Category Archives: Muhammad Wasitho

11 Prinsip Dakwah Salafiyyah

Ust. M wasitho, حفظه الله تعالى

Berikut ini adalah prinsip-prinsip Dakwah Salafiyyah yang telah praktekkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersama para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’iin.

1. Mengajak Umat Manusia Agar Berpegang Teguh Kepada Al-Qur’an Dan As-Sunnah Dengan Manhaj (pemahaman) Generasi As-Salafus Sholih (Para Sahabat, Tabi’in, dan Atba’ut Tabi’in).

2. Berdakwah Kepada Aqidah Tauhid Dan Mengihklaskan Amalan Hanya Karena Allah Ta’ala.

3. Memperingatkan Manusia Dari Segala Macam Bentuk Kemusyrikan.

4. Mengajak Manusia Agar Senantiasa Ber-Ittiba’ (Meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) Dan Meninggalkan Sikap Taqlid Buta (ikut-ikutan kepada pendapat orang lain tanpa mengetahui dalil syar’inya).

5. Memperingatkan Manusia Dari Segala Macam Bentuk Bid’ah Dan Pemikiran Yang Menyimpang.

6. Bersemangat Dalam Menuntut Ilmu Syar’i.

7. Tashfiyah (Pemurnian Aqidah dan Ibadah dari segala noda syirik, bid’ah, khurofat, dan akhlak yg tercela), Dan Tarbiyah (Mendidik Umat Manusia Di Atas Islam Yang Murni dan Benar).

8. Mengajarkan Kepada Umat Manusia Akhlak Yang Mulia.

9. Memperingatkan Kaum Muslimin Dari Bahaya Hadits-hadits Dho’if dan Palsu Yang Telah Merusak Keindahan Dan Kesempurnaan Agama Islam.

10. Memperingatkan Kaum Muslimin Dari Sikap Fanatisme Dan Hizbiyyah Dengan Segala Bentuknya.

11. Berupaya Memulai Kehidupan Yang Islami Dan Menerapkan Hukum Allah Di Muka Bumi.

(Diterjemahkan oleh Abu Fawaz Asy-Syirboony dari kitab Al-Mukhtashor Al-Hatsiits Fii Bayaani Ushuuli Manhajis Salaf Ashhaabil Hadiits Fii Talaqqid-Diini Wa Fahmihi Wal ‘Amali Bihi Wad-Da’wati Ilaihi, karya syaikh kami Isa Malullah Faroj hafizhohullah, hal.166-312).

Semoga bermanfaat bagi kita semua. (Jakarta, 1 Juni 2014).

(*) Blog Dakwah, KLIK:
http://abufawaz.wordpress.com

View

10 Kiat Sukses Dalam Menuntut Ilmu Syar’i

Ust. Muhammad Wasitho, حفظه الله تعالى

» Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata: “(Untuk memperoleh) Ilmu itu memiliki 6 (enam) tingkatan, yaitu:

1. Bertanya (tentang ilmu) dengan cara yang baik.

2. Diam dan Mendengarkan ilmu dengan baik.

3. Memahami ilmu dengan baik dan benar.

4. Menghafal ilmu.

5. Mengajarkan Ilmu.

6. Mengamalkan ilmu.

Dan sebagian ulama sunnah lain menambahkan kiat dan sebab lain agar seorang muslim dan muslimah sukses dlm menuntut ilmu syar’I, diantaranya:

7. Menimba ilmu agama dari ahlinya (Ulama Robbani).

8. Mendahulukan yang paling pokok dan wajib dalam menuntut ilmu.

9. Mempelajari ilmu secara bertahap dan kontinue.

10. Tertib dan Disiplin dalam menuntut ilmu.

Demikian faedah ilmiyah yang dapat kami sampaikan pada hari ini.

Semoga Allah ta’ala senantiasa memberikan taufiq dan kemudahan kepada kita dalam menuntut ilmu agama-Nya dan mengamalkannya serta mengajarkannya hingga akhir hayat. Amiin. (Klaten, 22 Mei 2014).

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Hubungan Erat Antara Terorisme Dan Pemikiran Takfir

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله تعالى

Para ulama Ahlus SUNNAH wal Jama’ah menjelaskan di dalam kitab-kitab Aqidah Dan Manhaj mereka maupun melalui ceramah-ceramah mereka bahwa tersebarnya pemikiran Dan gerakan TERORISME di negeri-negeri kaum muslimin sepanjang sejarah Islam memiliki sebab-sebab, Dan diantara sebabnya yang paling utama adalah SIKAP EKSTRIM DALAM MASALAH TAKFIR (mengkafirkan seorang Muslim, baik rakyat maupun pemerintah).

Oleh karenanya, hampir-hampir dapat dipastikan bahwa tidaklah seorang Muslim melakukan aksi TERORISME (radikalisme), baik dengan pembunuhan, pengeboman, pemberontakan terhadap pemerintah, perampokan Dan semisalnya melainkan ia memiliki sikap EKSTRIM dalam masalah TAKFIR. Dengan pemahaman TAKFIRNYA tersebut ia menganggap dirinya sedang menegakkan amar ma’ruf Dan nahi mungkar, serta merasa sedang berjihad di jalan Allah yang belasannya adalah masuk Surga.

Ketahuilah wahai saudara dan saudariku seiman, bahwa sikap EKSTRIM dalam masalah TAKFIR ini merupakan pemahaman yang SESAT dan menyimpang dari Aqidah Dan Manhaj Nabi shallallahu alaihi wasallam Dan para sahabat radhiyallahu anhum. Karena seorang yang menganut paham TAKFIR Akan mudah mengkafirkan seorang Muslim yang berbuat dosa-dosa besar (seperti mabuk, mencuri, zina, Judi, riba, berhukum dengan selain hukum Allah) tanpa memperhatikan kaedah-kaedah, Syarat-syarat Dan penghalang TAKFIR sebagaimana yang telah ditetapkan Oleh Allah Dan Rasul-Nya di dalam Al-Quran Dan Hadits-hadits yg SHOHIH.

Maka Dari itu, hendaknya kita menjaga diri kita, anak-anak dan keluarga kita Dari da’i-da’i Dan majlis-majlis taklim yang mengajarkan doktrin TAKFIR. Karena Manhaj (pemahaman) TAKFIRI sangat besar bahayanya bagi individu, masyarakat, Dan negara.

BAHAYA KEKUFURAN DI DUNIA DAN AKHIRAT:

Apabila seorang Muslim telah dihukumi sebagai orang KAFIR, maka konsekuensinya adalah sebagai berikut:

1. Menjadi orang MURTAD, karena Islamnya dianggap batal.

2. Darahnya halal ditumpahkan (dibunuh).

3. Hartanya Halal dirampas/dirampok, Dan piutangnya boleh Tidak dilunasi.

4. Kehormatannya menjadi halal untuk ditikam atau digunjing.

5. Kalau mati, maka jenazahnya Tidak berhak dimandikan, dikafani Dan disholatkan.

6. Akad nikahnya batal.

7. Tidak berhak mendapat jatah warisan.

8. Masuk neraka secara kekal nan abadi.

Demikian tulisan singkat tentang hubungan TERORISME dengan MANHAJ TAKFIRI. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Wallahu a’lam bish-showab.

Wabillahi at-Taufiq. (Mekkah, 27 Romadhon 1434 / 5 Agustus 2013).

Untuk MELURUSKAN PEMAHAMAN TAKFIR , silakan KLIK Link berikut:

Bagian 1.

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Muhammad%20Wasitho/Meluruskan%20Faham%20Takfir/Meluruskan%20Faham%20Takfir%2001.mp3?l=12

Bagian 2.

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Muhammad%20Wasitho/Meluruskan%20Faham%20Takfir/Meluruskan%20Faham%20Takfir%2002.mp3?l=12

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Intermezzo

Ust. M. Wasitho, حفظه الله تعالى

Yuk tersenyum bersama Syeikh Abdullah Al-Mutlaq hafidzahullah (anggota majlis ulama saudi arabia),

Di salah satu acara tv, seseorang bertanya kepada beliau :

Penanya : wahai syeikh, saya masuk ke wc dan didalam ponsel saya tersimpan aplikasi Al-Qur`an, apakah itu dibolehkan?

Syeikh : boleh, tidak mengapa!

Penanya mengulang : tapi didalamnya ada Al-Qur`an syeikh?!!!

Syeikh : saudaraku, tidak mengapa, Al-Qur’an-nya tersimpan pada memory ponsel.

Penanya kembali mengulang (ngotot) : ya syeikh, ini Al-Qur`an, masa boleh masuk wc?!!

Syeikh berkata : anda hapal sebagian dari Al-Qur`an?

Penanya : ya, saya hapal banyak!!!

Syeikh : sudah, kalau begitu, jika anda ingin masuk wc, tinggalkan otak anda diluar dulu!!!

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Kewajiban “Mengaji” Hanya Kepada Ulama Ahli Sunnah

Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله تعالى

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَّ، أَنَّهُ قَالَ : ” يَا ابْنَ عُمَرَ دِينُكَ دِينُكَ، إِنَّمَا هُوَ لَحْمُكَ وَدَمُكَ، فَانْظُرْ عَمَّنْ تَأْخُذُ، خُذْ عَنِ الَّذِينَ اسْتَقَامُوا، وَلا تَأْخُذْ عَنِ الَّذِينَ مَالُوا“

» Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Ibnu ‘Umar, (jagalah)agamamu!, (jagalah) agamamu! Sesungguhnya agamamu adalah daging dan darahmu, maka perhatikanlah dari siapa kau mengambilnya. Ambillah (ilmu agamamu) dari orang-orang yang istiqomah (komitmen di atas sunnah, mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, pent), dan janganlah kau mengambilnya dari orang-orang yang menyimpang (terhadap sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, pent).”. (Hadits ini dikeluarkan oleh Al-Khothib Al-Baghdadi di dalam Al-Kifayaatu fii ‘Ilmi Ar-Riwaayah no. 306, dengan sanad yang Dho’if (lemah), namun makna (matan)nya Shohih).

» Hadits ini maknanya sesuai dengan atsar (perkataan ulama sunnah) yang diriwayatkan dari Muhammad bin Sirin (seorang ulama tabi’in) dan imam Malik bin Anas rahimahumallah serta sejumlah ulama as-salafus sholih lainnya, mereka berkata:
إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ ، فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya agama (Islam) ini adalah ilmu, maka perhatikanlah darimana kalian mengambil (ilmu) agama kalian.” (Lihat Fadhlul ‘Ilmi Wa Adaabu Tholabihi Wa Thuruqu Tahshiilihi Wa Jam’ihi, karya Abu Abdillah Muhammad bin Sa’id bin Ruslan, hal.128)

» Muhammad bin Siiriin rahimahullah juga pernah berkata:
لَمْ يَكُونُوا يَسْأَلُونَ عَنِ الإِسْنَادِ، فَلَمَّا وَقَعَتِ الْفِتْنَةُ، قَالُوا: سَمُّوا لَنَا رِجَالَكُمْ، فَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ السُّنَّةِ ، فَيُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ، وَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ الْبِدَعِ، فَلَا يُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ

» Artinya: “Dahulu mereka (para ulama dari generasi sahabat Nabi dan tabi’in, pent) tidak pernah menanyakan tentang isnaad (jalur periwayatan hadits), tetapi ketika munculnya fitnah (pemahaman kelompok bid’ah), maka kami (Ahlus sunnah) berkata (kepada setiap penyampai hadits dan ilmu agama, pent), “Sebutkan nama-nama guru kalian,” Maka jika kami melihatnya dari Ahlus-Sunnah, kami akan mengambil haditsnya. Akan tetapi jika dari golongan Ahli bid’ah, maka kami tidak mengambil haditsnya.”. (Lihat Muqoddimah Shohiih Muslim, karya imam An-Nawawi rahimahullah, I/33)

» Abdullah bin ‘Aun rahimahullah berkata: “Tidak boleh diambil ilmu
(agama) ini melainkan daripada orang yang telah diakui pernah menuntut ilmu (agama) sebelum itu (yakni pernah menimba ilmu dari para ulama Sunnah, pent).” (Lihat Al-Jarhu Wa At-Ta’dil I/ 28).

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yang dapat kami sampaikan pada pagi hari ini. Smg mudah dipahami dan diamalkan serta menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat. (Klaten, 15 Mei 2014)

» BBG Majlis Hadits, room Faedah dan Mau’izhoh Hasanah.

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Ingat Mati Merupakan Sebab Khusyu’ Di Dalam Sholat

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله تعالى

Khusyu’ di dalam sholat merupakan salah satu sifat orang-orang beriman dan bertakwa yang telah dipuji dan dijanjikan oleh Allah Ta’ala kepada mereka bahwa mereka akan masuk ke dalam Surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan yang hakiki nan abadi, dan terbebas dari siksa api Neraka-Nya yang sangat pedih dan menakutkan.

Hanya saja, upaya untuk dapat mewujudkan rasa khusyu’ di dalam sholat tersebut merupakan amalan yang sangat berat nan sulit bagi seorang hamba, apalagi bagi orang yang tidak paham aqidah islam yang benar, dan di saat iman melemah serta berbagai godaan dan fitnah dunia semakin kuat dan dahsyat.

SERING MENGINGAT KEMATIAN MERUPAKAN OBAT MUJARAB YANG MEMBANTU KITA UNTUK KHUSYU’ DI DALAM SHOLAT

» Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan umatnya agar banyak mengingat kematian karena ia dapat membantu seorang hamba untuk mewujudkan rasa khusyu’ di dalam sholatnya seraya bersabda:

اذكرِ الموتَ فى صلاتِك فإنَّ الرجلَ إذا ذكر الموتَ فى صلاتِهِ فَحَرِىٌّ أن يحسنَ صلاتَه وصلِّ صلاةَ رجلٍ لا يظن أنه يصلى صلاةً غيرَها وإياك وكلَّ أمرٍ يعتذرُ منه

Artinya: “Ingatlah kematian dalam sholatmu, karena jika seseorang mengingat mati dalam sholatnya, maka ia akan memperbagus sholatnya. Sholatlah seperti sholatnya orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan sholat yang lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur (baca: meralatnya atau menyampaikan alasan-alasan) (karena tidak bisa memenuhinya dengan baik dan benar, pent).” (HR. Ad-Dailami di dalam Musnad Al-Firdaus.

Hadits ini Derajatnya dinyatakan HASAN oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah Ta’ala).

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yg dpt kami share pd pagi hari ini. Smg bermanfaat bagi kita semua. (Klaten, 12 Mei 2014).

» BBG Majlis Hadits, chat room Faedah dan Mau’izhoh Hasanah.

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Beginilah Cara Menasehati Diri Kita Sendiri

Ust. M Wasitho, حفظه الله تعالى

قال الفضيل بن عياض –رحمه الله- يعاتب نفسه :
يا مسكين! أنت مسيء، وترى أنك محسن، وأنت جاهل، وترى أنك عالم، وتبخل، وترى أنك كريم، وأحمق، وترى أنك عاقل، أجلك قصير، وأملك طويل. (سير أعلام النبلاء (8/ 440)

» Al-Fudhail bin ‘Iyadh (seorang ulama sunnah dari generasi atba’ut-tabi’in) rahimahullah  pernah mencela dirinya sendiri (sebagai bentuk nasehat dan peringatan) seraya berkata: “Wahai orang yang malang.
** Engkau berbuat buruk sementara engkau memandang dirimu sebagai orang yang berbuat kebaikan.
** Engkau adalah orang yang bodoh sementara engkau justru menilai dirimu sebagai orang berilmu.
** Engkau kikir sementara itu engkau mengira dirimu orang yang pemurah.
** Engkau dungu sementara itu engkau melihat dirimu cerdas.
** Ajalmu sangatlah pendek, sedangkan angan-anganmu sangatlah panjang.”
(Lihat Siyaru A’laami An-Nubalaa’ karya imam Adz Dzahabi  VIII/440, dan Aina Nahnu min Akhlaaqi as-Salaf, karya syaikh Ahmad Farid, hal. 15).

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yang dapat kami sampaikan pada pagi hari Ahad ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. (Klaten, 11 Mei 2014).

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Manfaat Ingat Mati

Ust. M Wasitho, حفظه الله تعالى

» Imam Al-Qurthubi rahimahullah menyebutkan dalam kitabnya At-Tadzkiroh perkataan Ad-Daqoq rahimahullah yang menerangkan keutamaan seseorang hamba yang banyak mengingat mati:

»» Ad-Daqqaq rahimahullah berkata:

“من أكثر ذكر الموت أكرم بثلاثة:
تعجيل التوبة، وقناعة القلب، ونشاط العبادة،
ومن نسى الموت عوجل بثلاثة:
تسويف التوبة، وترك الرضا بالكفاف، والتكاسل في العبادة” ( تذكرة القرطبي : ص9 )

Artinya: “Barangsiapa yang banyak mengingat kematian maka dimuliakan dengan tiga hal:

1. Menyegerakan taubat.
2. Hati yang qona’ah (selalu merasa cukup).
3. Semangat dalam ibadah.

Sedangkan kebalikannya adalah orang yang melupakan kematian, maka ia terkena hukuman:

1. Menunda-nunda taubat.
2. Tidak mau ridho dan merasa cukup terhadap apa yang Allah beri.
3. Bermalas-malasan dalam ibadah.

(Sumber: Kitab At-Tadzkiroh fi Ahwal Al-Mauta wa Umuuri Al-Akhiroh, karya imam Al-Qurthubi, hal. 9).

» Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yang banyak mengingat kematian dan dapat mengambil berbagai pelajaran bermanfaat darinya. Dan semoga Allah menghindarkan kita dari penyakit cinta dunia dan takut mati. Amiin. (Klaten, 2 Mei 2014).

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Wasiat Emas Imam Asy-Syafi’i Kepada Muridnya

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله تعالى

وعظ الشافعي تلميذه المزني فقال له: اتق الله, ومثل الآخرة في قلبك, واجعل الموت نصب عينك, ولا تنس موقفك بين يدي الله، وكن من الله على وجل، واجتنب محارمه, وأد فرائضه, وكن مع الحق حيث كان، ولا تستصغرن نعم الله عليك وإن قلت, وقابلها بالشكر, وليكن صمتك تفكراً، وكلامك ذكراً، ونظرك عبره، واستعذ بالله من النار بالتقوى .(مناقب الشافعي 2/294)

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah pernah memberikan beberapa nasehat yang sangat agung nan penuh hikmah kepada salah seorang muridnya yang bernama Al-Muzani rahimahullah dengan mengatakan kepadanya:

1. Bertakwalah engkau kepada Allah,

2. Gambarkan kehidupan AKHIRAT di dalam hatimu,

3. Jadikan kematian ada di depan matamu,

4. Janganlah lupa bahwa engkau akan berdiri di hadapan Allah ‘azza wajalla,

5. Takutlah engkau kepada Allah,

6. Jauhilah larangan-larangan-Nya,

7. Tunaikanlah apa-apa yang Dia wajibkan atasmu,

8. Ikutilah KEBENARAN kapan dan dimana pun engkau berada,

9. Janganlah engkau meremehkan nikmat-nikmat Allah yang dilimpahkan kepadamu meskipun sedikit. Tetapi,

10. sikapilah nikmat-nikmat tersebut dengan bersyukur kepada-Nya,

11. Hendaknya engkau jadikan diammu untuk berfikir, ucapanmu sebagai dzikir, dan pandanganmu kepada sesuatu untuk mengambil pelajaran darinya.

12. Dan hendaknya engkau memohon perlindungan kepada Allah dari siksa api neraka dengan selalu bertakwa kepada-Nya.” (Lihat Manaaqibu Asy-Syafi’i II/294).

Semoga kita semua dapat mengamalkannya dengan istiqomah hingga akhir hayat.

– – – – – •(*)•- – – – –

Cara Bersedekah Dengan Harapan Penyakitnya Sembuh

Oleh Ust. M Wasitho, حفظه الله تعالى
•» TANYA «•

Bagaimana cara sedekah dalam rangka untuk mengobati penyakit yang diderita ?

•» JAWAB «•

Bismillah.

Cara bersedekahnya yang benar, sah dan diterima Allah -in syaa Allah- adalah sebagai berikut:

1. Ketika memberikan sedekah, niatnya ikhlas karena mengharap pahala dan ridho Allah semata. Tanpa ada sedikitpun keinginan riya’ (pamer dan ingin dipuji oleh orang lain), atau ingin mendapatkan timbal balik dari orang yang diberi sedekah.

2. Ketika bersedekah ia berdoa dan berharap hanya kepada Allah Ta’ala agar penyakitnya sembuh, dan diberi kesehatan yang lebih baik dari sebelumnya, serta dosa-dosanya diampuni.

3. Menyalurkan sedekah kepada orang-orang yang berhak menerimanya, seperti: Fakir dan miskin, orang yamg terlilit hutang, para mujahid fi sabilillah baik yang berada di medan jihad maupun di medan dakwah, para penuntut ilmu yang tidak punya bekal (uang) untuk kebutuhan makan, pakaian, kitab dsb.

Atau bisa juga menyalurkan sedekah ke tempat-tempat yang baik dan di jalan yang dicintai Allah, seperti: Pembuatan sumur untuk kepentingan kaum muslimin, panti asuhan anak yatim piatu, pembangunan masjid dan pesantren yang berdiri di atas aqidah dan pemahaman yang lurus, serta ibadah yang benar sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

4. Bersedekah dengan harta yang baik lagi HALAL. Hal ini karena Allah tidak menerima harta haram yang disedekahkan oleh hamba-Nya.

Bersedekah dengan cara seperti ini, in syaa Allah dapat menyembuhkan penyakit, mendatangkan keberkahan pada rezeki dan umur pelakunya, serta mendapat pahala yang besar dan ridho Allah Ta’ala.

Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq.

– – – – – •(*)•- – – – –