All posts by BBG Al Ilmu

Belajar Yakin

Tingkatan tertinggi iman adalah hadirnya ”yakin” dalam diri seorang mukmin, sehingga ia benar-benar melihat janji Allah ada di depan matanya.

Janji Allah itu benar adanya, hanya saja kabut yang menutup iman menjadi penghalang hadirnya yakin di hati.

Yakin di dalam dada Khalilullah-Ibrahim- yang membuat iya nyaman manakala dicampakkan Namrud ke dalam api, bahwa Allah pasti kan selamatkannya.

Yakin yang membuncah dalam dada Kalimullah-Musa- yang membuat ia tenang melihat jalan buntu di depan lautan, sementara Firaun dan bala tentaranya sudah terlihat dibelakang, bahwa Allah akan menyelamatkannya.

Yakin Ibunda Hajar-Uminya Ismail- bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakannya, meski di tinggal di lembah gersang tak ada padanya kehidupan, yang membuat ia selamat dan menjadi orang pertama yang mendiami Tanah Haram yang padanya ada Baitullah.

YAKIN DALAM BERINFAQ

Sering seseorang berinfaq untuk agama Allah diuji keimanannya, apakah benar Allah kan menggantikan apa yang dia Infaq-kan di Jalan Allah..? Sementara hartanya sudah menipis bahkan habis, tetapi janji Allah tak kunjung muncul juga.

Dalam kondisi kritis itulah “ilmu tentang yakin” kita kan teruji.

Sebagaian kita ada yang akhirnya menghentikan infaq-nya karena kecewa dengan janji Allah yang tak terwujud -menurut sangkaannya- karena lemahnya iman dan tipisnya perasangka baik pada Allah.

Kesalahan fatal hamba adalah, tatkala ia berinfaq, ia sedang mencoba Allah-subhanahu wa ta’ala- apakah benar atau tidak janji-Nya. Akhirnya Allah menghukumnya dengan kebalikan apa yang dia harap.

ALLAH JANGAN DICOBA-COBA

Adapun hamba yang full keimanannya, ia yakin Allah pasti kan menggantikan apa yang ia infaq-kan. Tidak ada keraguan walau sebiji sawi dalam hatinya akan janji Allah, karena itulah Allah mewujudkan apa yang dia yakini.

Kawan..
Pertebal imanmu dalam berinfaq, dan tak usah mencoba-coba Allah, kelak kau akan kecewa.

———-

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Zubair Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Ciri-Ciri Orang Yang Bertawakkal Kepada Allah

Syaikh Abdurrahman As Sa’diy rohimahullah berkata,

فالمتوكل على الله قوي القلب لا تؤثر فيه الأوهام، ولا تزعجه الحوادث لعلمه أن ذلك من ضعف النفس، ومن الخور والخوف الذي لا حقيقة له، ويعلم مع ذلك أن الله قد تكفل لمن توكل عليه بالكفاية التامة، فيثق بالله ويطمئن لوعده، فيزول همه وقلقه، ويتبدل عسره يسراً، وترحه فرحاً.

“Orang yang bertawakkal kepada Allah hatinya tegar..

Tidak terpengaruh oleh kekhawatiran.
Dan tidak galau dengan berbagai macam kejadian..

Karena ia tahu bahwa itu menunjukkan kepada kelemahan jiwa dan termasuk sifat pengecut dan ketakutan yang tidak ada hakikatnya..

Dia yakin bahwa Allah pasti menjamin orang yang bertawakal kepada-Nya dengan jaminan yang sempurna..

Ia pun yakin kepada Allah dan merasa tenang dengan janji-Nya
sehingga hilanglah kegelisahan dan kekhawatirannya..

Kesusahannya berubah menjadi kemudahan..

Kesedihannya berubah menjadi kegembiraan..”

(Al Wasail Al Mufidah 1/26)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 175 – 176 – 177

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

175.

176.

177.

 

ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Kehidupan Seorang Mukmin

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إن المؤمن خلق مفتنا توابا نسيا وإذا ذكر تذكر

“Sesungguhnya mukmin itu tercipta dalam keadaan suka terfitnah, segera bertaubat, dan suka lupa. Namun ketika diingatkan ia segera kembali..”

(HR. Ath Thabrani)

Demikianlah kehidupan mukmin..
ia manusia dan bukan malaikat..
terkadang ia jatuh dalam dosa dan kesalahan..

namun saat diingatkan..
ia segera kembali dan bertaubat..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Salah Satu Adab Berdo’a

Fadholah bin ‘Ubaid rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Ketika Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan duduk-duduk, masuklah seorang laki-laki.

Orang itu kemudian sholat dan berdo’a, ‘Ya Allah, ampunilah (dosaku) dan berikanlah rahmat-Mu kepadaku’

Maka Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Engkau telah tergesa-gesa, wahai orang yang tengah berdo’a. Apabila engkau telah selesai melaksanakan sholat lalu engkau duduk berdo’a, maka (terlebih dahulu) pujilah Allah dengan puji-pujian yang layak bagi-Nya dan bersholawatlah kepadaku, kemudian berdo’alah’

Kemudian datang orang lain, setelah sholat dia berdo’a dengan terlebih dahulu mengucapkan puji-pujian dan bersholawat kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, maka Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya, ‘Wahai orang yang tengah berdo’a, berdo’alah kepada Allah niscaya Allah akan mengabulkan do’amu..’

(HR. at-Tirmidzi no 3476)

Dishohihkan oleh Syaikh al-Albani rohimahullah – Shohiihul Jaami’ no 3988

nb  : salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan:

● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum

● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad

● lalu mulailah berdo’a..

95 Hari Menjelang Ramadhan 1444 Hijriyah

hari ahad ini tanggal 24 Jumadal Uula, atau sekitar 95 hari menjelang tibanya bulan Romadhon 1444 hijriyah..

bagi yang masih ada hutang puasa Romadhon 1443, silahkan mengatur jadwal pelunasan hutang puasa tsb..

nb : angka 95 hanya estimasi, penentuan tanggal 1 Romadhon 1444 hijriyah akan diputuskan oleh pemerintah setelah sidang isbath, semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bertemu kembali dengan bulan Romadhon, aamiiin

Status Iddah Wanita Yang Suaminya Meninggal Setelah Menjatuhkan Talak 1

Tadi ada yang bertanya:

“Seorang wanita dicerai oleh suaminya dengan talak 1. Saat ia beriddah karena talak tersebut, suaminya meninggal. Maka iddahnya iddah talak atau iddah wafat..?”

Saya gak punya ilmu tentang ini. Maka ana tanyakan kepada Doktor Musyaffa Ad Darini. Maka beliau menjawab:

“Apabila istri dalam masa iddah dari talak raj’iy lalu suaminya meninggal, maka istri tetap dapat warisan dari suami dan iddahnya berpindah menjadi iddah wafat. Karena talak raj’iy statusnya masih istri.

Lalu beliau membawakan perkataan imam Ibnu Qudamah rohimahullah:

قال ابن قدامة رحمه الله في “المغني” (8/94) : ” وإذا مات زوج الرجعية , استأنفت عدة الوفاة , أربعة أشهر وعشرا , بلا خلاف . وقال ابن المنذر : أجمع كل من نحفظ عنه من أهل العلم على ذلك . وذلك لأن الرجعية زوجة يلحقها طلاقه , وينالها ميراثه , فاعتدت للوفاة , كغير المطلقة

● Ibnu Qudamah rohimahullah berkata dalam kitab Al Mughni 8/94,

“Apabila suami wanita yang ditalak raj’iy meninggal maka iddah si istri dimulai semenjak wafat suaminya (menjadi iddah wafat) yaitu empat bulan sepuluh hari tanpa ada perselisihan di kalangan ulama..”

● Ibnul Mundzir rohimahullah berkata,

“Semua ulama yang kami hafal telah sepakat atas itu. Karena wanita yang sedang iddah talak raj’iy masih berstatus istri. Ia masih mendapat warisan dari suaminya. Maka ia beriddah dengan iddah wafat seperti bukan ditalak..”

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Ghibah Takjub

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

وَمِنْهُمْ مَنْ يُخْرِجُ الْغِيبَةَ فِي قَالِبِ التَّعَجُّبِ فَيَقُولُ تَعَجَّبْت مِنْ فُلَانٍ كَيْفَ لَا يَفْعَلُ كَيْت وَكَيْت وَمِنْ فُلَانٍ كَيْفَ وَقَعَ مِنْهُ كَيْت وَكَيْت وَكَيْفَ فَعَلَ كَيْت وَكَيْت فَيُخْرِجُ اسْمَهُ فِي مَعْرِضِ تَعَجُّبِهِ . وَمِنْهُمْ مَنْ يُخْرِجُ الِاغْتِمَامَ فَيَقُولُ مِسْكِينٌ فُلَانٌ غَمَّنِي مَا جَرَى لَهُ وَمَا تَمَّ لَهُ فَيَظُنُّ مَنْ يَسْمَعُهُ أَنَّهُ يَغْتَمُّ لَهُ وَيَتَأَسَّفُ وَقَلْبُهُ مُنْطَوٍ عَلَى التَّشَفِّي بِهِ وَلَوْ قَدَرَ لَزَادَ عَلَى مَا بِهِ وَرُبَّمَا يَذْكُرُهُ عِنْدَ أَعْدَائِهِ لِيَشْتَفُوا بِهِ . وَهَذَا وَغَيْرُهُ مِنْ أَعْظَمِ أَمْرَاضِ الْقُلُوبِ وَالْمُخَادَعَا تِ لِلَّهِ وَلِخَلْقِهِ

“Diantara mereka ada yang melakukan ghibah dengan gaya takjub..

Ia berkata,
‘aku heran sama si fulan, kok bisa dia melakukan itu..’
‘si fulan bisa ya jatuh kepada kesalahan itu..’

Diantara mereka ada juga yang melakukan ghibah dengan gaya sedih..

Ia berkata, ‘kasihan si fulan, sedih saya terhadap apa yang dia lakukan..’

Orang yang mendengarnya menyangka bahwa ia lakukan itu karena iba.
Padahal hatinya merasa puas. Bahkan jika ia mampu ia lakukan lebih dari itu. Terkadang sengaja ia ucapkan di hadapan musuhnya agar mereka merasa puas.

Ini adalah termasuk penyakit hati yang paling besar dan menipu Allah dan makhluk-Nya..”

(Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah 28/237)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Bersedekahlah

Dari Sa’ad bin Abi Waqqosh rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

هَلْ تُـنْصَرُوْنَ وَتُـرْزَقُوْنَ إِلَّا بِضُعَفَائِكُمْ.

”Kalian hanyalah diberikan pertolongan dan diberikan rezeki dengan sebab (do’a) orang-orang lemah di antara kalian..”

[ HR. Al-Bukhari no. 2896 ]

● Imam Ibnu Baththol rohimahullah berkata,

“Tafsir hadits ini ialah bahwa orang-orang yang lemah (fakir miskin) lebih ikhlas dalam berdo’a dan lebih khusyu’ dalam beribadah disebabkan kosongnya hati mereka dari ketergantungan kepada perhiasan dunia..”

[ Fathul Baari Syarh Shohiih al-Bukhari – VI/89 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Tanaman Iman

‘Umar bin Khathab rodhiyallahu ‘anhu berkata,

‏« إن الرجل ليخرج من منزله وعليه من الذنوب مثل جبال تهامة، فإذا سمع العلم خاف ورجع وتاب، فانصرف إلى منزله وليس عليه ذنب، فلا تفارقوا مجالس العلماء »

“Seseorang keluar dari rumahnya dalam keadaan membawa dosa sebesar gunung tuhamah. Ketika ia mendengarkan ilmu, ia menjadi takut dan bertaubat. Ia pun pulang ke rumahnya dalam keadaan bersih dari dosa. Maka jangan tinggalkan majelis para ulama..”

(Miftah Darissa’adah 1/122)

‏karena ilmu itu bagaikan air hujan. Sedangkan hati bagaikan tanah.
Betapa keringnya tanah yang lama tak disiram air hujan..

Lihatlah tanaman itu..
Ketika ia selalu disiram dan diberi pupuk..
Ia tumbuh dengan baik dan mengagumkan para petani..
Demikian pula tanaman iman..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL