardhu kemudian mau sholat rawatib harus bergeser dahulu dari tempat semula ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَتَقَدَّمَ، أَوْ يَتَأَخَّرَ، أَوْ عَنْ يَمِينِهِ، أَوْ عَنْ شِمَالِهِ  فِي الصَّلَاةِ، يَعْنِي فِي السُّبْحَةِ

“Apakah kalian kesulitan untuk maju atau mundur, atau geser ke kanan atau ke kiri ketika shalat.” Maksud beliau: “shalat sunah”. (HR. Abu Daud 1006, Ibn Majah 1427, Ibn Abi Syaibah 6011, dan dishahihkan al-Albani).

Tambahan:
Alasan dianjurkannya pindah tempat ketika shalat sunnah adalah memperbanyak tempat pelaksanaan ibadah. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Bukhari dan Al-Baghawi. Karena tempat yang digunakan untuk sujud, akan menjadi saksi baginya, sebagaimana Allah berfirman dalam QS Al Zalzalah : 4 (yang artinya):
“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.”

Maksudnya adalah mengabarkan semua amalan yang dilakukan di atas bumi. (Nailul Authar, 3:235).

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

1049. Bagaimana Bila Imam Shalat Shubuh Melakukan Qunut ?

1049. BBG Al Ilmu – 461

Tanya:
Bagaimana seharusnya kita jika sholat subuh di mesjid yang imamnya setiap sholat subuh selalu membaca doa qunut, apakah kita harus mengikuti imam membaca qunut ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Jika imam qunut maka tidak perlu di ikuti, karena ini tidak sesuai dalil yang shohih. Dosa dan keburukan murni di tanggung imam nya.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

1048. Shalat Sendiri Di Masjid Ketika Safar, Berapa Jumlah Raka’atnya ?

1048. BBG Al Ilmu – 461

Tanya:
Seseorang safar di suatu tempat lalu mendapati masjid saat waktu zhuhur, ditunggu-tunggu sampai ia adzan dan iqamah sendiri sampai ia shalat sendiri tanpa adanya makmum, bagaimana yang benar untuknya apakah ia shalat sendiri dengan sempurna (4 rakaat) atau di qashar 2 raka’at ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Jika seseorang safar maka ia mendapat keringanan untuk meng-qashar/meringkas sholat 4 raka’at menjadi 2 raka’at.

Jika ia ke masjid ternyata tidak di jumpai jama’ah maka ia telah mendapat pahala berjamaah, walau sholat sendiri.
والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

Menebar Cahaya Sunnah