783. Tj Keutamaan Surat Al Mulk

783. BBG Al Ilmu – 319

Tanya:
Apakah benar, kalo kita membaca surat al-mulk setiap hari, bisa menyelamatkan kita dari siksa kubur ?

Jawab:
Terdapat beberapa hadits shahih mengenai keutamaan Surat Al Mulk, seperti hadits berikut ini:

Dari Anas bin Malik
radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):

“Satu surat dalam Alquran yang hanya (terdiri dari) tiga puluh ayat akan membela orang yang selalu membacanya (di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala) sehingga dia dimasukkan ke dalam surga, yaitu surat: “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan.”

(HR. Ath-Thabarani dinyatakan shahih oleh Al-Haitsami dan Ibnu Hajar dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jaami’ish Shagir no. 3644).

Sedangkan hadits yang mengatakan bahwa seseorang yang membaca surat Al Mulk dapat terhindar dari siksa kubur adalah riwayat yang mauquf, yaitu hanya perkataan ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, tidak sampai ke Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Namun demikian Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih. Syaikh Al Albani juga mengatakan bahwa hadits tersebut hasan sebagaimana dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib (1589).

Keutamaan surat Al Mulk yang disebutkan dalam riwayat Ibnu Mas’ud adalah:

1. Surat Al Mulk disebut dengan surat al Mani’ah, yaitu penghalang dari siksa kubur jika rajin membacanya di malam hari.

2. Membaca surat Al Mulk di malam hari adalah suatu kebaikan.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/belajar-islam/tafsir-al-quran/3102-keutamaan-surat-al-mulk-mencegah-dari-siksa-kubur.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

782. Tj Menyebarkan Info Acara Operasi Gratis

782. BBG Al Ilmu – 319

Tanya:
Mau nanya tentang memberikan info tentang “Dalam rangka ulangtahun ke 25 RS Mitra Keluarga Group, RS Mitra Keluarga Cibubur mengadakan serangkaian bakti sosial berupa :
1. Pengobatan massal
2. Sunatan massal
3. Operasi katarak
4. Operasi hernia
5. Operasi bibir sumbing
6. Operasi jantung bawaan
7. Operasi hidrosefalus
8. Operasi prostat
9. Kateterisasi jantung
Pendaftaran di RS Mitra Keluarga Cibubur…”

Apakah meneruskan info diatas diperbolehkan? satu sisi sosial, satu sisi perayaan.

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, حفظه الله

Amal kegiatan diatas adalah baik, hanya saja niat nya perlu di luruskan, bukan karena ultah/ yamg lain. Dan niat seperti itu bisa di rubah masing2. Dan acara ultah tersebut tidak ada kaitan dengan agama, secara otomatis gugur tidak teranggap.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Sumber-Sumber Maksiat

Ust. Djazuli, حفظه الله

Seluruh maksiat & perbuatan dosanya baik yg besar maupun yg kecil berasal dari 3 sumber maksiat:

1. Bergantung kpd selain Allah, puncaknya adalah syirik

2. Emosional, puncaknya adalah pembunuhan

3. Terlalu mengumbar nafsu, puncaknya adalah zina

Allah Jalla wa’ala telah menyebutkan semua itu dalam ayat-Nya yg mulia “Dan yg tdk pernah beibadah kpd selain Allah, tdk membunuh jiwa yg Allah haramkan kecuali dgn alasan yg benar & tdk berzina” Al-Furqon:68

Untuk mengatasi semua itu adalah dengan:

1.iman kpd Allah (ilmu yg benar, pemahaman yg benar & amal saleh)

2. Banyak berserah diri kpd Allah

3. Senantiasa menjauhi segala hal yg memancing syahwat

4. Berusaha untuk selalu meredam emosi & tdk pernah menyimpan dendam

Dalam hal ini Allah berfirman,
” Apa yg telah kalian raih sekecil apapun adalah perhiasan kehidupan Dunia sedangkan apa yg ada disisi Allah adalah lebih baik & lebih abadi bagi orang-orang yg beriman, senantiasa berserah diri kpd Rabb mereka, selalu menghindari setiap perbuatan keji sekecil apapun & selalu berupaya meredam emosi” As-Syura: 36-37.

Semoga bermanfaat!

Lihat Al-Fawaid karya Ibnul Qoyyim Hal. 132-133

 Ditulis oleh Ustadz Jazuli, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Antara Hasil Dan Ikhtiar

Ust. Djazuli, حفظه الله

Seharusnya seorang muslim tatkala berikhtiar harus tetap menjaga hatinya kepada Allah & jangan sekali-kali mengarahkan hatinya kepada apa yang dilakukannya, sehebat apapun itu..

Hal itu untuk menjaga kekuatan hati agar siap menerima hasil apapun yang Allah takdirkan..

Ibnul Qoyyim pernah bertutur,” Silahkan anda melakukan sebab apapun yg terbaik, tetapi kosongkan selalu hatimu dari semua sebab itu agar tetap terarah kepada Allah.”

Sehebat apapun ikhtiar manusia. Namun ia harus tetap mengantungkan hatinya kepada Allah..

Bukankankah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah tersihir, padahal beliau adalah orang yang paling berdzikir..??

Peristiwa yang pernah beliau alami memberikan pelajaran penting kpd Qt semua bahwa setiap hamba harus menyadari dan menyakini bahwa..

Setinggi apapun ilmunya & sehebat apapun amalannya boleh saja berikhtiar sebaik mungkin, Namun hasil akhir, tetap Allah jualah yg menentukan..

Manusia hanya berikhtiar, ttp hati harus tetap tertuju kpd Allah, dgn keyakinan bahwa Dia pasti akan memberikan hasil yang terbaik kpd hamba-Nya..

Ya Allah jadikanlah kami sebagai hamba-Mu yang selalu berserah diri kepadaMu..!!

 Ditulis oleh Ustadz Jazuli, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Kapan Dikatakan Sabar

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

• Hikmah Fajar

Seorang dikatakan telah sabar menerima musibah apabila telah melakukan hal-hal berikut,

1. Tidak ada dihatinya perasaan buruk sangka kepada Allah dan takdirnya.

2. Amalannya tidak melakukan perbuatan yang dilarang Allah.

3. Lisannya tidak mencela Allah, takdirnya atau masa, bahkan lisannya mengucapkan, ‘Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un’ sebagaimana dalam ayat diatas.
 
Akan lebih baik lagi bila ditambah dengan doa yang diajarkan Rasululah kepada kita dalam hadits Ummu Salamah,
 
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

“Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Tidak ada seorang muslim yang tertimpa musibah lalu menyatakan apa yang Allah perintahkan, ‘Innaa lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un Allahumma’ Jurni fi mushibatie wa Akhlif li Khairan minha.’ Kecuali Allah gantikan baginya yang lebih baik.” (HR. Muslim).
 
Mudah-mudahan kita dapat mendapatkan tingkatan tertinggi dari tingkatan sabar dan paling tidak kita masih ditetapkan sebagai orang yang sabar.

Selamat berlatih sabar.

Nilai Waktu

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:
 
Membuang-buang waktu lebih berat daripada kematian; karena membuang-buang waktu memutusmu dari Allah dan negeri akherat.

Sedang kematian memutusmu dari dunia dan penduduknya.

Dunia semuanya awal sampe akhir tidak akan setara dengan duka sesaat, bagaimana dengan duka sepanjang umur?
 
Sumber: Fawaa’I’d al-Fawaa’I’d hlm 853

• Ustadz Kholid Syamhudi, Lc

Sifat Qalbu Yang Menerima Ilmu

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Syeikhul Islam Ibnul Taimiyah -Rahimahullah- berkata:
 
Sampai kepada kami dari para salaf, pernyataan: “Kalbu adalah bejana Allah di bumiNya, maka yang paling Allah cintai adalah yang paling halus dan paling bersih”. Ini adalah permisalah yang bagus, karena kalbu apabila halus lembut, maka bisa menerima ilmu dengan mudah sekali dan ilmu akan masuk dan kokoh serta berpengaruh padanya.
 
Apabila kalbu itu keras lagi kasar, maka menerima ilmu dengan susah dan sukar.
 
Kalbu yang halus lembut tersebut harus disertai juga dengan kalbu yang kecerdasan, bersih dan sehat hingga ilmu bisa tumbuh dan menghasilkan buah yang bagus. Apabila tidak seandainyapun menerima ilmu dan ada kekotoran dan keburukan maka hal itu merusak ilmu, itu seperti hama di tanaman pertanian, kalau tidak mencegah biji tumbuh tentu menghalanginya untuk tumbuh dan berbuah. Ini cukup jelas bagi ulul abshaar. 

Sumber: Majmu’ Fatawa 9/513. 

– – – – – •(*)•- – – – –

Apakah Membangun Nisan Merupakan Tanda Bakti Anak Terhadap Orang Tuanya ?

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma dia berkata:
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya.”(HR. Muslim no. 970)

Dari Abu Al-Hayyaj Al-Asadi dia berkata: Ali bin Abu Thalib berkata kepadaku:
أَلَا أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ
“Maukah kamu aku utus sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengutusku? Hendaklah kamu jangan meninggalkan gambar-gambar kecuali kamu hapus dan jangan pula kamu meninggalkan kuburan kecuali kamu ratakan.” (HR. Muslim no. 969)

Fadhalah bin Ubaid radhiallahu anhu berkata:
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ بِتَسْوِيَتِهَا
“Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakannya (kuburan).” (HR. Muslim no. 968)

Kemudian disebutkan dalam sebuah hadits Jabir dengan sanad yang hasan akan dibolehkannya meninggikan kuburan maksimal sejengkal, jika dikhawatirkan dia bisa terinjak atau dihinakan karena tidak diketahui kalau di situ adalah kuburan.
Tp meninggikan hanya dg tanah.. Jangan dg material lainnya lain dari toko besi atau sejenisnya..

Www.abu-riyadl.blogspot.com

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Buruknya Perselisihan

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسْ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، خَادِمُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى  اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِه

[رواه البخاري ومسلم]

Terjemah hadits :

Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.

(Riwayat Bukhori dan Muslim dari hadits arbain nawawi)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits :

1.       Seorang mu’min dengan mu’min yang lainnya bagaikan satu jiwa, jika dia mencintai saudaranya maka seakan-akan dia mencintai dirinya sendiri.

2.     Menjauhkan perbuatan hasad (dengki) dan bahwa hal tersebut bertentangan dengan kesempurnaan iman.

3.     Iman dapat bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

4.     Anjuran untuk menyatukan hati. Dan betapa buruknya perselisihan hati dan permusuhan

5. Permusuhan dg seorang mu’min karena urusan duniawi dapat membuat iman tidak sempurna bahkan berkurang.

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Harta Wasiat

Seseorang terkadang membuat washiyat ketika hidup..

Bahwa sebagian hartanya untuk ini dan itu.. Hal ini boleh bahkan termasuk sedekah.. Walaupun sebenarnya Allah telah menetapkan warisan kpd keluarganya dg jatah terperinci dalam surat annisa’ ayat 11 dan 12

Maka sebaiknya kita memahami makna Harta Washiyat itu apa?
Yaitu pesan seseorang untuk memberikan hartanya kpd seseorang jika (setelah) pemberi washiyat telah wafat

Syarat yg secara syariah islam sebagai berikut:
1. perpindahan kepemilikan harta washiyat akan terjadi setelah pemwashiyat meninggal dunia.

2. Harta wasyiyat tidak boleh lebih dari 1/3 total harta mayit.. Dan jika terjadi lebih dariv1/3 maka itu penentunya adalah ahli waris apakah mereka membolehkan atau tidak. Namun kewajiban menunaikannya hanya 1/3 saja

3. washiyat tidak boleh diwashiyatkan untuk ahli waris Karena pewaris telah mendapat jatah dari pembagian harta warisan dari Allah.. Kecuali jika seluruh ahli waris lainnya membolehkan washiyat itu untuknya..

4. Jika si pemwasiat membatalkan washiyatnya sebelum ia meninggal maka hukumnya Boleh. Karena harta washiyat berbeda shifat dg harta hibah(pemberian) krn hukum harta hibah tidak boleh ditarik kembali.

Di indonesia sering terjadi kesalah pahaman antara makna harta warisan dan harta washiyat..
Bahkan washiyat telah dianggap harus ditunaikan jika ortu memwashiyatkan pembagian harta warisan kepada anak anaknya sesuai kebijaknnya.. Padahal itu bukanlah kewajiaban, namun sebaiknya hukum warisan mengikuti hukum waris dalam alqur’an..

Maka kita dapati dalam sejarah islam awal.. Bahwa washiyat itu sering disebutkan untuk orang yg tiada hubungan kerabat dg si mayit.. Namun mereka adalah orang orang yg tak mampu, atau tempat yg digunakan sebagai amal jariyah.. Atau orang lain yg ia hormati atau kawan dekat sebagai sahabatnya.. Dll

By. Abu riyadL.

Menebar Cahaya Sunnah