974. Apakah Hidayah Taufik Itu ?

974. BBG Al Ilmu – 271

Tanya:
Apakah hidayah ilmu dan hidayah taufik itu ?

Jawab:
Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Hidayah itu ada dua macam:

1. Hidayah berupa keterangan (hidayatul irsyad wal bayan).

2. Hidayah berupa pertolongan (hidayatut taufiq wal ilham).

Kedua macam hidayah ini bisa dirasakan oleh orang-orang yang bertakwa. Adapun selain mereka hanya mendapatkan hidayatul bayan saja.

Artinya mereka tidak mendapatkan taufiq dari Allah untuk mengamalkan ilmu dan petunjuk yang sampai kepada dirinya. Padahal, hidayatul bayan tanpa disertai taufiq untuk beramal bukanlah petunjuk yang hakiki dan sempurna.

Maka wajarlah jika Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Seorang ‘alim (orang yang berilmu) itu masih dianggap jahil (bodoh) selama dia belum beramal dengan ilmunya.

Apabila dia sudah mengamalkan ilmunya maka barulah dia menjadi seorang yang benar-benar ‘alim.”

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

973. Mengapa Tidak Ada Kata “Sayyid” Dalam Bacaan Sholawat ?

973. BBG Al Ilmu – 425

Tanya:
Ada sebuah hadits:
“Saya adalah sayyid keturunan adam pada hari kiamat. Sayalah orang yang pertama kali terbelah kuburnya.” (HR.Muslim 2278)

Berdasarkan hadits diatas, mengapa kata “sayyid” tidak dipakai dalam shalawat ?

Jawab:
Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Karena ketika Rasulullah mengajarkan shalawat kepada Para sahabat tidak menggunakan kata sayyid. Para sahabat Nabi, orang yang paling mencintai beliau jauh lebih cinta dari kita semua, mereka tidak pernah mengarang-ngarang shalawat. Mereka bahkan bertanya kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam cara bershalawat:

يا رسول الله ، أما السلام عليك فقد عرفناه ، فكيف الصلاة ؟ قال : ( قولوا :اللهم صل على محمد وعلى آل محمد ، كما صليت على إبراهيم ، إنك حميد مجيد ، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد ، كما باركت على إبراهيم ، إنك حميد مجيد )
 
“Wahai Rasulullah, tata cara salam terhadapmu, kami sudah tahu. Namun bagaimana cara kami bershalawat kepadamu ? Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam bersabda: ‘Ucapkanlah: Allahumma Shalli ‘ala Muhammad Wa ‘ala Aali Muhammad, Kamaa Shallaita ‘ala Ibrahim Innaka Hamiidum Majid. Allahumma Baarik ‘ala Muhammad Wa ‘ala Aali Muhammad, Kamaa Baarakta ‘ala Ibraahim, Innaka Hamiidum Majid‘”. (HR. Al-Bukhari 4797).

Dalam hadits itu sangat jelas, para sahabat bertanya cara bershalawat, dan
Nabi صلى الله عليه و سلم mengajarkan tanpa adanya lafzdz SAYYID.

Jadi harus dibedakan antara hadits dalam bentuk berita (kabar) dari Rasulullah صلى الله عليه و سلم dan hadits perintah bershalawat.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

Menggunakan Hak Suara Bukan Berarti Masuk Parlemen Atau Partai

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat! Fatwa beberapa ulama’ besar yang saya unggah di status saya beberapa waktu lalu, hanyalah menjelaskan bolehnya menggunakan hak pilih untuk memilih yang paling ringan madharatnya. Harapannya, gerakan tokoh tokoh pembawa kerusakan dapat dibendung, bukan dalam rangka mencari pemimpin yang dapat menegakkan Hukum hukum islam.

Sobat! Camkan baik baik sabd Nabi shallallahu alaihi wa sallam berikut ini:

«أنه لا يدخل الجنة إلا نفس مسلمة، وأن الله يؤيد هذا الدين بالرجل الفاجر»

Sejatinya tidak ada yang dapat masuk surga kecuali jiwa jiwa yang beriman. Namun demikian kadang kala Allah meneguhkan agama ini dengan perantaraan orang fajir/ keji.” ( Muttafaqun Alaih)

Karena tanggapan sebagian teman terhadap fatwa tersebut dengan anggapan : ” sia sia keberadaan orang orang baik di parlemen, atau partai adalah hasil demokrasi yang sudah barang tentu menyimpang dari ajaran Islam” adalah tanggapan yang sangat mengherankan dan salah sasaran.

Menggunakan hak suara dalam pemilu bukan dalam rangka mencari pemimpin yang akan menegakkan islam, namun dalam rangka meminimalkan ruang gerak para penjahat dan musuh Islam.

Dahulu, pada awal kedatangan Nabi shallallahu alaihi wa sallam di kota Madinah, beliau Shallallahu alaihi wa sallam membuat perjanjian damai/ kerjasama dengan kaum Yahudi untuk mempertahankan kota Madinah. Nabi shallallahu alaihi wa sallam sepenuhnya memahami bahwa Yahudi tidak akan membela Islam apalagi menegakkan Islam, namun beliau melakukan hal itu untuk meminimalkan ancaman dan resiko serangan Kafir Quraisy dan sekutunya. Kisah perjanjian tersebut dimuat dalam kitab kitab sirah dan juga dikisahkan oleh para ulama’ dalam kitab kitab mereka.

Demikian pula fatwa ulama’ yang membolehkan penggunaan hak suara pada pemilu mendatang. Semoga penjelasan ini bermanfaat dan menepis kesalah pahaman sebagian saudara kita. wallallahu Ta’ala a’alam bisshawab.

 Oleh Ustadz Dr. Arifin Badri حفظه الله تعالى

Perjalanan Ini…

Ust. Jafar Salih حفظه الله تعالى

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid.
Buktinya banyak orang kaya raya tidak sanggup mengerjakannya.

Jangankan sehari lima waktu, bahkan seminggu sekali pun terlupa.

Tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid. karena orang pintarpun sering tidak mampu menemukannya.

Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga kuliah di Universitas Eropa atau Amerika, dapat melangkahkan kaki Ke Jepang dan Korea, dengan semangat yang membara.

Namun ke mesjid tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid. Karena para pemuda kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke mesjid.

Alasan mereka pun beragam, ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman dicap alim.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid.

Maka berbahagialah dirimu bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki di mesjid.

Karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain perjalananmu ke mesjid.

Biar kuberi tahu rahasia kepadamu, sejatinya perjalananmu ke mesjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabbmu. Dan itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabi, serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabbnya.

Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke mesjid. Maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Rabbmu.

Semoga Allah Memberi HidayahNya Buat Kita dan Keluarga… Aamiin

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Lebih Mulia Dari Khalifah

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Khalifah Harus Ar Rasyid bertanya kepada Yahya bin Aktsam, “Apa kedudukan yang paling mulia?”

Yahya: “Jabatan yang engkau duduki wahai amirul mukminin.”

Khalifah: “Apakah kamu mengetahui ada jabatan yang lebih tinggi dariku?”

Yahya: “Tidak.”

Khalifah: “Tetapi saya mengetahuinya.. Seorang yang berada dalam halaqoh dan berkata, “Haddatsana fulan dari fulan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda…

Yahya: “Ya amirul mukminin, apakah itu lebih tinggi? Sementara engkau adalah keturunan anak paman Rasulullah dan pemimpin kaum muslimin?”

Khalifah: “Ya, itu lebih tinggi karena namanya selalu beriringan dengan nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak akan mati selamanya. Sedangkan nama kami akan mati dan hilang dan para ulama itu akan senantiasa harum selama lamanya.”

(Al Adab Asy Syar’iyah karya ibnul muflih 2/138)

– – – – – •(*)•- – – – –

Pentingnya Peran Media Massa

Ustadz Abu Riyadl Nurkholis Majid, Lc

Dizaman arab jahiliah.. peran media sangat penting.. namun media tersebut berbentuk puisi (syair) yang maknanya dapat memengaruhi pemikiran masyarakat..

Mereka bisa tergiring kepada suatu politik tertentu dan ketersohoran seseorang yang dimuat dalam syair tsb..

Pada masa khilafah bani umayyah dan abasyiyah pun juga demikian.. pengaruh media ini sangat dapat bermanfaat untuk memberi info.. bahkan info keilmuan sekalipun..

Adapaun sekarang media tsb telah berubah bentuk menjadi tv, radio dan alat telekomunikasi lainnya baik jejaring sosial dll.

Nah sangat disayangkan.. pemilik stasiont televisi yang pengaruhnya sangat kuat tidak dikuasai oleh muslim yang sejati..

Pembentukan opini dan pemikiran dari segi keyakinan, muamalat, akhlaq, politik dll bukan ditangan kita wahai sahabatku..

Rata rata manusia itu awam..
Mereka hanya tau dari apa yang mereka lihat dan dengar..

Kata pepatah jawa:
Tresno songko kulino..

Monggo mari kita berfikir untuk ini.. bagi yang bermodal besar marilah berupaya mewujudkan impian ini.. sehingga masyarakat luas dapat memanfaatkannya. Dan menjadi amal jariyah di akhirat kelak..

~~»»•««~~

Akhlak Mulia

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Sesungguhnya akhlak mulia memiliki kedudukan yang besar dalam kehidupan manusia, baik untuk dirinya maupun untuk masyarakat dan makhluk sekitarnya, bahkan kebutuhan terhadap akhlak melebihi kebutuhan makan dan minum, dikarenakan berkaitan dengan bahagia dan sengsaranya bagi seorang hamba di dunia dan akhirat, terlebih jika manusia hidup tanpa akhlak mulia, maka ia tidak memiliki kebaikan dan manfaat, bahkan penuh dengan keburukan, kejahatan dan mudhorot,

la haula wala quwwata illa billah.

Agama islam menjunjung tinggi akhlak mulia, bahkan perhatian terhadapnya sangatlah besar, Allah Ta’ala berfirman didalam QS. Qaaf: 18,

‪ ‬مَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ‬‬

“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir”.

Allah Ta’ala berfirman di dalam QS. Al Zalzalah: 7 ,

‪ ‬فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ‬‬

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya”. 

Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling sempurna akhlaknya”. (HR. Bukhary dan Muslim).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai adalah yang paling baik akhlaknya“. (HR. Bukhary).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaknya kalian takut terhadap neraka walau bersedekah dengan secuil kurma, kalau tidak mampu maka berucaplah yang baik“. (HR. Bukhary dan Muslim).

Baca : http://rochmadsupriyadi.blogspot.com

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Keyakinan (Iman) Yang Benar Adalah…

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu berkata: “Keyakinan (iman) yang benar itu adalah:

1. jangan engkau meraih kerelaan manusia melalui kemurkaan Allah

2. jangan merasa iri terhadap seseorang atas apa yang telah Allah beri rezeki kepadanya.

3. janganlah engkau mencela seorang pun atas sesuatu yang belum Allah berikan kepadamu. Sesungguhnya rezeki Allah tidak dikendalikan oleh ketamakan orang yang tamak, dan tidak pula dicegah oleh kebencian orang yang benci.

Sesungguhnya Allah dengan keadilanNya, ilmuNya, dan hikmah-Nya menjadikan ruh beserta rasa bahagia pada rasa keyakinanmu dan keridhaanmu, serta menjadikan rasa gelisah dan sedih pada rasa bencimu dan keraguanmu.”

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Harta Dunia Seperti Pisau Bermata Dua

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Jadikan ia sebagai bekalmu..
Dan jangan jadikan ia sebagai penghalangmu..

Sa’id bin Jubair menuturkan:

“Kesenangan( harta) yang menipu, apa yang menjadikanmu lalai terhadap akhirat,

Sedangkan sesuatu (harta) yang tidak melalaikanmu ia bukan termasuk kesenangan yang menipu, tetapi kesenangan yang menghantarkanmu menuju sesuatu yang lebih baik darinya (yakni bekal akhirat).”

Antara dunia dan akhirat ibarat seseorang yang memiliki neraca yang jika ia berat disisi satunya maka akan ringan disisi lainnya..
Jika ia berat di sisi akhirat maka akan terasa enteng melihat dunia..
Maka hilanglah rasa bakhil, rasa malas, rasa tidak peduli halal haram.. dll

Www.abu-Riyadl.blogspot.com

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Berkata Jujur

Ibnu_Mukhtar ہﮩ

Di tahun 97 H…

“Wahai Abu Hazim, berdoalah untukku.”, kata Amirul Mukminin Sulaiman bin Abdul Malik kepada Salamah bin Dinar Abu Hazim Al A-roj rohimahulloh. Beliau adalah seorang alim, cendekia dan Imam di kota Madinah.

Abu Hazim berkata : “ya Alloh, bila hamba-Mu Sulaiman ini adalah orang yang Kau cintai, maka mudahkanlah baginya jalan kebaikan di dunia dan di akhirat. Dan jika dia termasuk musuh-Mu, maka berilah hidayah kepada apa yang Engkau sukai dan Engkau ridhoi, aamiin.”

Salah satu hadirin berkata : “Alangkah buruknya perkataanmu tentang amirul mukminin. Engkau sebutkan kholifah muslimin termasuk musuh Alloh, kamu telah menyakiti perasaannya.”

Abu Hazim : “Justru perkataanmu itulah yang buruk. Ketahuilah bahwa Alloh telah mengambil janji para ulama agar berkata jujur : ‘Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya,’ QS. Ali Imron ayat 187

Beliau menoleh kepada Kholifah seraya berkata : “Wahai Amirul Mukminin, umat-umat terdahulu tinggal dalam kebaikan dan kebahagiaan selama para pemimpinnya selalu mendatangi ulama untuk mencari kebenaran pada diri mereka. Kemudian muncullah kaum dari golongan rendah yang mempelajari berbagai ilmu mendatangi para amir untuk mendapatkan kesenangan dunia. Selanjutnya para amir tersebut tak lagi menghiraukan perkataan ulama, maka merekapun menjadi lemah dan hina di mata Alloh.

Seandainya segolongan ulama itu tidak tamak terhadap apa yang di sisi para amir, tentulah amir-amir tersebut akan mendatangi mereka untuk mencari ilmu. Tetapi karena para ulama menginginkan apa yang ada di sisi para amir, maka para amir tak mau lagi menghiraukan ucapannya.”

Kholifah : “Anda benar…”

Dikutip dari Mereka adalah para Tabi’in, Pustaka At-Tibyan hal. 167-168, dengan sedikit perubahan.
———–

Menebar Cahaya Sunnah