Bahaya Bercampurnya Lelaki Dan Wanita

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Al-Imam Al-Qurthubi berkata tentang ziarah kubur dalam tafsirnya :
وَأَمَّا مَوْضِعٌ أَوْ وَقْتٌ يُخْشَى فِيهِ الْفِتْنَةُ مِنِ اجْتِمَاعِ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ، فَلَا يَحِلُّ وَلَا يجوز. فبينا الرجل يحرج لِيَعْتَبِرَ، فَيَقَعُ بَصَرُهُ عَلَى امْرَأَةٍ فَيُفْتَتَنُ، وَبِالْعَكْسِ فَيَرْجِعُ كُلُّ وَاحِدٍ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ مَأْزُورًا غَيْرَ مَأْجُورٍ.

“Adapun tempat atau waktu (ziarah kubur) yang dikawatirkan timbul fitnah seperti bercampurnya lelaki dan wanita maka tidak halal dan tidak boleh. Seorang lelaki keluar ziarah kubur untuk mengambil pelajaran (mengingat kematian-pen) lalu pandangannya jatuh melihat seorang wanita lalu ia pun terfitnah dengan wanita tersebut, atau sebaliknya (sang wanita yang terfitnah dengan sang lelaki-pen), maka masing-masing dari lelaki atau wanita kembali dari ziarah kubur membawa dosa dan tidak membawa pahala” (Tafsir Al-Qurthubi 2/170-171).

Ini diucapkan oleh Al-Imam Al-Qurthubi yang wafat di abad ke tujuh, maka bagaimana jika beliau melihat kondisi kaum muslimin sekarang…?

Fenomena yang sangat menyedihkan yang dilakukan oleh sebagian kita…

– berdalih sholat tarawih ternyata pemuda pemudi pada nongkrong ngobrol asyiknya…

– berdalih berdakwah di facebook namun malah menjalin persahabatan dengan para akhwat pilihan…(tentu setelah menyeleksi foto pajangan akhwat tersebut)

– berdalih menemani jamaah umroh akhirnya malah terfitnah dengan jamaah wanita yang cantik apalagi yang berangkat tanpa mahram, lalu akhirnya menjalin hubungan…

– berdalih tadabbur alam, maka pemuda pemudi islami tamasya begitu asyiknya…

– berdalih ingin menegakan syariat maka berhias manis untuk memajang wajah indah…

Atau rapat campur…atau.. atau…atau..,

Ya Allah ampunilah kami atas dosa-dosa kami, baik yang kami sengaja maupun yang tidak kami sengaja. Engkau maha pengampun lagi maha penyayang…

– – – – – •(*)•- – – – –

Tauhid Adalah Jalan Keselamatan Dan Kebahagiaan

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Tauhid adalah Jalan Keselamatan dan Kebahagiaan…dalam kondisi apapun…

Tatkala di dalam goa maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Abu Bakr :

إن الله معنا “Sesungguhnya Allah bersama kita”

Dalam perut ikan paus Nabi Yunus ‘alaihis salaam berkata ;

لا إله إلا أنت “Tidak ada sesembahan yang berhak selain Engkau…”

Dalam penjara Nabi Yusuf ‘alaihis salaam berkata :

ما كان لنا أن نشرك “Kami tidak berbuat syirik kepadaNya…”

Dalam goa (Al-Kahfi) mereka berkata:

لن ندعوا من دونه إلها: “Kami tidak akan berdoa kepada selainNya…”

Tauhid adalah keselamatan dan kebahagiaan (nukilan dari seorang ulama).

– – – – – •(*)•- – – – –

Maksiat Tersembunyi

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Sebagaimana ketaatan yang dilakukan secara sir (tanpa diketahui orang lain) adalah ibadah yang agung dan mendatangkan dampak yang luar biasa, maka demikian pula dosa-dosa yang dilakukan secara sir (sembunyi-sembunyi tanpa diketahui orang lain) juga lebih berbahaya akan mendatangkan dampak yang berbahaya.

Bisa jadi seseorang mendapatkan husnul khotimah karena amalan-amalannya yang tidak diketahui oleh orang lain…

Sebaliknya bisa jadi seseorang mengalami suul khotimah (mati dalam kondisi buruk) dikarenakan maksiat-maksiatnya yang tersembunyi…

Tuhan yang engkau takuti tatkala engkau bermaksiat dihadapan orang banyak, Dialah Tuhan yang Engkau “berani” melanggar laranganNya tatkala engkau bermaksiat sembunyi-sembunyi…

– – – – – •(*)•- – – – –

Mumpung Engkau Masih Bisa Membahagiakannya…

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Muhammad bin Sirin bertutur :
Harga kurma di zaman pemerintahan Utsman mencapai 1000 dirham. Maka Usamahpun menuju ke pohon kurna miliknya lalu iapun melobanginya lalu ia keluarkan jantung kurmanya lalu ia memberikannya kepada ibunya untuk di makan.

Orang-orang pun bertanya : “Apakah yang mendorongmu melakukan hal ini ? padahal engkau tahu bahwa pohon kurma harganya mencapi 1000 dirham?”

Maka Usamah menjawab :

إِنَّ أُمِّي سَأَلَتْنِي وَلا تَسْأَلُنِي شَيْئًا أَقْدِرُ عَلَيْهِ إِلا أَعْطَيْتُهَا

“Sesungguhnya ibuku meminta jantung kurma kepadaku, dan tidaklah ibuku meminta sesuatupun yang aku mampui kecuali akan aku berikan kepadanya” (Taariikh Dimasq karya Ibnu ‘Asaakir).

Jika engkau masih mampu untuk memenuhi permintaan dan harapan ayah dan ibumu maka lakukanlah sebelum datang masa dimana :

– mereka meminta sesuatu yang tidak bisa engkau penuhi..

– mereka telah enggan untuk meminta lagi kepadamu karena jengkel kepadamu yang hanya bisa berjanji memberikan akan tetapi tidak memenuhi janjimu

– mereka sudah tidak bisa lagi meminta kepadamu karena mereka berdua telah meninggal dunia

– mereka jengkel dengan dirimu yang selalu semaksimal mungkin memenuhi permintaan istrimu, sementara untuk memenuhi permintaan orang tuamu maka sloganmu “Kalau sempat…” atau “Kalau masih ada sisa harta…”

– – – – – •(*)•- – – – –

1038. Bolehkah Meminjamkan Uang Ke Seseorang Untuk Dipakai Membayar Hutangnya Ke Bank ?

1038. BBG Al Ilmu

Tanya:
Bolehkah memberi pinjaman hutang kepada teman untuk membayar hutangnya ke bank ? Apa ini berarti saya yang bantu terlibat dalam ribaa ?

Jawab:
Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى

Asalnya masih boleh dan tidak mendukung langsung dalam riba. Teman anda yang berutang riba itu yang berdosa.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

Bukan Cuma Sekedar Beramal, Saudaraku…

Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji bagi اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, gemar berbuat kebaikan dan resah ketika berbuat keburukan merupakan salah satu tanda kebaikan hati seorang muslim. Meskipun demikian, اللّـﮧ dan Rosul-Nya tidak membenarkan seorang muslim untuk beramal sekedarnya yakni beramal sekedar asal mengerjakan tanpa memperhatikan hal-hal yang dapat menjadikan amalnya sebagai amal yang diterima dan bermanfaat.

Saudaraku seislam yang saya cintai, marilah kita perbaiki kualitas amalan kita. Ilmuilah terlebih dahulu apa yang akan kita ucapkan dan apa yang akan kita amalkan. Pelajarilah dalil yang akan menjadi dasar amalan kita itu. Bertanyalah kepada orang yang mengerti/faham jika kita memang tidak tahu atau belum mengerti. Jangan ikut-ikutan kebanyakan orang atau membebek kepada ‘orang yang ditokohkan’ padahal orang itu jauh dari sunnah Nabi bahkan terkadang malah menjadi penentang dan penantangnya.

Semoga Alloh merahmati Fudhoil ibn Iyadh yang mengatakan :

‫‬‫‬” إِنَّ اْلعَمَلَ إِذَا كَانَ خَالِصًا وَلَمْ يَكْنْ صَوَاباً لَمْ يُقْبَلْ، وَ إِذَا كَانَ صَوَاباً وَلَمْ يَكُنْ خَالِصًا لَمْ يُقْبَلْ حَتَّى يَكُوْنَ خَالِصًا صَوَاباً، وَالْخَالِصُ مَا كاَنَ للهِ، وَالصَّوَابُ مَا كاَنَ عَلَى السُّنَّةِ ‪‬

“Sesungguhnya amalan jika dilakukan dengan ikhlas tapi tidak benar maka amalan tersebut tidak diterima. Dan jika dilakukan dengan benar tapi tidak ikhlas maka ia pun tidak diterima hingga amalan itu dilakukan dengan ikhlas dan benar. Ikhlash apa yang dilakukan karena Alloh dan benar itu adalah amalan tersebut sesuai sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Lihat Kitab Ushulul Iman fie Dhouil Kitab was Sunnah hal. 36

Dan semoga اللّـﮧ merahmati pula orang-orang yang mendapatkan manfaat dari nasihatnya itu..

آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

Pelajaran Untuk Pencela Sahabat Nabi

Ibnu Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji bagi اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan..semoga اللّـﮧ memberikan manfaat & pelajaran dari kejadian berikut :

“Sa’ad bin Abi Waqosh ~rodhiyallohu ‘anhu~ melihat seorang laki-laki mencaci maki ‘Ali, Tholhah dan Zubair ~rodhiyallohu ‘anhum~. Maka ia pun melarang orang tersebut dari berbuat demikian namun ia tidak berhenti dari kelakuannya itu. “Kalau demikian, aku akan mendoakan keburukan untukmu!”, kata Sa’ad kepada orang tersebut.

Mendengar ancaman Sa’ad, lelaki tersebut berkata : “Aku kira kamu cuma menakut-nakutiku  saja seakan-akan kamu seorang Nabi…!!”

Maka Sa’ad berpaling darinya, berwudhu’ dan sholat dua raka’at kemudian ia mengangkat ke dua tangannya seraya mengatakan :

اللهم ان كنت تعلم أن هذا الرجل قد سبّ أقواما سبقت لهم منك الحسنى، وأنه قد أسخطك سبّه ايّاهم، فاجعله آية وعبرة

“Ya Alloh jika dalam pengetahuanmu lelaki yang memaki kaum yang telah mendapatkan kebaikan dari-Mu ini mendatangkan kemarahan-Mu maka jadikanlah ia sebagai tanda kekuasaan-Mu dan pelajaran..”

Maka tak beberapa lama kemudian, muncullah onta liar dari sebuah rumah dan tanpa bisa dibendung masuk ke kerumunan manusia seakan-akan ia mencari sesuatu kemudian diterjanglah lelaki tersebut dan dibawanya ia  di antara kaki-kakinya. Onta itu pun menginjak-nginjak lelaki itu  hingga lelaki itu pun mati.”

Dikutip dari Rijaalun Hawlar-Rosul karya Kholid Muhammad Kholid 1/25. Lihat pula Taariekhu Dimasyq 20/346

“Ya Alloh .murkailah orang-orang yang menghina dan mencaci Rosul-Mu, istri2nya, para sahabatnya dan hamba2-Mu yg mengikuti mereka dgn baik..dan dengan rahmat-Mu rizkikanlah kami untuk bersama dengan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya di surga-Mu kelak meskipun amal kami tidak akan pernah menyamai amalan mereka.

آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

1037. Apakah Boleh Meluruskan Rambut ( Rebonding ) ?

1037. BBG Al Ilmu

Tanya:
Bolehkah rambut direbonding (diluruskan) ?

Jawab:
Meluruskan rambut hukumnya boleh sebagaimana bolehnya memberi warna untuk uban atau memberi warna untuk kuku bagi wanita. Itu semua tidak dinilai mengubah ciptaan Allah.

Berkaitan dengan warna untuk uban, terdapat larangan untuk warna hitam sebagaimana terdapat dalam dua hadits berikut:

** Dari Jabir bin Abdillah, Abu Quhafah (bapak dari Abu Bakr, pent) didatangkan ke hadapan Nabi saat Fathu Makkah dalam kondisi rambut kepala dan jenggotnya putih semua bagaikan tsaghomah (pohon yang daun dan bunganya berwarna putih, pent). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda: “Ubahlah uban ini dengan sesuatu namun jauhilah warna hitam.” (HR Muslim no 5631).

** Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Di akhir zaman nanti akan ada sekelompok orang yang menyemir rambutnya dengan warna hitam bagaikan tembolok burung dara. Mereka tidak akan mencium bau surga.” (HR Abu Daud no 4212, dinilai shahih oleh al Albani).

Dua hadits shahih di atas menunjukkan dengan tegas bahwa menyemir uban dengan warna hitam itu dilarang secara umum baik orang yang sudah sangat tua ataupun tidak. Larangan ini juga bersifat umum, berlaku untuk laki-laki dan wanita.

والله أعلم بالصواب
Ref:
http://www.konsultasisyariah.com/hukum-smoothing-rebonding-bagi-wanita/#

http://www.konsultasisyariah.com/bolehkah-menyemir-rambut-uban/

– – – – – •(*)•- – – – –

Hati Sehat vs Hati Sakit

Ust. Djazuli, حفظه الله تعالى

Allah Tuhan semesta alam hanya disembah oleh hati yang sehat..

Tidak heran jika Allah selalu menjaga kesehatan hati para rasul-Nya..Coba lihat QS, An-Nazm:2!

Jika demikian, hati yang sakit tidak akan beribadah kepada sang Khalik..

Simak hadist berikut,

“Celakalah hamba-hamba dinar, dirham, pakaian, dan kain sutra. Celakalah dan jatuhlah ia. Apabila tertusuk duri, tidak bisa keluar.” HR Bukhari

Semua yang beliau sebutkan adalah orang-orang yang sakit hatinya..
Hamba duit..(n)
Hamba wanita..(n)
Hamba bisnis..(n)

Artinya, orang yang hatinya sakit, meski ia mengklaim bahwa dirinya menyembah Allah, tapi hatinya justru lebih tunduk dan mengagungkan dunia..

Selain itu, orang yang mengidap penyakit hati, maka hatinya akan kehilangan fungsi untuk mencintai dan mengagungkan Allah..

Selanjutnya ia akan menjadi manusia yang selalu meremehkan amal dan akhirat..

Bila sudah seperti itu kondisinya, maka Allah akan menghukumnya dengan selalu dihantui oleh kecemasan dan selalu dihinggapi oleh keputus asaan..

Saudaraku!

Kebahagian dunia dan akhirat bergantung pada kesehatan dan kebaikan hati, sedangkan kesengsaraan dunia dan akhirat diakibat oleh kerusakannya..

Semoga Allah Yang Maha Penyayang menganugerahkan kepada kita hati yang sehat dan fitrah yang lurus dan selalu menunjukkan kita semua kepada jalan yang lurus dan benar!

– – – – – •(*)•- – – – –

Menebar Cahaya Sunnah