All posts by BBG Al Ilmu

Ingin Panjang Umur..?

Ingin panjang umur ? jauhi sifat hasad !

‘Abdul Malik bin Kuraib Al-Ashma’iy rohimahullah berkata :

رأيتُ أعرابيا قد بلغ عُمره مئةً وعشرين سنة، فقلتُ له: ما أطولَ عُمرك؟ فقال: تركتُ الحسدَ فبقيتُ.

“Aku berjumpa dengan seorang badui yang telah berusia 120 tahun, maka aku bertanya kepadanya, “Apa resep panjangnya usiamu?” Dia menjawab : “Aku tinggalkan sifat hasad, maka akupun masih hidup.”

[Al-Mustathraf, hlm. 279]

Diterjemahkan oleh
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Bajumu…

Bajumu baru hari ini, usang esok hari, beli lagi baju baru, besok usang lagi, demikian seterusnya.

Sepandai pandai anda merawat baju baru anda tetap saja esok manjadi usang.

Namun tahukah anda bahwa Allah kuasa untuk selalu memberimu baju baru ?!

Rosulullah shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَخْلَقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلَقُ الثَّوْبُ فَاسْأَلُوا اللَّهَ تَعَالَى أَنْ يُجَدِّدَ الْإِيمَانَ فِي قُلُوبِكُمْ

“Sesungguhnya iman di dalam dadamu dapat menjadi usang bagaikan bajumu menjadi usang, karena itu mohonlah kepada Allah Ta’ala untuk senantiasa memperbaharui iman di dalam dadamu.” (At Thabrani)

Atau kalaupun anda tidak dikaruniai baju baru, maka minimal Allah Ta’ala kuasa menjadikanmu merasa cukup dengan baju anda yang telah usang sehingga tidak butuh kepada baju baru.

Apalagi faktanya di dunia ini masih sangat banyak saudara kita yang tidak kuasa beli baju baru, dan bisa jadi anda salah satunya.

Kalaupun tidak memiliki baju baru tetap saja anda harus fokus untuk menutup aurat dan melindungi tubuh anda dari panas dan dingin dengan baju anda yang tidak lagi baru lagi tersebut.

Jangan sampai karena sudah jengah dengan baju usang akhirnya anda telanjang dada apalagi sampai nekad tidak berbaju.

Semoga mencerahkan.

Ditulis oleh
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Ilmu Itu Ada 3 Level

Ilmu itu ada 3 level..

● Siapa pun yang baru memasuki level pertama, ia akan merasa KIBR (lebih alim dari yang lain).

● Jika ia berhasil naik ke level ke-2, rasa tawadhu’ mulai muncul pada dirinya.

● Dan barang siapa yang berhasil mencapai level ke-3, ia akan sadar, bahwa ia tidaklah mengetahui apapun dari ilmu melainkan sedikit sekali.

Mayoritas orang menghabiskan waktunya, terlena dan tertipu dengan level 1. Sehingga sibuk hujat sana hujat sini, vonis sana vonis sini, debat sana debat sini, merasa diri sudah bergelimang ilmu. Na’udzu billaah min dzaalik.

Hanya orang yang diberi taufik oleh Allah yang mampu mencapai level 2, hingga ia semakin tawadhu’, menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, mengetahui mana perbedaan pendapat yang dapat ditolerir mana yang tidak, menyadari kadar kehormatan para ulama dan sesepuh-sesepuhnya dalam menuntut ilmu.

Lalu level ke-3 hanyalah dihuni oleh para ulama yang kokoh keilmuannya, tajam bashirohnya, merekalah ulama-ulama robbani yang siap -dengan izin Allah- menuntun thullabul ‘ilm (para penuntut ilmu) untuk mencapai level yang sama. Merekalah pelita di tengah kelamnya kejahilan akan agama, lentera pada kegelapan pikiran dan nalar, cahaya dalam suramnya taklid buta dan fanatisme.

Az-Zuhri (124 H) -rohimahullah- imam besar hadits yang pertama membukukan secara khusus hadits-hadits Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam atas perintah dari Khalifah Umar bin Abdil Aziz- mengisahkan tentang diri Beliau :
“Aku terus menuntut ilmu, hingga aku merasa cukup akan apa yang telah kuraih, hingga aku bertemu dengan Ubaidullah bin Utbah. Akhirnya aku sadar, bahwa aku belum meraih (ilmu) apapun.”

Ubaidullah bin Utbah -rohimahullah- adalah seorang tabiin (89 H), yang digolongkan sebagai salah satu fuqoha’us sab’ah (7 Ahli Fikih) di Kota Madinah. Semoga Allah merahmati mereka.

Mari berkaca kepada para salaf, perhatikan langkah demi langkah mereka menapaki jalan ilmu ini, koreksi niat, karena ilmu yang membuahkan ujub taklah berguna, malah dapat menjelma sebagai pembinasa.

Wallaahul Musta’aan.

Disadur dari cuitan Dr. Abdul Aziz Asy-Syayi’, حفظه الله تعالى oleh
Ustadz Abdullah Sya’roni Lc, حفظه الله تعالى

Diposting oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Berdakwah Dengan Harta…

Setelah Rosulullah dan kaum muslimin menang di perang Hunain, Nabi memberi Shofwan bin Umayyah seratus binatang ternak, kemudian seratus lagi, kemudian seratus lagi.

Shofwan bin Umayyah berkata:

‎والله لقد أعطاني رسول الله ﷺ ما أعطاني وإنه لأبغض الناس إِلَيَّ.
‎‏فما بَرِحَ يعطيني حتى إنه لأحب الناس إِلَيَّ

“Demi Allah, Rosulullah telah memberiku banyak. Sungguh tadinya beliau adalah orang yang paling aku benci. Namun ia terus memberiku hingga ia menjadi manusia yang paling aku cintai.”

[HR Muslim]

Diterjemahkan oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Langit Dan Bumi Menangisi Kematian Mukmin…

Sa’id bin Jubair berkata, “Ada seorang lelaki datang kepada ibnu Abbas dan bertanya: “Wahai ibnu Abbas apa pendapatmu tentang ayat ini,

فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ وَمَا كَانُوا مُنظَرِينَ

“Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka (Fir’aun dan kaumnya) dan merekapun tidak diberi tangguh.” (Addukhan: 29)

Apakah langit dan bumi dapat menangisi seseorang ?” 

Ibnu ‘Abbas berkata, “Iya. Tidak ada seorang makhlukpun kecuali di langit ada pintu untuknya yang rezekinya turun dari pintu tsb dan amalnya naik dari pintu tsb. 
Apabila mukmin meninggal akan tertutuplah pintu tsb sehingga langitpun menangis.
Dan bumi pun kehilangan tempat yang si hamba itu biasa sholat dan berdzikir padanya sehingga bumi menangis. 

Adapun Fir’aun dan kaumnya tidak meninggalkan bekas yang baik dan tidak pula memiliki kebaikan yang naik kepada Allah sehingga langit dan bumi tidak menangisi mereka.”

[Tafsir Ath Thabari]

Diterjemahkan oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

KITAB FIQIH – Larangan Menghias Masjid (lanjutan)…

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Sholat Di TIGA Masjid dan Larangan Menghias Masjid…  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya… kemarin kita sudah menyebutkan tentang…

⚉  LARANGAN MENGHIAS MASJID

➡️ Kemudian beliau (penulis kitab) membawakan hadits dari Abu Darda’, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Apabila kalian menghias masjid-masjid kalian, demikian pula mushaf-mushaf kalian, maka kebinasaan atas kalian.” [dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah]

➡️ Dan dari Nafi’ bahwasanya ‘Abdullah bin Mas’ud mengabarkannya : “Bahwasanya masjid di zaman Nabi shollallahu ‘alaihi wassalam itu dibangun dengan Labin (tanah liat) dan atapnya terbuat dari Al Jarid (pelepah kurma) dan tiangnya itu adalah batang pohon kurma. Dan dimasa Abu Bakar beliau tidak mau menambahnya.” [dikeluarkan oleh Bukhari]

Dan kemudian di zaman ‘Umar diadakan perluasan, di zaman ‘Ustman.. kemudian ‘Ustman mengganti tiangnya dengan batu.

Kemudian di zaman setelah-setelahnya semakin di perlebar.

➡️ Dan dalam Shahih Bukhari secara mu’allaq, bahwa ‘Umar memerintahkan membangun masjid lalu ‘Umar berkata : “Lindungi manusia dari hujan dan jauhi masjid untuk diberi warna merah atau kuning, karena itu bisa memfitnah manusia dalam sholat mereka.” Anas berkata, “maksudnya berbangga-bangga dengan masjid, kemudian mereka tidak mau memakmurkannya kecuali sedikit.” Seperti yang kita lihat di zaman sekarang.. bermewah-mewah dengan bangunan masjid namun yang memakmurkannya sedikit).

⚉  ANJURAN UNTUK MEMBERSIHKAN DAN MENSUCIKAN MASJID DAN MENJAUHKANNYA DARI KOTORAN DAN NAJIS SERTA BAU-BAU YANG TIDAK ENAK, DAN ANJURAN UNTUK MEMBERI WEWANGIAN DI DALAMNYA. 

➡️ Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa,  “Ada seorang wanita hitam legam suka menyapu masjid, suatu ketika Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam kehilangan (wanita tersebut) beberapa hari, lalu Nabi, dikatakan pada beliau, bahwa wanita itu sudah meninggal dunia, maka Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam berkata : “kenapa kalian tidak memberitahu aku ?” lalu beliau mendatangi kuburannya dan mensholatkannya dengan sholat jenazah, di kuburannya itu.” [Dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim]

➡️ Dan dari Samuro bin Junduq ia berkata : “Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk membangun masjid di perkampungan-perkampungan kami dan di rumah kami dan memerintahkan kami untuk membersihkannya.” 

Ini menunjukkan bahwa hendaknya disetiap perkampungan itu ada masjid dan kalau ada di rumah kita di sebuah tempat khusus untuk sholat. Itu perkara yang dilakukan oleh para sahabat di zaman Rosul shollallahu ‘alaihi wasallam . [dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan yang lainnya.]

➡️ Dan dari ‘Aisyah dia berkata, “Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk membangun masjid ‘fiid-duur’ (di rumah-rumah) dan agar dibersihkan dan diberikan wewangian.” (Makna “ad duur” disini mempunyai makna bisa jadi yaitu maksudnya perkampungan atau yaitu rumah) [Dikeluarkan Oleh Imam Ahmad]

➡️ Dari Anas Ibnu Malik ia berkata : Ketika kami berada dalam masjid bersama Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam tiba-tiba datang orang Arab Badui lalu ia pun kencing di masjid, maka para sahabat ingin mengingkarinya, maka Rosulullah bersabda : “Biarkan.. biarkan.. jangan di putuskan”, maka mereka membiarkannya hingga selesailah kencingnya, kemudian Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam meminta satu ember air untuk kemudian di guyurkan diatas air kencingnya, lalu Nabi bersabda, “Masjid tidak dibenarkan untuk kencing tidak pula najis, akan tetapi dia adalah untuk berdzikir kepada Allah, sholat dan membaca Al Qur’an.” [Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim]
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

Dicari, Bambu PETHUK Asli…

Bambu pethuk diyakini bisa mendatangkan kelapangan rezeki bagi pemiliknya, sehingga banyak orang yang memburunya, bahkan harganya bisa mencapai milyaran.

Ingatlah keyakinan seperti ini terhadap bambu pethuk, bisa membahayakan akidah anda !

Ketahuilah bahwa keyakinan seperti ini terhadap bambu pethuk sangat bertentangan dengan ajaran Islam, karena Islam menjunjung tinggi sisi keilmiyahan .. keyakinan di dalam Islam harus berdasarkan dalil yang shahih atau bukti yang valid !

Dan bambu pethuk tidak terbukti secara dalil syar’i bisa melapangkan rezeki pemiliknya .. apalagi secara bukti penelitian, tidak ada hubungannya antara bambu pethuk dengan lapangnya harta seseorang sama sekali.

Sesuatu yang antik tidak harus ada keistimewaan khususnya .. tidak juga harus berpengaruh pada harta seseorang .. kalau ada yang bisa mendapatkan batu dari planet Pluto, tentu akan menjadi antik dan istimewa .. tapi untuk meyakini adanya keistimewaan tertentu padanya, harus ada dalil yang kuat atau bukti yang valid.

Inilah agama Islam yang menjunjung tinggi keilmiahan.

Ada 2 kemungkinan pada keyakinan terhadap bambu pethuk ini:

🅰️ Meyakini bahwa bambu pethuk hanya sebagai wasilah atau sebab lapangnya harta seseorang, adapun pelapang harta sesungguhnya tetap Allah .. maka ini adalah syirik kecil.

Pertama, karena ini pada hakekatnya adalah meyakini sesuatu sebagai penyebab, padahal tidak demikian.

Kedua, karena tindakan ini adalah jembatan menuju syirik besar, yakni meyakini bahwa bambu itulah yang menjadikan hartanya lapang.

🅱️ Meyakini bahwa bambu pethuk itulah yang melapangkan harta seseorang .. maka ini merupakan syirik akbar .. karena meyakini ada sesuatu selain Allah yang bisa melapangkan harta seseorang .. padahal yang berkuasa seperti itu hanyalah Allah ta’ala pemilik segala sesuatu. Wallahu a’lam.

Demikian, semoga Allah melindungi kita semua dari dua jenis kesyirikan ini, apapun bentuknya. amin.

Silahkan dishare, jika berkenan .. semoga bermanfaat dan Allah berkahi.

Ditulis oleh :
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى.