Akhi Ukhti… Apakah engkau termasuk orang yang selalu terobsesi untuk mengganti barang yang kau miliki ?
ingin ganti mobil yang lebih mewah dan baru ingin ganti gadjet keluaran terbaru
ingin ganti tas dengan merk dan model yang lebih wah
ingin ganti motor yang lebih keren dan menawan
Atau apa saja…
Kalau yang mendorong dirimu itu karena faktor kebutuhan mungkin sesuatu yang oke-oke saja
Namun terkadang, engkau melakukan bukan karena kebutuhan
Tapi karena sesuatu yang ada di hatimu Karena fulanah ganti mobil, engkau juga ingin Karena fulanah pakai tas yang lebih mahal dari milikmu Karena fulan memiliki gadjet teranyar Karena Fulan membeli motor baru sedang motormu adalah bekas
Kalau yang menjadi pembimbing dalam belanja adalah nafsumu maka hidupmu akan susah
Engkau akan dibikin lelah olehnya, karena nafsu tidak pernah puas
Engkau selalu akan melihat yang lebih dari dirimu
Engkau akan terus memeras keringatmu dan menghabiskan waktumu bekerja keras hanya untuk menuruti nafsumu
Ada satu cara yang membuat hidupmu nyaman, bahkan engkau akan merasa lebih kaya dari semua orang… apa itu ?
Sa’ad bin Abi Waqqash pernah berpesan pada anaknya
“يا بني، إذا طلبت الغنى فاطلبه بالقناعة؛ فإنها مال لا ينفد”
“Wahai ananda kalau engkau mencari kekayaan, maka carilah dengan Qana’ah, sesungguhnya ia adalah harta yang tidak ada habisnya” (Uyunul Akhbar 3/207)
Qona’ah ada Hati yang senantiasa menerima dan ridho atas pemberian Allah
➡️ Bila engkau memiliki hati yang Qona’ah sesungguhnya engkau dengan raja terkaya di muka bumi ini adalah sama…
Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى
AKHI Ukhti…
Pernahkah engkau menghadiri atau mendengar sebuah kesempatan yang di dalamnya ada acara makan bersama..?
Contohnya acara buka bersama atau yang lainnya
Namun karena jumlah yang hadir banyak maka makanan yang disediakan tidaklah cukup
Tuan rumah kebingungan
Sebagian sangat kecewa
Yang mendapatkan makanan menikmati sajian tanpa menoleh kepada yang lainnya
Sejatinya tidak ada istilah tidak cukup untuk sebuah kebersamaan
Kebersamaan itu membuat hidup ini lebih indah dan berkah
Bacalah petuah Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam
“Makanan 2 orang mencukupi 3 orang, dan makanan 3 orang mencukupi empat orang.” [Muttafaq ‘alaih ]
Seharusnya seorang muslim tatkala melihat makanannya tidak cukup, ajaklah satu orang bergabung denganmu, katakan: “Kemarilah saudaraku, ini cukup untuk kita berdua”.
Engkau menyelamatkan tuan rumah
Dan mendapatkan berkah makan bersama
Namun rasa empati seperti ini mulai hilang dan punah
Semua hanya memikirkan diri sendiri
Semua lebih mementingkan perutnya sendiri
Islam itu indah dan aplikatif
Kalau bukan kita yang memulai dan melestarikan ajarannya siapa lagi…???
➡️ Dengan menghidupkan sunnah ini dalam keseharian kita niscaya akan menghilang kedengkian, berkurang kemiskinan.
Moga Allah merahmatimu…
Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى
Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى . PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Larangan Menghias Masjid (lanjutan)… – bisa di baca di SINI
⚉ MAKRUHNYA MENCARI BARANG HILANG DAN BER-JUAL-BELI DI MASJID
➡️ Dari Abu Hurairah, Rosulullah shollallahu ‘alaihi Wassalam bersabda : “Siapa yang mendengar seseorang mencari kambing yang hilang di masjid atau barangnya yang hilang di masjid, hendaklah dia mengatakan, “semoga Allah tidak mengembalikannya kepada kamu, karena masjid tidak dibangun untuk itu.” [HR Muslim]
Yang dimaksud barang yang hilang disini yaitu seperti kambing yang hilang atau unta yang hilang, dimana hilangnya bukan di masjid.
Adapun kalau misalnya kita ketinggalan sesuatu di masjid atau hp kita ketinggalan di masjid, lalu kita mencarinya, boleh. hal sepeti ini tidak termasuk hadits ini.
Yang dilarang itu, kalau seperti hal nya orang yang kehilangan kambing atau yang sifatnya hilangnya bukan di masjid, lalu ia datang ke masjid dan berkata apakah diantara kalian ada yang melihat kambingku ? Misalnya. Maka kita do’akan : “Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu, karena masjid bukan di bangun untuk mencari barang hilang seperti itu.”
➡️ Dalam Hadits Abu Hurairah, Rosulullah Sholallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : “Apabila kalian melihat orang yang jual beli di masjid maka do’akanlah ‘Semoga Allah tidak menguntungkan perniagaan mu.’“ [HR. Ath-Thirmidzi]
⚉ TIDAK BOLEH MENGANGKAT SUARA DIDALAM MASJID
➡️ Dari ‘Aisyah rodhiallahu ‘Anha, dari Nabi shollallahu ‘alaihi Wassalam bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi Wasallam mendengar dari rumahnya, orang-orang sedang sholat dan mengeraskan bacaan mereka. Maka Nabi Shollallahu ‘alaihi bersabda : ‘Sesungguhnya seseorang yang sedang sholat itu sedang bermunajat kepada Robb nya, hendaklah dia melihat dan memperhatikan munajatnya, jangan mengeraskan suara sebagian suara kalian atas sebagian yang lain dengan bacaan Al Qur’an nya.’ [HR. At-Tabroni]
Ini menunjukkan tidak boleh mengeraskan bacaan Al Qur’an didalam masjid, jika menganggu orang lain yang sedang beribadah, maka Nabi shollallahu ‘alaihi Wasallam melarang itu.
Dan ini ternyata malah dilakukan oleh banyak kaum muslimin di zaman ini, mereka mengeraskan bacaan Al-Qur’an mereka dengan speaker dan akhirnya menganggu orang yang sedang beribadah di rumah-rumah atau bahkan beribadah di masjid itu sendiri. Ini jelas perkara yang di larang oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam
➡️ Disebutkan dalam hadits Nabi shollallahu ‘alaihi Wasallam riwayat Muslim, “Jauhi oleh kalian suara-suara gaduh seperti di pasar, di dalam masjid.”
Hadits itu menunjukkan bahwa tidak boleh membuat gaduh di masjid.
Kita lihat kadang sebagian penuntut ilmu ketika telah berada di masjid, sebelum ustadznya datang, mereka masing-masing ngobrol, sehingga gaduh seperti di pasar.
Maka ini sebenarnya perkara yang di larang oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam, jangan samakan masjid dengan pasar, hendaknya di dalam masjid kita lebih khusyu’, kita berdzikir kepada Allah dengan cukup terdengar oleh diri sendiri dan tidak mengganggu orang lain yang sedang beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
⚉ BOLEH BERBICARA ATAU NGOBROL DENGAN PERKARA YANG MUBAH DALAM MASJID (walaupun disitu ada tertawa dan tersenyum)
➡️ Berdasarkan hadits Simak bin Harb ia berkata, aku berkata kepada Jabir bin Samuroh, ‘apakah engkau dahulu duduk di majelis Rosulullah ?’ Ia berkata : ‘ia, sering. Beliau tidak berdiri dari tempat sholatnya yang beliau sholat disitu (sholat subuh, sampai matahari terbit), dan apabila matahari terbit maka beliaupun berdirilah, dan mereka berbincang-bincang tentang urusan perkara jahiliyah terhadulu. Merekapun tertawa-tawa dan Rosulullah pun tersenyum mendengarnya.’” [HR. Muslim]
Hadits ini menunjukkan, membicarakan tentang nikmat Allah, hidayah Islam, di dalam masjid boleh. Adapun berbicara khusus masalah urusan dunia, lebih baik kita hindarkan karena perkara itu disebutkan dalam sebuah riwayat lain juga, Nabi melarangnya untuk membicarakan urusan dunia didalam masjid.
.
. Wallahu a’lam 🌻
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
.
. Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
. ARTIKEL TERKAIT Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
. WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah
Dengan demikian kami TUTUP donasi untuk tahap 1 ini. Jazaakumullahu khoyron atas partisipasinya.
===================================
situasi dan kondisi di salah satu wilayah terdampak parah musibah gempa 7.2 sr di halmahera selatan tanggal 14 Juli 2019 (lihat gallery foto paling bawah)
. in-syaa Allah akan dibuatkan sumur dan sekitar 10 MCK darurat bagi saudara-saudara kita di barak pengungsi di Gane Barat, Halmahera Selatan. Estimasi biaya untuk TAHAP 1: Rp. 35 juta (lihat UPDATE diatas)
. yang hendak infaq atau bila anda hendak mengeluarkan uang riba, silahkan transfer ke :
. Bank Syariah Mandiri
. no. rek : 748 000 9996
. an. Al Ilmu INFAQ
. konfirmasi (tidak harus) : 0838-0662-4622
. https://t.co/5eZ70CHJfd
“Orang berakal itu tidak panjang angan angan. Karena orang yang banyak berangan-angan biasanya lemah amalnya, dan apabila ajal telah datang maka angan-angan tidak akan ada manfaatnya.”
[Roudhotul ‘Uqola]
Diterjemahkan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى