Category Archives: Abu Riyadl Nurcholis

Penghafal Al Qur’an Akan Memakai Mahkota Kehormatan Di Hari Qiyamat..Siapa mau?

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu anhu berkata bahwa nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda:

يجيء صاحب القرآن يوم القيامة ، فيقول : يا رب حله ، فيلبس تاج الكرامة . ثم يقول : يا رب زده فيلبس حلة الكرامة ، ثم يقول : يا رب ارض عنه ، فيقال اقرأ وارق ويزاد بكل آية حسنة ) .(حسن) (صحيح الجامع  8030  

” Dihari qiyamat akan didatangkan orang yang hafal Al Quran, maka berkata Al Quran; “Wahai rabku, pakaikanlah dia dengan pakaian perhiasan.” Maka orang tersebut di berikan mahkota kehormatan.
Al Quran berkata lagi:

“Wahai Robku tambahlah pakaiannya(perhiasannya).” Maka orang itu di beri pakaian kehormatannya.
Al Quran lalu berkata lagi; “Wahai Robku, ridhailah dia.” Maka kepadanya di katakan; “Bacalah dan naiklah (derajatmu disurga).” Dan untuk setiap ayat, ia di beri tambahan satu kebajikan.”

Hadits ini dihasankan oleh albani dalaam shohihul jami’ no. 8030

Al Qur’an Bukan Dibaca Di Tempat Pemakaman

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Telah mewabah dikalangan kaum muslimin sebuah amalan yang sebenarnya dilarang agama, namun mereka anggap hal tersebut adalah perbuatan baik..

Amalan tersebut adalah membaca al qur’an..

Bagaimana dikatakan tidak baik?? Itu kan membaca al qur’an kenapa dibilang dilarang??

Ya.. Benar dilarang.. Apabila ia membaca alqur’an namun dipekuburan..

Membaca alqur’an tempatnya bukan dipequburan.. Begitu pula sholat dipekuburan atau amalan ibadah lainnya..

Jika hal ini disanggah, maka saya tanya: apakah anda akan mengatakan boleh sholat di toilet? Atau sholat dikandang onta?

Larangan membaca alqur’an di pekuburan yaitu dikarenakan Rasulullah melarang kita menjadikan rumah rumah kita seperti quburan.. Karena pekuburan tidak boleh untuk membaca al qur’an disana.. Sehingga dianjurkan untuk membaca albaqoroh dirumah kita.

Dalam sebuah hadits
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian pekuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.”

Shahih, diriwayatkan Muslim (780).

بَارَكَ اللَّهُ فِيْك

Semoga bermanfa’at

By. Abu riyadL

Beberapa Pucuk Surat Dari Pengancur Kelezatan..

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Badan yg dulunya kuat sekarang sudah mulai gampang lelah..

Gigi yg dulunya kuat seperti baja sekarang sudah mulai ngilu dan berlubang..

Kaki yg dulunya kuat berjalan dan tidak mudah lelah, sekarang mudah capek dan jika berdiri lama terkadang nyeri dan kesemutan..

Dulu kala takala bagun pagi badan sangat ringan.. Namun sekarang sudah tidak seperti dulu lg..

Rambut dikala itu bersih hitam dan bersinar..ia telah mulai berwarna cerah dan gampang patah serta mulai tidak secerah dulu..

Surat surat cinta ini kiriman dari sang pengahancur kelezatan..
Surat surat rindu dari lobang lahat yg menunggu dipelukannya..

Surat surat itu semakin hari semakin bertambah saja..
berjalannya waktu serasa ia semakin dekat kpd kita..

Namun alangkah bodoh diri ini yg sering menganggapnya remeh.. Dan mengatakan:
” Nikamati aja hidup ini, kan cuma sekali”
Atau:
“Udahlah kan bisa taubat nanti”
Padahal ia merupakan kepastian yg pasti datang tanpa permisi waktu dan tempatnya..

Akankah saya atau anda selalu menyadarinya disetiap waktu…?

Cukuplah bagi seorang mukmin akan datangnya ajal sebagai nasehat yg sangat berharga..

Saudara..
Sebelum anda bertindak hendaklah engkau timbang dan engkau fikir masak-masak akan untung/ruginya pada kehidupan akhiratmu

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Do’a Keluar Rumah

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Jika anda ingin keluar Rumah simak hadits berikut:

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَالَ يَعْنٍي إِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ، بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، يُقَالُ لَهُ: كُفِيْتَ وَوُقِيْتَ وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ

Artinya:

“Barangsiapa yang berkata –yakni ketika keluar dari rumahnya:

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

‘Dengan nama Allah aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.’ Maka akan dikatakan kepadanya: ‘Engkau telah dicukupi dan dilindungi.’ Dan setan akan menjauh darinya.”

(HR. At-Tirmidzi, Kitab Ad-Da’awat ‘an Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wassalam, Bab Ma Ja`a Ma Yaqulu Idza Kharaja min Baitihi, no. 3348. Hadis hasan ghorib

Www.abu-riyadl.blogspot.com
Ma’hadul Qur’an boyolali

Kalah Sama Ayam

Lukman berkata pada anaknya, “Wahai anakku, jangan sampai suara ayam berkokok mengalahkan kalian. Suara ayam tersebut sebenarnya ingin menyeru kalian untuk bangun di waktu sahur, namun sayangnya kalian lebih senang terlelap tidur.” (Al Jaami’ li Ahkamil Qur’an 1726)

Haji Dan Berqurban

Krn bayakny yg bertanya Apakah boleh bagi orang yg sedang haji berkurban?

Maka simak hadits berikut

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwatkan tentang haji beliau..

فَلَمَّا كُنَّا بِمِنًى أُتِيتُ بِلَحْمِ بَقَرٍ ، فَقُلْتُ مَا هَذَا قَالُوا ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – عَنْ أَزْوَاجِهِ بِالْبَقَرِ

Tatkala kami di Mina, kami didatangkan daging sapi. Aku pun berkata, “Apa ini?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan udhiyah (berqurban) atas nama dirinya dan istri-istrinya dengan sapi.” (HR. Bukhari no. 5548)

Bolehkah kurban di negaranya atau harus di makkah.? Atau dua duanya?

Hal ini semuanya boleh.. Dan perlu diketahui ia harus menjaga untuk tidak memotong rambut dan kuku kukunya sampai telah tersembelih hewan kurbannya.

Abdurrahman Bin Auf Radhiyallahu ‘Anhu

Abdurrahman bin Auf bin Harits bin Zuhrah, seorang sahabat asal Quraisy dari suku Zuhri adalah di antara orang yang masuk Islam dari sejak permulaan Islam dan termasuk sepuluh orang yang dijanjikan (dikabarkan) masuk surga oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam serta termasuk enam orang konsultan Nabi. Beliau mengikuti seluruh peperangan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam termasuk perang Badar. Beliau meninggal di Madinah dan dimakamkan di Baqi`.

‘Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan sahabat yang mula-mula masuk Islam. Ia termasuk sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasululah. Selain itu, ia juga termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah menggantikan Umar bin Khaththab. Ia adalah seorang mufti yang dipercaya Rasulullah untuk berfatwa di Madinah.

‘Abdurrahman bin Auf masuk Islam sebelum Rasulullah melakukan pembinaan (pengkaderan) di rumah shahabat Arqam bin Abi al-Arqam, kira-kira dua hari setelah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu masuk Islam.

Ketika hijrah ke Madinah, ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi’ Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, salah seorang yang kaya lagi pemurah di Madinah. ‘Abdurrahman pernah ditawari Sa’ad untuk memilih salah satu dari dua kebunnya yang luas. Tapi, ‘Abdurrahman menolaknya. Ia hanya minta kepada Sa’ad ditunjuki lokasi pasar di Madinah.

Sejak itu, ‘Abdurahman bin ‘Auf berprofesi sebagai pedagang dan memperoleh keuntungan yang cukup besar. Omset dagangannya pun makin besar, sehingga ia dikenal sebagai pedagang yang sukses.

Tapi, kesuksesan itu tak membuatnya lupa diri. Ia tak pernah absen dalam setiap peperangan yang dipimpin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Suatu hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpidato membangkitkan semangat jihad dan pengorbanan kaum Muslimin. Beliau berkata:“Bersedekahlah kalian, karena saya akan mengirim pasukan ke medan perang.”

Mendengar ucapan itu, ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu bergegas pulang dan segera kembali ke hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.“Wahai Rasulullah, saya mempunyai uang empat ribu. Dua ribu saya infakkan di jalan Allah, dan sisanya saya tinggalkan untuk keluarga saya.” ucap Abdurrahman. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakannya agar diberi keberkahan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membutuhkan banyak dana untuk menghadapi tentara Rum dalam perang Tabuk, ‘Abdurrahman bin ‘Auf menjadi salah satu pelopor dalam menyumbangkan dana. Ia menyerahkan dua ratus uqiyah emas. Melihat hal itu, Umar bin Khathab berbisik kepada Rasulullah:”Agaknya Abdurrahman berdosa, dia tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya.”

Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bertanya kepada Abdurrahman:“Adakah engkau tinggalkan uang belanja untuk keluargamu?” Abdurrahman menjawab:“Ada, ya Rasulullah. Mereka saya tinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripada yang saya sumbangkan.” “Berapa?” Tanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. ‘Abdurrahman radhiyallahu ‘anhu menjawab: “Sebanyak rizki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah.” Subhanallah.

Sejak itu, rizki yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta’ala terus mengalir bagaikan aliran sungai yang deras. ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu kini telah menjadi orang terkaya di Madinah.
Suatu hari, iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman bin Auf yang terdiri dari 700 ekor unta yang dimuati bahan pangan, sandang, dan barang-barang kebutuhan penduduk tiba di Madinah. Terdengar suara gemuruh dan hiruk-pikuk, sehingga ‘Aisyah bertanya kepada seseorang:“Suara apakah itu?”

Orang itu menjawab:“Iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman.”

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
“Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepada ‘Abdurrahman di dunia dan akhirat… Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa “Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak.”

Orang itu langsung menemui ‘Abdurrahman bin ‘Auf dan menceritakan apa yang didengarnya dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Bagai petir ia Mendengar hal itu,
Ia bergegas menemui Aisyah radhiyallahu ‘anhu:

“Wahai Ummul Mukminin, apakah ibunda mendengar sendiri ucapan itu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”
“Ya,” jawab Aisyah radhiyallahu ‘anha.

“Seandainya aku sanggup, aku ingin memasuki surga dengan berjalan. Sudilah ibu menyaksikan, kafilah ini dengan seluruh kendaraan dan muatannya kuserahkan untuk jihad fi sabilillah.”

Sejak mendengar bahwa dirinya dijamin masuk surga walau dg merangkak, semangat berinfak dan bersedekahnya makin meningkat.. Dg harapan Allah memberinya jalan yg mudah dalam memasuki surga Tak kurang dari
40.000 dirham perak,
40.000 dinar emas,
500 ekor kuda perang,dan 1.500 ekor unta
ia sumbangan untuk peruangan menegakkan panji-panji Islam di muka bumi. Mendengar hal itu, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhu mendoakan:“Semoga Allah memberinya minum dengan air dari telaga Salsabil (nama sebuah telaga di surga).”

Wahai saudaraku.. Siapakah yg menjamin diri kita ini masuk surga ??? Cinta dunia kita masih membelenggu tangan kita..

Menjelang akhir hayatnya, ‘Abdurrahman radhiyallahu ‘anhu pernah disuguhi makanan oleh seseorang — padahal ia sedang berpuasa. Sambil melihat makanan itu, ia berkata:“Mush’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu syahid di medan perang. Dia lebih baik daripada saya. Waktu dikafan, jika kepalanya ditutup, maka kakinya terbuka. Dan jika kakinya ditutup, kepalanya terbuka. Kemudian Allah melapangkan dunia ini bagi kita seluas-luasnya. Sungguh, saya amat takut kalau-kalau pahala untuk kita disegerakan Allah di dunia ini.” Setelah itu, ia menangis tersedu-sedu.

‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu wafat dengan membawa amalnya yang banyak. Saat pemakamannya, Amirul Mukminin ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata:“Anda telah mendapat rahmat (kasih sayang) Allah, dan anda telah berhasil menundukan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati anda. Amin.”

Sumber: Biografi Ulama Ahli Sunnah terjemahan dari Shuwar min Hayaatis Shahabah, karya Doktor ‘Abdurrahman Ra’fat Basya. dengan sedikit editing.

Habisss..

Mari crita td direnungkan..
Ternyata betapa kecilnya amalan kita..

Www.abu-riyadl.blogspot.com

Fatwa Ulama Tentang Hukum Menyembelih Udhiyyah (Hewan Qur’ban)

Syaikh Abdullah bin Shalih Al Fauzan حفظه الله berkata :

“Para ulama’ telah berbeda pendapat tentang hukum udhiyah, apakah wajib ataukah sunnah? Kebanyakan ulama’ berpendapat bahwa hukumnya sunnah muakkadah bagi orang yang mempunyai kemampuan untuk menyembelih,
dan sebagian ahlul ilmi berpendapat bahwa hukumnya wajib.
Dan masing-masing mempunyai dalil yang tidak mampu ditentukan secara pasti mana yang lebih rojih antara kedua pendapat tersebut oleh orang yang mencermati dalil-dalil tersebut.

Adapun sikap yang lebih hati-hati bagi seseorang dalam permasalah semacam ini adalah seyogyanya untuk tidak meninggalkan penyembelihan hewan kurban apabila ia mampu untuk mengerjakannya,
karena dengan mengerjakannya maka ia telah lepas tanggung jawab dari perbedaan pendapat ini, dan ia telah selamat dari tuntutan syariat. Karena ia telah bersikap berhati-hati.” (Majalis ‘Asyri Dzil Hijjah Wa Ayyamist Tasyriq : 71)

Www.abu-riyadl.blogspot.com

Budayakan Kata-Kata “Aku Tidak Tahu”

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Sangat disayangkan banyak tokoh yang sudah tersohor di media elektronik dengan gampangnya berfatwa(menjawab pertanyaan) dengan akal atau perasaan.. Sangat berat untuk menjawab:” Aku tidak tahu..”

Sehingga bisa memungkinkan menjerumuskan manusia dalam kesalahan.

Berhati hatilah dengan jawaban anda tentang agama. Karena hal tersebut akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

Www.abu-riyadl.blogspot.com

Mari Kita Ber-Qurban

Ibadah dalam bentuk menyembelih bukanlah hal kecil,
Karena ia adalah suatu penghambaan diri kita kpd Allah ta’ala

Ia bukan sekedar infaq atau sedekah. Namun ia adalah bukti tauhid kita kepada Allah. Dengan mengesakan Allah dalam ibadah..

Seandainya seseorang menyembelih ditujukan kepada selain Allah dan dagingnya disedekahkan kepada para faqir miskin.. Maka amalannya tertolak, bahkan ia telah berbuat syirik besar.. Dapat mengeluarkannya dari daratan islam..

Wahai saudaraku.. Mari kita bersiap siap untuk berqurban ditahun ini. Karena kesempatan itu hanya 4 hari dalam setahun . Belum tentu tahun mendatang Allah beri kesempatan itu.

Semoga Allah memudahkan kita dalam mengamalkannya, sebagai bentuk penghambaan diri kepada sang KHOLIQ.. Allah..

بَارَكَ اللَّهُ فِيْك
Www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abu riyadL.