Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

Bahagia Juga Bagian Dari Takdir..!

Bahagia juga bagian dari takdir !

=====

Banyak orang tidak menyadari bahwa KESENANGAN dan KEBAHAGIAAN di dunia merupakan nikmat Allah yang sudah tidak bisa ditambah atau dikurangi lagi, setiap orang sudah Allah tentukan bagiannya sendiri-sendiri.

Apapun yang dilakukan manusia, ia takkan mampu meraih kebahagiaan melebihi jatah yang Allah tentukan untuknya.

Oleh karenanya, carilah kebahagiaan dan kesenangan dengan jalan yang halal, karena hasil akhirnya akan sama, tidak akan bisa berkurang ataupun bertambah dari yang telah Allah tentukan.

Ingat Sabda Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-:

واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك ولو اجتمعوا على أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك رفعت الأقلام وجفت الصحف

“Ketauhilah, bahwa apabila seluruh umat bersatu padu untuk memberikan manfaat kepadamu, mereka takkan mampu memberikannya, kecuali yang telah Allah tetapkan untukmu..

(Sebaliknya), seandainya mereka bersatu padu untuk menimpakan bahaya atasmu, mereka tidak akan mampu menimpakannya, kecuali yang telah Allah tetapkan atasmu. PENA-PENA sudah diangkat dan LEMBARAN-LEMBARAN sudah kering..” [HR. Tirmidzi, 2516, shohih]

Apabila SELURUH umat tidak akan mampu menambahi SATU manfaat saja untuk kita, apalagi jika yang berusaha menambahinya hanya kita sendiri, atau segelintir orang saja..! Dan termasuk diantara manfaat tersebut adalah KESENANGAN dan KEBAHAGIAAN.

Inilah salah satu buah manis dari IMAN kita kepada TAKDIR Allah ‘azza wajall, wallohu a’lam.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Hati-Hatilah Dalam Berfatwa

Jika mati karena wabah itu syahid.. bukan berarti kita boleh menyengaja terpapar wabah..!

Bukankah mati karena terbakar juga syahid.. mati karena tenggelam juga syahid..
Apa boleh sengaja membakar diri, apa boleh sengaja menenggelamkan diri..?!

Hati-hatilah dalam berfatwa, apalagi yang bisa mengorbankan nyawa banyak kaum Muslimin..

Ingat, fatwa kita juga akan dihisab oleh-Nya..!

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://www.facebook.com/addariny.abuabdillah

Hukum Ajakan Ber-DONASI

Mencarikan donasi untuk saudara yang membutuhkan adalah bentuk kepedulian seorang muslim kepada saudaranya yang sangat dianjurkan.

Masuk dalam keumuman firman Allah:

وتعاونوا على البر والتقوى

“Tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan..”

Masuk dalam keumuman hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضهم بعضا

“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya itu seperti satu bangunan yang saling menguatkan..”

Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu beberapa kali mencarikan donasi untuk sebagian sahabat beliau, diantaranya:

1. Untuk keluarga Ja’far .. beliau mengatakan:

اصنعوا لآل جعفر طعاما، فقد أتاهم ما يشغلهم

“Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja’far, karena sedang ada sesuatu (kesedihan karena kematian) yang menyibukkan mereka..”

2. Untuk sekelompok sahabat dari kabilah Mudharr yang sangat miskin .. akhirnya banyak dari para sahabat beliau yang berdonasi untuk mereka. Kemudian beliau bersabda:

من سن في الإسلام سنة حسنة، فله أجرها وأجر من عمل بها بعده من غير أن ينقص من أجورهم شيئا.

“Barangsiapa memberikan contoh kebaikan dalam Islam, maka baginya pahala amalan itu dan pahala orang-orang yang mengikuti dia setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sama sekali..”

3. Untuk seorang sahabat yang banyak hutangnya, karena rusaknya sebagian besar buah yang telah dia beli .. maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan:

تصدقوا عليه

“Bersedekahlah kalian kepadanya” .. Dan akhirnya beberapa orang bersedekah kepadanya, hingga bisa mengurangi beban hutang dia..” [HR. Ibnu Majah, shahih].

Inilah beberapa contoh dari Beliau, yang menunjukkan bolehnya mengumpulkan donasi untuk orang yang membutuhkan.

Adapun hadits yang menjelaskan larangan meminta-minta, maka maksudnya adalah meminta-minta untuk diri sendiri.

Adapun mengumpulkan donasi untuk orang lain yang sangat membutuhkan, atau korban bencana, atau untuk dakwah ilallah, atau untuk masjid .. maka ini masuk dalam bab mengajak orang lain untuk bersedekah dan berinfak, dan ini suatu kebaikan dan kemuliaan.

Dua masalah ini harus dibedakan .. agar kita bisa lebih tepat dalam menerapkan dalil-dalil yang ada, wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Para Fakir Miskin.. Sungguh Beruntungnya Mereka, Bila Sabar Menjalaninya

Seringkali orang yang hidup miskin merasa sangat rugi dan kecewa dengan keadaan hidupnya.

Tapi sungguh perasaan itu akan sirna bila dia melihat bagaimana Agama Islam memuliakannya, lihatlah beberapa poin berikut:

1. Keberadaan orang miskin sangat penting dalam masyarakat, sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

“Tidakkah kalian diberi pertolongan dan diberi REZEKI, melainkan dengan orang-orang lemah kalian..” [HR. Bukhori: 2896]. Dan termasuk dalam kriteria orang lemah adalah mereka yang miskin sebagaimana dijelaskan para ulama.

2. Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- berharap hidup miskin dan digiring di akherat bersama para fakir miskin, Beliau dahulu berdoa:

اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ القِيَامَةِ

“Ya Allah hidupkanlah aku sebagai seorang miskin, matikanlah aku sebagai seorang miskin, dan giringlah aku pada hari kiamat bersama kelompoknya orang-orang miskin..” [HR. Attirmidzi: 2352 dan yang lainnya, hadits ini dihasankan oleh Syeikh Albani].

3. Mayoritas penduduk SURGA adalah kaum fakir miskin, sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

“Aku telah berdiri di depan pintu surga, maka (kulihat) mayoritas orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin..” [Muttafaqun Alaih, Bukhori: 6547, Muslim: 2736].

———

Sungguh begitu mulia, para fakir miskin dalam pandangan Islam.

Semoga kita bisa mensyukuri hidup ini apapun keadaannya… dan bisa memanfaatkan kehidupan ini untuk mengumpulkan bekal akherat dengan sebaik-baiknya… amin. Ingatlah selalu firmanNya:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“Carilah bekal, dan sebaik-baik bekal adalah ketakwaan..” [QS. Albaqoroh: 197].

Ketakwaan adalah melakukan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/12777

Serba-Serbi DZULHIJJAH – Kumpulan Artikel Terkait Ibadah Kurban dan Ibadah Di Bulan Dzulhijjah

Untuk memudahkan pencarian, berikut adalah daftar SERBA SERBI DZULHIJJAH – Kumpulan Artikel Terkait Ibadah Kurban dan Ibadah Di Bulan Dzulhijah yang pernah kami posting dari berbagai sumber.

SERBA SERBI DZULHIJJAH – Daftar Isi LENGKAP

  1. Larangan Mencukur Bagi Yang Hendak Berkurban… 
  2. Amalan Apa Saja Di Awal Bulan Dzulhijjah… (audio) 
  3. Lebih Utama… 
  4. Berkurban ? Ah, Sayang Uangnya..!
  5. Bolehkah Kurban Atas Nama Organisasi..?
  6. Kurban Giliran Dalam Keluarga…
  7. Kurban Atas Nama Istri Karena Niat Berkurban Tapi Dari Uang Suami, Siapa Yang Tidak Potong Rambut dan Kuku..?
  8. Ingin Kurban Tapi Masih Punya Hutang…
  9. Peringatan Bagi Yang Akan Ber-Kurban Termasuk Panitia Kurban… (audio)
  10. Pahala Kurban Untuk Siapa Saja..? (audio) 
  11. Bolehkah Suami dan Istri Sama-Sama Berkurban..? (audio)
  12. Apakah Boleh Menyatukan Niat Aqiqah Dengan Niat Ber-Kurban…?? (audio)
  13. Sunnah Yang Terlupakan Di Hari-Hari Awal Dzulhijjah… 
  14. Berkurban Untuk Orangtua Yang Sudah Meninggal… (audio)
  15. E-Book Panduan Kurban Praktis…
  16. Rancu Antara Batas Iuran dan Batas Pahala per Hewan Kurban… (audio)
  17. Takbir Di Hari-Hari Awal Dzulhijjah… 
  18. Beredarnya Hadits PALSU Terkait Keutamaan 10 HARI PERTAMA Bulan DZUL-HIJJAH… 
  19. Hadits Dhoif Seputar Dzulhijjah… 
  20. Tentang Derajat Hadits Puasa Tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah… (audio)
  21. Jangan Dekati Masjid Kami..!! 
  22. Bolehkah Puasa Arafah Dan Puasa Awal Dzulhijjah Namun Masih Memiliki Utang Puasa..? 
  23. Belasan Jam Untuk 2 Tahun… 
  24. Hari Arofah… 
  25. Daging Kurban Tercampur…
  26. Amalan di Hari-Hari Tasyrik (11-12-13 Dzulhijjah)… 
  27. Mengapa Dilarang Puasa Di Hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah)..? 
  28. Puasa Ayyamul Biidh Tanggal 13 Dzulhijjah..?
  29. Satu Kurban untuk Satu Keluarga, Apa Maksud Satu Keluarga..?
  30. Memotong Rambut Dengan Sengaja, Apakah Sah Kurbannya..?

MUTIARA SALAF : Sebarkan Ilmumu, Agar Tidak Hilang Dan Terlupa

Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan :

“Barangsiapa menyimpan ilmunya, tidak menyebarkannya, dan tidak mengajarkannya (kepada orang lain), Allah pasti akan memberikannya musibah dengan lupa dan hilangnya ilmu tersebut darinya, sebagai balasan yang sejenis dengan perbuatannya.

Dan hal ini merupakan perkara yang bisa disaksikan oleh indera dan nyata adanya..”

[Miftahu Daris Sa’adah 1/172]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/16525

MUTIARA SALAF : Bisa Jadi Ajalmu Sudah Dekat

Syaikh Bin Baz -rahimahullah- berkata :

قد يكون الأجل قد قرب ودنا وأنت في غفلة، قد يصبح الإنسان ولا يمسي، ويمسي ولا يصبح، وقد ينام ولا يقوم. فَالعاقل والحازم ه‍و الذي يعد العدة دائماً، ويكون دائماً على حذر وإعدادٍ للآخرة، لعله ينجو

“Bisa jadi ajal itu sudah dekat, sementara engkau masih lalai..

Bisa jadi seseorang masih hidup di waktu pagi, tapi tidak mendapati waktu sore..
Bisa jadi dia masih hidup di waktu sore, namun tidak mendapati waktu pagi..
Bisa jadi seseorang tidur, dan akhirnya tidak bangun lagi..

Maka, orang yang cerdas dan bijaksana adalah orang yang selalu menyiapkan persiapannya, yang selalu waspada dan menyiapkan diri untuk akhiratnya, agar dia selamat..”

[ Syarh Riyadushsholihin 1/245 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Pahami Pola Penggiringan Opini

Coba pahami pola penggiringan opini di bawah ini:

1. Jenggotan = katanya seperti Yahudi .. Padahal seperti itulah dahulu keadaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

2. Cadaran = katanya budaya Arab .. Padahal seperti itulah Alquran dan Hadits memerintahkan.

3. Rajin shalat berjamaah di Masjid = katanya ciri teroris .. Padahal seperti itulah perintah Alquran dan Haditsnya.

4. Melarang Bid’ah = katanya Wahabi .. Padahal seperti itulah dahulu Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-, beliau sering memperingatkan umatnya tentang bahaya bid’ah.

5. Mengatakan Allah di atas ‘Arsy = katanya akidah sesat .. Padahal seperti itulah yang ada dalam Alquran, Hadits, dan Ijma’ para ulama Ahlussunnah di zaman awal Islam.

=====

Inilah pola yang digunakan orang-orang di zaman ini untuk mengaburkan ajaran Islam yang hakiki.

Oleh karena itu, jika ada orang yang mencela sesuatu tentang Islam, jangan langsung percaya .. tapi lihatlah dalil yang menjadi dasarnya, dan lihatlah bagaimana para ulama salaf memahaminya.

Dengan begitu kita akan sampai kepada kebenaran dan selamat dari musibah dalam agama, wallahu a’lam.

Ya Muqollibal Quluub, Tsabbit Quluubana ‘Ala Diinik, amin..

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Untukmu Yang Harus Keluar Rumah Untuk Mencari Nafkah

Jangan sampai lupa:

1. Membaca dzikir keluar rumah berikut ini:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “barangsiapa membaca dzikir ini saat keluar rumah, maka dia akan di berikan petunjuk, dicukupi kebutuhannya, dan akan dilindungi (dari bahaya apapun).” [HR. Abu Dawud: 5095, shahih].

2. Membaca do’a singgah di suatu tempat ini:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقْ

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda: “barangsiapa yang singgah di suatu tempat, dan dia baca dzikir ini, maka tidak ada sesuatupun yang bisa membahayakannya, sampai dia meninggalkan tempat itu.” [HR. Muslim: 2708]

3. Membaca setiap pagi dan sore, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebanyak 3 kali.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda: “Bacalah Al-Ikhlas dan Al-Mu’awwidzatain, saat pagi dan sore, sebanyak 3 kali, itu akan melindungimu dari segala sesuatu.” [HR. Abu Dawud: 5082, Hasan].

4. Membaca dzikir saat melihat orang yang terkena bala’ ini:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكُمْ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda, “barangsiapa melihat orang yang terkena bala’, dan membaca dzikir ini, maka dia akan diselamatkan dari bala’ itu.” [HR. Attirmidzi: 3431, Hasan].

5. Bersedekah semampunya .. meski hanya sedikit.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda, “bahwa sedekah bisa menolak kematian yang buruk.” [HR. Attirmidzi: 664, Hasan].

6. Melakukan usaha lahir (sebab kauni) yang bisa menjaga dan menyelamatkan diri dari bala’ dan musibah.. sebagaimana arahan ahli kesehatan, seperti: memakai masker, makan yang bergizi, istirahat yang cukup, vaksinasi, dst.

7. Bertawakkal kepada Allah setelah melakukan semua usaha di atas.. serahkan semuanya kepada Allah, Dialah sebaik-baik penjaga dan penyelamat kita .. dan Dialah yang paling menyayangi para hamba-Nya yang patuh dan taat kepada-Nya.

Allah ta’ala berfirman yang artinya: “Bertawakkallah kalian hanya kepada Allah, jika kalian benar beriman” [QS. Al-Ma’idah: 23]

Semoga Allah menjaga dan menyelamatkan kita semua, dari bala’ dan musibah yang ada, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

TAMBAHAN :

8. Membaca dzikir berikut se:tiap pagi dan petang masing-masing sebanyak 3x

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda, “Tidaklah seorang hamba mengucapkan setiap pagi dari setiap harinya dan setiap petang dari setiap malamnya kalimat: BISMILLAHILLADZI LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI-UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA’ WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM (dengan nama Allah Yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan tidak juga di langit, dan Dialah Yang Maha Mendegar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak aka nada apa pun yang membahayakannya.” [HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi. at-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih]

Berikut adalah lafazh do’a no 1,2, 4 dan 8 dengan text besar (klik gambar)

 

MUTIARA SALAF : Pesan-Pesan Istimewa Bagi Kawula Muda

Wahai pemuda yang mendapat taufiq-Nya.. ini pesan-pesan khusus, yang aku sampaikan sebagai nasehat seorang yang sayang dan peduli kepadamu..

Jika kau ambil, tentu itu akan menjadi sebab keselamatan, keberuntungan, kebahagiaanmu di dunia dan akherat..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau menjaga dan melindungi masa mudamu, dengan menjauhi berbagai macam keburukan dan kerusakan, dengan meminta tolong dan tawakkal kepada Allah semata dalam menjalani itu semua..

Semua pintu, atau lorong, atau jalan menuju kepada keburukan atau kerusakan, maka jauhilah dan bersungguh-sungguhlah dalam mewaspadainya..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau benar-benar menjaga kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan dalam Agama Islam, terutama shalat, karena shalat bisa menjagamu dari keburukan dan bisa mengamankanmu dari kebatilan..

Karena shalat juga dapat menolongmu dalam melakukan kebaikan, dan menjadikanmu takut melakukan semua keburukan dan kebatilan..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau menunaikan hak-hak manusia yang Allah wajibkan kepadamu, dan yang paling besar dari hak-hak itu adalah hak dua orang tuamu, sungguh itu merupakan hak yang sangat agung dan kewajiban yang sangat besar..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau dekat dengan para ulama kibar yang mulia, dengan mendengarkan perkataan mereka, mengambil arahan dari fatwa-fatwa mereka, mengambil ilmu mereka, dan meminta pendapat kepada mereka dalam perkara yang membingungkanmu..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau mewujudkan apa yang Allah wajibkan kepadamu, berupa sikap mendengar dan taat kepada penguasa, karena sikap itu akan mendatangkan keselamatan.

Adapun cara-cara yang dasarnya mengacu pada sikap membangkang terhadap penguasa, keluar dari persatuan jamaah, dan melepaskan tangan dari ketaatan, maka ini tidaklah mengantarkan pelakunya, melainkan kepada keburukan dan kebinasaan..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau di dalam hari-hari dan malam-malammu melakukan upaya untuk melindungi diri dengan dzikir kepada Allah jalla wa’ala, dan dengan rutin membaca dzikir-dzikir pagi dan sore, dzikir selesai shalat, dzikir masuk dan keluar rumah, serta dzikir naik kendaraan dan dzikir yang semisal dengannya..

Karena dzikir kepada Allah itu dapat menjaga seseorang dari gangguan setan, dan dapat mengamankan pelakunya dari bahaya dan bala’..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau juga memiliki wirid Qur’an harian, agar hatimu tenang, karena kitabullah itu dapat menenangkan hati, dan dapat menjadikannya bahagia di dunia dan akherat. Allah telah berfirman :

“Dialah orang-orang yang beriman dan tenang hatinya dengan dzikir kepada Allah, ingatlah bahwa dengan berdzikir kepada Allah semua hati akan tenang..” [QS. Arra’d:28]

Wahai pemuda..
Harusnya engkau banyak berdo’a kepada Allah azza wajall, meminta agar diteguhkan dalam kebenaran dan petunjuk. Dan meminta agar Allah melindungimu dari keburukan dan kehinaan.
Karena do’a adalah kunci semua kebaikan di dunia dan akherat..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau semangat untuk berteman dan bersahabat dengan orang-orang yang baik dan saleh, karena ada kerugian besar dalam bersahabat dengan orang-orang buruk..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau sangat berhati-hati dengan sarana-sarana yang dipakai musuh untuk memerangi generasi muda, terutama internet, agar selamat agamamu dan terjaga urusanmu, sungguh nikmat selamat itu tidak ada tandingannya..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau selalu ingat bahwa engkau suatu hari nanti akan berdiri di hadapan Allah, dan Dia akan menanyakan kepadamu akan masa muda ini, engkau habiskan untuk apa..?!

Semoga Allah azza wajall melindungimu dengan perlindungan yang diberikan kepada hamba-hambanya yang shaleh..”

Ditulis oleh,
Syeikh Prof DR ‘Abdurrozzaq bin ‘Abdil Muhsin Alubadr, حفظه الله تعالى

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Ref : https://bbg-alilmu.com/archives/16222

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL