Antara Ulama’ Dan Juhala’

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

وَالْعَالِمُ يَعْرِفُ الْجَاهِلَ؛ لِأَنَّهُ كَانَ جَاهِلًا وَالْجَاهِلُ لَا يَعْرِفُ الْعَالِمَ لِأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ عَالِمًا؛

Ulama’ mampu mengenali orang bodoh, karena ia dahulu pernah bodoh, namun orang bodoh tidak dapat mengenali ulama’ karena ia belum pernah menjadi ulama’. ( Majmu Fatawa 13/235)

– – – – – •(*)•- – – – –

Betah Lama Bicara Antara Ikhwan Dan Akhwat Yang Bukan Mahram ?

Ust. Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Ikhwan kok betah lama bicara sama akhwat ?

Lebih aneh lagi kalau ternyata si ikhwan sudah beristri dan si akhwat sudah bersuami..??,

Terlebih aneh lagi bila terdengar tawa dan kelembutan bahkan kemesraan??

Hingga setengah jam berbincang-bincang?, bahkan satu jam lebih bercengkrama? (bahkan meskipun hanya melalui telepon)?

Fitnah lelaki dan wanita tidak pandang bulu, menyerang siapa saja, ikhwan ataupun akhwat, orang awam maupun ustadz dan ustadzah??

Janganlah berdalil dengan “rapat untuk pengajian…?”, atau “lagi konsultasi keluarga…”, apalagi “curhat?”, semuanya boleh-boleh saja, akan tetapi tidak harus lama dan “mesra”…!!!, kalau memang harus lama maka hendaknya ditemani oleh mahrom !!!
Allah berfirman :

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا

“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinyadan ucapkanlah Perkataan yang baik”
Berkata As-Suddy dan yang lainnya :

ترقيق الكلام إذا خاطبن الرجال

“Melembutkan perkataan jika mereka (para wanita) berbicara dengan para lelaki”
Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata :

أنها تخاطب الأجانب بكلام ليس فيه ترخيم، أي: لا تخاطب المرأة الأجانب كما تخاطب زوجها

Yaitu sang wanita hendaknya berbicara dengan lelaki ajnabi (bukan mahromnya) dengan perkataan tanpa suara merdu”, yaitu “seorang wanita tidak berbicara dengan para lelaki ajnabi (yang bukan mahromnya) sebagaimana berbicara dengan suaminya” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir dalam tafsir Al-Ahzaab ayat 32).

Kalau perintah ini berlaku untuk para istri nabi yang imannya tinggi untuk tidak berbicara dengan lembut (merdu) kepada para sahabat yang imannya tinggi, maka bagaimana lagi dengan kelas ikhwan zaman sekarang?, atau bahkan ustadz zaman sekarang??!!

Betahnya lama ngobrol antara ikhwan dan Akhwat menunjukan mereka berdua merasakan kelezatan syahwat antara mereka berdua !!!

– – – – – •(*)•- – – – –

Doa Istiftah Pembuka Pintu-pintu Langit

Ibnu Mukhtar, حفظه الله تعالى

Alhamdulillaahi, wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillaah, wa ba’du!

Saudaraku seislam yang saya cintai, ketahuilah bahwa membaca bacaan setelah takbirotul ihrom dan sebelum membaca Al-Fatihah di dalam sholat atau yang biasa disebut doa istiftah/iftitah termasuk ajaran Nabi kita. Beliau telah mengajarkan dan mencontohkan kepada umatnya dengan berbagai lafazh bacaan.

Di antara doa istiftah/iftitah yang beliau kagumi karena dengannya Alloh bukakan pintu-pintu langit adalah sebagaimana tersebut dalam hadits shohih berikut :

Dari Abdulloh bin Umar ~rodhiyallohu ‘anhuma~, ia berkata : Ketika kami sholat bersama Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ tiba-tiba ada seseorang mengatakan :

اللّـﮧ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ للّـﮧ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللّـﮧ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Alloohu akbaru kabiiroo, walhamdulillaahi katsiiroo, wa subhaanalloohi bukrotaw-wa ashiilaa

‘Alloh Maha Besar lagi Maha Agung, segala pujian yang banyak hanya milik Alloh, Maha Suci Alloh di waktu pagi dan petang’

Maka selesai sholat, Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda : “Siapakah orang yang tadi mengucapkan kalimat begini dan begitu.” Berkata seorang sahabat, ‘Aku yang mengucapkannya, ya Rosululloh!’ Beliau bersabda :

«عَجِبْتُ لَهَا، فُتِحَتْ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ»

“Aku kagum dengan kalimat tersebut, telah dibukakan pintu-pintu langit karenanya.”

Berkata Ibnu Umar ~rodhiyallohu ‘anhuma~ : “Maka aku tidak pernah meninggalkan membaca kalimat tersebut sejak aku mendengar Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ mengatakan demikian.”

[HSR. Muslim ~rohimahulloh~ dalam shohihnya ‘bab maa yuqoolu baina takbiirotul ihrom’ no. 601]

Semoga catatan sederhana ini bermanfaat untuk kita semua.

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

Jika Tak Punya Ilmu, Minimal Punya Malu

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

“Semoga Alloh merahmati para wanita generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat:

“dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31)

“Maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.”

Subhanallah… jauh sekali keadaan wanita di zaman ini dengan keadaan wanita zaman sahabiah.
Apa yang merusak mereka hingga tak punya malu..

Seperti bangga jika mata lelaki menatapnya penuh takjub dan nafsu..

Setiap ruas badannya ingin dipertontonkan…..

Terkadang dijalan susah bagi kita untuk membedakan mana wanita muslimah dan wanita non muslim..

Wahai wanita … jikalau kau tak punya ilmu.. minimal engkau masih punya malu..

Bekasi. sumarecon 19 april. 2014

– – – – – •(*)•- – – – –

Kabar Gembira Bagi Yang Menuntut Ilmu Dan Mengamalkan Ilmunya

Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Alhamdulillahi wahdah, wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah, wa ‘alaa aalihi wa shohbihi ajma’iin. Amma ba’du!

Saudaraku..inilah di antara kabar gembira bagi seorang muslim atau muslimah yang menuntut ilmu syar’ie dan mengamalkan ilmunya.. 

Pertama, seorang muslim yang menuntut ilmu dan mengamalkan ilmunya termasuk hamba Alloh yang sedang menunaikan salah satu kewajiban syar’ie.

Dari Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata : “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda , ‘Menuntut ilmu itu adalah kewajiban setiap muslim’ [Shohiehul Jaami’ no. 3913] 

Kedua, termasuk hamba yang sedang menjauhi salah satu larangan Alloh Ta’aala. Bacalah QS. Al ‘Isroo ; 17 : 36] 

Ketiga, termasuk orang yang dikehendaki Alloh kebaikan.
 
Dari Mu’awiyah –rodhiyallohu ‘anhu-, ia berkata : Aku mendengar Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda :
‫‫
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barangsiapa yang Alloh kehendaki kebaikan maka Alloh akan membuatnya faham terhadap agama. [HSR. Bukhori –rohimahulloh- dalam shohiehnya no. 69]

Keempat, dijanjikan kemuliaan dan ketinggian derajat. [Bacalah firman Alloh dalam surat Al Mujaadilah ; 58 : 11] 

Kelima, termasuk golongan yang dijauhkan dari laknat Alloh Ta’aala.

“Ketahuilah, sesungguhnya dunia dan apa yang ada di dalamnya itu dilaknat Alloh kecuali dzikir kepada Alloh dan ketaatan kepadanya, orang yang berilmu dan orang yang mempelajari ilmu.”    [Shohiehut Targhieb wat Tarhieb  no. 74, Hasan]

Keenam, Alloh Ta’aala akan memudahkannya jalan menuju Surga.

“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Alloh akan memudahkan jalan baginya ke surga. [HSR. Muslim –rohimahulloh- dalam shohiehnya no. 4867] 

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

Kiat-Kiat Mengatasi ‘Kekikiran Jiwa’

Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, mendapatkan kelapangan hati dan kemudahan dalam berzakat, berinfak dan bersedekah adalah salah satu karunia اللّـﮧ yang harus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya. Selain menunjukkan tanda ketakwaan, mengeluarkan harta di jalan اللّـﮧ termasuk amalan yang bermanfaat dalam meraih keridhoan اللّـﮧ Ta’aala.

Lalu bagaimana kiatnya agar kita mendapatkan kelapangan hati tersebut?

Saudaraku seislam yang saya cintai, banyak perkara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekikiran jiwa. Di antaranya :

Pertama, mengingat ganjaran dan keutamaan yang اللّـﮧ janjikan bagi mereka yang mau membelanjakan hartanya di jalan-Nya.

Kedua, mengingat ancaman dan balasan buruk yang اللّـﮧ siapkan untuk mereka yang bakhil/pelit/kikir.

Ketiga, tunaikan sesegera mungkin jika kita akan berinfak. Jangan nunggu menjadi orang kaya dulu baru kemudian berinfak.
Keempat, perbaiki cara pandang kita terhadap objek sasaran zakat, infak dan shodaqoh kita. Berfikirlah positif. Bahwa orang2 yg menerima sasaran ZIS kita hakikatnya mereka telah membantu kita dalam menyalurkan harta yang اللّـﮧ rizkikan kepada kita.

Demikian dapat disampaikan.

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Alloh berikan ‎kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi ‎mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang ‎mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan ‎kepunyaan Alloh-lah segala warisan yang ada di langit dan di bumi. Dan Alloh ‎mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [QS. Ali ‘Imron ; 3 : 180]

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

1011. Menerima Uang Dari Caleg Sebelum Pemilu

1011. BBG Al Ilmu

Tanya:
Kemarin jelang pemilu kami dikasih uang oleh partai x, tapi kami akhirnya memilih partai y, bagaimana status uang tersebut ? Bagaimana solusinya ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Untuk lebih selamatnya uang itu di kembalikan, jangan sampai sekelumit uang menghantarkan anda ke neraka/dihisab dengan berat di hari kiamat, karena uang tersebut di berikan dengan cara yang tidak halal, yaitu suap, yang di haramkan agama. Semoga diampuni Allah ta”ala.

– – – – – •(*)•- – – – –

1010. Hukum Ziarah Kubur

1010. BBG Al Ilmu – 459

Tanya:
Bagaimana hukumnya orang yang berziarah ke makam ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Ziarah kubur adalah sunnah yang di anjurkan, agar kita ingat mati dan tidak terlena dengan dunia, dan dalam ziarah kubur ada adab dan etika yang hendaknya di terapkan agar sesuai dengan sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

1009. Bolehkah Menggambar Makhluk Hidup Untuk Tujuan Pendidikan ?

1009. BBG Al Ilmu – 459

Tanya:
Bagaimana hukum menggambar makhluk hdup ? Apakah dperbolehkan ? Apalagi bidang saya adalah pendidkan yang membutuhkan kreatiftas dalam menggambar untuk anak-anak sekolah dasar.

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى
Mengambar makhluk bernyawa dilarang agama, Nabi صلى الله عليه وسلم
bersabda,
“sesungguhnya manusia yang paling keras siksanya pada hari kiamat adalah orang yang banyak menggambar makhluk bernyawa, dan dikatakan kepada-nya, hidupkan apa yang telah kamu gambar.”

Hadist ini menunjukkan diharamkannya mengambar yang bernyawa, maka jika anda menggambar usahakan yang tidak bernyawa. Agar selamat dari siksa di akhirat.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

1008. Apakah Wasilah/Tawassul Dibolehkan ?

1008. BBG Al Ilmu

Tanya:
Apakah wasilah termasuk syirik ? Dan yang bukan syirik seperti apa ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Washilah/tawassul ada dua.

1. Tawassul dengan nama dan sifat Allah,

2. Tawassul dengan amal sholih.

Yang dilarang adalah yang tidak di ajarkan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam, seperti tawassul kepada orang mati, benda yang di keramatkan dst.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

Menebar Cahaya Sunnah