Category Archives: Muhammad Arifin Badri

Pembawa Polusi Agama Islam…

Sobat, Islam itu jernih dan terang benerang, namun sering kali dibuat keruh oleh ulah sebagian oknum dari ummatnya.

Tauhid, yaitu mengabdi dan menjadikan keridhaan Allah Ta’ala sebagai satu satunya tujuan hidup itu indah namun menjadi keruh karena ulah sebagian ummat islam. Sebagian ummat islam beribadah karena riya’, jabatan, status sosial dan lainnya, apalagi bila ada dari mereka yang sudah keracunan oleh kemunafikan atau kesyirikan, maka tauhid yang semula indah menjadi keruh.

As sunnah, yaitu beramal sesuai dengan tuntunan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam itu indah, namun karena ulah sebagian ummat yang mencampurinya dengan budaya, selera, kemalasan dan rekayasa atau modifikasi maka as sunnah yang semula indah menjadi buram.

Akhlaq islam itu indah, namun karena ulah sebagian oknum muslim yang bersikap kaku, arogan, sombong, curang, khianat, dan noda lainnya, maka akhlaq islam terkesan menyebalkan.

Metode ulama’ salaf atau yang sering disebut dengan manhaj salaf itu begitu indah, namun karena ulah sebagian oknum yang menamakan dirinya salafy maka mahaj salaf yang semula indah nampak menakutkan.

Negri islam yang penuh dengan berkah amal sholeh dan ketaatan itu pasti indah, namun karena ulah sebagian oknum ummat islam maka negri islam yang semula indah menjadi gersang, seram nan menakutkan.

Karena itu sobat, mari berinstropeksi diri jangan-jangan anda adalah salah satu oknum yang telah menjadikan semua yang berhubungan dengan Islam yang semula indah kini menjadi nampak suram dan menakutkan.

Sekedar berteriak dan mengamalkan islam belum cukup, sampai anda sadar bahwa anda juga bertanggung jawab menjaga keindahan islam agar tetap indah nan jernih. Jangan sampai orang membuang islam yang begitu berkilau bak cermin hanya karena mereka melihat anda yang sedang bercermin.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

وإن منكم لمنفرين

“Sungguh dari kalian ada orang orang yang menyebabkan masyarakat lari menjauh dari Islam.” (MUTTAFAQUN ALAIH)

Hadits di atas beliau sampaikan sebagai teguran keras kepada sebagian sahabat yaitu Mua’adz bin Jabal radhiallahu anhu, karena beliau memanjangkan sholatnya sampai ada dari jama’ah beliau yang memisahkan diri.

Kalau dari sahabat saja ada yang mendapat teguran karena sikapnya yang kurang tepat, maka mungkinkah saat ini semua ustadz dan para juru dakwah telah selamat dari sikap serupa, sehingga tidak layak diingatkan terlebih introspeksi diri dengan hadits di atas ?

Ya Allah, ampunilah dosa dosa hamba-Mu ini dan tambahkanlah ilmu kepadanya, amiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Awas Ada Jurang..!

Sobat, andai anda adalah seorang sopir, menurut anda manakah yang paling pantas diwaspadai: jurang atau tebing dan pagar pembatas ?

Bagaimana bila ada sopir yang hanya mewaspadai jurang namun tidak peduli dengan tebing dan pembatas jalan?

Masalah sopir di atas hanya sebatas ilustrasi bagi sikap dan pola pikir sebagian orang yang begitu sensitif dengan lubang “tasahul” alias menggampangkan, namun kurang sensitif dengan sisi kesesatan lain yaitu “tasyaddud”.

Begitu mudah keluar kata “tasahul” dari lisan mereka, namun mereka kurang waspada dari “tasyaddud”.
Tahukah anda bahwa menghalalkan yang haram itu dosa besar, namun mengharamkan yang halal itu lebih besar dosanya?

Jadi kalau anda ceroboh menuduh saudara anda dengan kata tasahul maka waspadalah korban tuduhan anda juga biza saja ceroboh menuduh anda dengan tasyaddud.

Kalau anda ceroboh menuduh saudara anda dengan tuduhan murji’ah yang selalu tasahul, maka bisa saja saudara anda ceroboh menuduh anda sebagai khowarij yang selalu tasyaddud.

Jadi masalah hukum tuh tidak perlu mencampurinya dengan perasaan, terasa mudah atau terasa susah, ringan atau berat, namun Dasarnya adalah dalil. Utarakan dalil anda, dan dengarkan dalil saudara anda, selanjutnya diskusikan dengan cara yang ilmiyah sesuai metode pendalilan yang jelas sebagaimana dijelaskan oleh para ulama dalam. Ilmu ushul fiqih.

Jadi, mau milih tasahul atau tasyaddud ?

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Mereka atau ANDA Yang Kurang Paham..?

Penanya:
Apa pendapat antum perihal memberikan hak suara pada pemilihan umum? Perlu diketahui bahwa di kasusnya ada partai Nasrani yang akan ikut dalam permilihan umum, dan bila partai mereka menang niscaya akan memiliki pengaruh besar dan merugikan ummat Islam.

Syeikh Abdul Muhsin Al Abbaad, ulama’ senior kota Madinah Munawwarah menjawab:

“Bila keikutsertaan ummat Islam dapat menguatkan sisi kebaikan untuk ummat Islam, maka hendaknya mereka ikut memberikan suaranya. Namun bila keikut sertaan mereka tidak berpengaruh sama sekali, , maka tidak ada perlunya mereka ikut memberikan hak suara.

Namun bila keikut sertaan mereka memiliki peran untuk mengalahkan/menjauhkan kejelekan, dan memenangkan orang yang lebih kecil kejahatan dan lebih ringan gangguannya kepada ummat Islam.

Sampaipun bila para calonnya adalah dari kalangan orang-orang kafir, sebagaimana di negri negri minoritas Islam, sehingga pilihannya hanya antara dua orang calon yang sama sama kafir:
Calon pertama: Orang yang sangat membenci ummat Islam, sehingga bila ia berkuasa ia akan menggangu ummat Islam, dan menghalangi mereka dari menunaikan ibadah sebagaimana mestiya.
Calon kedua: Tidak demikian, ia toleransi kepada ummat Islam, tidak memiliki kebencian yang mendalam kepada ummat Islam, dan telah diketahui bahwa kekafiran itu bertingkat tingkat sebagaimana iman juga bertingkat tingkat.

Orang orang kafir berbeda beda, sebagaimana orang-orang yang beriman juga bertingkat tingkat, ada orang kafir yang lebih kejam, dibanding orang kafir yang lainnya.

Dengan demikian, bila pilihannya hanya ada dua, dan keikutsertaan ummat Islam dapat memenangkan calon yang ringan sikapnya kepada ummat Islam, maka ummat Islam boleh ikut andil memberikan suaranya.

Namun sekali lagi bila keikutsertaan mereka tidak berpengaruh sama sekali, maka tiada perlunya mereka ikut andil memberikan hak suaranya.

Perlu diketahui keikutsertaan ummat Islam dengan memberikan hak suaranya BUKAN DALAM RANGKA MEMILIH SEORANG KHALIFAH , karena mereka semua (penguasa negri tersebut-pent) tersebut adalah orang orang kafir, yang telah berkuasa, namun dasarnya adalah : sebagian kejelekan lebih ringan dibanding yang lainnya. Dan menolak madhorot yang lebih besar dengan memikul madhorot yang lebih ringan adalah satu prinsip yang diajarkan.”

Fatwa syeikh Abdul Muhsin dapat anda simak di tautan berikut, pada menit 15, detik 04, bersama fatwa fatwa ulama’-ulama’ senior lainnya…

http://www.youtube.com/watch?v=EJSonkGzGRc&feature=share

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Kok Gini Sih Fatwanya..?

Syeikh Al Albani, kok gini sih fatwanya?

Sobat, berikut saya nukilkan fatwa Syeikh Muhammad bin Nashiruddin Al Albani dalam masalah penggunaan hak suara pada pemilu. Fatwa ini berkaitan dengan pemilu parlemen di Jordania, dan tentu cara pendalilan beliau ini yang pantas dicurigai, eh afwan dicermati.

Beliau berkata:
“Kita memiliki dua sikap seputar pemilu, bagi orang yang tidak berilmu mungkin keduanya dianggap saling bertentangan, padahal sejatinya tidaklah demikian.

Sikap pertama: Kita tidak menganjurkan siapapun dari ummat Islam, baik perorangan atau kelompok untuk mencalonkan dirinya pada pemilihan parlemen seperti ini, dengan alasan yang baru saja engkau ketahui.

Penanya berkata: iya, wahai syeikh,

Syeikh berkata: Jelas bagimu?

Penanya menjawab: iya, wahai syeikh.

Syeikh kembali berkata:
Sikap kedua: kita juga menyampaikan kepada ummat Islam secara umum, di negri manapun: bila pemerintahnya mewajibkan peraturan pemilihan umum semacam ini, dan pada kondisi ini biasanya berbagai partai dan penganut paham berlomba lomba untuk mencalonkan dirinya, dan menguasai kursi parlemen sebanyak mungkin untuk anggota partai atau kelompoknya.

Pada kondisi ini bila didapatkan sebagian orang Islam mencalonkan dirinya – dan sekali lagi kami menasehatkan agar mereka tidak melakukannya- maka kami memiliki sikap lain, yaitu kami berpendapat: “kaedah fiqih yang berbunyi bila seorang muslim berada diantara dua kerusakan, maka ia disarankan untuk memilih yang paling ringan resikonya.”

Parleman akan tetap berjalan dengan segala dinamikanya, kita sebagai ummat Islam menyukainya atau menolaknya. Dalam kondisi seperti ini tentu jelas perbedaannya antara kondisi dimana seluruh anggota parlemen adalah non muslim dari kondisi bila seluruh anggotanya adalah umat Islam, perbedaan antara kedua kondisi di atas tentu sangatlah besar.

Kemudian pada kondisi kedua tentu juga berbeda bila semua calon anggota parlemen adalah ummat islam, namun sebagian adalah orang sholeh, sedangkan yang lainnya tidak sholeh, sebagian berjuang demi kemaslahatan Islam sedangkan lainnya berjuang demi kepentingan dirinya atau kelompoknya atau partainya tanpa perduli sedikitpun dengan kemaslahatan Islam.

Dalam kondisi seperti ini, dianjurkan kepada para pemilik hak suara dari ummat islam untuk menggunakan hak suaranya, guna memilih calon yang paling baik dan paling berguna bagi Islam, walaupun kami tetap saja menekankan agar tidak seorangpun dari ummat Islam yang mencalonkan dirinya dan masuk dalam parlemen, karena ia hanya akan membinasakan dirinya dan merestui parlemen yang nyata nyata menyimpang dari syari’at islam.

Namun demikian kami sadar bahwa kita tidak mungkin dapat meyakinkan semua orang untuk menerima pendapat kita, walaupun pada kenyataannya pendapat kita adalah 100 % benar . Tetap saja akan ada orang orang yang memiliki pendapat lain yang berbeda, terlepas apakah pendapat mereka itu benar atau salah, atau apakah mereka itu layak berijtihad atau tidak.

Demikianlah faktanya, faktanya banyak dari ummat Islam yang sholeh akan tetap mencalonkan dirinya di parlemen. Pada kondisi ini kita katakan kepada masyarakat Islam hendaknya anda MENGGUNAKAN HAK SUARA UNTUK MEMILIH calon calon muslim yang sholeh tersebut agar dapat mengalahkan calon calon lain dari sesama ummat islam yang tidak sholeh dan mengalahkan calon calon dari kalangan orang orang kafir para komunis dan kafir lainnya.

Sikap ini lebih ringan resikonya dibanding bila kalian semua berdiam diri di dalam rumah dan tidak menggunakan hak suara kalian untuk memilih calon calon angota parlemen kalian.

Semoga aku telah memberikan penjelasan masalah ini untuk dirimu!

Penanya menjawab: Baik, wahai syeikh.

(Ditranskrip dari kaset no: 344, dari silsilah Al Huda wa An Nur, dimulai dari menit ke: 40, detik: 51)
Versi asli bisa anda dengarkan pada link berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=6yKzO84pSko

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Wanita-Wanita Bengis

Lelaki bengis, kejam, ndak berperasaan itu banyak, namun wanita kejam, bengis dan tidak berperasaan itu langka.

Itu dulu, tapi kini sebaliknya, jumlah wanita bengis lebih banyak dibanding pria. Kini lelaki yang tega menyiksa wanita lebih sedikit dibanding wanita yang berdarah dingin tega menyiksa pria.

Kalaupun kini ada pria bengis yang tega menyiksa wanita, maka itu paling-paling seorang pria menyiksa seorang wanita. Namun tidak demikian dengan wanita bengis, seringkali korbannya lebih dari satu orang pria.

Wanita yang memamerkan pahanya yang mulus, tubuhnya yang indah, wajahnya yang cantik rupawan, jalannya yang melenggak lenggok, terbukti telah menyiksa banyak lelaki, bukan hanya di dunia, namun hingga di akhirat. Setiap lelaki yang memandangnya, sengaja atau tidak pasti merasakan siksaannya, sampaipun orang yang sholeh, ia harus berjuang melawan setan dan nafsunya agar bisa menundukkan pandangannya, apalagi lelaki yang mengumbar matanya, tersiksa di dunia hingga di akhirat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صنفان من أهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ونساء كاسيات عاريات مميلات مائلات رءوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا

“Dua golongan orang calon penghuni neraka yang belum pernah aku melihatnya:
Sekelompok orang yang membawa cambuk menyerupai ekor sapi yang terus menerus mencambuk-cambuk orang lain. Dan wanita berpakaian namun telanjang, berlenggak lenggok sehingga menggoda lelaki, kepala mereka bagaikan punuk onta, mereka tidak akan masuk surga dan tidak pula dapat mencium aromanya, padahal aroma surga dapat tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.”
(Muslim)

Saudariku, kasihanilah diri anda dan saudara-saudara anda, jangan siksa mereka dan jaga kehormatan diri anda, jangan sampai paha ayam lebih tertutup dibanding paha anda.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Tambah Sedikit Kesabaranmu…

Ustadz! Sedikit tambah kesabaranmu.

Di luar sana darah umat Islam begitu murah, dan sejarah perjuangan Islam di negri kita juga membuktikan betapa sering Islam dan ummatnya dikorbankan demi kepentingan beberapa gelintir orang.

Hari-hari ini satu demu satu pembenci Islam baik dari dalam maupun luar, mulai mencabikkan kuku tajamnya ke tubuh ummat Islam.

Mengapa kok masih saja kita mengasah kuku kita untuk saudara sendiri yang jelas-jelas teman sejalan dan sebarisan?

Belumkah tiba saatnya untuk kita lebih bisa bersabar menghadapi kekurangan saudara kita sendiri ? Bersabar bukan berarti tutup mata atau membisu seribu bahasa.

Tambah bersabar berarti menasehati dengan cara yang lebih lunak dan dengan penuh ketulusan.

Di saat ini kebersamaan kita sangat dibutuhkan, jangan sampai semangat anda yang kurang kontrol menjadi bagian dari alat lawan untuk menghancurkan ummat Islam.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى 

Benarkah Masa Depan Islam Ada Di Tangan Indonesia..?

Beberapa tahun silam saya mendengar satu analisa dari seorang tokoh agama, politik dan sekaligus juga akademis. Katanya kejayaan Islam di masa depan ada di tangan ummat Islam Nusantara. Berikut beberapa alasan dari kesimpulannya: tersebut:
1. Jumlah ummat islam Indonesia yang terbesar di dunia.
2. Sumber daya alam Indonesia.
3. Semaraknya kebangkitan ummat Islam di Indonesia.
4. Carut marutnya ummat Islam di timur tengah.
5. Karakter ketimuran bangsa Indonesia yang lebih dekat kepada Islam dibanding karakter orang arab atau lainnya.
6. Dll.

Sejak pertama dengar sampai saat ini, kok saya terus merasa janggal dengan kesimpulan ini, mengingat beberapa hal berikut:
1. Dua kota suci Islam.
2. Kiblat Islam bukan di indonesia.
3. Bahasa Islam bukan bahasa indonesia.
4. Fakta sejarah, setiap kali ummat Islam sampai pada titik paling nadir dari kekalahan, selalu saja kebangkitan dan pertolongan Allah Ta’ala datang di tengah-tengah negri Arab.

Sebut saja misalnya perang salib, pasukan Mesir-lah yang berhasil mengusir dan memukul mundur pasukan salib dari negri-negri Islam.

Pasukan Tar tar, juga kekuatan dari Mesir yang berhasil memukul mundur mereka hingga kembali ke kandangnya.

Dan sampai saat ini pusat-pusat pendidikan ilmu Islam yang ada di negri-negri Arab. Kiblat ummat Islam juga masih tetap di sana, sebut saja saudara-saudara KAUM KONSERVATIF, apalagi yang anti TBC dengan berbagai organisasi atau sebutannya, tetap saja berkiblatnya juga ke ulama’ Arab, baik yang di Yaman, Mesir, ataupun di Mekkah, Madinah dan negri-negri Arab lainnya.

5. Bahasa Arab yang merupakan bahasa Al Qur’an, As sunnah dan kitab-kitab para ulama’, menuntut semua ummat Islam untuk berbahasa arab bukan berbahasa indonesia.

6. Apalagi jauh jauh hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ، كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا»

Sesungguhnya iman pastilah kembali ke kota Madinah, sebagaimana ular yang pasti kembali ke lubang persembunyiannya. (Bukhari & Muslim)

7. Apalagi bila anda ingat hadits-hadits tentang Dajjal yang akan melintasi semua negri kecuali kota Madinah.

8. Dan hadits-hadits tentang Imam Mahdi-pun mengisyaratkan bahwa beliau adalah salah seorang keturunan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan bukan dari keturunan Indonesia.

9. Pertempuran terakhir ummat Islam melawan kaum Yahudi terjadi bukan di Indonesia namun di negri Arab, tepatnya di negri Syam, dan masih banyak lagi alasan lainnya.

10. Keislaman Nusantara belum pernah mengungguli keislaman yang ada di negri negri Arab.

Mungkinkah analisa bahwa pemimpin Islam di masa depan adalah bangsa Indonesia bagian dari upaya menjauhkan Ummat Islam nusantara agar tidak lagi berkiblat ke ulama’ ulama’ arab, namun berkiblat ke ulama’ ulama’ lokal?

Ataukah bagian dari upaya untuk mengotak ngotakkan ummat islam, menjadi Islam nusantara, Islam Arab, Islam India dan lainnya? Seharusnya kalau berbicara kejayaan Islam, ya tidak perlu bawa bawa kesukuan, atau ras atau golongan atau lainnya. Sekali Islam ya Islam, tidak lagi perduli dengan suku, negri atau kelompok.

Bagaimana menurut anda ?

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى 

Istri Anda Tuh Dulunya Cantik Sekali, Namun Kini …

Sobat, dulu sebelum menikah, anda percaya bahwa wanita yang kini telah menjadi istri anda adalah wanita yang sangat cantik, sampai-sampai anda ndak kuasa untuk menahan rasa cinta kepadanya, lalu anda meminangnya dan akhirnya anda menikahinya.

Namun setelah pernikahan yang menyatukan anda dengannya berlalu beberapa saat, bisa jadi kini anda merasa istri anda ternyata biasa-biasa saja. Bahkan ada beberapa orang yang merasa salah pilih istri, karena kini ia sadar bahwa istri tetangga ternyata lebih cantik dibanding istrinya.

Sobat! Tahukah anda bahwa sebenarnya anda tidak salah pilih, dan istri anda tetap saja yang tercantik bagi anda, hanya saja arah hembusan angin setan telah berbalik arah.

Kemarin semasa dia masih haram untuk anda sentuh karena belum menikah, setan dengan kencang menghembuskan bisikan dan godaan agar anda segera menjamahnya. Namun kini setelah ia halal untuk anda, setan merubah arah hembusannya, setan berusaha meniup badai kekecewaan, persengketaan, dan kebencian agar anda bercerai darinya. Karena itu dahulu ilmu sihir terkuat yang ada di zaman Nabi Sulaiman ‘alaihissalam ialah sihir untuk memisahkan suami dari istrinya.

Kemaren setan bangga bila anda kumpul kebo sebelum nikah, sedangkan kini setan bahagia bila anda cekcok apalagi bila anda bercerai menghancurkan istana rumah tangga anda, baik melalui isu hijaunya daun milik tetangga atau dengan layu dan menguningnya daun anda sendiri.

Karenanya, setelah anda berkeluarga pandai-pandailah mengenali kelebihan dan pengorbanan istri anda, agar cinta terus bersemi di dalam rumah tangga anda. Sebagaimana pandai-pandailah menyadari kesalahan atau kekurangan diri anda, agar anda bertambah sadar betapa tabahnya istri anda menerima anda sebagai suaminya.

Selamat mencoba resep rumah tangga bahagia ini.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Cinta Merubah Cita Rasa dan Bisa Juga Merusak Cita Rasa…

Siapapun kalau sedang marah atau dirundung cinta, biasanya berkurang nalar dan daya pikirnya.

Sampaipun seorang ulama’ besar ahli berijtihad, sehingga diangkat sebagai qhaddhy/hakim, bila sedang marah, dilarang memimpin persidangan, karena potensi besar salah analisa dan memahami kasus dan akhirnya salah memutuskan.

Dan orang yang sedang hanyut dalam rasa girang bisa saja mengalami kondisi serupa, salah ucap sampai- sampai kalaupun berdoa bisa salah berkata: Ya Allah, Engkau adalah hambaku, sedangkan aku adalah tuhan-Mu.

Karenanya waspadalah di saat anda sedang hanyut dalam perasaan, amarah, cinta, kecewa, atau duka. Jangan sampai badai perasaan membuat keputusan, sikap atau ucapan anda menyimpang.

Sebelum bertindak atau menilai suatu urusan, penting bagi anda untuk memastikan bahwa perasaan anda berada di bawah kontrol nalar dan akal sehat anda.

Dahulu salah seorang guru saya sering mengingatkan hal ini dengan berkata : kalau sudah cinta, kotoran kucingpun bisa terasa bagaikan coklat.

Petuah ini sebenarnya sejalan dengan satu riwayat :
حبك الشيء يعمي ويصم

Cintamu pada sesuatu menyebabkan dirimu buta dan tuli.

Karenanya kalau buat komentar jangan sambil marah marah, seakan komentarnya saja ngepulkan asap, he he he, santai aja lagi.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Kabar Gembira: BBM Turun….Namun Rejeki Anda Lebih Jauh Menurun, Gimana..?

Sobat! Mana yang lebih baik bagi anda; harga BBM menurun, namun ternyata rejeki anda juga turut turun dan bahkan lebih jauh turun, hingga anda kesusahan beli BBM walau hanya Rp. 1.000 per liternya.

Atau

Rejeki anda terus menaik, sehingga walaupun BBM Rp.15.000, anda tetap saja enjoy, tanpa pernah risau dengan harga BBM yang terus dikerek dan dikerek?

Atau

Rejeki anda tetap alias tiada nambah dan tiada kurang sedangkan harga BBM juga tetap tidak naik dan tidak turun?

Menurut logika anda, lebih baik fokus pada urusan naiknya BBM atau naiknya rejeki anda?

Berdoa meminta naik dan lapangnya rejeki anda atau turunnya harga BBM?

Sobat! Tahukah ada bahwa Allah Ta’ala senantiasa kuasa mewujudkan praduga atau harapan anda. Sebagaimana anda praduga dan harapan anda, maka seperti itu pula yang akan Allah wujudkan pada diri anda.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah berfirman:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي فَلْيَظُنَّ بِي مَا شَاءَ 

Aku kuasa mewujudkan pada diri hamba-Ku apa saja yang dia harapkan dari-Ku, karenanya silahkan ia membuat harapan dari-Ku apa saja yang ia mau. (Ahmad dan lainnya)

Kalau saya sih, sederhana; saya mengharap rejeki saya tuh pas banget,
giliran mau beli rumah pas ada rejeki,
mau Umrah pas saja ada rejekinya,
giliran mau beli mobil baru pas saja rejekinya datang,
giliran mau belanja kebutuhan, pas saja dengan datangnya rejeki,
mau beli BBM, juga pas banget ada uangnya,
pokoknya paas banget gitu.

Jadi saya males mikir naik turunnya BBM, saya lebih milih untuk menyusun iman dan doa kepada Allah agar rejeki saya selalu pas dengan kebutuhan saya. Amiin.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى