Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

IMAM AHMAD -rohimahulloh- Menjawab Syubhat Kelompok Jahmiyyah Tentang Tiga Ayat Alqur’an…

Musyaffa ad Dariny, حفظه الله تعالى

“Sungguh satu hari di sisi Tuhanmu itu seperti 1000 tahun menurut perhitungan kalian”. [Al-Hajj: 47].

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian dia naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadar lamanya 1000 tahun menurut perhitungan kalian”. [Assajdah: 5].

“Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Allah dalam sehari yang kadar lamanya 50.000 tahun”. [Alma’arij: 4].

———

Imam Ahmad -rohimahulloh- mengatakan yang intinya:

Adapun ayat pertama, maka itu adalah bagian dari hari-hari ketika Allah menciptakan langit-langit dan bumi, Dia menciptakannya dalam 6 hari, kadar lama setiap harinya 1000 tahun.

Adapun ayat kedua, maka itu adalah tentang MALAIKAT JIBRIL, dahulu dia turun kepada Nabi -shollallohu alaihi wasallam- dan naik ke langit lagi dalam sehari yang kadar lamanya 1000 tahun. Hal itu dikarenakan dari langit ke bumi itu sama dengan perjalanan 500 tahun, sehingga turunnya 500 tahun, dan naiknya 500 tahun, maka jadilah 1000 tahun.

Adapun ayat ketiga, maka itu adalah tentang hisab pada hari kiamat, maksudnya: seandainya yang menghisab (amal) para makhluk itu selain Allah, maka dia tidak akan dapat menyelesaikannya dalam sehari yang kadar lamanya 50.000 tahun.

Dan Allah bisa menyelesaikannya hanya dalam waktu SETENGAH HARI dari hari dunia, jika Dia mulai menghisab (amal) para makhluknya. Itulah maksud firman Allah ta’ala: “Cukuplah Kami sebagai penghisab”. [Al-Anbiya’: 47], yakni karena cepatnya hisab tersebut.

[Kitab: Arroddu Alaz Zanadiqoh Wal Jahmiyyah, Imam Ahmad bin Hanbal, hal: 182].

Muliakanlah Kitabullah… Jangan Menjadikannya Sebagai Penghias Barang…

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

“Termasuk sikap mengagungkan Kitabullah = ketika ahli kaligrafi tidak mempermainkan Kitabullah ‘azza wajall dalam penulisannya.

Karena sebagian ahli kaligrafi -hadahumulloh- menulis Kitab (Alqur’an) yang Agung ini dalam bentuk .. bangunan, atau menara, atau masjid. Dan lebih keji lagi, mereka yang menulisnya dalam bentuk manusia yang sedang ruku’ atau sujud.

Tindakan mempermainkan kitabullah macam apa ini..?! Tindakan menghinakan kitabullah seperti apa ini..?! seakan-akan kitabullah adalah (hiasan) pahat yang bisa kalian pakai untuk menghias tembok-tembok kalian, atau yang lainnya.

Jika para ulama berbeda pendapat dalam masalah ‘bolehnya menulis Alqur’an dengan metode penulisan yang dikenal di zaman ini’ (bukan dengan metode penulisan utsmani), lalu bagaimana dengan orang yang menulis Alqur’an dalam bentuk pahatan, atau tembok, atau menara, atau yang lainnya.

Sungguh ini perkara HARAM, siapapun yang tahu kemuliaan Kitabullah dan tahu perkataan para ulama tidak akan ragu dalam masalah ini.

Oleh karena itu, aku memperingatkan mereka yang ahli kaligrafi dan aku (juga) memperingatkan mereka yang meminta ahli ahli kaligrafi, dari menuliskan Kitabullah dalam bentuk gambar-gambar dan pahatan-pahatan ini.

Dan aku katakan: ‘Muliakanlah Kitabullah, karena sungguh Kitabullah (jauh) lebih mulia dan lebih agung daripada dijadikan pahatan di tembok dalam bentuk rumah, atau dalam bentuk menara, atau dalam bentuk masjid, atau lebih keji lagi dibentuk seperti manusia.

Maka dari itu, waspadalah wahai para hamba Allah, jangan sampai kalian menghinakan Kitabullah, jangan sampai pengagungan kalian terhadap Kitabullah menipis, karena bila keagungan Kalamullah di hati seseorang menipis, maka akan menipis pula keagungan semua Syariat Islam di hatinya. Kami memohon hidayah kepada Allah untuk kami dan mereka.

Dan barangsiapa memiliki sebagian dari perkara ini, maka hendaklah dia segera menghilangkannya sebagai bentuk taubat kepada Allah azza walla, dan juga sebagai bentuk mengagungkan dan menghormati Kitabullah..”

Penterjemah,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Syi’ah Rafidhah Adalah…

Ustadz Musyaffa ad Dariny, حفظه الله تعالى

Fahd Abdurrahman al-Muthowwa’:

Pertanyaan yang membuatku takjub,

“Mengapa Iran tidak mengajukan tuntutan international untuk Masjidil Aqsha, padahal telah diserang berkali-kali oleh tentara zionis, diancam terus menerus, dan para jamaah shalat dihalangi untuk sampai ke Masjidil Aqsho itu ?!

Dan jawaban pertanyaan ini telah diringkaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, ketika beliau mengatakan,

“Kaum syiah rafidhah adalah keledainya kaum yahudi”.

Biarkan Sejarah Bersaksi…

Diterjemahkan oleh Ustadz Musyaffa ad Dariny, حفظه الله تعالى

Siapakah yang telah menaklukkan negeri Syam, Iraq, dan Persia untuk Islam? Umar bin al-Khaththab radhiallahu’anhu (dia seorang Sunni, musuh Syi’ah nomor wahid)

Siapakah yang telah menaklukkan negeri Sindu dan India untuk Islam? Muhammad bin al-Qasim (dia Sunni, anti Syi’ah)

Siapakah yang telah menaklukkan Afrika Utara untuk Islam? Qutaibah bin Muslim al-Bahily (dia Sunni, anti Syi’ah)

Siapakah yang telah menaklukkan Spanyol untuk Islam? Thariq bin Ziyad dan Musa bin Nashir (keduanya Sunni, anti Syi’ah)

Siapakah yang telah menaklukkan Konstantinopel untuk Islam? Muhammad al-Fatih (dia Sunni, anti Syi’ah)

Siapakah yang telah menaklukkan negeri Shoqliyah untuk Islam? Asad Ibnul Furot (dia Sunni, anti Syi’ah)

Siapakah yang telah membangun peradaban Andalusia (Spanyol) lalu menjadikannya sebagai menara ilmu? Para penguasa dan ulama dari kalangan ahlussunnah (anti Syi’ah)

Siapakah yang memimpin pasukan muslim menaklukkan tentara Salib di Hiththin? Shalahuddin al-Ayyubi (dia Sunni, anti Syi’ah)

Siapakah yang memimpin pasukan muslimin menghancurkan kekuatan Tartar? Saifuddin Qatz dan Ruknuddin Bibris (keduanya Sunni, anti Syi’ah)

SEBALIKNYA…

Siapakah yang berkhianat pada al-Husein radhiallahu’anhu? al-Mukhtar ats-Tsaqofi (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)

Siapakah yang telah berkhianat pada Khalifah Abbasy ar-Raadhi Billaah? Al-Buhiyun (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)

Siapakah yang telah berkhianat dan membantu Tartar memasuki Baghdad? Ibnul ‘Alqomi (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)

Siapakah yang telah menghiasi perbuatan keji Holago Khan sehingga terkesan baik? Nashir ath-Thusi (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)

Siapakah yang telah menolong Tartar dalam penyerangannya terhadap Syam? Kaum Syi’ah Alawiyyun (Rafidhah)

Siapakah yang menjadi sekutu tentara Salib dalam melawan kaum muslimin? ath-Thowasyi dan Fathimiyyun (mereka semua Syi’ah-Rafidhah)

Siapakah yang telah mengkhianati Sultan as-Saljuqi? al-Basasiriy (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)

Siapakah yang telah menolong tentara Salib dalam menduduki Baitul Maqdis di Palestin? Ahmad bin ‘Atho (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)

Siapakah yang telah merencanakan pembunuhan terhadap Shalahuddin al-Ayyubi? Seorang Syi’ah-Rafidhah.

Siapakah yang telah menemui Holagho Khan di Syam? Kamaluddin ‘Umar bin Badr at-Tiflisiy (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)

Siapakah yang telah mencongkel dan mencuri Hajar Aswad dari Ka’bah dan membunuh para jama’ah haji? Abu Thahir al-Qaramithiy (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)

Siapakah yang telah membantu Napoleon ketika menyerang Syam? Darwiz (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)

DAN BARU-BARU INI…

Siapakah yang telah membunuh warga Palestina di perkemahan Shobro dan Wasyatila? Harokah Amal (gerakan beraliran Syi’ah-Rafidhah)

Siapakah yang telah menyokong penyerangan Zionis terhadap Lebanon Selatan? Harokah Amal (Syi’ah-Rafidhah)

Siapakah yang telah menyerang pusat-pusat sunnah di Yaman? Kelompok Haothi (mereka Syi’ah-Rafidhah)

Siapakah yang menyebut perang Amerika menginvasi Iraq sebagai keberkahan? As-Siistaaniy dan al-Hakiim (mereka Syi’ah-Rafidhah)

Siapakah yang telah menyebut perang tentara Salib menginvasi Afganistan sebagai keberkahan? Iran (negeri Syi’ah-Rafidhah)

Siapakah yang telah memerangi dan menindas rakyat muslim di Suriah? Rezim Bassar an-Nushairiy (rezim Syi’ah ultra-ekstrim)

Khawarij juga demikian. Hanya saja mereka berada di kutub seberang jika dibandingkan dengan Syi’ah. Di mana ada Khawarij, di situ ada Syi’ah. Dan di mana ada Syi’ah, di situ muncul Khawarij. Mereka semua adalah para pelaku kerusakan terbesar di muka bumi.

***

Sebagian besar tulisan di atas adalah terjemahan dari sebuah postingan berbahasa Arab di grup “Tholabatul ‘Ilmi Lombok” (Forum Asatidz dan Thullab Lombok)

1383. Tidak Hadir Tapi Terima Uang Rapat…

1383. BBG Al Ilmu – 41

Tanya :
Ustadz, saya bekerja disebuah instansi. Ketika ada rapat dalam kota, saya tidak mengikuti rapat tersebut karena ada pekerjaan lain.

Tetapi nama saya dimasukkan dalam absen rapat yang saya tidak ikuti dan saya menerima uang SPJ sebesar 280rb.

Apakah uang yang saya terima halal atau haram ustadz ? Jika haram, uangnya harus saya apakan ?

Mohon jawabannya karena sangat penting bagi saya.
Syukron. Jazakallahu khair

Jawab :
Ustadz Musyaffa ad Dariny, حفظه الله تعالى

Kalau uang itu untuk kehadiran di rapat, maka TIDAK BOLEH mengambil uang itu.

Kalau bisa dikembalikan uang tersebut maka harus dikembalikan. Kalau tidak bisa, disedekahkan dengan niat itu sedekah dari lembaga yang diambilnya, dan misalnya nanti lembaga itu meminta kembali, maka dia harus menggantinya.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Bersyukur Dan Bersabar.. Dua Sayap Yang Harus Terus Engkau Latih Dan Gunakan

Dalam hidup ini hanya ada dua kemungkinan..
nasib baik dan nasib buruk..
itulah implikasi dari takdir baik dan takdir buruk yang telah menjadi pilar iman kita yang ke enam.

Oleh karenanya, kita sebagai insan yang harus menjalani garis takdir itu, hanya butuh dua sikap :
– bersyukur saat nasib baik, dan
– bersabar saat nasib buruk.

Dengan begitu kita akan selalu dalam kebaikan, dan itulah sesuatu yang sangat menakjubkan bagi seorang muslim, sebagaimana disabdakan oleh Nabi shollallohu alaihi wasallam.

Adapun dalam berpikir, maka kita hanya boleh memilih satu pilihan, hanya boleh berprasangka baik kepada Allah.

Saat keadaan kita baik dan membahagiakan, kita berharap semoga Allah selalu menambah terus nikmat tersebut.

Dan di saat keadaan kita sebaliknya, maka kita harus sadarkan diri bahwa tidak lama lagi kebaikan dari Allah pasti akan datang menyapa, sebagaimana firmanNya (yang artinya):

“Sungguh pada setiap kesulitan akan ada kemudahan yang menyertainya..” [QS. Alinsyiroh: 5].

Penulis,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Keutamaan Hari Arofah

Sebagaimana kita tahu, bahwa Hari Arofah adalah hari do’a yang paling utama, sebagaimana disabdakan oleh Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam: “Do’a yang paling afdhol adalah do’a di HARI arofah..”

Dan perlu diketahui bersama, bahwa kemuliaan do’a di Hari Arofah, bukan hanya bagi mereka yang sedang haji dan wukuf di Arofah… oleh karenanya jika kita perhatikan redaksi hadits di atas, Beliau mengaitkan do’a dengan HARI Arofah, bukan dengan TEMPAT Arofah.

Sehingga bisa diambil kesimpulan bahwa kemuliaan do’a Hari Arofah itu berkaitan dengan waktu, bukan berkaitan dengan tempat… dan ini merupakan kemurahan dari Allah ta’ala, sehingga kaum muslimin di seluruh penjuru dunia bisa mendapatkan kemuliaan do’a di Hari Arofah ini.

Syeikh Shaleh Fauzan -hafizhohullah- mengatakan: “(Keutamaan) do’a di Hari Arofah itu umum, mencakup para jamaah haji dan yang lainnya.

Namun memang para jamaah haji mendapatkan keutamaan khusus, karena mereka berada di tempat yang mulia, mereka juga sedang dalam keadaan ihrom dan berwukuf di Arofah, sehingga anjuran berdo’a bagi mereka lebih kuat, dan keutamaan yang ada pada mereka melebihi yang lainnya.

Adapun selain mereka, yang tidak berhaji, maka disyariatkan pula untuk bersungguh-sungguh dalam berdo’a di hari ini, agar mereka mendapatkan keutamaan itu bersama saudara-saudara mereka yang sedang berhaji..”

Yang perlu diperhatikan pula, bahwa bagi selain jamaah haji sangat dianjurkan untuk PUASA di Hari Arofah, dan ia memiliki keutamaan sangat luar bisa, yakni dapat menghapuskan dosa 2 tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, sebagaimana disabdakan oleh Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam… dan puasa itu juga akan menambah keutamaan doa di Hari Arofah, karena sebagaimana kita tahu, do’anya orang yang berpuasa itu mustajab, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits.

———-

Dan waktu do’a Hari Arofah adalah setelah masuk Waktu Zhuhur hingga terbenamnya matahari tanggal 9 Dzulhijjah, sebagaimana dipraktekkan oleh Nabi shollallohu :alaihi wasallam, wallohu a’lam.

Semoga kita bisa memanfaatkan waktu itu sebaik-baiknya untuk bermunajat kepada Allah ta’ala, amin.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat…

????
Ustadz Dr Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Jangan khawatirkan Agama Islam…

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Ya.. jangan merisaukan Agama Islam, bagaimanapun usaha kaum kafirin, kaum munafikin, dan siapapun yang mengikuti jejak mereka untuk menjatuhkan dan menghinakan Islam, sungguh Islam takkan terpengaruh, Islam akan tetap terjaga dengan baik, karena Allah telah menjamin untuk menjaganya.

Allah telah berfirman (yang artinya):

“Sungguh Kami telah menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan Kami pula yang benar-benar akan menjaganya”. [QS. Al-Hijr:9]

Sebagaimana Allah menjaga kemurnian Alquran, Allah juga akan menjaga kemurnian Islam… karena kandungan Alquran, tidak lain adalah Islam yang murni.

Kita lihat hari-hari ini, seringkali sosok yang ditokohkan merendahkan sebagian Syariat Islam, seperti: jenggot, cadar, celana di atas mata kaki, Alquran disebut kitab paling porno, teknologi zaman ini disebut lebih hebat dari mukjizat nabi, haji sebaiknya dihentikan karena pemborosan, dan statemen statemen lainnya…

Tentu kita sebagai muslim geram dengan itu semua, tapi tenanglah, sejukkan hati anda, dan yakinlah bahwa usaha mereka akan sia-sia, mereka semua akan hilang sebagaimana para pendahulunya, dan Islam akan tetap tegak berdiri di muka bumi ini.

Allah telah berfirman (yang artinya):

“Mereka ingin memadamkan ‘cahaya Allah’ dengan mulut mereka, namun Allah menolak kecuali menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang orang kafir membencinya”. [QS. Attaubah: 33].

Yang dimaksud “cahaya Allah” dalam ayat ini adalah petunjuk dan agama haq yang dibawa oleh Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam. [Tafsir Ibnu Katsir: 4/136].

Lihatlah bagaimana agungnya agama ini, agama yang dijamin Allah akan selalu hidup sempurna di muka bumi, sehingga tidak perlu kita mengkhawatirkannya lagi.

Justeru yang perlu kita takutkan adalah diri kita, sudahkah kita menerapkan agama ini dalam hidup kita, sudahkah kita peduli dengan agama kita… sungguh Islam tidak akan rugi tanpa kita, namun kita akan rugi total tanpa Islam.

Justeru mereka yang berusaha merendahkan Islam itulah yang harusnya waspada, karena tindakan mereka itu hanya merugikan dan membinasakan diri mereka sendiri, Allah ta’ala berfirman (yang artinya):

“Maka harusnya orang-orang yang menyelisihi perintah Rosul itu takut akan tertimpa bencana atau terkena adzab yang pedih”. [QS. Annur:63].

Terakhir, yang harus digaris bawahi di sini, bahwa ketika kita tidak merisaukan Islam, bukan berarti kita tidak membela dan memperjuangkan Islam… Namun, harusnya kita tetap berusaha mendakwahkan Islam, karena Allah telah memerintahkan kita untuk terus berdakwah memperjuangkan Islam…

Sepantasnya kita berusaha menjadikan diri sebagai pejuang Islam, karena kalau bukan kita, pasti Allah memilih orang lain untuk mengisinya… dan ingatlah bahwa semakin kita berjuang untuk Islam, maka semakin banyak kemuliaan yang kita dapatkan darinya, wallohu a’lam.

Semoga bermanfaat…

Kebenaran Akan Terus Ada

Kisah Fir’aun berakhir dengan air.

Kisah namrud berakhir dengan seekor nyamuk.

Kisah Qarun berakhir dengan ditelan bumi

Kisah Abrahah berakhir dengan batu.

Dan kisah perang ahzab berakhir dengan terjangan badai.

Allah akan menjadikan kebatilan berakhir dengan suatu pelajaran, maka ambillah pelajaran itu wahai pembela kebatilan.

Dan engkau wahai penolong kebenaran, jangan sibukkan dirimu bagaimana kebatilan akan hilang, karena ia pasti akan musnah.

Namun sibukkan dirimu, bagaimana engkau membela kebenaran, karena kebenaran akan terus ada dengan atau tanpamu… sedang engkau akan binasa tanpa kebenaran.

(Terjemahan dari pesan berbahasa arab dengan sedikit penyesuaian)

Penterjemah,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Fenomena, “Maling Teriak Maling”…

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, حفظه الله تعالى

 

Itulah yang saya tangkap dari banyak kejadian di negeri kita Indonesia.

Seringkali orang atau kelompok mengambil langkah itu untuk mengamankan dirinya atau menggiring opini masyarakat ke arah yang diinginkannya.

Lihatlah bagaimana kaum liberal yang getol menyuarakan toleransi, dan berteriak bahwa kelompok lain tidak toleransi… nyatanya mereka sendiri selalu menyerang dan memerangi pemahaman kaum muslimin yang berpegang teguh kepada Alquran dan Assunnah, mereka katakan kuno, kaku, ekstrim, dan julukan buruk lainnya… “maling tapi teriak maling”.

Lihatlah bagaimana kaum tradisionalis mengajak untuk saling menghormati, tidak merasa paling benar, dan bersikap bijaksana dalam mengahadapi perbedaan pendapat… nyatanya mereka sendiri yang selalu meneriakkan kesesatan kaum ahlussunnah yang mereka stempeli wahabi… mereka gruduk majelisnya… bahkan berusaha menutup instansi pendidikan mereka… itukah sikap saling menghormati?! tidak merasa paling benar?! dan itukah sikap bijaksananya?! “Maling teriak maling”.

Lihatlah bagaimana sebagian dari mereka meneriakkan “jangan bawa-bawa budaya arab, kita di indonesia”, dan mereka anggap bahwa jenggot dan cadar sebagai budaya arab, bukan bagian dari Islam… tapi nyatanya ketika mereka ke arab, mereka membawa-bawa budaya indonesia; batik, sarung, songkok, rokok, bahkan ritual-ritual agama yang tidak ada tuntunannya pun mereka bawa ke arab… “maling teriak maling”.

Subhanallah, ternyata sikap maling teriak maling ini juga telah dilakukan oleh Fir’aun kepada kaumnya, lihatlah firman Allah ta’ala:

وَقَالَ فِرْعَوْنُ ذَرُونِي أَقْتُلْ مُوسَىٰ وَلْيَدْعُ رَبَّهُ ۖ إِنِّي أَخَافُ أَن يُبَدِّلَ دِينَكُمْ أَوْ أَن يُظْهِرَ فِي الْأَرْضِ الْفَسَادَ

Fir’aun mengatakan (kepada para pembesarnya): “Biarkanlah aku membunuh Musa dan silahkan dia meminta (bantuan) Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agama kalian atau menimbulkan kerusakan di muka bumi”. [QS. Ghofir:26]

Lihatlah, bagaimana Fir’aun menuduh Nabi Musa membuat kerusakan di muka bumi, padahal dialah perusak yang sebenarnya… ya, maling teriak maling… sikap yang tercela, tapi sayang banyak yang menjalankannya.

Saya yakin Anda bukan dari mereka…