All posts by BBG Al Ilmu

MUTIARA SALAF : Senantiasa Hidup Dalam Penjara

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

Sesungguhnya, engkau senantiasa hidup dalam penjara.

Penjara pertama adalah tulang sulbi ayahmu.
Penjara kedua adalah perut ibumu.
Penjara ketiga adalah kain untuk menggendong dan menimangmu.
Penjara keempat adalah maktabmu (tempat belajar, sekolah, madrasah, dll).
Penjara kelima adalah kewajibanmu menafkahi keluargamu.
Penjara keenam adalah sakit yang mengantarkan menuju kematianmu
Penjara ketujuh adalah kuburanmu.

Namun, jika engkau masuk ke penjara kedelapan, engkau akan melupakan pahitnya seluruh penjara yang telah disebutkan.

Masuklah ke dalam penjara takwa dengan kerelaanmu beberapa hari saja (seumur hidupmu di dunia), agar engkau mendapatkan kebebasan abadi (di akhirat).

Janganlah engkau mencoba melepaskan dirimu darinya hanya untuk mendahulukan hawa nafsu yang engkau sukai. Sebab, hal itu akan mengatarkanmu kepada penjara yang abadi (di akhirat)..”

[ Bada’iul Fawaid 3 – 1209 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Akibat Berpaling Dari Kebaikan

Dari Abu Waqid al-Harits bin ‘Auf rodhiyallahu ‘anhu, bahwa ketika Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk di masjid dan orang-orang bersamanya, tiba-tiba datanglah tiga orang.

Dua orang menghampiri Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam sedangkan yang satu pergi.

Lantas kedua orang itu berdiri di hadapanRosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satunya melihat tempat yang kosong di halaqah (perkumpulan) itu, lalu ia duduk di tempat kosong tersebut. Sedangkan yang satu lagi, duduk di belakang mereka. Adapun orang yang ketiga pergi.

Saat Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam selesai (bicara), beliau bersabda, “Maukah kalian aku beritahukan tentang tiga orang..? Yang pertama, ia berlindung kepada Allah, maka Allah pun melindunginya. Yang kedua, ia malu, maka Allah pun malu terhadapnya. Sedangkan yang ketiga, ia berpaling, maka Allah pun berpaling darinya..”

(HR Al Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama berkata, “Maksudnya ia berpaling dari kebaikan maka Allahpun berpaling dari memberinya pahala. Jika berpalingnya karena benci kepada ilmu, maka berpalingnya Allah darinya adalah kemurkaan untuknya..”

Lihatlah saudaraku..
Orang yang pertama dan kedua..
Yang duduk di majelis ilmu Allah..
Keduanya mendapatkan keutamaan dan pujian..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Kewajiban Insan Kepada Allah

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

الواجب أن الإنسان يتأدب مع الله عز وجل لأن الذي يفتي أو يقول يتكلم عن الله عز وجل وعن شريعة الله والعلماء ورثة الأنبياء وخلفاء الأنبياء فيجب أن يتأنى وألا يجزم بالشيء إلا بعلم الجزم لا بد له من علم ولا يكفي الظن

“Kewajiban insan adalah menjaga adabnya kepada Allah ‘Azza wajalla. Karena orang yang berfatwa atau berbicara tentang Allah dan tentang syari’at-Nya dan para ulama adalah pewarits para nabi, wajib ia berhati-hati dan tidak tergesa-gesa untuk memastikan sesuatu kecuali dengan ilmu bukan sebatas dengan dugaan..”

(Syarhul Kafiyah 2/79).

Maka sebelum berbicara tentang agama Allah..
Pastikanlah keshohihan dalilnya dan keshohihan pemahamannya..
Dengan merujuk kitab-kitab para ulama terdahulu..
Karena berbicara dengan tanpa ilmu adalah sumber berbagai macam penyimpangan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL