Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى berikut ini :
All posts by BBG Al Ilmu
Betapa Banyak Orang Yang KURANG AKALNYA di Zaman Ini.. !!
Syeikh Majid Asy-Syaibah -hafizhahullah-:
“Sibuknya orang yang tidak ada pengaruhnya sama sekali pada suatu kejadian dengan mengikuti detil-detil beritanya adalah (bukti) kurang akalnya.
Kembangkanlah diri Anda dengan ilmu, atau amal, atau dengan keduanya, sehingga Anda bisa menjadi sesuatu yang berpengaruh pada peristiwa-peristiwa yang terjadi, kemudian silahkan sibukkan diri dengannya.
Tapi jika tidak demikian, maka cukuplah dari sebuah kalung bila dia telah melingkari leher”. (Karena panjangnya kalung yang berlebihan hanya akan menambah harga, tapi malah menghilangkan nilai hiasannya).
——
Mari muhasabah diri.. betapa banyak dari kita yang mengikuti FB, mengikuti perkembangan politik negara maupun dunia, mengikuti pertandingan sepakbola, atau motorGP, atau tontonan-tontonan yang lainnya yang tidak menambah ilmu, tidak menambah amal, dan kita tidak mempunyai pengaruh pada kejadian itu.
Tidakkah kita ganti dengan membaca Qur’an, atau berdzikir, atau bershalawat, atau membaca untuk menambah ilmu, atau amal nyata, atau melihat kajian ilmu, atau mendengarkannya… Dan masih banyak sekali kegiatan-kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi kita.
Sungguh umur ini modal paling mahal bagi kita, ia lebih berharga dari harta dunia, sebanyak apapun harta itu…
Karena orang yang masih punya waktu hidup tapi tidak punya harta, dia bisa mencari harta yang dia inginkan..
sedangkan orang yang punya harta -sebanyak apapun hartanya- tapi tidak punya waktu hidup, dia tidak akan bisa mencari atau membeli waktu sedikitpun.
Itulah firman Allah (yang artinya):
“Jika ajal mereka telah datang, mereka tidak akan bisa meminta diakhirkan sedikitpun, atau meminta diajukan (sedikitpun)” [Al-A’rof:34].
Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..
Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى
Siapakah Yang Berhak Berdiri di Shaff Pertama..?
عَنْ أَبِى مَسْعُودٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَمْسَحُ مَنَاكِبَنَا فِى الصَّلاَةِ وَيَقُولُ « اسْتَوُوا وَلاَ تَخْتَلِفُوا فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ لِيَلِنِى مِنْكُمْ أُولُو الأَحْلاَمِ وَالنُّهَى ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ». قَالَ أَبُو مَسْعُودٍ فَأَنْتُمُ الْيَوْمَ أَشَدُّ اخْتِلاَفًا.
Dari Abu Mas’ud ia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasanya mengusap pundak pundak (untuk meluruskan) kami ketika hendak sholat, beliau bersabda:
“Luruskan dan jangan berselisih niscaya hati kalian akan berselisih. Hendaklah yang berada di dekatku orang orang yang berilmu dan berakal kemudian setelahnya, kemudian setelahnya.” HR Muslim.
Imam An Nawawi rahimahullah berkata:
“Hadits ini menunjukkan bahwa hendaknya yang didahululan adalah orang orang yang lebih utama (dalam ilmu dan taqwa) lalu setelahnya. (Syarah shahih Muslim 4/155)
Inilah yang diamalkan oleh para shahabat. Imam An Nasai dan ibnu Khuzaimah meriwayatkan, bahwa Abbad bin Qais berkata, “Aku pernah sholat di shaff pertama di Madinah. Tiba tiba ada orang yang menarikku ke belakang lalu ia berdiri di tempatku.
Qais berkata, “Demi Allah aku tidak bisa memahami sholatku (karena kesal)”.
Setelah selesai sholat, ternyata ia adalah Ubayy bin Ka’ab. Ia berkata, “Hai pemuda, jangan menyusahkanmu. Sesungguhnya ini adalah perintah dari Nabi shallallahu alaihi wasallam kepada kami agar berada di belakang imam.”
Cobalah renungkan dan bandingkan dengan di zaman ini..
Terkadang anak anak pun berada di shaff pertama..
Orang orang yang tidak punya hafalan al Qu’ran dan orang orang yang notabene awam pun berdiri di shaff pertama..
Sementara para penghafal al Qu’ran dan orang berilmu berdiri di belakang…
Ini perkara yang tak sesuai sunnah tentunya…
Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى
Idiih, Kok Minta-minta Terus Sih..!
Sobat, bagaimana perasaan anda bila ada orang yang setiap hari meminta uang, atau makanan atau bantuan atau perhatian anda.
Apa yang akan anda lakukan kepada orang seperti itu ? anda menegurnya ? atau anda menghardik dan mengusirnya ? atau anda akan bersikap acuh tak acuh kepadanya ?
Sobat! Jangan kawatir, apapun yang anda lakukan pasti beralasan, anda mengusir dia juga wajar, menegurnya juga wajar, dan anda acuh kepadanya juga wajar, karena itulah manusia. Anda pasti menyadari bahwa diri anda juga butuh kepada harta yang ia pinta. Sebagaimana harta yang anda miliki juga terbatas.
Namun tahukah anda bahwa ternyata hingga saat ini anda melakukan hal yang serupa kepada Allah Azza wa Jalla. Setiap saat anda meminta, dan meminta kepada-Nya, bukankah demikian ?
Namun tenang sobat, Allah tiada pernah jenuh apalagi marah kepada anda gara gara anda tiada lelah meminta kepada-Nya. Bahkan sebaliknya, bila anda mulai jenuh untuk meminta atau bahkan enggan untuk meminta kepada-Nya, maka Allah akan murka kepada anda.
Allah Ta’ala Maha Kaya, sehingga apapun yang anda pinta tiada dapat mengurangi apalagi menghabiskan kekayaan-Nya. Dan Allah Maha Kuasa, apapun yang anda pinta tiada menyusahkan atau merepotkan-Nya. Dan apapun yang anda pinta, maka Allah Maha Penyayang, karenanya Ia tiada pernah murka kepada anda walaupun ternyata anda tidak tahu diri, sehingga sebelum, dan sesudah meminta anda masih saja melakukan perbuatan durhaka kepada-Nya.
Dalam hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman:
يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِى صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِى فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِى إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ
Wahai hamba-hamba-Ku andai orang pertama hingga orang terakhir, dari bangsa manusia dan juga bangsa jin, semuanya berkumpul di satu tempat, lalu mereka semua meminta kepada-Ku, dan Akupun mengabulkan semua permintaan masing-masing mereka , niscaya itu tidak dapat mengurangi perbendaharaan-Ku kecuali bagaikan jarum yang dicelupkan ke dalam samudra. (Bukhari dan Muslim)
Dan kebutuhan yang sepatutnya segera anda pintakan kepada-Nya ialah ampunan terhadap dosa-dosa anda yang telah bertumpuk dan terus menjerat kaki anda, sehingga terasa berat bila diayuh menuju ke tempat ibadah. Dan mengelincirkan kaki, tangan dan lisan anda sehingga senantiasa mudah tercebur dalam kubangan dosa dan perbuatan keji.
Astaghfirullah wa atubu ilaih.
Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى
Anda Galau..? Hindari dan Jauhi DUA Hal Ini
Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:
“Kekawatiran, kegalauan, dan kesedihan itu datangnya dari dua arah :
– Salah satunya: dari cinta dunia dan terlalu berhasrat kepadanya.
– Yang kedua: dari kurangnya amal kebaikan dan ketaatan”.
[Kitab: Uddatus Shabirin, hal: 317]
——
Oleh karenanya, kebahagian itu sebenarnya bukan karena harta atau nikmat dunia.. betapa banyak orang yang bergelimang harta dan nikmat dunia, tapi hatinya kering dan tidak merasakan kebahagiaan dan ketenangan.
Itulah diantara sebab mengapa dunia dikatakan menipu, seakan dia yang membahagiakan, padahal kenyataannya tidak demikian.
Allah ta’ala berfirman:
“Jangan sampai kehidupan DUNIA itu menipu kalian..!” [QS. Luqman: 33].
“Sungguh Allah hanyalah ingin meng-adzab mereka (kaum munafikin) dengan harta dan anak-anak itu di kehidupan dunianya..” [QS. Attaubah:55].
Kebahagiaan itu karena HATI kita sudah tidak lagi bergantung kepada apapun selain kepada Allah.. ketika HATI merasa begitu dekat dengan Allah yang paling dicinta.
Kebahagiaan itu ketika HATI kita bersih dan ‘kenyang’ dengan asupan yang tepat untuk kebahagiannya.. yaitu dzikir dan amal ketaatan kepada Allah ta’ala.
Sebagaimana dalam firman-Nya:
“Ingatlah, bahwa dengan BERDZIKIR hati-hati itu akan tenang (bahagia)..” [QS. Arra’d: 28]
“Siapapun yang BERAMAL SALEH dalam keadaan beriman, baik pria maupun wanita, maka Kami benar-benar akan jadikan baginya kehidupan yang baik..” [Annahl: 97].
Silahkan dishare.. Semoga bermanfaat..
Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
Hakikat Iman
Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لكل شيء حقيقة ، و ما بلغ عبد حقيقة الإيمان حتى يعلم أن ما أصابه لم يكن ليخطئه و ما أخطأه لم يكن ليصيبه ” .
“Segala sesuatu itu ada hakikatnya. Seorang hamba tidak akan sampai kepada hakikat iman sampai ia meyakini bahwa apa yang (ditakdirkan) menimpanya, tidak akan meleset darinya. Dan apa yang (ditakdirkan) tidak menimpanya maka tak akan menimpanya..” (HR Ahmad)
Hadits ini menunjukkan bahwa beriman kepada takdir adalah hakikat iman..
Walaupun manusia berusaha tapi bila Allah tidak mentakdirkan untuknya, ia tak akan meraihnya..
Walaupun Usaha itu perkara yang diperintahkan oleh Allah..
Namun, kewajiban kita hanyalah berusaha..
Allah yang menentukan..
lalu ridho dengan semua ketentuan Allah atasnya..
dan berbaik sangka bahwa Allah pasti sayang pada hambaNya..
Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Antara TAUHID dan MANHAJ
Mengatasi Bau Badan Ketika Parfum Dilarang Bagi Wanita…
Memakai parfum bagi wanita ketika keluar rumah adalah terlarang dalam syari’at namun bagaimana mengatasi bau badan yang ditimbulkan oleh keringat yang berlebih yang mana ini dapat membuat seseorang minder dalam pergaulan ?
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى sebagai berikut :
da02092014
Sunnah YES, Bau Badan Dan Mulut (BBM) NO…
(disertai tips menghindari BBM)
Orang Islam yang mencintai Nabi dituntut untuk menjauhi BBM, karena konsekuensi cinta Nabi adalah menerapkan sunnahnya.
Parfum termasuk barang favorit Nabi. Beliau berkata,
حُبِّبَ إِلَيَّ مِنْ الدُّنْيَا النِّسَاءُ وَالطِّيبُ وَجُعِلَ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ
“Dijadikan kecintaanku dalam dunia pada wanita dan wewangian. Dan dijadikan penyejuk mataku di dalam shalat.” (HR. An-Nasai no. 3949, Ahmad no. 12628 dan lainnya)
Tubuh beliau sangat wangi dan jauh dari bau badan. Anas bin Malik mengatakan,
وَلاَ شَمِمْتُ رِيحًا قَطُّ أَوْ عَرْفًا قَطُّ أَطْيَبَ مِنْ رِيحِ أَوْ عَرْفِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم
“Saya tidak pernah mencium aroma atau bau minyak wangi yang lebih harum daripada aroma atau wangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Al-Bukhari no. 3297, Muslim no. 6200 dan lainnya, lafazh di atas milik Al-Bukhari)
Nabi menghindari bau mulut dan jauh dari ‘nafas naga’. Disebutkan dalam banyak hadits, di antaranya:
كان النبيُ صلى الله عليه وسلم ، إذا قام من الليلٍ ، يَشُوصُ فاه بالسواكِ .
“Dahulu jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun di malam hari, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.” (HR. Al-Bukhari no. 238 dan Muslim no. 374)
Ringkasnya, menghindari BBM termasuk sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang harus diperhatikan.
Jangan sampai kita seperti ini…
❌Baju dan badan tidak sedap di penciuman. Orang di dekat kita sampai keluar majelis, berpura-pura membuang sesuatu lalu pindah tempat agar hidungnya terselamatkan. Kita keluar rumah tanpa mandi. Baju yang sudah berkeringat dipakai lagi sampai dua hari. Kita gunakan parfum yang ‘pahit getir’ dan lebih mirip kemenyan dukun ketimbang wewangian.
❌Ketiak begitu pahit kecut menyengat hidung tenggorokan. Ketiak tidak diberi bedak/deodorant. Orang shalat di samping kita sampai mundur ke shaf belakang untuk menghindari bau yang mengganggu kekhusyukan. Tak jarang orang sampai membatalkan shalat untuk membuang ludah yang tidak lagi tertampung dalam mulut lantaran aroma ketiak menyebalkan.
❌Gigi kita putih kuning dengan kerak makanan, ditambah nafas yang menyakitkan penciuman. Orang sampai ingin buang ludah sebanyak-banyaknya. Jika berbicara dengan kita dan berhadapan, orang sampai duduk miring, sesekali menggosok hidung dan wajah mengekspresikan nafas ditahan. Jika dalam shalat kita menguap atau mengucapkan “aaamiiin”, mereka yang mencium nafas kita serasa mau pingsan.
Di antara penyebabnya:
-Kita lupa sikat gigi 1-2 harian,
-Bau lambung kita yang kosong dan naik lewat kerongkongan,
-Gigi bolong/berdarah yang ketika tercampur ludah dan sisa makanan menimbulkan aroma mengerikan,
-Bau rokok yang sudah akut dan mungkin telah merusak organ dalam.
Kita perlu kasihan dengan diri sendiri dan mereka (terutama anak dan istri) yang menjadi korban.
Berikut tips mengatasi BBM yang bisa jadi tidak pernah kita pikirkan.
Semoga bisa kita laksanakan:
1. Setelah mandi, pakai bedak ketiak atau deodorant. Penulis sudah mencoba berbagai merk sejak mulai baligh, dan belum mendapati yang sebagus bedak MBK. Tahan hingga esok hari, tidak merusak ketiak baju. Catatan, ini bukan iklan pesanan.
2. Sebelum shalat subuh, setelah makan, sore saat mandi sebelum shalat dan kajian maghrib, serta jelang tidur, sikat gigi dirutinkan. Jangan lewatkan hari tanpa sikat gigi sama sekali. Penulis punya beberapa teman yang giginya tidak ada bolong sama sekali. Mereka tidak pernah meninggalkan sikat gigi sebelum subuhan.
3. Baju yang sudah berkeringat banyak jangan dipakai lagi. Jangan pula ditambah parfum, karena tidak akan menimbulkan bau kecuali yang semakin amburadul tak karuan.
4. Pilih parfum yang tidak hanya enak menurut diri sendiri, tapi juga menurut orang. Misalnya, parfum tradisional India, Pakistan, Arab berjenis ‘bukhuur’ menyengat, yang bisa jadi bagi sebagian orang Indonesia tidak nyaman di penciuman.
5. Kenali lawan bicara. Kalau dia duduk miring padahal awalnya berhadapan, sesekali mengusap hidung, mukanya terlihat menahan nafas, maka segera selesaikan pembicaraan lalu pulang. Bisa jadi dia sedang mencium bau tak sedap dari ‘kita orang punya badan’.
6. Coba latihan bicara tanpa hembusan nafas mulut. Khususnya saat nafas sedang tidak mengenakkan.
7. Bawa cairan penyegar mulut (mouthwash) ukuran kecil di tas saat keluar rumah, terutama jika akan bertemu banyak orang.
8. Tambal gigi sebelum bertambah besar. Itu kadang penyebab mulut bau yang buat orang berlarian.
_______________
Muflih Safitra, حفظه الله تعالى
Ref : http://muflihsafitra.com/sunnah-yes-bau-badan-dan-mulut-bbm-no/

Kapan Boleh Mengingkari Kesalahan Secara Terang-Terangan..?
Syaikh Utsaimiin rahimahullah berkata:
المنكر إذا أعلن فيجب إنكاره علناً
“Kemungkaran apabila dilakukan secara terang-terangan maka wajib mengingkarinya secara terang-terangan juga.”
(Liqo bab maftuh 12/54)
Bila ada yang berani menyebar ucapan yang salah di media masa atau jejaring sosial atau internet maka harus siap diluruskan secara terang terangan juga…
tapi bila ia tidak menyebar, tapi disebar tanpa izinnya, padahal mungkin dia khilaf dan tak mengizinkan kecuali setelah diedit, maka menyebarnya adalah termasuk ghibah dan khianat.
Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى