Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

MUTIARA SALAF : Membantu Pekerjaan Rumah Istri

Syeikh al ‘Utsaimin -rohimahulloh- berkata :

“Diantara tawadhu’nya Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-; bila beliau di rumah, beliau membantu istrinya, memeras susu kambing, memperbaiki sandal, beliau membantu mereka di rumah mereka.

Hal ini berdasarkan penuturan ‘Aisyah -rodhiallohu ‘anha- ketika ditanya apa yang dilakukan Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- saat di rumah: “Beliau dahulu biasa mengerjakan pekerjaan istrinya..”, yakni membantu istrinya.

Misalnya, jika seseorang di rumahnya, maka termasuk sunnah, bila dia membuat teh untuk dirinya sendiri, memasak sendiri bila dia bisa, mencuci apa yang butuh dicuci, ini semua termasuk sunnah Nabi.

Jika kamu melakukan hal itu, maka kamu akan mendapatkan pahala menjalankan sunnah.

Karena (kamu melakukan hal itu untuk tujuan) mengikuti Rosul -shollallohu ‘alaihi wasallam- dan bertawadhu’ (merendah) kepada Allah -azza wajall-.

Hal ini juga akan menumbuhkan rasa cinta antara kamu dan istrimu. Jika istrimu merasa kamu banyak membantunya, tentu dia akan mencintaimu dan dirimu akan semakin berharga di matanya.. dan ini merupakan masalahat yang besar..”

(Syarah Riyadhus Sholihin 2/264)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/21332

Apa Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Membantu Saudara Kita Di Palestina..?

Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu saudara kita di PALESTINA..?

=====

1. Mendoakan mereka dengan do’a-do’a kebaikan .. dan mendoakan musuh-musuh mereka dengan do’a-do’a keburukan.

Sebagaimana ada perang fisik, ada juga perang do’a.

2. Memberikan bantuan donasi sesuai kemampuan masing-masing.

Dan pilihlah lembaga yang tepercaya untuk menyalurkan donasi tersebut.

3. Meninggalkan produk-produk yang hasilnya digunakan untuk menguatkan musuh-musuh Islam.

Bila kita melakukannya karena niat yang mulia, maka ini tentu akan mendatangkan pahala.

Ingat lakukan untuk diri sendiri, silahkan dorong orang lain untuk hal ini, tapi jangan sampai memaksa orang lain melakukannya.

4. Ramaikan medsos dengan pesan-pesan yang bisa memberikan maslahat besar bagi saudara-saudara kita di Palestina.

5. Bagi yang punya kedudukan, bisa memanfaatkan kedudukannya untuk kebaikan saudara kita di sana.

Semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.

Ditulis oleh
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0hANejUXY4LybZEqaFiB7x7uxwTKMXi9ur9ewFcZNURvjZTh2F5qGtd9Q4vTXu9xSl&id=100003147806078&sfnsn=wiwspmo&mibextid=RUbZ1f

Kenapa Sedekah Di Bulan Ramadhan..?

Kenapa sedekah di bulan ramadhan..?

===================

a. Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia, dan semakin mulia waktunya, maka amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya akan semakin besar pahalanya.

b. Karena Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- telah memberikan contoh agar kita paling dermawan di bulan ini.

Ibnu Abbas -rodhiallahu ‘anhumaa- mengatakan:

“Dahulu Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- adalah orang yang paling dermawan, dan beliau paling dermawan ketika Bulan Ramadhan.. sungguh Rosulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- ketika itu lebih dermawan dengan hartanya melebihi angin yang berhembus kencang..” [HR. Bukhari: 6, dan Muslim: 2308]

c. Karena puasa mengajarkan kita untuk peduli kepada saudara kita sesama muslim, sebagaimana disabdakan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam:

“Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang yang puasa, maka baginya pahala orang yang puasa tersebut, tanpa mengurangi pahala dia sedikit pun..” [HR. Attirmidzi: 807, dishohihkah Al-Albani].

*** dan suntiklah semangat sedekah Anda di bulan ini dengan mengingat bahwa nanti di hari kiamat, setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya. [HR. Ahmad: 17333, shohih] .. siapa yang banyak bersedekah, maka naungan yang dia miliki pun semakin besar.

Ingatlah, bahwa pada hari itu, banyak manusia yang tenggelam dengan keringatnya sendiri, sesuai banyaknya dosa yang ia perbuat.. saat itu matahari dijadikan sangat dekat dengan manusia, sehingga keberadaan naungan sedekah ini sangat penting sekali bagi kita.

Kita juga hendaknya ingat, bahwa diantara tujuh golongan yang mendapatkan naungan istimewa dari Allah adalah: “Orang yang melakukan sedekah, lalu dia menyembunyikannya, sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya..” [HR. Bukhari: 1423, dan Muslim: 1031].

Silahkan di share… Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Keberkahan Waktu Dengan Mengingat Allah

Syeikh Al-Utsaimin rohimahullah mengatakan,

الإنسان الموفق يكون دائما في يقظة، والمخذول يكون دائما في غفلة، قال الله تعالى: ( ولا تطع من أغفلنا قلبه عن ذكرنا واتبع هواه وكان أمره فرطا) ولهذا إذا رأيت من نفسك أنك لا تعمل وتمضي عليك الأيام فاتهم نفسك، فإن قلبك يكون غافلا عن ذكر الله عز وجل؛ لأن من أقبل على الله بارك له في وقته وفي عمله، وكانت ساعاته كلها معمورة بما فيه الخير

“Orang yang mendapat taufiq itu selalu dalam keadaan SADAR, sedang orang yang hina itu selalu dalam keadaan LUPA.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):

“Janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami LALAIKAN dari mengingat kami, dia menuruti keinginannya, dan keadaannya sudah melewati batas..” [QS. Al-Kahfi: 28]
__

Oleh karena itu, bila engkau melihat dirimu tidak beramal, dan hari-harimu berlalu begitu saja, maka curigailah dirimu, sungguh (engkau akan dapati) hatimu selalu lupa dari MENGINGAT Allah ‘Azza wa Jalla.

Karena orang yang menghadapkan dirinya kepada Allah, tentu Allah akan MEMBERKAHI waktu dan amalnya, serta semua waktunya akan HIDUP dengan sesuatu yang ada kebaikannya..”

[Syarah al-Kafiah Asy-Syafiah 4/109]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

DAFTAR KOMPLIT Artikel Serba-Serbi RAMADHAN

Berikut ini adalah beberapa artikel (audio dan tulisan) terkait dengan ibadah shaum (puasa) RAMADHAN.

  1. Bekal RAMADHAN – Part 1
  2. Bekal RAMADHAN – Part 2
  3. Bekal RAMADHAN – Part 3
  4. Tips # 1 Maksimalkan Pahala Puasa : Punya Target
  5. Tips # 2 Maksimalkan Pahala Puasa : Minimalisir Dosa
  6. Tips # 3 Maksimalkan Pahala Puasa : Lakukan Amalan Yang Utama
  7. Tips # 4 Maksimalkan Pahala Puasa : Hindari Hal Yang Tidak Bermanfa’at
  8. Berma’af-ma’afan Sebelum Ramadhan
  9. Derajat Hadits Tentang Diharamkannya Neraka Bagi Orang Yang Bergembira Dengan Datangnya Ramadhan
  10. Hukum Ucapan Selamat Ketika Masuk Bulan Ramadhan
  11. Yang Mendapatkan Ampunan Allah Di Bulan Ramadhan
  12. Agar Pahala Puasa Anda Terjaga, Maka Berpuasalah Dari DOSA
  13. Tentang Me-LAFAZH-kan Niat Puasa
  14. Apakah Niat Puasa Ramadhan Harus Dilakukan Setiap Malam..?
  15. Apakah Bacaan Alqur’an Di Setiap Ramadhan Diulangi Dari Awal..?
  16. Adab Ringkas Buka Puasa
  17. Makanan Pembuka Puasa
  18. Ada Apa Dengan ‘DO’A BERBUKA PUASA’ Yang Populer Di Masyarakat..?
  19. Do’a Bagi Yang Memberi Makanan dan Minuman Untuk Buka Puasa
  20. Do’a Setelah Makan
  21. Satu Lagi Sunnah Yang Terlupakan Saat Makan
  22. Sebaik-baiknya Makanan SAHUR Bagi Seorang MUKMIN – Adab Sahur Part # 1
  23. SAHUR-nya Rosulullah Shollallahu ‘Alayhi Wa Sallam – Adab Sahur Part # 2
  24. Nasehat Bagi Yang Suka Malas SAHUR
  25. Amalan Yang Utama Di Waktu Sahur
  26. Penanda Waktu Sahur Yang Sesuai Sunnah
  27. Sunnah Yang Terlupakan : Sholat Setelah Ber-Siwak Lebih Utama Daripada 70 Roka’at Tanpa Ber-Siwak
  28. Tarawih 4 + 4 + 3
  29. Adakah Batasan Roka’at Sholat Sunnah Tarawih..?
  30. Berapa Kali Membaca Do’a Istiftah Dalam Shalat Tarawih..?
  31. Derajat Hadits Bacaan Sholawat Diantara Tiap 2 Roka’at Tarawih
  32. Tentang Kebiasaan Merutinkan Ceramah/Kultum Tarawih
  33. Keutamaan Witir Bersama Imam Sholat Tarawih
  34. Janganlah Pulang Sebelum Sholat Witir Bersama Imam Di Masjid
  35. Ada Apa Dengan Witir Di Rumah Dan Tidak Bersama Imam Tarawih Di Masjid
  36. Apa Yang Dibaca Setelah Sholat Witir..?
  37. Nasihat Bagi Yang Terhalang Dari Sholat Tarawih Berjama’ah Di Masjid Karena Bertugas Di Malam Hari
  38. Bagi PRIA, Lebih Utama Sholat Tarawih di Masjid ataukah di Rumahnya..?
  39. Bagi WANITA, Lebih Utama Sholat Wajib dan Sunnah (Tarawih dll) di Masjid ataukah di Rumahnya..?
  40. Bolehkah Sholat Tahajjud Setelah Taraweh Dan Witir..?
  41. Sholat Tahajjud Berjama’ah Setelah Tarawih
  42. Susah Dan Suka Ngantuk Saat Tarawih dan Qiyaamul Lail..?
  43. Penjelasan Hadits Tentang Setan-Setan Yang Dibelenggu Di Bulan Ramadhan
  44. Katanya Setan Dibelenggu – Mengapa Masih Ada Saja Yang Bermaksiat..?!
  45. Ngapain Sih Pakai Puasa Segala..?
  46. Bolehkah Membawa Anak Kecil Ke Shalat Berjama’ah Di Masjid..?
  47. Diantara Amalan Sholih Yang Bisa Dilakukan Oleh Wanita Yang Sedang Haidh
  48. Bolehkah Puasa Dengan Niat Karena Allah Dan Menjaga Berat Badan..?
  49. Posisi Anak Kecil Dalam Shaff Shalat Berjama’ah Di Masjid
  50. Kapankah Do’a Mustajab Saat Berpuasa Itu..?
  51. PENTING – Hal Yang Sering Dilupakan Wanita Haidh Saat Ramadhan
  52. Puasa dan Al Qur’an Akan Memberikan Syafa’at
  53. Keutamaan Memperbanyak Istighfar Setiap Hari
  54. Nasihat Bagi Mereka Yang Sibuk Berdagang Di Bulan Ramadhan
  55. Nasihat Bagi Mereka Yang Sakit dan Tak Mampu Berpuasa Di Bulan Ramadhan
  56. Nasihat Bagi Para Ibu Rumah Tangga Di Bulan Ramadhan
  57. Tentang DUA Bentuk Witir 3-Roka’at – Mana Yang Lebih Utama..?
  58. Beda Antara Posisi Duduk Di Roka’at Akhir Sholat Witir Yang SATU dan TIGA (2+1) Roka’at
  59. Apa Yang Dibaca Setelah Sholat Witir..?
  60. Penjelasan Mengapa Nabi Shallallahu ‘Alayhi Wasallam Tarawih Berjama’ah Di Masjid Hanya Tiga Malam
  61. Apakah Perlu Menambah Sholat Malam Setelah Tarawih..?
  62. Akibat Ghibah Di Bulan Ramadhan
  63. Keutamaan Puasa – Cara Mendapatkan Kamar-Kamar Istimewa Di Surga
  64. Fiqih Sholat Malam # 1 – Tata Cara Bila Ingin Melakukan Sholat Malam Berjama’ah Lagi Setelah Selesai Sholat Tarawih Berjama’ah Di Awal Malam
  65. Fiqih Sholat Malam  # 2 – Tentang Sholat Malam Lagi Setelah Sholat Tarawih
  66. Keutamaan Puasa – Terkumpulnya TIGA Pintu Kebaikan Di Bulan Ramadhan
  67. Hujan dan Puasa – Terkumpulnya DUA Waktu Utama Untuk Berdo’a
  68. Puasa Ramadhan Mengangkat Derajat Di Surga
  69. Puasa Namun Tidak Sholat
  70. Nasihat Bagi Ibu Hamil Di Bulan Ramadhan
  71. Antara Membaca Banyak Ayat Tapi Tidak Paham atau Sedikit Ayat Dengan Tadabbur
  72. Nasihat Bagi Yang Sholat Di Masjid Yang Lebih Jauh Padahal Ada Masjid Yang Lebih Dekat Dari Rumah
  73. Mentadabburi Al Qur’an Membersihkan Penyakit Hati
  74. Anjuran dan Pahala Bagi Yang Membaca Al Qur’an Setiap Hari
  75. Motivasi Bagi Yang Sedang Belajar Membaca Al Qur’an
  76. Bolehkah Membaca Al Qur’an Dari Aplikasi Di Hp..?
  77. Tentang Membaca Al Qur’an Dalam Keadaan Berhadats
  78. Siapa Saja Dalam Keluarga Yang Boleh Kita Berikan Zakat Maal..?
  79. Bagaimana Bila Diundang Buka Puasa Dimana Laki dan Perempuan Campur Baur
  80. Soal DZIKIR Setelah Membaca Al Qur’an
  81. Kapankah Malam LAYLATUL QODR..?
  82. Memasuki Babak Final Ramadhan
  83. Tentang Membaca Al Qur’an Sambil Mendengarkan Kajian Di Radio atau TV
  84. Jika Engkau Ingin Tahu
  85. Mana Yang Lebih Utama – Banyak Khatam Al Qur’an Ataukah Menghafalnya
  86. Dzikir Yang Besar Pahalanya
  87. DZIKIR Yang Sangat Dahsyat Pahalanya
  88. Opsi Bagi Yang Tertinggal Beberapa Roka’at Tarawih Bersama Imam
  89. Kebiasaan Mereka-reka Kapan Datangnya Laylatul Qodr
  90. Tidak Di Syari’atkan Mencari-Cari Tanda Laylatul Qodr Di Ke-esokan Harinya
  91. Siapakah Yang Paling Besar Pahalanya Dari Orang-Orang Yang Berpuasa..?
  92. Apakah Laylatul Qodr Hanya Diraih Oleh Mereka Yang I’tikaf Di Masjid Saja..?
  93. Ya Allah… Ridhoilah Aku
  94. Kisah DO’A Laylatul Qodar
  95. Mutiara Do’a Malam LAYLATUL QODR
  96. Bagaimana Mendapatkan Malam Laylatul Qodr..?
  97. Apakah Ada Batasan Waktu I’tikaf..?
  98. Apa Yang Utama Dilakukan Bila Belum Mampu I’tikaf..?
  99. Bolehkah I’tikaf Selain Di TIGA Masjid..?
  100. Tentang Mengeraskan Suara Lantunan Al Qur’an Via Toa Masjid
  101. Bolehkah Sholat ‘Isya Lewat Tengah Malam..?
  102. Sejarah Puasa Yang Wajib Diketahui Ummat Islam Saat Ini
  103. Bolehkah Membaca Do’a Laylatul Qodr Di Waktu Lainnya..?
  104. Bolehkah Mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin..?
  105. Amalan Berpahala SEDEKAH : Keutamaan Memperpanjang Tempo Hutang
  106. Apabila Sudah Sholat Tarawih Bersama Imam, Amalan Apa Lagi Bila Terbangun Malam..?
  107. Bolehkah Mengundurkan Waktu Sholat Tarawih Bagi Wanita Yang Sholat Di Rumahnya..?
  108. Kabar Gembira Bagi Para Wanita Muslimah Yang Sholat Di Kamar/Rumahnya – Pahala Besar Bagi Yang Membaca 100 Ayat Al Qur’an Di Malam Hari
  109. Tafsir QS Al Ahdzaab – 70 – Pentingnya Menjaga Lisan Terutama Di Bulan Ramadhan
  110. Apakah Sujud Tilawah Harus Dalam Keadaan Berwudhu..?
  111. Apakah Harus Menutup Aurat Saat Sujud Tilawah..?
  112. Tips Agar Khusyu Beribadah Di Tengah Meningkatnya Kebutuhan
  113. Apa Maksud Kalimat ‘Sedekah Dengan Tangan Kanan Sedangkan Tangan Kirinya Tidak Mengetahuinya’
  114. Kapan Mulai Takbiran..?
  115. Idul Fitri = Kembali Kepada Fitrah..?
  116. Idul Fitri – Edisi Bolehkah Sholat Dhuha Pada Hari Raya ‘Id..?
  117. Idul Fitri – Edisi Dengan Siapa Saja Anda Bisa Bersalaman..?
  118. Apa Tanda Setelah Ramadhan Bahwa Seseorang Telah Mendapatkan Ampunan Dari Allah..?
  119. Ingin Mendapatkan Pahala Puasa Wajib Selama Satu Tahun..?
  120. Serba-Serbi Seputar Ibadah Di Bulan Syawwal
  121. Mahram Seorang Wanita
  122. Daftar masih akan bertambah dalam hari-hari kedepannya in-syaa Allah… nantikan update nya….

===============
Simak artikel terkait (KLIK Link dibawah ini) :
DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU
DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A

Tentang Keutamaan Membaca Qs Al Kahfi Di Hari Jum’at

Ga boleh baca surat AL-KAHFI di hari Jum’at..?!

=====

Tidak bisa dipungkiri, setelah keluarnya hasil sidang dewan fatwa tentang hadits keutamaan membaca surat Al-Kahfi di hari Jum’at, banyak yang memahami dilarang membaca surat al-Kahfi di hari Jum’at..!

Padahal sebenarnya tidak demikian.

Beberapa poin yang bisa disimpulkan dari hasil sidang Dewan Fatwa tentang itu adalah sebagai berikut :

1. Hadits tentang keutamaan membaca surat al-Kahfi di hari atau malam Jum’at saja, derajatnya lemah sekali.

2. Yang shohih adalah atsar dari sahabat Abu Sa’id al-Khudri rodhiallahu ‘anhu, yang menjelaskan tentang keutamaan membaca surat al-Kahfi secara umum, apapun harinya .. dan keutamaannya yang shohih adalah bahwa pembacanya mendapatkan cahaya dari tempat dia membaca sampai ke baitullah (ka’bah).

3. Atsar ini bisa dihukumi marfu’ (dianggap sebagai hadits), karena berkaitan dengan sesuatu yang ghoib yang tidak ada celah ijtihad di dalamnya.

4. Atsar ini tidak melarang kita membaca surat Al-Kahfi di hari Jum’at .. tapi menjelaskan bahwa keutamaan itu bukan hanya di hari Jum’at saja.

5. Bagi yang ingin membaca surat Al-Kahfi di hari Jum’at, maka tidak ada masalah, sebagaimana bila dia ingin membacanya di hari lain juga tidak masalah.

Bahkan, yang saya pahami, bila dia menganggap membacanya di hari Jum’at lebih utama, maka tidak ada masalah juga .. bukan karena dasar hadits lemah yang membatasi keutamaan itu di hari Jum’at .. tapi karena dalil umum bahwa hari Jum’at adalah termasuk hari yang paling mulia, dan amalan yang dilakukan di hari yang lebih mulia maka menjadi lebih mulia, wallahu a’lam.

RINGKASNYA: Jangan meyakini bahwa keutamaan membaca Al-Kahfi itu ada di hari Jum’at saja .. karena yang shohih bahwa keutamaan itu ada di hari Jum’at dan juga hari-hari yang lainnya, wallahu a’lam.

Semoga bisa dipahami dengan baik, barokallahu fiikum.

✏️
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Kapankah..?

Kapan boleh suka kepada orang KAFIR..?

Jawaban:

Suka kepada orang kafir ada tiga keadaan :

1. Karena kekufurannya .. ini jelas haram, bahkan termasuk kekufuran.

2. Karena sisi duniawi secara umum .. ini juga haram, tapi tidak sampai derajat kekufuran.

3. Karena jasa yang dia berikan kepada kita, atau karena hubungan nikah, atau kekerabatan .. ini dibolehkan, dan termasuk keringanan dalam syariat.

[Faidah dari Syeikh Shalih Alu Syaikh dalam kitab beliau Ithafus Sa-il Bima Fit Thahawiyah Minal Masa-il].

NB:

– Harus dibedakan antara suka permainan, dengan suka pemain yang kafir.. yang pertama boleh, yang kedua tidak boleh.

– Harus dibedakan juga antara berbuat baik kepada orang kafir dengan suka kepada orang kafir.. yang pertama hukum asalnya boleh, yang kedua hukum asalnya tidak boleh.

Kalau mengidolakan pemain kafir dari permainan sepakbola, bulu tangkis, tenis meja, dan yang semisalnya, maka masuk yang mana..?

Silahkan dipahami dengan baik, insyaAllah bisa menjawab sendiri.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Akibat Mendahulukan Akal Yang Banyak Keterbatasannya

Katanya : ‘masuk akal ga sih, mata kaki ketutupan kain masuk neraka, pakai akal dong sayang..!’

=====

Sanggahan:

1. Apa yang disebutkan di atas, adalah yang disebutkan hadits Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam dengan sanad yang sangat shohih.

عن أبي هريرة، عن النَّبيِّ ﷺ قَالَ: مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزار فَفِي النَّار

“Sarung yang di bawah kedua mata kaki, maka dia akan berada di neraka..” [HR. Bukhari 5787]

Sehingga kewajiban kita sebagai seorang mukmin adalah sami’na wa atho’na (kami dengar dan kami ta’at) .. bukan kami dengar tapi kami harus pikir-pikir dulu, masuk akal atau tidak..!

2. Ajaran agama tidak harus bisa dinalar oleh akal kita .. tapi yang jelas, tidak ada ajaran agama yang shohih yang dimustahilkan akal.

Kalau yang menurut kita tidak masuk akal itu harus ditolak, betapa banyak kabar-kabar dari syariat yang harus ditolak.

– Apakah tasbihnya semua makhluk masuk akal..? [Lihat di QS. Al-Isra’ 44]

– Apakah sujudnya matahari, bulan, bintang-bintang, dan pohon itu masuk akal..? [Lihat di QS Al-Hajj 18]

– Apakah nangisnya kayu pohon kurma bekas mimbar nabi itu masuk akal..? [Lihat di Shohih Bukhari 918]

– Bahkan bilangan-bilangan sholat kita apa masuk akal..?

– Banyak kabar tentang surga dan neraka tidak masuk akal..! Apakah kita tolak..?!

3. Kabar ini masih bisa di nalar oleh akal orang yang lurus .. bukankah sangat logis bila Allah menjadikan kain yang berada di bawah mata kaki berada di neraka bersama orang yang mengenakannya .. dimana sisi tidak masuk akalnya..?!

4. Para sahabat dahulu menerima hadits ini, dan tidak ada dari mereka yang mengatakan ini tidak masuk akal, kemudian menolaknya.. lalu apakah orang ini lebih berakal daripada para sahabat Nabi..?!

Begitu pula para ulama dari madzhab empat menerima hadits ini dengan baik.. tidak ada yang menolaknya dengan dalih tidak masuk akal.

Lalu ikut siapakah dia..?
Mana akhlaqnya terhadap Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- dan tuntunannya..?
Pantaskah tuntunan Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- ditertawakan..?

Kepada orang yang seperti ini dan semisalnya, saya berpesan sayangilah diri Anda .. kalau benci kepada orang lain, maka jangan salahkan haditsnya yang shohih, karena itu akan berakibat kebinasaan .. wallahul musta’an.

5. Bila terlihat ada pertentangan, antara akal dan nash, maka kita harus dahulukan nashnya.

Karena akal bisa salah, sedang nash yang valid dan shohih tidak mungkin salah.

Sebagian ulama mengumpamakan, hubungan antara manusia, akal dan nash itu seperti hubungan antara seorang yang mencari obat penyakitnya, penunjuk dokter ahli, dan dokter.

Jika ada orang sakit perut, lalu ia bertanya kepada orang yang tahu dokter ahli dalam sakit perut, lalu dia mengarahkan orang yang sakit itu kepada dokter ahli, dan akhirnya dia dapat resep obat dari dokter ahli itu .. kemudian orang yang sakit tadi ketemu lagi dengan orang yang menunjukkan dokter ahli, tapi sayang dia malah menyalahkan resep obat yang diberikan oleh dokter ahli .. maka siapakah yang harus dia percaya..? dokternya, ataukah orang yang menunjukkan dia kepada dokter ahli tersebut..? tentunya dia harusnya lebih percaya kepada dokter ahlinya, walaupun dia tahu dokter ahli dari orang tersebut.

Begitu pula dengan manusia, bila dia memahami wahyu dengan akalnya, tapi akalnya tidak bisa menerima keterangan yang ada dalam wahyu .. maka harusnya manusia lebih percaya kepada wahyunya, bukan kepada akalnya. Karena wahyu itu dari Allah, sedangkan akalnya banyak keterbatasannya. wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat dan Allah berkahi.

Ditulis oleh,
Ustadz DR Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Apakah Ada Tidur Di Alam Kubur..?

Pertanyaan ini datang, karena ada yang mengatakan bahwa di alam kubur tidak ada tidur.

Alasannya: karena yang ada di alam kubur hanya nikmat atau adzab. Dan karena nama alam itu adalah “hayah barzakhiyyah” (kehidupan barzakh), sehingga tidak ada tidur di alam itu.

JAWABAN:
Ada beberapa jawaban untuk masalah ini:

1. Bila kita melihat dalil-dalil yang shohih, maka ada beberapa dalil yang menunjukkan bahwa di alam kubur itu ada tidur. Diantaranya:

A. Firman Allah Ta’ala tentang orang yang mendustakan hari akhir:

‎يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا

“Celakalah kami, siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)..?!”

[QS. Yasin: 52]
__

● Imam Thobari rohimahullah ketika menafsiri ayat ini mengatakan:

‎قال هؤلاء المشركون لما نفخ في الصور نفخة البعث لموقف القيامة فردت أرواحهم إلى أجسامهم، وذلك بعد نومة ناموها

“Kata-kata itu dikatakan oleh kaum musyrikin ketika sangkakala ditiup untuk kebangkitan makhluk menuju padang mahsyar, maka ruh-ruh mereka dikembalikan ke jasad-jasad mereka, dan itu terjadi setelah tidur yang mereka lakukan..”

[Tafsir Thobari 20/531]
__

● Syeikh Assi’di rohimahullah juga menyampaikan hal yang senada dengan ini:

‎أي: من رقدتنا في القبور، لأنه ورد في بعض الأحاديث، أن لأهل القبور رقدة قبيل النفخ في الصور

“Maksudnya: (siapa yang membangkitkan kami) dari tidur kami di alam kubur..?!, karena telah datang dalam sebagian hadits, bahwa para ahli kubur itu memiliki masa tidur sebelum sangkakala ditiup..”

[Tafsir Assi’di 697]
__

B. Sabda Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam tentang perkataan malaikat Munkar dan Nakir kepada ruh seorang mukmin setelah selesai menjalani fitnah kubur dengan baik:

‎نم كنومة العروس الذي لا يوقظه إلا أحب أهله إليه، حتى يبعثه الله من مضجعه ذلك

“Tidurlah seperti tidurnya pengantin baru, yang tidak ada yang berani membangunkannya kecuali keluarga yang paling dia cintai, sampai Allah membangkitkannya dari tempat tidurnya itu..”

[HR. Attirmidzi: 1071, Hasan]
__

C. Perkataan sahabat Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu tentang ruh orang mukmin di alam kubur:

‎فيقال: انظر إلى مقعدك، ثم يتبعه نوم كأنما كانت رقدة

“Lalu dikatakan kepadanya: ‘lihatlah kepada tempatmu (di surga) itu’. Kemudian ia tertidur, dan seakan-akan ia hanya tidur sejenak..”

Sedangkan tentang ruh musuh Allah, sahabat Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu mengatakan:

‎ثم يقال له : نم كما ينام المنهوش .. الذي تنهشه الدواب والحيات

“Kemudian dikatakan kepadanya: ‘tidurlah seperti tidurnya orang yang manhusy’ .. yakni tidurnya orang yang digigiti banyak hewan dan ular..”

[HR. Albazzar dalam Musnadnya 9760, dan Abdullah bin Ahmad dalam Assunnah 1446, dengan sanad yang Hasan]
__

2. Adapun perkataan bahwa di alam kubur itu yang ada hanya nikmat atau azab saja, maka ini tidak menafikan adanya masa tidur untuk ahli kubur, karena seseorang tetap bisa merasakan nikmat atau azab, meski dia dalam tidurnya.

3. Adapun alam kubur disebut “kehidupan barzakh”, maka ini juga tidak menafikan adanya masa tidur untuk ahli kubur.

Hal ini sebagaimana “kehidupan dunia”, tetap ada masa tidur meski namanya “kehidupan dunia.”

Demikian, wallahu ta’ala a’lam.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Seandainya Merayakan Maulid Itu Suatu KEBAIKAN

Syaikh Al Albani rohimahullahu ta’ala berkata,

Seandainya “itu” (merayakan maulid) adalah kebaikan, tentunya para salafush shalih telah mengetahuinya, (karena) mereka LEBIH BERILMU daripada kita.

Dan mereka itu LEBIH SEMANGAT IBADAHNYA daripada kita. Seandainya mereka tahu “itu” kebaikan, tentu mereka telah melakukannya, tidak akan mereka menjauhinya dan meninggalkannya..”

( Al Huda wan Nuur / 94 )

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL