Bagaimana Merapatkan Shoff Ketika Sholat Berjamaa’ah ?

Ust. Ibnu Muchtar, حفظه الله

Alhamdulillah..sholawat dan salam untuk Rosululloh..amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya cintai, berikut tuntunan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam merapatkan shoff ketika sholat berjamaa’ah. Semoga Alloh memberikan kefahaman dan manfaatnya untuk kita semua, aamiin

Dari Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Rapatkanlah shoff kalian. Sesungguhnya aku dapat melihat kalian dari balik punggungku. Dan adalah seorang kami merapatkan pundaknya dengan pundak temannya dan kakinya dengan kaki temannya. [HSR. Bukhori no. 725]

Nu’man bin Basyr rodhiyallohu ‘anhu berkata, “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam berdiri menghadap orang-orang seraya mengatakan : “Luruskanlah shof-shof ( beliau mengulanginya sebanyak tiga kali ). Demi Alloh kaliau meluruskan shof-shof kalian atau Alloh akan menceraiberaikan hati kalian.”  Nu’man berkata :

فَرَأَيْتُ الرَّجُلَ يَلْزَقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَرُكْبَتَهُ بِرُكْبَةِ صَاحِبِهِ وَكَعْبَهُ بِكَعْبِهِ

“Maka aku melihat seseorang menempelkan bahunya dengan bahu temannya,menempelkan lututnya dengan lutut temannya dan menempelkan mata kaki dengan mata kaki temannya.” [HSR. Abu Dawud dalam sunannya no. 662]

Saudaraku, apa yang dilakukan para sahabat ketika meluruskan shof dan  merapatkannya merupakan teladan yang harus kita ikuti. Mereka telah melakukannya di hadapan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan beliau tidak menegurnya. Hal itu menunjukkan bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam menyetujui apa yang dilakukan para sahabat. Dan inilah cara meluruskan shof dan merapatkannya yang sempurna dan dikehendaki syariat, meluruskan shof dan merapatkannya seperti malaikat berbaris di hadapan Alloh ‘Azza wa Jalla.

Semoga catatan sederhana ini bermanfaat dan termasuk amal sholeh

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

Uuuh, Capeeek Sekali…

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat, betapa sering kata kata semacam ini terucap dari lisan kita. Apapun alasannya, tetap saja rasa capek adalah bukti bahwa anda lemah, dan seberat apapun pekerjaan yang anda lakukan, toh tetap saja itu bukti nyata bahwa anda lemah.

يُرِيدُ اللهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمْ وَخُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفًا

Allah hendak memberi keringanan kepada kalian, sedangkan manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah ( An Nisa 28)

Namun demikian, mengapa kadang kala ada kesombongan dalam diri kita? Betapa sering saya dan juga anda merasa lebih baik, bahkan paling baik ? Betapa sering hati kita, saya dan juga anda kaku dan angkuh sehingga malas untuk meminta pertolongan kepada Allah, Dzat yang Maha Kuasa?

Sering kali, saya dan juga anda hanya “terpaksa” meminta pertolongan kepada Allah dengan berdoa bila telah terjatuh, gagal, dan mengalami kesusahan?

Mengapa selama ini, di saat lapang, lancar, dan kaya ada kemalasan untuk berdoa memohon pertolongan kepada Allah? Bahkan barang kali kita berkata: begini saja masak saya harus berdoa’? Subhanallah.

Sobat, lisan kita selalu mengucapkan :

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.

Walau demikian, nyatanya kita hanya merasa perlu kepada pertolongan Allah, ketika telah gagal, atau terancam gagal.

Tidakkah kita pernah mendengar pesan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada sahabat Ibnu Abbas:

تعرف إلى الله في الرخاء يعرفك في الشدة

Dekatkanlah dirimu kepada Allah di saat engkau lapang, niscaya Allah mengenalimu (menolongmu) di saat engkau dalam kesusahan.(Al Hakim dll)

Nasehat Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri MA حفظه الله تعالى

Waspadai Perayaan Valentine

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Carilah sejarah valentine niscaya Anda dapati semuanya berasal dari sejarah Kristen. Satu hal ini sudah cukup sebagai alasan untuk menolak perayaan valentine.

Lebih berbahaya lagi, ikutnya seorang muslim dalam perayaan valentine menunjukkan hilangnya aqidah wala’ wal bara’. Hal ini bisa menjerumuskan seseorang kepada kekufuran.

Ditambah lagi, didalam perayaan itu sendiri penuh dengan maksiat yang dimurkai Allah. Bebasnya pergaulan muda-mudi, pacaran hingga perzinaan. Naudzubillah. Semuanya berdalih dengan kasih sayang. Begitu murahnya konsep kasih sayang yang mereka tawarkan. Seorang muslim yang masih berada dalam fitrahnya akan menolak perayaan valentine.

Akan tetapi, musibah ini semakin menjadi. Semakin banyak para pemuda-pemudi islam yang latah ikut merayakannya, karena miskin ilmu dan hawa nafsu yang menguasai meraka.

Selamatkan diri dan keluarga Anda darinya ! simak nasehat Ust Badrusalam.
Klik
http://m.salamdakwah.com/videos-detail/valentine-day–.html

– – – – – •(*)•- – – – –

Penyakit Nanti

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata:
 : ” إِيَّاكَ وَالتَّسْوِيفَ فَإِنَّكَ بِيَوْمِكِ وَلَسْتَ بِغَدِكَ قَالَ : فَإِنْ يَكُنْ غَدٌ لَكَ فِكِسْ فِيهِ كَمَا كِسْتَ فِي الْيَوْمِ , وَإِلا يَكُنِ الْغَدُ لَكَ لَمْ تَنْدَمْ عَلَى مَا فَرَّطْتَ فِي الْيَوْمِ ” .
jauhi taswif (nanti)..
karena kamu sedang berada di hari ini..
bukan di hari esok..
bila esok masih menjelang..
maka lakukan seperti yang kamu lakukan di hari ini..
bila esok tidak menjelang..
kamu tidak akan menyesali perbuatanmu di hari ini..

nanti..
penyakit yang menghinggapi penuntut ilmu..
ketika ada kesempatan..
ia berkata: nanti sore saja..
ketika sore menjelang..
ia berkata: nanti saja besok..
demikianlah setan..
memberikan angan-angan..
agar kita terluput dari kebaikan..

say no to nanti..

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

MUTIARA SALF : Ikhlas Dan Berbaik Sangka

كان طلحة بن عبدالرحمن بن عوف

أجود قريش في زمانه فقالت له امرأته يوما : ما رأيت قوما أشدّ لؤْما منْ إخوانك . قال : ولم ذلك ؟ قالت : أراهمْ إذا اغتنيت لزِمُوك ، وإِذا افتقرت تركوك ! فقال لها : هذا والله من كرمِ أخلا‌قِهم ! يأتوننا في حال قُدرتنا على إكرامهم.. ويتركوننا في حال عجزنا عن القيام بِحقِهم

Tholhah bin ‘Abdirrahman bin ‘Auf adalah orang yang paling dermawan di kalangan Quraisy di zamannya.

Suatu hari istrinya berkata kepadanya, “Aku tidak pernah melihat orang yang paling tidak tahu terima kasih dari teman-temanmu.”

Tholhah berkata, “Mengapa begitu..?”

Istrinya berkata, “jika kamu sedang kaya, mereka mendekatimu, dan jika kamu sedang tidak punya, mereka meninggalkanmu..”

Tholhah berkata, “Demi Allah, ini mungkin dari kebaikan akhlak mereka. Mereka datang dikala kita dapat memuliakan mereka, dan meninggalkan kita ketika kita tidak mampu melaksanakan hak mereka..”

علّق على هذه القِصة الإ‌مام الماوردي فقال : انظر كيف تأوّل بكرمه هذا التأويل حتى جعل قبيح فِعلهم حسنا ، وظاهر غدرِهم وفاء. وهذا والله يدل على ان سلا‌مة الصدر راحة في الدنيا وغنيمة في الآ‌خرة وهي من أسباب دخول الجنة (ونزعنا ما في صدورهم من غل إخوانا على سرر متقابلين )

Imam Al Mawardi rohimahulah memberi komentar kisah ini. Beliau berkata, “Lihatlah, bagaimana kemuliaannya membuat ia berbaik sangka, sehingga ia memandang buruknya perbuatan mereka menjadi baik..”

Ini demi Allah menunjukkan kepada keselamatan hati..
Ia adalah ketenangan di dunia, dan keberuntungan di akherat..
Dan ini adalah salah satu sebab masuk ke dalam surga..

Allah berfirman:

ونزعنا ما في صدورهم من غل إخوانا على سرر متقابلين

“Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka.. mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan..”

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrussalam Lc  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

850. Makna Mujiibas Saailin

850. BBG Al Ilmu – 357

Tanya:
Apa arti dari kata “mujibasailiin ” ?

Jawab:
Makna “Mujiib” = Yang Maha Mengabulkan/Menjawab.

Makna “Saailiin” = Orang-Orang yang meminta/memohon/berdoa.

Jadi, Mujiibas Saailiin artinya = “Yang Maha Mengabulkan segala permintaan orang yang meminta.”

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

849. Mengharamkan Mata Uang Rupiah, Riyal, Dll

849. BBG Al Ilmu – 425

Tanya:
Di media sosial saat ini ada suatu kelompok yang nampaknya mengajak ke kehidupan yang lebih berdasarkan syari’at.

Tapi ada satu hal yang mengusik pemikiran saya yaitu mereka membuat dan memasarkan dinar & dirham. Mereka menganggap penggunaan dinar & dirham itu berdasarkan sunnah Rasulullah. Selain dari itu, mereka mengharamkan penggunaan uang kertas (rupiah, riyal, dollar dll). Pertanyaannya, apa hal ini ada dasarnya dalam syari’at?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, حفظه الله

Dinar dan dirham adalah mata uang kejayaan Islam. Kalau orang sekarang mau pakai Dinar dan Dirham harus jaya dulu. Jaya akidah nya. Jaya akhlak nya. Jaya segala nya, dan bukan berarti mata uang lain haram. Tidak boleh mengharamkan sesuatu yang halal.

Hukum asal muamalah adalah halal. Bila haram pasti ada dalil pengharaman nya. Seperti haram nya anjing babi dst.

Jika tidak ada dalil maka tidak boleh mengharamkan sesuatu yang dibolehkan.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

848. Membaca Shalawat Ketika Imam Duduk Setelah Khutbah Pertama

848. BBG Al Ilmu

Tanya:
Ditempat ana setiap jum’atan, saat khatib duduk diantara khutbah pertama dan khutbah kedua, muadzin selalu membaca sholawat dengan keras, apa hukumnya ustadz ? Ada gak dalilnya ?

Jawab:
Ust. Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله

Tidak ada sunnahnya alias bid’ah.

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

847. Shalat Jum’at Tanpa Khutbah Jum’at

847. BBG Al Ilmu – 235

Tanya:
Jum’at minggu lalu, Saya sholat Jum’at di sebuah desa di daerah Tangerang (Desa Gaga). Pada pelaksanaan sholat tersebut, ternyata tidak ada khutbah Jum’at nya, dan yang lebih aneh lagi, setelah sholat Jum’at 2 raka’at, Imam meneruskan sholat Dzuhur 4 raka’at di ikuti oleh Jama’ah (bagi yang tidak mengikuti, langsung pulang / keluar masjid). Dalam kasus ini, bagaimana penjelasan nya Pak Ustadz ? Mohon penjelasan nya.

Jawab:
Ust. Rochmat Supriyadi, حفظه الله

Syariat sholat jum’ah yang di ajarkan Nabi صلى الله عليه وسلم adalah didahului adzan dimana Imam naik mimbar untuk khutbah yang dilanjutkan sholat 2 rakaat. Adapun yang di tanyakan di atas tidak sesuai syariat dan tidak benar dan tidak sah. Barang kali anda salah masuk masjid milik kelompok tertentu yang mana ajarannya menyimpang.

Adapun sholat anda karena tidak sesuai syariat maka meng-qodho dengan melakukan shalat dhuhur 4 rakaat.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

846. Menerima Imbalan

846. BBG Al Ilmu – 349

Tanya:
Ana seorang polisi, yang salah satu tugas ana adalah melakukan pengamanan dan pengawalan. Yang mau ana tanya, apa hukum ana menerima uang hasil pengawalan, contoh ana sedang mengawal sebuah perusahaan dalam membagikan Gaji, setelah tugas ana selesai ana di beri imbalan berbentuk uang hasil pengawalan ana, apa status uang tersebut, sedangkan pengawalan yang ana laksakan atas pimpinan (kapolsek) ana, dan jelas pimpinan ana mengetahui hal tersebut.

Jawab:
Ust Fuad Hamzah Baraba’ حفظه الله :

Sebenarnya sama dengan risywah tapi Sebaiknya uang hasil pengawalan tersebut diserahkan kepada pimpinan. Nanti terserah gimana pimpinan saja.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Menebar Cahaya Sunnah