Istighfar

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إنَّه لَيُغَانُ علَى قَلْبِي، وإنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ في اليَومِ مِائَةَ مَرَّةٍ“

“Sesungguhnya hatiku terkadang lalai, dan sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah seratus kali dalam sehari..”

(HR Muslim)

Sebagian ulama mengatakan bahwa makna “layughoonu” adalah kelalaian yang menimpa hati. Karena kebiasaan Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam senantiasa mengingat Allah.

Demikianlah.. Saat seorang insan telah merasakan kenikmatan dzikir di hatinya…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Sekiranya

Sekiranya peluang kita untuk berbuat dosa hanya sekali tak boleh berulang dan Allah langsung menjatuhkan siksanya pada kita, niscaya habis binasa dan punahlah kita semua.

“Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan dosanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk pun, akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya..”

(Qs. Fathir:45)

Sekiranya Allah harus mencabut nyawa kita tatkala melakukan maksiat dan dosa, niscaya telah binasalah kita semua.

Sekiranya Allah menyingkap dosa-dosa yang kita lakukan, membeberkannya pada orang-orang terdekat kita seperti anak, istri maupun kerabat dan teman yang akrab dan mengenal kita, niscaya putuslah segala hubungan, dan dijauhkanlah kita dari komunitas mereka, hidup terisolir dalam benteng dosa dari manusia.

NAMUN, DIA ALLAH ROBB KITA, yang senantiasa melihat, mendengar dan menyaksikan segala perbuatan dosa kita, belas kasih pada kita, tutup rapat aib-aib kita, beri tenggang pada kita untuk bertaubat, dan memperbaiki diri.

DIALAH ROBB KITA, yang segala kebaikan dan rahmat-Nya turun setiap saat pada kita, tak pernah abaikan kita, apalagi memutus rezeki kita, sementara yang naik pada-Nya adalah dosa-dosa kita, perbuatan dan omongan buruk kita, dan kufur nikmat kita.

DIA DICELA DAN DIFITNAH sang hamba, dikatakan memiliki anak dan istri, dikatakan kikir dan fakir oleh musuh-musuh-Nya dari golongan Nashara dan Yahudi, tapi tetap mengayomi mereka dengan segala nikmatnya..

Subhanaka ya Robb, ampuni kami hamba-hambamu yang selalu berdosa dan kufur dengan nikmat-nikmatmu, sucikan diri kami, buat kami benci pada kemaksiatan, dosa dan kekufuran. Matikan kami dalam kebaikan dan taubat..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

Hati Yang Selamat

Allah Ta’ala berfirman,

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ

“(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,

إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat..”

(Ash-Shu’aroo: 88 – 89)

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

والقلب السليم هو الذي سَلِمَ من الشرك والغِل والحقد والحسد والشح والكِبْر وحب الدنيا والرياسة، فسَلِمَ من كل آفة تبعده عن الله،وسلم من كل شبهة تعارض خبره، ومن كل شهوة تعارض أمْره، وسلم من كل إرادة تزاحِم مُراده

“Hati yang selamat adalah hati yang selamat dari :
– syirik,
– dengki,
– hasad,
– kikir,
– sombong,
– cinta dunia dan kedudukan..

ia selamat dari setiap penyakit yang menjauhkannya dari Allah..

selamat dari setiap syubhat yang bertentangan dengan dalil..

selamat dari setiap syahwat yang bertabrakan dengan perintah-Nya..

dan selamat dari setiap keinginan yang berlawanan dengan keinginan-Nya..”

(Ad Daa wad Dawaa hal. 219)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akhlak Yang Baik

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ما شيءٌ أثقلُ في ميزانِ المؤمِنِ يومَ القيامةِ مِن خُلُقٍ حسَنٍ، فإنَّ اللَّهَ تعالى ليُبغِضُ الفاحشَ البَذيءَ

“Tidak ada sesuatupun yang paling berat dalam timbangan dari akhlak yang baik. Dan sesungguhnya Allah membenci orang yang buruk akhlak dan buruk ucapan..”

(HR At Tirmidzi no 2002)

Al Fudhail bin Iyadh rohimahullah berkata,

ولأن يصحبني فاجر حسن الخلق أحب إلي من أن يصحبني قارىء سيء الخلق، إن الفاسق إذا كان حسن الخلق عاش بعقله، وخف على الناس وأحبوه، وإن العابد إذا كان سيء الخلق، ثقل على الناس ومقتوه .

“Lebih aku sukai yang menemaniku orang yang fajir tapi bagus akhlaknya dari pada ahli ibadah tapi buruk akhlaknya..

Karena orang fasik yang baik akhlaknya hidup dengan akalnya, ringan untuk manusia dan dicintai oleh mereka. Sedangkan ahli ibadah bila buruk akhlaknya membuat berat manusia dan dibenci oleh mereka..”

(Mawa’idz Sholihin hal 135)

Keindahan akhlak lebih baik dari banyaknya ibadah..
Karena akhlak yang baik adalah diantara amal yang paling berat timbangannya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tanda Ilmu Yang Bermanfaat

Syaikh Bakr Abu Zaid rohimahullah berkata,

تساءل مع نفسك عن حظك من علامات العلم النافع، وهى:
العمل به.
كراهية التزكية والمدح والتكبر على الخلق.
تكاثر تواضعك كلما ازددت علماً.
الهرب من حب الترؤس والشهرة والدنيا.
هجر دعوى العلم.
إساءة الظن بالنفس، وإحسانه بالناس تنزها عن الوقوع بهم

Tanyalah dirimu, adakah tanda-tanda ilmu yang bermanfaat pada dirimu :

1. Mengamalkan ilmu.

2. Tidak suka pujian dan tidak bersombong diri.

3. Semakin banyak ilmu semakin tawadhu.

4. Lari dari mencintai kedudukan, ketenaran dan cinta dunia.

5. Tidak mengaku diri berilmu.

6. Suuzhon kepada diri sendiri dan husnuzhan kepada orang lain.

(Hilyah Tholibil ‘Ilmi hal. 71)

✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menebar Aib

● Imam Asy Syafi’i rohimahullah berkata,

“Siapa yang menasehati saudaranya secara empat mata maka ia telah menasehati dan menghiasinya.. dan siapa yang menasehati dengan terang-terangan maka sama dengan menjelekkan dan merusak citranya..”

(Ihya Ulumuddin 2/182)

● Al Hafidz Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

إخراجُ السوء وإشاعتُه في قالب النصح، فهو يُظهر الشَّفَقَةَ والتألُّم لحال المنصوح، وفي الباطن إنما غرضه التعيير والأذى، فهذا من إخوان المنافقين الذين ذمهم الله؛

“Membongkar keburukan (seseorang) dan menyebarkannya dengan kedok nasehat. Ia memperlihatkan rasa kasihan dan sedih kepada orang yang dinasehatinya, padahal di batinnya ia ingin menjelekkannya.. ini adalah perbuatan kaum munafiqin yang Allah cela..”

(Al Farqu Bayna Ta’yir Wanashihah)

Betapa banyaknya jenis ini di zaman ini..

Ia tebar nasehatnya untuk seseorang di media sosial..
dengan dalih dalam rangka menasehati..
padahal perbuatannya tersebut sebetulnya menebar aib..

Semoga Allah melindungi kita dari sifat demikian..

Kecuali bila pelakunya melakukan kemungkaran secara terang terangan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Penyebab Su’ul Khotimah

Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

إنَّ خاتمة السوء،
‏ تكون بسبب دسيسة باطنة للعبد،
‏لا يطَّلع عليها الناس

“Sesungguhnya su’ul khotimah disebabkan oleh penyakit yang ada di batin seorang hamba yang tidak diketahui oleh manusia..”

(Jami’ul Ulum wal Hikam 1/57)

Terkadang..
Seseorang terlihat sholeh di hadapan manusia..
Namun saat sendiri ia memaksiati Allah..

Terkadang..
Seseorang menampilkan amalnya kepada manusia..
Sehingga manusia memujinya..
Sementara hatinya riya berharap pujian manusia..

Ada lagi orang yang ikhlas saat beramal..
Namun tertimpa ujub dan sombong setelah beramal..

Ada lagi yang tertipu dengan banyaknya amal yang ia lakukan..
Lalu ia memandang remeh maksiat dan melakukannya..
Ternyata ajalnya menjemput saat ia bermaksiat..

Itu semua penyakit batin yang membinasakan.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tips Bagi Penuntut Ilmu

Imam Ibnu Syihab Az Zuhri rohimahullah berkata,

إن هذا العلم إن أخذته بالمكاثرة غلبك، ولم تظفر منه بشيءٍ، ولكن خذه مع الأيام والليالي أخذاً رفيقاً تظفر به

“Ilmu ini jika kamu ambil sekaligus banyak akan membuatmu lemah dan kamu juga tidak akan mendapat apa apa. Tapi ambillah sedikit demi sedikit bersama berlalunya malam dan hari niscaya kamu akan berhasil..”

(Hilyatul Auliya’ 3/364)

Beliau juga berkata,

من طلب العلم جملة فاته جملة، وإنما يدرك العلم حديث وحديثان

“Siapa yang menuntut ilmu sekaligus, maka akan hilang juga sekaligus. Tapi ilmu itu diraih satu atau dua hadits dahulu..”

(Al Jami karya Al Khathib no 452)

Cara ini memudahkan bagi para penuntut ilmu..
Karena kita tidak dituntut untuk menguasai seluruh ilmu..

Namun yang terpenting adalah kontinyu sampai akhir hayat..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Yakinlah

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ادعوا اللَّهَ وأنتُم موقِنونَ
‏بالإجابَةِ،
‏واعلَموا أنَّ اللَّهَ لا يستجيبُ
‏دعاءً من قلبٍ غافلٍ لاهٍ.

“Berdo’alah kepada Allah dalam keadaan kamu yakin diijabah. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengijabah do’a orang yang hatinya lalai..”

(HR Attirmidzi)

Saat berdo’a..
Yakinlah bahwa Allah pasti mengabulkan do’a kita..
Namun serahkan waktu pengabulannya kepada Allah..
Karena Dia lebih mengetahui dan Maha Kasih Sayang..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Agar Terjaga Semua Urusan

● Allah Ta’ala berfirman tentang lisan,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ (٧٠)

“Wahai orang-orang yang beriman..! bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar..”

يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا (٧١)

“niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu, dan barangsiapa mentaati Allah dan Rosul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung..”

(Qs. Al-Ahzab ayat 70-71)

● Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang sholat,

أولُ ما يحاسبُ بهِ العبدُ يومَ القيامةِ الصَّلاةُ ، فإنْ صَلَحَتْ ، صَلَحَ سائِرُ عَمَلِه ، و إنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سائِرُ عَمَلِه

“Pertama yang akan dihisab dari hamba adalah sholatnya. Jika sholatnya baik maka amal lainnya akan baik, dan jika sholatnya rusak maka amal lain pun ikut rusak..”

(Shohih Targhiib no 376 dari Anas bin Malik)

● Yunus bin Ubaid rohimahullah berkata,

“Ada dua perkara yang bila keduanya baik maka akan baik pula urusannya yang lain.. yaitu sholat dan lisannya..”

(Siyar A’lam Nubala 6 / 293)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah