Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Kelak Semua Akan Kembali Kepada Allah

Imam Asy Syafi’i rohimahullahu Ta’ala berkata,

إنك لا تقدر أن ترضي الناس كلهم،
‏فأصلح ما بينك وبين الله عز وجل.
‏فإذا أصلحت ما بينك وبين الله عز وجل ،
‏فلا تبال بالناس

“Sesungguhnya engkau tidak akan mampu meridhokan manusia seluruhnya.. maka perbaikilah hubunganmu dengan Allah ‘Azza Wajalla.. apabila engkau telah memperbaiki hubunganmu dengan-Nya, maka jangan pedulikan lagi manusia..”

(Tawalu Ta’nis hal. 168 karya ibnu Hajar)

Jangan pedulikan sikap manusia kepadamu..
Sibuklah memperbaiki diri dengan ibadah dan amal sholeh..
Kelak semua akan kembali kepada Allah..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Berbuat Dosa Setelah Taubat

Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata

الإنسان إذا فعل الذَّنب ثُم تاب توبةً نصُوحًا ثم غلبتهُ عليهِ نفسُه مرَّةً أُخرى فإن توبتهُ الأولى صحيحة، فإذا تاب ثانيةً فتوبتُه صحيحة،
‏لأن مِن شُروط التوبة أن يعزِم أن لا يعُود وليس من شروط التوبة أن لا يعود .

“Seorang insan apabila berbuat dosa kemudian bertaubat dengan taubat nasuha lalu kalah kembali oleh hawa nafsu dan berbuat dosa.. maka taubatnya yang pertama itu shohih..

Jika ia bertaubat lagi kedua kalinya maka taubatnya juga shohih.. karena syarat taubat adalah bertekad bulat untuk tidak kembali berbuat dosa.. bukanlah syarat taubat untuk tidak pernah kembali berbuat dosa..”

(Syarah Kitab Tauhid)

Siapakah yang mampu tak pernah berbuat dosa setelah bertaubat..
Namun mukmin itu setiap kali jatuh kepada dosa..
Ia segera bertaubat dan membalasnya dengan amal sholeh..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Keberkahan Rezeki Dan Umur

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

وليست سعـةُ الـــرزق والعمل
‏بكثرته، ولا طولُ العمر بكثرة
‏الشهور والأعوم،
‏ولكن سعة الرزق والعمر بالبركة
‏فيه.

“Bukanlah banyaknya rezeki itu dengan banyaknya jumlah harta. . tidak pula panjangnya umur dengan banyaknya bulan dan tahun.. namun keberkahan rezeki dan umur adalah dengan banyak keberkahan padanya..”

(Ad Daa wad Dawaa hal. 201)

Keberkahan itu adalah banyaknya kebaikan pada sesuatu..

Harta dan umur yang berkah adalah harta yang banyak digunakan untuk kebaikan dengan sedekah dan membantu orang lain.. dan umur yang selalu dimakmurkan dengan ketaatan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Merasa Khawatir Amalnya Tidak Diterima

Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ* أُوْلَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya..”

(Al Mukminun 60-61)

‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah yang dimaksud oleh ayat ini adalah orang yang mencuri dan minum arak..?”

Beliau bersabda,

لا يا بنت الصديق ولكنهم الذين يصومون ويصلون ويتصدقون وهم يخافون أن لا يقبل منهم.

“Bukan wahai anak Ash Shiddiq.. akan tetapi mereka adalah orang orang yang berpuasa, sholat, dan bersedekah. Namun mereka merasa khawatir amalnya tidak diterima..”

(HR Attirmidzi dan Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani)

Khawatir tidak diterima bukan karena berburuk sangka kepada Allah.. namun karena merasa ia belum melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya..

Lalu kekhawatiran tersebut membangkitkan kesungguhan tuk terus memperbaiki ibadahnya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

MUTIARA SALAF : Amal Sholih Adalah Bangunan Dan Tauhid Adalah Pondasinya

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

مَن أراد علوَّ بنيانه، فعليه بتوثيق أساسه وإحكامه، وشدة الاعتناء به…
فالأعمال والدرجات بنيان، وأساسها الإيمان، ومتى كان الأساس وثيقًا حمَل البنيان واعتلى عليه، وإذا تهدَّم شيءٌ مِن البنيان سهُل تداركه، وإذا كان الأساس غيرَ وثيق لم يرتفع البنيان ولم يثبت، وإذا تهدَّم شيءٌ مِن الأساس سقط البنيان أو كاد.
فالعارف همته تصحيح الأساس وإحكامه، والجاهل يرفع في البناء مِن غير أساس، فلا يلبَثُ بنيانه أن يسقط

“Siapa yang ingin meninggikan bangunannya hendaklah ia mengokohkan pondasinya dan benar benar memperhatikannya..
Amal adalah bangunan sedangkan pondasinya adalah keimanan.. apabila pondasi kuat maka ia akan kuat menahan bangunan.. apabila bangunan rusak mudah untuk diperbaiki.

Sedangkan apabila pondasi yang rusak maka bangunan akan segera roboh..

Orang yang berilmu, keinginannya adalah mengokohkan pondasi.. sedangkan orang yang tak berilmu sibuk membangun bangunan tanpa memperhatikan pondasi.. maka tak lama bangunan itu roboh..”

[Al Fawaid hal. 204]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Ingin Diakui

Terkadang…
Kita merasa sebagai pelopor dakwah..
Saat dakwah telah berkembang kita merasa bahwa ini hasil usaha kita.. Lalu merasa panas saat ada yang menyaingi..
Kitapun mengungkit kepada manusia bahwa kitalah pelopornya..
Tidakkah sadar bahwa semua itu pemberian Allah Azza wajalla…

Cukuplah Allah saja yang memberi pahala..
Kita tidak membutuhkan pengakuan manusia..
Dan Allahpun tidak membutuhkan amalan kita..
Allah pasti membela agama ini walaupun tanpa kita…

Mungkin…
Di awal kita berdakwah, kita ikhlas berharap pahala Allah semata..
Namun keikhlasan itu diuji saat hasil dakwah mulai terlihat..
Lalu muncul pegiat dakwah lainnya yang ingin turut berkiprah..
Orang yang ikhlas.. Ia akan gembira ketika melihat ada pegiat dakwah lain yang turut membantu dakwah…

Namun..
Setan sering membuat kita lalai..

Allahul Musta’an..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Mengetahui Kadar Agama Seseorang

Syaikh ‘Abdurrohman As Sa’di rohimahullah berkata,

“Termasuk kesalahan yang berat adalah langsung menerima perkataan sebagian orang yang memburuk burukkan orang lain, lalu membangun cinta dan benci serta pujian dan celaan di atasnya.

Berapa banyak kesalahan yang terjadi yang berakibat kepada penyesalan.. berapa banyak berita yang disebarkan oleh manusia ternyata tidak demikian kenyataannya..

Kewajiban orang yang berakal adalah memeriksa, berhati-hati dan tidak tergesa-gesa.. dengan inilah dapat diketahui kadar agama, kedewasaan dan akal seseorang..”

(Ar Riyadh An Nadhirah hal 209 dinukil dari Kutaib Husnuzhon Binnas – karya Abdul Malik Ramadhani)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Balasan Bagi Mereka Yang Beramal Di Hari-Hari Kesabaran

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْر ، الصَّبْرُ فِيهِ مِثْلُ قَبْضٍ عَلَى الْجَمْرِ ، لِلْعَامِلِ فِيهِمْ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِهِ ، – وَزَادَنِي غَيْرُهُ – قَالَوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْهُمْ ؟! قَالَ : أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ

“Sesungguhnya di belakang kalian nanti akan ada hari-hari kesabaran.. orang yang bersabar padanya seperti memegang bara api.. orang yang beramal mendapatkan seperti pahala 50 orang yang beramal seperti yang ia amalkan..”

Mereka berkata, “Wahai Rosulullah, pahala 50 orang di antara mereka..?”
Beliau menjawab, “Pahala 50 orang dari kalian..”

(HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani)

Demikianlah sunnatullah..
Jalan menuju surga itu tak seindah yang dibayangkan..
Ia penuh ujian dan cobaan..

Namun.. jalan itu menjadi indah bila disertai kesabaran dan berharap ridha Allah semata..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Membuka Wajah Mayat Saat Dikuburkan

Membuka wajah mayat saat dikuburkan.

Syaikh Masyhur bin Hasan hafidzahullahu berkata:
“Sebagian orang melakukan hal itu pada mayat dan berhujjah dengan atsar-atsar yang sharih tapi tidak shahih..”

Seperti:
Atsar tabi’in Adh Dhohak yang berwasiat agar wajahnya dibuka. (Dikeluarkan oleh ibnu abi Syaibah dalam Mushonnaf no 11795) Namun sanadnya lemah karena ada perawi yang lemah yang bernama Juwaibir.

Juga berhujjah dengan riwayat Ibnu ‘Umar yang berkata, “Apabila kalian menurunkan aku ke liang lahat maka tempelkan pipiku ke tanah..” Namun atsar ini tidak ditemukan sanadnya. Kalaupun misalnya shahih akan tetapi tidak sharih menunjukkan membuka wajah.

(Al Qoulul Mubin fii Munkarotil Janaiz hal. 460-461)

Lajnah Daaimah ditanya tentang hukum membuka wajah mayat saat dikuburkan. Mereka menjawab:

لا نعلم دليلا يدل على كشف وجه الميت في القبر، بل ظاهر الأدلة الشرعية يدل على أنه لا يكشف؛ ذكرا كان أو أنثى؛ لأن الأصل تغطية الوجه كسائر بدنه، إلا أن يكون الرجل محرما فلا يغطى

“Kami tidak mengetahui adanya dalil membuka wajah mayat di kubur. Justeru lahiriyah dalil dalil syariat menunjukkan tidak dibuka baik laki laki maupun wanita. Karena pada asalnya adalah ditutup wajahnya sebagaimana badannya. Kecuali orang yang sedang berihram maka tidak boleh ditutup..”

(Fatwa Lajnah Daaimah)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

 

Periksalah Sebab Pertemanan Kita

Allah Ta’ala berfirman:

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa..” (Az-Zukhruf – 67)

Imam Ibnu Katsir rohimahullah menafsirkan:

كل صداقة وصحابة لغير الله فإنها تنقلب يوم القيامة عداوة إلا ما كان لله ، عز وجل ، فإنه دائم بدوامه

“Setiap pertemanan dan persahabatan bukan karena Allah akan berubah menjadi permusuhan pada hari kiamat.. kecuali pertemanan karena Allah ‘Azza wa Jalla, maka ia akan kekal..” (Tafsir Ibnu Katsir)

Maka periksalah pertemanan kita selama ini..
Apakah karena Allah..?
Atau karena kepentingan dunia..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى