Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

MUTIARA SALAF : Dua Keadaan Orang Yang Mengambil Rezeki Yang Haram

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

ما أخذ العبد ما حرم عليه إلا من جهتين: إحداهما: سوء ظنه بربه، وأنه لو أطاعه وآثره لم يعطه خيراً منه حلال. والثانية: أن يكون عالماً بذلك، وأن من ترك لله شيئاً أعاضه خيراً منه (أعطاه خيراً منه)، لكن تغلب شهوته صبره، وهواه عقله. فالأول من ضعف علمه، والثاني من ضعف عقله وبصيرته.

“Hamba yang mengambil rezeki yang haram ada dua keadaan :

1. Berburuk sangka kepada Robbnya bahwa jika ia mentaati-Nya, Allah tidak akan memberinya ganti dengan yang lebih baik dari yang halal.

2. Ia berilmu tentang itu. Bahwa orang yang meninggalkan yang haram akan diganti oleh Allah dengan yang lebih baik dari itu, namun..
– kesabarannya kalah oleh syahwatnya,
– akalnya ditutupi oleh hawa nafsu.

Yang pertama akibat lemahnya ilmu (tentang Allah).. dan yang kedua akibat lemah akal dan bashirohnya..”

(Al Fawaid hal 62)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Takut Miskin

Sufyan Ats Tsauri rohimahullah berkata,

ليس للشيطان سلاح؛ مثل خوف الفقر، فإذا وقع في القلب ؛
‏مَنَع الحق
‏وتكلم بالهوى
‏وظن بربه ظن السوء

“Takut miskin adalah senjata setan yang amat ampuh.. bila takut miskin ada di hati maka ia akan mencegah hak, berbicara dengan hawa nafsu dan berburuk sangka kepada Robbnya..”

Ya..
Akibat takut miskin..
Seseorang sulit meninggalkan pekerjaan yang haram..

Ia takut tidak mendapatkan rezeki..
Dan berburuk sangka kepada Allah..
Lalu mencari berbagai macam alasan dengan hawa nafsunya..

Sedangkan mukmin yang bertawakal..
Yakin bahwa Allah tidak mungkin menyia nyiakan hamba-Nya yang takut adzab-Nya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Bersikap Adil

Abud Darda’ rodhiyallahu ‘anhu berkata,

أنصف أذنيك من فيك فإنما جُعل لك أذنان اثنتان،وفم واحد،لتسمع أكثر مما تقول

“Bersikap adillah terhadap telingamu dibanding mulutmu, karena telingamu diciptakan dua sedangkan mulut hanya satu. Agar kamu lebih banyak mendengar dari berbicara..”

(Mukhtashor Minhajil Qoshidin hal 165)

Lebih banyak mendengar dari berbicara..
Lebih banyak faidah yang diraih..

Namun terkadang..
Kita lebih suka berbicara agar terlihat kelebihan diri..

Allahul Musta’an..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Ujian

Ujian..
Menempa keimanan..
Menguatkan kesabaran..
Menambah ketabahan..

Seringkali kita berbicara tentang kesabaran..
Tentang ridho dengan ketentuan Ar Rohman..
Dengan ujian akan terlihatlah kejujuran ucapan..

Karena ujian itu memilah dan memilih..
Antara yang jujur dengan yang dusta..

Tanpa ujian..
Keimanan tidak akan tumbuh dengan baik..
Kesabaran pun menjadi pendek..
Bukan kita berharap diuji..
Tapi itu sesuatu yang pasti..
Karena Allah telah berjanji untuk menguji setiap orang yang beriman..

Dan kekuatan hati itu hanya dengan cara bertaqorrub kepada Allah..
Bermunajat dan bersimpuh di hadapan-Nya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Kesombongan Adalah Penyakit Ilmu

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

كثير من المنتسبين إلى العلم
‏يبتلى بالكبر كمـا يبتلى كثير
‏من أهل العبادة بالشرك
‏ولهذا فإن آفة العلم الكبر
‏وآفة العبادة الرياء
‏وهؤلاء يحرمون حقيقة العلم
‏كما قال تعالى :
‏{سأصرف عن آياتي الذين
‏يتكبرون في الأرض بغير الحق}.

“Banyak orang yang menisbatkan diri kepada ilmu yang terkena sifat sombong, sebagaimana banyak ahli ibadah yang terkena syirik..

Oleh karena itu penyakit ilmu adalah kesombongan dan penyakit ibadah adalah riya.. mereka semua terhalang dari hakikat ilmu.

Sebagaimana firman Allah yang artinya, “Aku akan memalingkan dari ayat-ayatku orang-orang yang bersombong di muka bumi dengan tanpa hak..”

(Ar Rodd ‘alaa Syadzili hal. 256)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

HADITS : Umat Yang Dirahmati

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أمتي هذه أمةٌ مرحومةٌ ، ليس عليْها عذابٌ في الآخرةِ ، عذابُها في الدُّنيا ، الفتنُ ، والزلازلُ ، والقتلُ

“Umatku adalah umat yang dirahmati, tidak ada adzab untuk mereka di akherat. Namun adzabnya di dunia saja dengan fitnah, gempa bumi, dan dibunuh..”

(HR Abu Dawud)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Merapatkan Dua Telapak Kaki Saat Sujud Dalam Sholat

Ummul Mukminin ‘Aisyah rodhiyallahu ’anha berkata,

فقدتُ النبيﷺ ليلة من فراشي، فالتمسته فوقعت يدي على قدميه وهو يقول:
‏(اللهم إني أعوذ برضاك من سخطك وبمعافاتك من عقوبتك وبك منك لا أحصي ثناء عليك أنت كما أثنيت على
نفسك)

“Suatu malam aku kehilangan Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam dari ranjangku. Maka akupun mencari beliau.. Lalu tanganku memegang dua kaki beliau yang sedang berdo’a (yang artinya) :

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung dengan ridho-Mu dari kemurkaan-Mu. Dengan maaf-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari (adzab) Mu. Aku tidak dapat menghitung pujian kepadaMu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu..” (HR Muslim)

Faidah Hadits ini :

Disyari’atkan merapatkan dua kaki saat sujud. Karena ‘Aisyah memegang dua telapak kaki beliau dengan satu tangan.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

nb : posisi seluruh jari kaki kanan dan kaki kiri ditekan diarahkan/dihadapkan ke arah kiblat.

 

Menjadi Utusan Setan

Terkadang kita tidak terasa menjadi utusan setan..
Dengan menyampaikan kepada teman kita bahwa si anu menggibahmu atau mencacimu..

Padahal itu adalah sikap namimah atau mengadu domba..
Padahal seharusnya kita menjadi penyebab berdamainya saudara-saudara kita..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akibat Buruknya Batin Dan Lisan

Ibnu Hajar Al Haitami rohimahullah berkata,

وكل من رأيته سيء الظن بالناس، طالبًا لإظهار معايبهم؛
‏ فاعلم أن ذلك لخبث باطنه وسوء طويته.

“Semua orang yang kamu lihat:
– suka berburuk sangka kepada manusia dan,
– ingin menampakkan aib mereka

adalah karena busuknya batin dan hatinya..”

(Az Zawaajir 1/143)

Orang yang hatinya bening..
Akan bening pula hatinya kepada manusia..
Dan manusiapun selamat dari lisannya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Janganlah Meremehkan Kebaikan Atau Dosa Sekecil Apapun

Kebaikan yang kecil terkadang menjadi sebab masuk surga.

عَنْ أَبِي هُرَيرةَ رضيَ اللهُ عنه، عن النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، قال: «لقد أُرِيتُ رجلًا يتقلَّبُ في الجنَّةِ في شَجَرةٍ قطعَها مِنْ ظَهْرِ الطريقِ، كانت تُؤذِي المسلمين.”

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Aku diperlihatkan seorang laki laki yang mondar-mandir di dalam surga karena menyingkirkan pohon dari jalan yang mengganggu kaum muslimin..”

(HR Muslim)

Maka jangan anggap remeh kebaikan sedikitpun..

Sebagaimana jangan menganggap remeh dosa sekecil apapun..
Karena bisa jadi dosa yang dianggap remeh itu..
Menjadi penyebab ia masuk Neraka..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى