Category Archives: Muhammad Arifin Badri

Cintailah Mereka.. Agar Engkau Bersama Mereka Kelak Di Surga

‏Sahabat Anas bin Malik mengisahkan bahwasanya ada seorang arab badui bertanya kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam tentang hari kiamat seraya berkata: “Wahai Rosulullah, kapan hari kiamat datang ?”

‏Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Apakah yang engkau persiapkan untuk menghadapi hari kiamat ?”

‏Lelaki itu berkata: “Aku tidak membekali diri dengan banyak sholat, puasa, dan sedekah, tiada persiapan spesial kecuali aku mencintai Allah dan Rosul-Nya”

‏Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Sesungguhnya engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”

‏Sahabat Anas berkomentar, lalu kami berkata, “Apakah kami juga demikian ?”

‏Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Ya”

‏Seusai menyampaikan riwayat ini, sahabat Anas berkata: “Maka kamipun sangat gembira”

‏Selanjutnya sahabat Anas berkata : “Aku mencintai Nabi, Abu Bakar, dan Umar dan aku berharap, kelak aku dipersatukan bersama mereka meskipun aku tidak kuasa beramal sebagaimana amal sholeh mereka” [Bukhari dan Muslim]

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Kemana Kan Ku Langkahkan Kaki Ini..?

Sahabatku semua, mau kemana engkau melangkah pagi ini ?

Ke pasar berbelanja ?

Ke kantor berkarya ?

Ke taman berwisata ?

Ke istana berfoya foya ?

Ke masjid untuk bersujud kepada-Nya ?

Semua itu terserah kepada anda, namun sadarkah anda bahwa kemanapun engkau kayuhkan langkah kakimu, percayalah bahwa malaikat maut siap menjemputmu di manapun anda berada.

Bisa jadi langkah demi langkahmu ke tempat yang engkau tuju, sejatinya hanya untuk mengantarkan nyawamu kepadanya yang telah menantimu di sana ?

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا قضى الله لعبد أن يموت بأرض جعل له إليها حاجة أو قال بها حاجة

“Bila Allah menentukan seorang hamba mati di suatu negri, maka Allah menjadikan pada diri hamba-Nya itu rasa perlu atau keinginan untuk mendatangi tempat tersebut.” (At Tirmizy dan lainnya.)

Segerakan taubat, persiapkan bekalmu di akhirat, semoga menyegarkan pagimu sobat.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Apa Karyamu Pagi Ini Sobat..?

Apa karyamu pagi ini sobat..?

Hidupmu adalah rangkaian dari hari, jam, menit, dan detik yang engkau lalui..

untuk apakah harimu engkau lalui..?
dan untuk apakah jam, menit, dan detikmu engkau gunakan..?

Apapun yang kau lakukan, sejatinya engkau telah menukarkan hidupmu dengannya.

Beruntungkah engkau yang telah menghabiskan hidupmu untuk mendapatkan apa yang ada dalam genggamanmu saat ini..?

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَباَئِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوْبِقُهَا
[رواه مسلم]

“Di Setiap pagi, setiap manusia menjual dirinya, apakah ia akan memerdekakan dirinya atau akan membinasakannya.” (HR. Muslim)

Percayalah apapun yang kau dapatkan hari ini semuanya akan kau tinggalkan pada hari esok, kecuali amal Ibadah-ibadahmu..

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

NIKMAT Perusak Kenikmatan

Sobat ! Sadarkah anda bahwa setiap nikmat yang anda dapatkan menghancurkan nikmat lain yang lebih dahulu anda dapatkan..?

Ingat di saat anda memiliki sepeda..? Nikmat sepeda menjadikan anda lupa akan nikmat bisa berjalan kaki.

Selanjutnya, nikmat memiliki kendaraan menyebabkan anda lupa dan bahkan meremehkan nikmat bersepeda.

Nikmat makan sate menjadikan anda lupa dan bahkan meremehkan nikmat makan tempe.

Nikmat memiliki apartemen mewah menyebabkan anda memandang sebelah mata nikmat rumah tipe SS.

Sebaliknya juga demikian setiap derita menyebabkan anda lupa akan derita sebelumnya yang lebih ringan.

Di saat anda memiliki kendaraan butut, mungkin anda merasa menderita. Namun ternyata derita ini terlupakan ketika anda ditimpa derita lain semisal derita lumpuh atau derita menanti kendaraan umum yang tak kunjung datang sedangkan hujan lebat mulai membasahi tubuh anda .

Di saat makan berlaukkan tempe penyet, mungkin anda merasa menderita karena melihat orang lain mampu membeli dan menikmati sate.

Namun demikian derita ini sekejap akan terlupakan disaat anda benar-benar kelaparan namun tidak mendapatkan makanan apapun, walau hanya sepotong tempe.

Karena itu jadilah orang yang selalu cerdas dalam menyikapi setiap keadaan yang menimpa anda.

Di saat mendapat kenikmatan maka lihatlah orang yang ada dibawah anda, agar nikmat yang anda dapatkan semakin terasa nikmat dan tidak menghapuskan nikmat sebelumnya.

Dan sebaliknya, disaat ditimpa kesusahan juga demikian, lihatlah orang yang lebih susah dibanding anda agar kesusahan itu berubah dan terasa nikmatnya.

Inilah kunci hidup bahagia, sederhana bukan..?! 

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

da2203151404

Cinta Berbuah Surga

Sobat ! dengan cinta, semua urusan terasa indah dan juga berbuah indah. Karenanya, letakkan cinta anda dengan bijak, agar anda tidak menyesal.

Sahabat Anas rodliaallahu ‘anhu mengisahkan bahwa: pada suatu hari ada seorang lelaki yang bertanya kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam perihal hari qiyamat.

“Kapankah qiyamat tiba ?” Nabi menjawab: “Memangnya apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya ?” Lelaki itu menjawab: “Tidak ada yang telah aku persiapkan, selain cintaku kepada Allah dan Rosul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawaban lelaki tersebut dengan bersabda: “Engkau akan senantiasa bersama-sama dengan orang yang engkau cintai.” 

أَنَّ رَجُلا سَأَلَ النبي صل الله عليه وسلم عن السَّاعَةِ، فقال مَتَى السَّاعَةُ؟ قال: وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لها؟ قال: لا شَيْءَ إلاَّ أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صل الله عليه وسلم. فقال: (أنت مع من أَحْبَبْتَ)

Setelah meriwayatkan hadits ini, sahabat Anas rodhiallahu ‘anhu berkata: Kami tidak pernah merasa senang dengan suatu hal seperti kesenangan kami dengan sabda Nabi : “Engkau akan senantiasa bersama-sama dengan orang yang engkau cintai.” Selanjutnya sahabat Anas berkata: Aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan Umar, dan aku berharap semoga kelak aku dapat bersama-sama dengan mereka selalu, berkat cintaku kepada mereka, walaupun aku tak kuasa untuk beramal seperti amalan mereka.” [Riwayat Bukhari]

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

da1011160646

Malas Ibadah Setelah Do’a Dan Harapan Dikabulkan

Sewaktu miskin rajin berdo’a, namun setelah kaya do’a kadang kala saja.

Di saat susah, rajin ibadah .. setelah semuanya menjadi mudah, mulai banyak alasan untuk tidak beribadah.

Demikiankah kondisi anda..?

Simak pernyataan Imam Ibnu Taimiyyah rohimahullah berikut ini:

“Barang siapa meninggalkan sebagian perintah Allah setelah keinginannya dikabulkan, maka ini adalah perbuatan dosa.

Bahkan bisa jadi perubahan sikap ini adalah bentuk dari syirik kecil yang sering menimpa mayoritas manusia..”

[Majmu’ Fatawa 22/387]

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Trik Membawa Anak Kecil Ke Masjid…

Trik membawa anak kecil ke masjid agar tidak gaduh mengganggu jamaah sholat.

1️⃣ Sebelum berangkat jelaskan apa itu masjid dan bagaimana seharusnya anak bersikap di masjid.

2️⃣ jangan biarkan anak anda membawa serta atau mengantongi mainan ketika hendak berangkat ke masjid.

3️⃣ Persiapkan pakaian anak agar mengenakan pakaian untuk sholat bukan pakaian untuk bermain.

4️⃣ Sesampai di masjid, gandeng tangan anak agar ikut masuk masjid.

5️⃣ Dudukkan anak di sebelah anda.

6️⃣ Jangan biarkan anak anda duduk atau berdiri sholat di sebelah sesama anak kecil.

7️⃣ Bila anak mencuri kesempatan dan keluar dari masid atau membuat gaduh di masjid, segera cari anak anda dan gandeng kembali tangannya untuk masuk ke masjid dan duduk di sebelah anda.

8️⃣ Jangan lupa untuk kembali mengingatkan adab di masjid yang seharusnya dilakukan anak anda.

9️⃣ Ketika sholat didirikan, kondisikan agar anak ikut mendirikan sholat di sebelah anda, sehingga anda bisa mengawasi dan membimbingnya bila di tengah sholat anak anda membuat kegaduhan atau bermain.

1️⃣0️⃣ Selesai sholat lakukan evaluasi terhadap sikap anak selama di masjid, dan sampaikan hasil evaluasi anda kepada anak.

1️⃣1️⃣ Jangan lupa mengapresiasi anak bila dia bersikap baik.

1️⃣2️⃣ Kadang kala beri hadiah atau hukuman yang mendidik atas prestasi dan kegagalannya.

1️⃣3️⃣ Selalu panjatkan do’a untuk anak anda agar menjadi anak yang rajin mendirikan sholat. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam saja rajin berdoa untuk anaknya agar menjadi penegak sholat,

رب اجعلني مقيم الصلاة ومن ذريتي ربنا وتقبل دعاء

“Wahai Robb-ku jadikanlah aku penegak sholat dan juga anak keturunanku, wahai Rab kami kabulkanlah do’a kami” ( Ibrahim 40 )

1️⃣4️⃣ Sering sering kisahkan cerita para ulama’ yang rajin sholat dan juga keutamaan sholat berjama’ah di masjid, termasuk keutamaan masjid.

1️⃣5️⃣ Sampaikan kepada anak anda apa impian anda tentang masa depan anak anda dengan ibadah sholat.

1️⃣6️⃣ Lakukan semua kiat di atas dengan ikhlas sebagai satu kewajiban mendidik anak.

1️⃣7️⃣ Tunaikan semua kiat di atas dengan lemah lembut.

1️⃣8️⃣ Oh iya, jangan lupa bantu menyusun kegiatan anak agar sesuai dengan jadwal sholat fardhu.

1️⃣9️⃣ Dan penting sekali anda mengoreksi diri, sudahkah anda memberi keteladanan kepada anak anda ?

Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Etika Membawa Anak Ke Masjid…

Imam Ibnu Taimiyyah rohimahullah berkata,

“Seharusnya masjid dijaga dari segala hal yang dapat menjadi gangguan, terutama gangguan bagi jama’ah yang mendirikan sholat di dalamnya, termasuk dari suara anak-anak yang berteriak-teriak ketika mereka berada di dalam masjid, demikian pula dari anak-anak yang mengotori tikar masjid atau mengotori bagian masjid lainnya,

Terutama bila kegaduhan mereka lakukan ketika ibadah sholat sedang berlangsung, tentu itu termasuk kemungkaran yang besar.”

[ Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 22/ 204 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Hidup Di Dunia Nyata Bukan Hidup Di Dunia Mimpi Atau “Seandainya”…

Medsos sering kali layak dianggap bagaikan dunia mimpi, atau dunia “seandainya”, karena di medsos banyak sekali kata kata indah namun tidak ada buktinya di dunia nyata.

Mungkinkah dengan dunia muya penyakit nifak (bermuka dua) merajalela ?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan ?” (As Shaf 2)

Apakah anda merasakan hal di atas terjadi pada diri anda ?

Bila anda merasakan hal itu, segera bertaubat dan benahi diri anda, sebelum petaka besar menimpa anda:

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (As Shaf 3)

Ada baiknya bila anda duduk sesaat merenungkan apa yang telah anda goreskan di lembaran lembaran medsos anda, kemudian bandingkan dengan dunia nyata anda.

Tidak perlu merasa terhina atau tertuduh, karena status ini ajakan untuk introspeksi diri, bukan untuk menghina atau membuli.

Semoga menggugah jiwa jiwa yang telah terlena oleh kebebasan di dunia maya.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Haramkah Bermedsos..?

Medsos, facebook atau WA, atau IG atau lainnya hanyalah produk tekhnologi, selain dari itu adalah ulah tangan manusia termasuk ulah tangan anda.

Sama halnya dengan HP, komputer, laptop, internet, TV, dll juga produk tekhnologi.

Untuk apa anda gunakan, maka hukum produk-produk di atas dapat berubah sesuai dengan penggunaan anda.

Dengan demikian, bila anda sadar anda tidak bijak atau sadar selalu tergelincir dan mudah tergelincir dalam penyalah gunaan, maka ya segera tinggalkan semua itu. Karena bila anda tetap menggunakan, maka anda akan berlumuran dengan dosa.

Namun bila anda mampu bersikap dengan bijak, dan memanfaatkan semua itu untuk kemaslahatan dunia maupun akhirat anda, maka itu semua halal bahkan berguna alias dianjurkan.

Masalah pencetus awal, atau produsen, itu bukan masalah selama pada produk tersebut tidak mengandung hal-hal yang haram, dan kalaupun mengandung hal yang haram, dapat anda non aktifkan, semisal musik, dan lainnya.

Apalagi medsos dan yang serupa tidak lagi menjadi ciri khas orang kafir atau produsennya, serupa halnya dengan baju batik, model rumah joglo, atau masakan daerah atau lainnya.

Walau semula pembuat hal-hal ini adalah nenek moyang kita yang kala itu beragama hindu atau buda atau lainnya, namun produk-produk itu terbukti bermanfaat dan tidak lagi menjadi ciri khas mereka, maka tidak mengapa anda gunakan.

Dan al hamdulillah, kini pakaian batik atau songkok hitam sudah bisa diterima dengan baik oleh teman-teman kita, sebagai bentuk keterbukaan wawasan dan kearifan dalam penerapan ilmu, walaupun semula di anggap sebagai bentuk tasyabbuh,.

Semoga mencerdaskan.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى