All posts by BBG Al Ilmu

Do’a Memohon Perlindungan Allah Dari Adzab Kubur Dan Adzab Neraka Jahannam

do’a ini (lihat poster) dibaca di akhir sholat, yaitu di sela waktu antara setelah membaca tahiyat akhir dan sebelum salam.

====

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

لاَ يَدْخُلُ أَحَدٌ الْجَنَّةَ إِلاَّ أُرِيَ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ لَوْ أَسَاءَ لِيَزْدَادَ شُكْرًا وَلاَ يَدْخُلُ النَّارَ أَحَدٌ إِلاَّ أُرِيَ مَقْعَدَهُ مِنْ الْجَنَّةِ لَوْ أَحْسَنَ لِيَكُوْنَ عَلَيْهِ حَسْرَةً

Tidak seorang pun masuk ke dalam surga kecuali diperlihatkan kepadanya tempatnya di neraka seandainya ia berbuat jelek, agar bertambah rasa syukurnya.

Dan tidaklah seorang pun masuk ke dalam neraka kecuali diperlihatkan kepadanya tempatnya di surga seandainya ia berbuat baik, agar semakin bertambah atasnya rasa penyesalannya.

(HR. Al Bukhari no. 10557)

Tiga Pintu Keburukan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Manusia masuk neraka dari tiga pintu :

1. pintu syubhat, yang membuatnya ragu terhadap agama.
2. pintu syahwat, yang membuatnya lebih mendahulukan hawa nafsu daripada ketaatan dan ridho-Nya.
3. pintu marah, yang membuatnya zholim kepada manusia.

(Al Fawaid – hal. 58)

Pintu syubhat ditutup dengan ilmu yang kokoh dan keyakinan..
Pintu syahwat ditutup dengan rasa takut kepada Allah dan berharap akan ridho-Nya..
Dan pintu marah ditutup dengan menahan amarah..

Namun semua itu membutuhkan bantuan Allah Ta’ala..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Penyebab Dicabutnya Suatu Kenikmatan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Tidaklah nikmat dicabut kecuali karena meninggalkan ketakwaan kepada Allah dan karena berbuat buruk kepada manusia..”

(Ahkam Ahlidzimmah 1/88)

Kenikmatan yang kita rasakan..
Dapat hilang saat kita tak menggunakannya dalam ketakwaan..

Nikmat sehat, nikmat harta, nikmat kedudukan..
Semua itu pemberian dan titipan dari-nya..
Dia pemiliknya dan akan mengambil kembali milik-Nya saat kita menyia nyiakan titipan-Nya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Ujian Hidup Akan Selalu Ada

Allah Ta’ala berfirman,

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ ۝٢

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, “kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji..?” (Qs. Al ‘Ankabut : 2)

● Seseorang berkata kepada Imam Al Auza’i rohimahullah,

أريد بيتا بجوار أناس لا يغتابون ولا يحسدون، ولا يبغضون. فأخذني إلى المقبرة وقال: هنا.

“Aku ingin rumah tinggal di sebelah orang-orang yang tidak ghibah (menggunjing), tidak iri (dengki), dan tidak membuat marah..”

Beliau membawaku ke kuburan dan berkata, “di sini tempatnya..”

(Jaami’ul Uluum wal Hikam – 2/182)

Belajarlah Tentang Kejujuran

Al Auza’i rohimahullah berkata,

“Belajarlah tentang kejujuran sebelum kamu mempelajari ilmu..”

(Al Jaami’ Li Akhlak Arrowi 1/304)

Jujur adalah salah satu syarat laa ilaaha illallah..

Jujur adalah kesesuain ucapan dengan hati..

Jujur dalam keimanan akan membuahkan kesungguhan dalam beramal..

Jujur dalam mengucapkan laa ilaaha illallah akan membuahkan tauhid dan lari dari kesyirikan..

Jujur dalam mengucapkan syahadat Muhammad Rosulullah akan membuahkan ittiba’ dan menjauhi kebid’ahan..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Agar Menjadi Orang Yang Baik Dan Berhati Lembut

Al-Imam ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rohimahullah berkata:

“من حفظ وقته بذكر الله وقراءة القرآن وصحبة الأخيار والبعد عن صحبة الغافلين والأشرار يطيب قلبـه ويلين”

“Barangsiapa menjaga waktunya dengan :

– dzikrullah (mengingat Allah),
– membaca al-Qur’an,
– berteman dengan orang-orang baik, dan
– menjauhi pertemanan dengan orang-orang yang lalai lagi buruk,

niscaya akan menjadi baik dan lembut hatinya.”

(Majmu’ Fatawa Bin Baz 5/244)

Janganlah Tertipu

● Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahullah berkata,

كم من إنسان طليق اللسان، فصيح البيان، إذا رأيته يعجبك جسمه، وإن يقل تسمع لقوله، ولكنه لا خير فيه.

Betapa banyak orang yang :
– pandai bicara (dan) fasih ketika menjelaskan,
– jika engkau melihatnya, penampilannya mengagumkanmu,
– jika dia berbicara, engkau sangat antusias mendengarkannya.

Akan tetapi, tidak ada kebaikan pada dirinya.

(Syarh Riyadhush Sholihin – 6/138)

● Umar bin al-Khaththab rodhiyallahu ‘anhu berkata,

لا يعجبنكم من الرجل طَنْطَنَتُه، ولكن من أدى الأمانة وكف عن أعراض الناس فهو الرجل.

Jangan sekali-kali kalian terkagum dengan bagusnya seseorang dalam menyampaikan ucapan .. Namun (kagumlah kepada) seseorang yang :
– menunaikan amanah, dan
– (mampu) menahan diri dari membicarakan kehormatan orang lain.

Orang seperti inilah lelaki sejati.

(As-Sunan al-Kubro – 6/288)

Sebab Terbesar Dicintai Manusia

Ibnul Munkadir berkata kepada Abu Hazim Salamah bin Dinar,

يا أبا حازم ما أكثر من يلقاني فيدعو لي بالخير، ما أعرفهم وما صنعت إليهم خيراً قط.

“Wahai Abu Hazim, alangkah banyaknya orang yang berjumpa denganku lalu mendo’akan kebaikan untukku, padahal aku tidak mengenal mereka dan tidak pernah melakukan kebaikan untuk mereka sama sekali..”

Maka Abu Hazim menjawab,

لا تظن أن ذلك من قِبَلك، ولكن انظر الذي ذلك من قِبَله فاشكره.

“Engkau jangan menyangka bahwa hal itu berasal dari dirimu, tetapi lihatlah kepada Yang dari-Nya hal itu berasal, lalu bersyukurlah kepada-Nya..!”

Lalu Abdurrahman bin Zaid yang meriwayatkan kisah ini membaca firman Allah Ta’ala:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh maka ar-Rohman akan meletakkan rasa cinta (di hati manusia) untuk mereka..” (QS. Maryam: 96)

( Hilyatul Auliya’ – 3 / 233 )

Jaminan Surga Bagi Yang Melakukan Enam Perkara Ini

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

Jaminlah enam perkara untukku dari diri kalian, niscaya aku menjamin surga untuk kalian.

1. jujurlah jika berbicara
2. tepatilah jika berjanji
3. tunaikanlah amanah jika diserahi amanah
4. jagalah kemaluan
5. tundukkan pandangan, dan
6. tahanlah tangan kalian

(HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Jaminan yang melebihi jaminan jaminan di zaman ini, jaminan kesehatan, jaminan masa tua, dan jaminan jaminan dunia lainnya..

Sedangkan ini adalah jaminan yang amat mahal..

Namun amal amal tersebut pun tak mudah..
Kecuali orang yang Allah berikan kemudahan padanya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Adab Dan Etika Yang Agung Dalam Berbicara

● Dari Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   :(( مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ)). حَدِيْثٌ حَسَنٌ رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَغَيْرُهَ هَكَذَا.

“Diantara (tanda) kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya..” (HR. at-Tirmidzi no. 2317)

● Dalam kesempatan lainnya, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam..” (HR. Al Bukhari no. 6018)

● Syaikh Sholeh al-Fauzan hafizhohullah berkata,

ما لم تتأكد منه لا تتكلم به، وإذا تأكدت منه اصبر هل فيه مصلحة أم ليس فيه، إن لم يكن فيه مصلحة، اتركه، احفظ لسانك عما لا فائدة فيه.

– hal-hal yang belum engkau pastikan kebenarannya janganlah engkau ucapkan,

– jika engkau telah memastikan kebenarannya, maka bersabarlah hingga engkau memastikan apakah ada maslahatnya atau tidak,

– jika tidak ada maslahatnya maka janganlah berbicara,

Jagalah lisanmu dari hal-hal yang tidak bermanfaat..!!

(Syarh Kitab al-Kabair)