Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
172.
173.
174.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
172.
173.
174.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL
Allah Ta’ala berfirman dalam Qs Huud (yang artinya),
15. Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan.
16. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.
● Terkait ke 2 ayat Qs Huud diatas, Qotadah rohimahullah berkata,
“Barangsiapa yang dunia adalah tujuannya, dunia yang selalu dia cari-cari dengan amalan sholehnya, maka Allah akan memberikan kebaikan kepadanya di dunia. Namun ketika di akhirat, dia tidak akan memperoleh kebaikan apa-apa sebagai balasan untuknya..
adapun seorang mukmin yang ikhlas dalam beribadah (yang hanya ingin mengharapkan wajah Allah), dia akan mendapatkan balasan di dunia juga dia akan mendapatkan balasan di akhirat..”
[ Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhiim ]
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

malam ini tanggal 19 Jumadal Uula, atau sekitar 100 hari menjelang tibanya bulan Romadhon 1444 hijriyah..
bagi yang masih ada hutang puasa Romadhon 1443, silahkan mengatur jadwal pelunasan hutang puasa tsb..
nb : angka 100 hanya estimasi, penentuan tanggal 1 Romadhon 1444 hijriyah akan diputuskan oleh pemerintah setelah sidang isbath, semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bertemu kembali dengan bulan Romadhon, aamiiin.
AHAD SIANG – 11 DESEMBER 2022
Alhamdulillah, dengan ini kami sudahi donasi bantuan gempa cianjur 2022, jazaakumullahu khoyron
=========
Bismillahirrohmaanirrohiim..
Assalamu’alaykum warohmatullahi waborakatuh…
Innaa lillaahi wa innaa ilayhi roji’uun…
Semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa menjaga kita dan saudara-saudara kita di seluruh negeri, terutama di Cianjur Jawa Barat dan sekitarnya yang baru-baru ini mengalami ujian gempa bumi 5.6 SR dan banyak korban jiwa meninggal dan luka serta kerusakan harta benda.
Bagi anda yang ingin berkontribusi dalam membantu para korban, bisa menyalurkannya lewat Rekening :
BANK SYARIAH INDONESIA
7480005559
AL ILMU DANA SOSIAL
informasi :
083806624622
daftar partisipasi s/d MALAM AHAD pkl. 23.59
11 Des – Gempa Cianjur 2022Jazaakumullahu khoyron
Admin BBG / WA Al Ilmu
Menebar Cahaya Sunnah
____________
🌐 https://bbg-alilmu.com
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
169.
170.
171.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL
Dunia ini melelahkan dan menjenuhkan. Kata Umar bin Khattab, sekiranya bukan karena kelezatan ibadah bermunajat di malam gelap gulita, berpuasa dipanas teriknya siang dan, nikmatnya berteman dengan orang-orang sholeh yang menjaga ucapan mereka, memilih dan memilah perkataan sebagaimana kalian mensortir panen buah kalian, niscaya kematian lebih dia sukai.
Betapa tidak, segala kenikmatannya takkan dapat dibeli kecuali dengan letih, lelah, dan derita. Selepas mereguk piala-piala kenikmatannya, kau kan merasa betapa kelelahan kan kembali menderamu.
Nikmatnya perjumpaan kan berakhir dengan tangis perpisahan. Derai tawa yang menggemuruh lenyap terbawa tangisan yang mengharu biru. Suka duka yang baru dinikmati berganti dengan isak tangis nestapa.
Mimpi mukmin adalah negeri akhirat yang seluas langit dan bumi, berjumpa dan menatap wajah Allah Rabbul Izzati, dipertemukan dengan rombongan para nabi, shiddiqin, syuhada dan sholihin, sebaik-baik teman sejati.
Di taman-taman surga yang abadi, semerbak harum mewangi, bersama para bidadari yang bermata jeli, laksana intan dan permata yang tersembunyi, menatap sungai-sungai yang mengalir tanpa henti, dibawah teduhnya pohon-pohon rindang tak bertepi.
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Zubair Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى
terkait waktu puasa ayyaamul biidh, semoga penjelasan berikut mencerahkan (termasuk fatwa Syaikh Bin Baz rohimahullah) :
https://muslimah.or.id/11104-seputar-puasa-ayyamul-bidh.html
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
166.
167.
168.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL
Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
فعلامة السعادة ان تكون حسنات العبد خلف ظهره وسيئاته نصب عينيه
وعلامة الشقاوة ان يجعل حسناته نصب عينيه وسيئاته خلف ظهره
“Tanda kebahagiaan adalah ketika kebaikan-kebaikan hamba di belakang punggungnya (melupakan dan tidak menghitungnya) sedang kejelekan-kejelekannya di depan matanya (sehingga dia berusaha memperbaiki diri dan bertobat darinya)..
Tanda kesengsaraan adalah saat seseorang melihat kebaikan-kebaikannya di depan matanya (sehingga membuatnya ujub dan sombong), sedang kejelekan-kejelekannya di belakang punggungnya (sehingga meremehkannya dan tidak memperbaikinya)..”
[ Miftah Daris Sa’adah 2/843 ]
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Ibnu Sa’di rohimahullah membagi sebab kebahagiaan menjadi tiga bagian :
PERTAMA : kebahagiaan yang terlahir dari sebab agama.
KEDUA : kebahagiaan yang lahir dari sebab memperoleh apa yang sesuai dengan tabiat dan instingnya.
KETIGA : kebahagiaan yang lahir disebabkan kerja kerasnya, usaha dan kesungguhannya.
Adapun kebahagiaan hakiki adalah kebahagiaan yang dirasakan setiap mukmin manakala punya tujuan hidup yang jelas, mencari keridhoan Robb Sang penciptanya, tempat ia bernaung, berlindung, bergantung dan memuja, segala kebahagiaan apapun dari dua kebahagiaan lainnya, akan lebur dalam kebahagiaan mengabdi kepada Al Kholiq Sang Pencipta, yang kasih dan menyayanginya lebih dari kecintaan ibu kandungnya sendiri.
Kebahagiaan, kerajaan, kekuasaan dan harta benda Baginda Nabi Sulaiman- ‘Alaihis salam- lenyap tak bermakna dalam samudera cintanya kepada Allah sang Kekasih. Manakala ia terlalaikan dari kuda-kuda pacu dan kuda perangnya hingga telat sholat Ashar hingga matahari tenggelam, membuat ia tersadar dan menyembelih seluruh kuda-kuda perangnya, untuk disedekahkan pada Allah Robbul ‘Alamin.
Kebahagiaan mendapatkan apa yang disenangi adalah tabiat manusia, seperti memperoleh harta benda, makanan yang lezat dikala lapar, rumah yang indah tempat bernaung, kerjaan dan gaji yang bagus, kesehatan dan nikmat anak dan istri, adalah kebahagiaan yang berserikat padanya mukmin dan kafir, bahkan boleh jadi kebahagiaan orang kafir dengan dunia, harta dan pangkat yang ia miliki melebihi berlipat ganda daripada yang dimiliki mukmin.
Sebagaimana kebahagiaan Firaun dan Haman dengan kedudukan, kebahagiaan Qorun dengan harta, yang jauh mengalahkan apa yang dimiliki Musa dan Harun. Namun bukankah Musa dan Harun lebih bahagia dari mereka.
Kebahagiaan dengan kerja keras, menghasilkan berbagai penemuan untuk memudahkan hidup, banyak dirasakan orang-orang kafir, seperti kebahagiaan penemu mesin uap, mesin lokomatif, listrik hingga penemu pesawat dan roket serta berbagai alat komunikasi canggih sekarang, yang kesemuanya adalah kebahagiaan yang semu, dan berakhir dengan kepunahan.
Manakah kebahagiaan kaum Tsamud yang ahli memahat rumah-rumah dari gunung-gunung keras..?
Manakah kebahagiaan Firaun dengan piramida-piramida yang ditinggalkan..?
Semuanya lenyap hanya sisa-sisa keruntuhan peradaban maju masa silam.
Bila kau ingin bahagia yang hakiki, masuki pintu agama Allah, ketuk kebahagiaan pada ridho-Nya dan kecintaan-Nya, niscaya kebahagiaan kan melekat abadi sepanjang masa.
Rasakan surga dunia dalam taman-taman ketaatan pada-Nya, sebelum kau nikmati surga akhirat.
“dalam dunia ini ada surga, bilamana seseorang tak pernah merasakannya, ia takkan pernah merasakan surga akhirat..”
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Zubair Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL