All posts by BBG Al Ilmu

Beberapa Perbuatan Mengabaikan Alqur’an

Alqur’an yang berisi hidayah dan mengajak kepada surga, kamu tinggalkan .. dan kamu lebih senang disibukkan oleh nyanyian, game dan hiburan yang hanya menambah penyakit hati..

Namun kita tidak merasa telah merugi..
Bahkan tertipu oleh angan angan..
– kelak saya akan membaca Alqur’an..
– nanti saya akan mentadabburinya..

وَقَالَ الرَّسُوْلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوْا هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَهْجُوْرًا (٣٠)

“Dan Rosul (Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Alqur’an ini diabaikan…” (Qs. Al-Furqon – 30)

Ibnu Katsir rohimahullah berkata dalam tafsirnya,

وَتَرْكُ تَدَبُّرِهِ وَتَفْهُّمِهِ مِنْ هُجْرَانِهِ، وَتَرْكُ الْعَمَلِ بِهِ وَامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ زَوَاجِرِهِ مِنْ هُجْرَانِهِ، والعدولُ عَنْهُ إِلَى غَيْرِهِ -مَنْ شِعْرٍ أَوْ قَوْلٍ أَوْ غِنَاءٍ أَوْ لَهْوٍ أَوْ كَلَامٍ أَوْ طَرِيقَةٍ مَأْخُوذَةٍ مِنْ غَيْرِهِ -مِنْ هُجْرَانِهِ

“Tidak mau mentadabburi dan memahaminya termasuk mengabaikan Alqur’an.

Tidak mau mengamalkannya, tidak melaksanakan perintah dan menjauhi larangannnya .. atau berpaling dari Alqur’an dan sibuk dengan syair, nyanyian, perkataan manusia, perkara yang sia sia, dan bimbingan selain Alqur’an .. semua itu termasuk mengabaikan Alqur’an..”

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Allah Merahmati Orang Yang Memberikan Kemudahan

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Semoga Allah merahmati orang yang :
– mudah dalam menjual,
– mudah saat membeli, dan
– mudah dalam menagih hutang..”

(HR. Al Bukhori)

● mudah dalam menjual dengan tidak mengambil keuntungan yang menyusahkan pembeli.

● mudah dalam membeli dengan tidak menawar dengan tawaran yang menyusahkan penjual.

● mudah dalam menagih hutang, dengan memberi tangguh bagi yang sulit bahkan ia memaafkan.

Dalam riwayat Ibnu Hibban, “Mudah dalam membayar hutang..” yaitu dengan tidak menunda nunda pembayaran hutang.

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Obat Lupa

Ali bin Khasyram rohimahullah berkata,

“Aku melihat Waki’ bin al-Jarrah tidak pernah membawa kitab, namun beliau bisa menghafal apa yang tidak kami hafal.

Maka aku merasa heran dengan hal itu sehingga aku pun bertanya kepada beliau, “Wahai Waki’, engkau tidak pernah membawa kitab dan tidak menggoreskan yang hitam di atas yang putih (tidak mencatat -pent), namun engkau menghafal lebih banyak dibandingkan apa yang kami hafal..”

Maka Waki’ berkata dengan membisikkan ke telingaku, “Wahai Ali, jika aku tunjukkan kepadamu obat lupa, apakah engkau akan mengamalkannya..?”

Aku pun menjawab, “Ya, demi Allah..”

Maka beliau menjelaskan, “Meninggalkan maksiat, demi Allah, aku tidak melihat sesuatu yang lebih bermanfaat untuk memudahkan menghafal dibandingkan meninggalkan kemaksiatan..”

(Siyarul A’lamin Nubala’, 6/384)

MUTIARA SALAF : Tidak Berharap Kepada Makhluk

Kholifah Hisyam bin Abdul Malik masuk ke dalam Ka’bah, ternyata di dalamnya ada Salim bin Abdullah bin Umar rohimahullah,

Maka Kholifah berkata kepadanya: “Wahai Salim, mintalah kepadaku apa yang engkau butuhkan..!”

Salim menjawab: “Sesungguhnya aku merasa malu kepada Allah untuk meminta di rumah Allah kepada selain-Nya..”

Ketika Salim keluar maka Kholifah mengikutinya seraya berkata kepadanya: “Sekarang engkau telah keluar, maka mintalah kepadaku apa yang engkau butuhkan..!”

Salim menjawab: “Kebutuhan dunia atau kebutuhan akhirat..?”

Kholifah menjawab: “Kebutuhan dunia..”

Maka Salim menjawab: “Aku tidak memintanya kepada yang memilikinya (Allah), maka bagaimana aku akan meminta kepada yang tidak memilikinya..”

(Al-Muntazham Fii Taarikhil Muluk wal Umam, 7/114-115)

Teman Yang Paling Disukai

Kholid bin Shofwan rohimahullah ditanya, ‘siapakah temanmu yang paling kamu sukai..?’

Ia berkata,
– yang suka memaafkanku,
– mau menerima kekuranganku, dan
– menutupi kesalahanku.

(Kitab Mujalasah – Ad Dainawari)

Teman yang susah memaafkan..
Tak mau menerima kekurangan..
Bahkan menebar aib kita..
Adalah teman yang tak ada manfaatnya..
Bahkan lebih banyak mudhorotnya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Memilih Teman

Ibnu Hibban rohimahullah berkata,

“Yang wajib atas seorang yang berakal adalah agar ia berlindung kepada Allah dari berteman dengan orang yang :
– jika dirinya mengingat Allah, orang tersebut tidak mau membantunya,
– jika dirinya lupa, orang tersebut tidak mau mengingatkannya,
– jika dirinya lalai, orang tersebut justru mendorongnya agar meninggalkan dzikir.

Siapa yang berteman dengan orang-orang yang buruk maka hakekatnya dialah yang paling buruk diantara mereka.

Sebagaimana orang yang baik tidak mencintai kecuali orang-orang yang baik, demikian pula orang yang buruk tidak akan berteman kecuali dengan orang-orang yang jahat.

Jadi seseorang jika membutuhkan teman maka hendaklah ia berteman dengan orang-orang yang menjaga kehormatannya..”

(Roudhotul Uqolaa’ – hal. 102)

MUTIARA SALAF : Tergelincir Oleh Lisannya Sendiri

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Termasuk hal yang mengherankan bahwa seseorang ada yang mudah baginya untuk menjaga diri dan menahan diri dari memakan sesuatu yang haram, kezholiman, zina, mencuri, minum khomer, melihat yang haram dan selainnya,

Namun sulit baginya untuk mengendalikan gerakan lisannya. Sampai-sampai engkau melihat seseorang yang dianggap baik agamanya, zuhud dan banyak ibadah, namun dia berbicara dengan ucapan yang dimurkai Allah tanpa mempedulikan akibatnya.

Dengan satu kalimat saja dia tergelincir ke dalam jurang yang dalamnya lebih jauh dari jarak antara timur dan barat.

Betapa banyak engkau melihat orang yang sangat berhati-hati dari perbuatan keji dan zholim, namun lisannya suka menodai kehormatan orang-orang yang masih hidup maupun yang telah mati tanpa mempedulikan apa yang dia ucapkan..”

(Al-Jawaabul Kaafi – hal. 366)

MUTIARA SALAF : Akibat Dari Tidak Mengenal Jahiliyah

● Umar bin Al Khothob rodhiyallahu ‘anhu berkata,

إنما تنقض عرى الإسلام عروة عروة إذا نشأ فى الإسلام من لم يعرف الجاهلية

“Sesungguhnya tali Islam itu terputus seutas demi seutas apabila tumbuh dalam Islam orang yang tidak mengenal jahiliyah..”

● Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Semua yang menyelisihi ajaran Rosul termasuk jahiliyah.

Maka siapa yang tidak mengenal dengan jelas jalan orang+orang yang tersesat, maka akan menyangka jalan kesesatan itu sebagai jalannya kaum mukminin.

Sebagaimana hal ini terjadi pada ummat Islam dalam banyak perkara, baik dalam masalah aqidah, atau ilmu dan amalan.
Padahal ia adalah jalannya kaum kafir yang memusuhi para Rosul tapi dianggap sebagai jalannya kaum mukminin. Bahkan ia menyeru kepadanya. Juga seperti mereka yang jatuh kepada bid’ah dan menyeru kepadanya..”

(Masail Fil I’tiqod hal 22)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Hakekat Umur Dan Kehidupan Seseorang

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Waktu seseorang itulah hakekat umurnya, dialah penentu kehidupan abadinya (di kemudian hari), apakah dalam kenikmatan abadi ataukah dalam kehidupan sengsara dalam adzab abadi yang pedih.

Waktu berlalu lebih cepat dari aliran awan. Maka siapa saja yang waktunya dihabiskan untuk Allah dan karena Allah, maka waktu itulah hakekat umur dan kehidupannya. Adapun selain itu (jika waktunya tidak dihabiskan untuk dan karena Allah) maka waktu tersebut pada hakekatnya bukanlah termasuk kehidupannya, akan tetapi kehidupannya laksana ibarat kehidupan hewan.

Jika ia menghabiskan waktunya dalam kelalaian dan syahwat, serta angan-angan yang batil, dan waktu yang terbaiknya adalah yang ia gunakan untuk tidur dan menganggur maka matinya orang yang seperti ini lebih baik dari pada hidupnya..”

(Al-Jawaab Al-Kaafi hal 109)

MUTIARA SALAF : Tidak Ada Amalan Khusus Bulan Rojab

Al Hafizh Ibnu Hajar Al ‘Asqolani Asy Syafi’i rohimahullah adalah seorang ulama besar dari madzhab Syafi’i

Perlu diperhatikan bahwa mengkhususkan puasa dan amalan tertentu pada bulan Rojab tanpa bulan lainnya adalah perlu ditinjau kembali karena para ulama seperti Al Hafizh Ibnu Rojab, Al Hafizh Ibnu Hajar dan juga Al Imam Ibnul Qoyyim -rohimahumullah- menjelaskan bahwa  HADITS-HADIST TENTANG AMALAN TERTENTU PADA BULAN ROJAB SECARA KHUSUS ADALAH LEMAH DAN PALSU.

● Al Hafizh Ibnu Hajar rohimahullah berkata,

“Tidak ada satu hadits shohih pun yang dapat dijadikan hujjah tentang keutamaan bulan Rojab.. tidak puasanya, tidak pula puasa khusus di hari tertentu dan tidak pula sholat malam di malam yang khusus..”

(Tabyinul ‘Ajab – hal. 11)

● Al Hafizh Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

“Tentang puasa, tidak ada satu pun hadits shohih dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam atau sahabatnya tentang keutamaan puasa Rojab secara khusus.

Adapun tentang sholat, tidak ada hadits yang shohih tentang sholat tertentu yang dilakukan pada bulan Rojab. Hadits-hadits yang diriwayatkan tentang keutamaan shalat roghoib pada malam Jum’at pertama bulan Rojab adalah bohong, batil dan tidak sah..”

(Lathoif al-Maarif – 140)

● Ibnul Qoyyim rohimahullah juga berkata,

“Dan semua hadits yang berbicara
tentang puasa Rojab dan sholat
pada sebagian malamnya adalah
dusta yang diada-adakan..”

(Al-Manaarul Muniif, 96)

namun amalan seperti puasa senin-kamis, puasa ayyaamul biidh, puasa daud yang biasa dilakukan di bulan-bulan lain, begitu juga dengan sholat tahajjud, witir, sedekah dan amalan sholeh lainnya, maka tetaplah dijalankan, bahkan nilai pahalanya dilipat-gandakan karena dilakukan di salah satu bulan harom.

kaidah yang perlu kita ketahui bersama adalah bahwa AMALAN BILA BERTEPATAN DENGAN WAKTU YANG MULIA MAKA IA AKAN DI LIPAT GANDAKAN PAHALANYA..

Allahu ta’ala a’lam

 

#rojab