Diantara Penyebab Gugurnya Dosa

Al Hakam bin Utaibah rohimahullah mengatakan,

إذا كَثُرَتْ ذُنُوبُ العَبْدِ، ولَمْ يَكُنْ لَهُ مِنَ العَمَلِ ما يُكَفِّرُها عَنْهُ، ابْتَلاهُ اللَّهُ بِالحُزْنِ لِيُكَفِّرَها عَنْهُ.

Jika dosa menumpuk dan seorang hamba tidak memiliki amalan yang dapat menghapuskannya, maka Allah akan mengujinya dengan kesedihan agar dosa dosanya berjatuhan.

(At Taubah – Ibnu Abid Dun-ya – hlm. 131)

Do’a Berlindung Kepada Allah Dari Kematian Yang Mengerikan

Dari Sahabat Abul Yasar rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa dahulu Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam pernah berdo’a,

ALLAAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA :
– MINAT TARODDII
– WAL HADMI
– WAL GHOROQI
– WAL HARIIQI

– WA A’UUDZU BIKA AN YATAKHOBBATHONISY SYAITHOONU ‘INDAL MAUTI

– WA A’UUDZU BIKA AN AMUUTA FII SABIILIKA MUDBIRON

– WA A’UUDZU BIKA AN AMUUTA LADIIGHON

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari :
– terjatuh dari tempat yang tinggi, dan
– tertimpa bangunan, dan
– tenggelam, dan
– terbakar.

– aku juga berlindung kepada-Mu dari campur tangan syetan ketika akan meninggal, dan

– aku juga berlindung kepada-Mu dari meninggal dalam keadaan lari dari medan perang, dan

– aku berlindung kepada-Mu dari meninggal karena tersengat hewan yang beracun.

(HR. Abu Daud no. 1552)
Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shohih Abu Daud

=======

Jangan lupa adab sebelum berdo’a .. yaitu memulainya dengan:

● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum

● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad

● lalu mulailah berdo’a

ref : https://t.me/bbg_alilmu/28616

 

Jangan Lakukan

Hudzaifah rodhiyallahu ‘anhu berkata,

كل عبادة لا يتعبدها أصحاب محمد فلا تتعبدوها؛ فإن الأول لم يدع للآخر مقالًا، فاتقوا الله يا معشر القراء، وخذوا طريق من كان قبلكم

Semua ibadah yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam jangan kalian lakukan.

Karena generasi pertama tidak meninggalkan maqol untuk generasi setelahnya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah dan ambillah jalan orang orang sebelum kalian.

(Dikeluarkan oleh Ibnul Wadhoh dalam kitab Al Bida’, Ibnul Mubarok dalam kitab Az Zuhd)

Ini lah kaidah penting untuk kita perhatikan..

Karena para sahabat tidak pernah bertabarruk dengan kuburan..
Tidak juga menganggap bahwa berdo’a dikuburan itu mustajab..
Mereka tidak pernah tawassul dengan mayat..
Dan semua riwayat dari mereka yang menyebutkan itu adalah riwayat riwayat yang lemah dan palsu..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Waspadalah Dari Mengikuti Hawa Nafsu Dan Kesombongan

Abu Bakar ash-Shiddiq rodhiyallahu ‘anhu berpesan,

إياكم واتباع الهوى؛ فقد أفلح من حفظ من الهوى والطمع والغضب. وإياكم والفخر، وما فخر من خلق من تراب ثم إلى التراب يعود، ثم يأكله الدود،ثم هو اليوم حيٌ وغدًا ميت؟!

Hati-hatilah kalian dari mengikuti hawa nafsu..! Sungguh telah beruntung siapa yang dijaga (dilindungi) dari :
– hawa nafsu,
– kerakusan, dan
– sifat marah.

Hati-hatilah kalian dari kesombongan..! Apa yang disombongkan oleh makhluk yang tercipta dari tanah lalu dikembalikan ke tanah, kemudian tubuhnya dilahap oleh cacing..?! Hari ini dia hidup, dan esok ia mati..!

(Tarikh al-Khulafa’ – 197)

Jalan Kemudahan

Ibnu Hibban al-Busty rohimahullah mengatakan,

التوكل هو قطع القلب عن العلائق، برفض الخلائق والافتقار إلى محول الأحوال، وقد يكون المرء ميسرا في ذات الدنيا، وهو متوكل صادق في توكله.

Tawakal adalah memutus ketergantungan hati dengan tidak merasa butuh terhadap makhluk dan hanya bersandar kepada Allah Ta’ala dengan berharap Allah akan memperbaiki keadaannya.

Sungguh, seseorang akan mendapatkan kemudahan dalam urusan dunia dengan kejujurannya dalam bertawakal.

(Raudhotul ‘Uqola – 156)

Sudah Semestinya

Al Imam asy-Syafi‘i rohimahullahu ta’ala berkata,

ليس لأحد إلا وله محب و مبغض. فإذا لابد من ذالك فليكن المرء مع أهل طاعة الله عز وجل

Tidak ada seorangpun melainkan pasti ada yang mencintainya dan ada pula yang membencinya.

Bila demikian keadaannya, maka sudah semestinya ia selalu bersama orang orang yang taat kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

(Bustanul ‘Aarifin – 42)

Beberapa Adab Makan & Cara Menghalangi Setan Dari Ikut Makan Bersamamu

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin rohimahullahu ta’ala berkata,

فإذا سقطت اللقمة أو التمرة أو أشبه ذلك على السفرة، فخذها و أزل ما فيها من الأذى إن كان فيها أذى من تراب و عيدان، وكلها؛ تواضعا لله و امتثالا لأمر النبي -صلى الله عليه و سلم- و حرمانا للشيطان من الأكل معك، لأنك إذا تركتها أكلها الشيطان.

Bila terjatuh suatu makanan, kurma, atau semisalnya di atas alas makan (seperti taplak meja, atau yang sejenisnya,pent) maka ambillah kembali .. dan bersihkanlah apa yang menempel dari kotoran, jikalau ada kotoran padanya, seperti debu, serpihan-serpihan kayu, kemudian makanlah.

Hal ini sebagai bentuk :
– rendah hati karena Allah,
– mengikuti perintah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam, dan
– menghalangi agar setan tidak ikut makan bersamamu,

karena jika kamu biarkan makanan tersebut terjatuh, setan pun akan memakannya.

(Syarah Riyadhush Sholihiin – 2/265)

==============
==============
Berikut ini adalah dalil dari beberapa hadits shohih terkait adab makan & menghalangi setan dari ikut makan bersamamu :

1. Makan Dengan Tangan Kanan

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Jika seseorang diantara kalian makan, hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika dia minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula..” (HR. Muslim no. 3764)

2. Membaca BISMILLAH Saat Masuk Rumah & Saat Sebelum Makan Agar Setan Tidak Bisa Ikut Menginap & Tidak Bisa Ikut Makan

3. Setan Akan Menguasai Makanan Yang Tidak Dibacakan Bismillah Oleh Orang Yang Hendak Makan Makanan Tersebut

4. Setan Selalu Menghadiri Gerak Gerik Manusia Termasuk Saat Makan

5. Mengambil Makanan Yang Terjatuh Agar Tidak Dimakan Setan & Sunnah Menjilat Jari Tangan Setelah Makan

6. Ridho Allah Bagi Orang Yang Mengucapkan Bismillah Sebelum Makan & Alhamdulillah Setelah Makan

7. Tidak Ada Keberkahan Pada Makanan Yang Tidak Diucapkan Bismillah Sebelum Dimakan

8. Bacaan Ketika Lupa Membaca BISMILLAH Sebelum Makan

9. Dzikir Saat Hendak Makan Buka Puasa

10. Dzikir Setelah Makan

Jangan Sangka Mereka Diam

Allah Ta’ala berfirman,

يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙ (٤)

“Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya..” (Qs Az-Zalzalah ayat 4)

Imam Mujahid rohimahullah menafsirkan, “Mengabarkan manusia tentang apa yang mereka lakukan di atasnya..” (Tafsir Ath Thobari)

Kursi yang kita bermaksiat di atasnya..
Pepohonan dan bebatuan demikian pula tanah yang kita pijak…
Semua akan bersaksi pada hari kiamat..
Tentang ketaatan atau kemaksiatan yang kita lakukan..

Maka jangan kita sangka mereka diam..
Tapi kelak mereka akan berbicara dengan perintah Robbnya..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Dunia Bukan Tempat Tinggal Seorang Muslim

Syaikh Sholeh al-Fauzan  hafizhohullah,

‏الدنيا ليست دارًا للمسلم، إنما دار المسلم هي الجنة، وهو وُجد في الدنيا من أجل أن يعمل للجنة.

Dunia bukan negeri tempat tinggal bagi seorang muslim. Tempat tinggal seorang muslim yang sebenarnya hanyalah surga. Dia diciptakan di dunia ini agar beramal untuk meraih surga..

(Syarh al-Arba’in, hlm. 285)

Menebar Cahaya Sunnah