Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Tadabbur Surat Al Mulk… part # 1

Ayat pertama:

تبارك الذي بيده الملك وهو على كل شيء قدير.

“Maha berkah Allah yang di tanganNyalah kerajaan. Dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu.”

Tabarok berasal dari kata barokah yang berarti bahwa Allah yang Maha memberkahi dan kerajaan Allah senantiasa dipenuhi dengan keberkahan.

Barokah artinya yang banyak kebaikannya dan terus bertambah dan tetap.
Allahlah pemilik keberkahan dan Allah yang memberi keberkahan pada ciptaanNya.

Lihatlah bumi yang kita pijak ini.
“Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.” (Fushilat: 10)

Keberkahan bumi tak pernah ada habis habisnya. Kekayaan yang tersimpan padanya. Tanaman, buah buahan, batu mulia, minyak bumi, kekayaan laut, dan sebagainya.

Lihatlah keberkahan langit dengan planet yang ada padanya. Allah turunkah hujan yang amat berkah dari langit untuk kehidupan makhluk yang hidup di atas bumi.

Lihatlah air zam zam yang diberkahi. Setiap harinya diambil jutaan liter untuk disebar ke seluruh dunia. Namun sumur zam zam tak pernah kering. padahal berada di tengah padang pasir yang tandus.

Keberkahan Al Qur’an, keberkahan iman dan amal shalih jauh lebih besar lagi. Karena balasannya adalah surga yang abadi.

Ya Allah berkahi kami dengan iman dan amal.. Berkahi harta kami dan keturunan kami..

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Keutamaan Surat Al Mulk…

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Barangsiapa membaca “Tabarokalladzi bi yadihil mulk” (surat Al Mulk) setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur. Kami di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakan surat tersebut “al Mani’ah” (penghalang dari siksa kubur).  Dia adalah salah satu surat di dalam Kitabullah. Barangsiapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan.” (HR. An Nasai dalam Al Kabir 6/179 dan Al Hakim. Hakim mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih)

Mari membaca, menghafal dan mentadabburi surat Al Mulk…

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Kaidah Memahami Al Qur’an Ke 10 : Cara Mendakwahi Orang-Orang Kafir…

Kaidah-kaidah memahami Al Qur’an yang diambil dari kitab Qowa’idul Hisaan yang ditulis oleh Syaikh Abdurrohman As Sa’diy.

Kaidah yang ke 10 :

Tata cara Alquran dalam mendakwahi orang orang kafir.

– Mendakwahi mereka dengan cara menyebutkan keindahan islam dan keistimewaannya dan menyebutkan bukti bukti kebenaran risalah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

– Mendakwahi mereka dengan mengingatkan apa yang menimpa umat umat sebelum mereka berupa siksa yang pedih di dunia dan akherat.

– Dengan mengingatkan keburukan keburukan yang terdapat pada keyakinan mereka yang batil dan mengingatkan agar tidak menaati pemimpin pemimpin mereka yang menyesatkan, karena itu semua akan menjadi penyesalan.

– Mendakwahi mereka dengan menyebutkan kenikmatan kenikmatan Allah yang banyak, dan bahwasanya  Allahlah yang bersendirian dalam menciptakan alam semesta. Maka Dialah yang wajib untuk diibadahi dan ditaati.

– Menjelaskan sebab sebab terhalangnya mereka untuk mengikuti kebenaran, yaitu mencari kedudukan dan kepentingan pribadi. Dan ketika mereka lebih memilih kebatilan, Allah stempel mati hati mereka dan menutup jalan jalan hidayah untuknya.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Kaidah Memahami Al Qur’an Ke 11 : Memperhatikan Lafadz-Lafadz..

KAIDAH MEMAHAMI Al QUR’AN – Daftar Isi LENGKAP

Mengintip Aib Diri

Ibnu Qudamah rohimahullah berkata,

“Siapa yang ingin mengetahui kekurangan yang ada pada dirinya, maka ada empat cara:

1. Duduklah di hadapan seorang syaikh yang amat faham mengenal kesalahan diri. Ia akan memberitahumu dan memberi obatnya. Namun cara ini amat jarang di zaman ini..

2. Memiliki teman yang jujur yang mengingatkan kesalahannya. Dahulu Umar bin Khathab berkata, “Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan aib-aib kami..” Demikian pula salafushalih terdahulu suka bila ada yang mengingatkan kesalahannya. Sedangkan di zaman ini, orang yang mengingatkan kesalahan kita mungkin orang yang paling tidak kita sukai..

3. Mendengar dari lisan musuh. Karena mata yang memusuhi biasanya akan memperlihatkan aib sekecil apapun. Ini lebih bermanfaat untuk mengenal aib sendiri dibandingkan teman yang menjilat..

4. Bergaul dengan manusia. Sesuatu yang tercela diantara mereka jauhilah..

(Mukhtashor Minhajil Qoshidin hal 156)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

Kisah Seorang Zindiq…

Ia bernama Ahmad bin Yahya bin Ishaq Abul Husain yang dikenal dengan Ibnu Rowandi..

Imam ibnul Jauzi setelah menyebutkan biografinya dalam kitab al Muntazim (3/108) berkata:
“Aku sebutkan beografinya agar diketahui bagaimana kadar kekafiran orang ini. Karena ia adalah sandarannya kaum atheis dan kaum filsafat.
Disebutkan bahwa ayahnya adalah seorang yahudi dan ibnu rowandi pura pura masuk islam.

Sebagian Yahudi berkata kepada kaum muslimin, “Jangan sampai orang ini merusak kitab suci kalian sebagaimana ayahnya dahulu merusak taurat.”

Diantara tata cara ibnu rowandi melariskan kesesatannya adalah dengan mengesankan bahwa masalah yang sedang ia bicarakan itu adalah masalah yang masih diperselisihkan para ulama, agar kaum muslimin tidak menolak pemikirannya.

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah berkata, “Abu Abdirrohman As Sulami menyebutkan masalah samaa’ (dzikir dengan cara menganggukan kepala dan joget) dari ibnu rowandi bahwa ia berkata, “Para fuqoha berbeda pendapat tentang hukum samaa’. Sebagian membolehkan dan sebagian memakruhkan. Adapun saya mewajibkan.” (Majmu fatawa 11/570)

Padahal seluruh ulama bersepakat akan haramnya samaa’..

Namun ibnu rowandi mengesankan bahwa itu masih diperselisihkan..
Demikian pula di zaman ini..
Kaum liberal dan yang semisalnya..
Selalu berusaha membela kebatilan dengan cara mengesankan terlebih dahulu bahwa masalah tersebut diperselisihkan..

Padahal perselisihannya lemah atau bahkan tidak ada perselisihan..
Maka waspadalah saudaraku..
Karena tidak setiap perselsihan dapat kita hormati..

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Faidah Hadits: Waspada Hadits Palsu…

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

سيكون في آخر أمتي أناس يحدثونكم مالم تسمعوا أنتم ولا آباؤكم فإياكم وإياهم

Akan ada di akhir umatku orang orang yang membawakan hadits kepada kalian apa apa yang tidak pernah kalian dengar sebelumnya dan tidak juga ayah ayah kalian. Maka waspadalah terhadap mereka. (HR Muslim)

Imam Ath Thiibiy dalam kitab faidlu qodiir berkata, “Ini adalah salah satu tanda kenabian dan mukjizat Rasulullah, dimana di setiap zaman muncul para tukang dusta yang banyak.”

Saudaraku..
Di zaman ini kita lihat terutama di media sosial..
Bertebaran hadits hadits yang tidak pernah ada dalam kitab kitab para ulama hadits..
Atau hadits hadits palsu dan mungkar..
Sayangnya diterima dengan tanpa diperiksa..
Disebar di berbagai media..

Padahal Nabi shallallahu alaihi wasallam mengingatkan kita akan bahaya berdusta atas nama beliau dalam haditsnya yang mutawatir:

من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار

Barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, hendaklah ia menempati tempat duduknya di Neraka. (Muttafaq alaih)

Maka waspadalah saudaraku..
Tanyakanlah kepada ahlinya sebelum menshare suatu hadits..

Agar tidak termasuk orang orang yang menyebarkan kedustaan atas nama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..

Badru Salam, حفظه الله

Kaidah Memahami Al Qur’an Ke 9 : Cara Perintah Kepada Kaum Mukminin Untuk Kepada Hukum Syar’at…

Kaidah-kaidah memahami Al Qur’an yang diambil dari kitab Qowa’idul Hisaan yang ditulis oleh Syaikh Abdurrohman As Sa’diy.
.
Kaidah ke 9 :

Tata cara alqur’an dalam memerintahkan kaum mukminin kepada hukum hukum syari’at.

– Allah memerintahkan dan melarang dengan ucapan: yaa ayyuhalladziina aamanuu.. Wahai orang orang yang beriman. Ini ada dua faidah:

Pertama: Anjuran untuk melaksanakan konsekwensi iman, syarat dan penyempurnanya. Karena para ulama semua bersepakat bahwa iman itu bertambah dan berkurang dan bahwa semua syariat agama adalah konsekwensi iman.

Kedua: Mengingat kenikmatan iman kepada mereka. Seakan Allah berkata, “Wahai orang orang yang diberikan kenikmatan iman, syukurilah nikmat iman tersebut dengan melakukan ini dan meninggalkan ini.

– Terkadang Allah menyebutkan pengaruh baik dari ketaatan dan pengaruh buruk dari kemaksiatan di dunia dan akherat.

– Terkadang dengan cara memberi motivasi (targhib) dan memberi ancaman (tarhib).

– Terkadang dengan menyebutkan hakNya yang agung yang berupa ibadah secara zahir maupun batin.

– Terkadang menyeru mereka agar menjadikan Allah tempat berlindung, sebagai wali, dan tempat menyerahkan urusan pada setiap keadaan. Karena ia adalah asal kebahagiaan hamba dan kemashlahatan mereka.

– Terkadang dengan mewaspadakan mereka agar tidak menyerupai orang orang yang lalai dan berpaling agar tidak menimpa apa yang menimpa mereka.

Badru Salam, حفظه الله

Kaidah Ke 10 : Cara Mendakwahi Orang-Orang Kafir…

KAIDAH MEMAHAMI Al QUR’AN – Daftar Isi LENGKAP

Faidah Ayat : Al Fath – 29…

Allah Ta’ala memuji para shahabat dalam surat al fath ayat 29 dalam ayat itu Allah berfirman:

ليغيظ بهم الكفار

Agar membuat orang orang kafir marah kepada mereka.

Imam Malik berkata, “Siapa yang di hatinya ada kemarahan kepada para shahabat Nabi, maka ia terkena ayat tersebut.” (Arruwah ‘an malik hal 259)

Maka berhati hatilah saudaraku..
Dari orang yang membenci para shahabat Nabi..
Karena sebetulnya mereka ingin membatalkan islam..

Imam Abu Zur’ah Ar Raazi berkata:
“Bila kamu melihat orang yang menjelek jelekkan para shahabat, maka ketahuilah bahwa ia zindiq.
Karena kita meyakini bahwa rosul itu benar dan alquran juga benar.
Dan yang membawa al quran dan hadits nabi kepada kita adalah para shahabat.
Sebetulnya mereka ingin menikam para pembawanya agar membatalkan al quran dan hadits… (Ushulussunnah hal 54)

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Faidah : Meremehkan Manusia…

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إذا قال الرجل هلك الناس فهو أهلكهم

Apabila seseorang berkata, “Orang orang telah rusak/binasa.” Maka dia yang paling rusak.” (HR Muslim no 2623)

Imam An Nawawi rahimahullah berkata:
“Para ulama bersepakat bahwa maksud hadits ini adalah untuk orang yang mengatakan demikian karena meremehkan manusia dan menganggap dirinya lebih. Adapun jika ia mengucapkan demikian karena sedih terhadap apa yang menimpa dirinya dan manusia berupa kekurangan dalam menjalankan agama, maka itu tidak mengapa.”

Al Khothobi berkata, “artinya senantiasa seseorang mencela manusia dan menyebutkan keburukan mereka dan menganggap bahwa manusia sudah rusak atau sejenisnya. Apabila ia melakukan itu maka ia yang paling rusak keadaannya akibat dosa dari memburuk burukkan mereka. Bahkan bisa jadi ia merasa bangga dengan dirinya dan memandang bahwa dirinya lebih baik dari mereka.”
(Syarah shahih Muslim 16/175).

Demikianlah..
Orang yang selalu memandang orang lain jelek..
Seakan tidak ada kebaikan pada mereka..
Ia tidak sadar bahwa sebetulnya dia yang paling jelek diantara mereka..
Kewajiban kita adalah untuk senantiasa mendoakan kebaikan dan hidayah..
Dan memandang sedikit amalan kita..
Mungkin mereka diberi taubat oleh Allah..
Mungkin mereka lebih takut kepada Allah..
Mungkin mereka lebih menyembunyikan amalan sholehnya..
Sementara kita, hanya sibuk memuji diri dan ingin diakui..
Allahul Musta’an..

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Kaidah Memahami Al Qur’an Ke 8 : Penetapan Hari Kebangkitan…

Kaidah-kaidah memahami Al Qur’an yang diambil dari kitab Qowa’idul Hisaan yang ditulis oleh Syaikh Abdurrohman As Sa’diy.

Kaidah ke 8 :

Tata cara Al Qur’an menetapkan hari kebangkitan.

– Mengabarkan tentang kesempurnaan kekuasaan Allah dan kehendakNya yang pasti berjalan

– mengingatkan hamba tentang penciptaannya pertama kali. Bahwa bila Dia mampu menciptakan manusia dari sesuatu yang tidak ada, maka Dia mampu untuk mengembalikan ciptaanNya.

– menghidupkan bumi yang telah mati, sebagai bukti bahwa Dia mampu menghidupkan manusia yang telah mati.

– kekuasaan Allah untuk menciptakan langit dan bumi yang amat besar. Maka membangkitkan manusia tentu lebih mudah.

– Menetapkan bahwa Allah tak mungkin menciptakan manusia sia sia. Tidak diberikan perintah dan larangan, dan tidak diberikan pahala dan siksa? Itu semua mustahil bagi Allah Ta’ala.

– Allah memperlihatkan bagaimana Allah membangkitkan orang yang telah meninggal di dunia ini, sebagaimana dalam kisah sapi betina, kisah Nabi Uzair yang diperlihatkan kepadanya bagaimana Allah membangkitkan keledai yang telah menjadi tulang belulang, kisah Nabi Ibrahim yang diperlihatkan kepadanya kebangkitan burung yang telah terpotong potong badannya dsb.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Kaidah Ke 9 : Cara Perintah Kepada Kaum Mukminin Untuk Kepada Hukum Syar’at…

KAIDAH MEMAHAMI Al QUR’AN – Daftar Isi LENGKAP