Category Archives: BBG Kajian

Ketakwaan Kepada Allah Adalah Sumber Keselamatan

Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Bersabarlah .. karena tidaklah datang suatu zaman pun kecuali zaman setelahnya lebih buruk dari zaman sebelumnya..” (HR. Al Bukhori)

Demikianlah Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam mengabarkan..
Namun orang yang bahagia adalah yang ketakwaannya tak berubah walaupun fitnah semakin berat..

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“Ketahuilah, zaman itu tak akan menetap di atas satu keadaan ..
– terkadang fakir, terkadang kaya,
– terkadang mulia, terkadang terhina,
– terkadang membuat tertawa orang yang mencintai kita, dan terkadang membuat tertawa orang yang memusuhi.

Namun orang yang bahagia itu adalah yang selalu berpegang kepada satu pokok dalam setiap keadaan .. yaitu takwa kepada Allah ‘Azza wajalla.

– jika ia kaya maka ketakwaan menghiasinya.
– jika ia fakir, ketakwaan membuka pintu pintu kesabaran.
– jika ia sehat, sempurnalah kenikmatannya.
– jika ia sakit, ia tetap tabah menerimanya.

Tidak membahayakannya saat memburuknya zaman, atau membaik, atau kelaparan atau musim kenyang..
Karena semua itu akan pergi dan berubah..
Ketakwaan adalah sumber keselamatan dan penjaga yang tak pernah tidur..”

(Shoidul Khothir 1/39)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kemuliaan Bagi Seorang Hamba

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إن الله ليعجب إلى العبد إذا قال:
‏لا إله إلا أنت إني قد ظلمت نفسي، فاغفر لي ذنوبي إنه لا يغفر الذنوب إلا أنت .
‏قال: عبدي عرف أن له ربا يغفر ويعاقب .

Sesungguhnya Allah kagum kepada hamba-Nya yang berkata:

Laa ilaaha illaa Anta
Innii qod zholamtu nafsii
Faghfirlii dzunuubii
Innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa Anta.

(yang artinya)
Tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau
Sesungguhnya aku telah menzholimi diriku.
Maka ampunilah dosa dosaku.
Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.

Allah berfirman, “Hambaku yakin bahwa Robbnya mengampuni dosa dan memberi siksa..”

(Silsilah Shohiihah)

Memohon ampunan kepada Allah adalah kemuliaan bagi hamba..
Karena semua kita membutuhkan ampunan Allah dan karunia-Nya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Mereka Mendo’akan Orang-Orang Yang Beriman Dan Bertaubat

Malaikat-malaikat pemikul ‘Arsy adalah malaikat terbesar yang Allah ciptakan.. disebutkan dalam hadits bahwa jarak antara daging telinganya ke pundaknya saja 700 tahun perjalanan.. (HR Ahmad).

Ternyata diantara tugas mereka adalah mendo’akan orang-orang yang beriman dan bertaubat..

Allah berfirman,

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan),

“Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala..” (Qs Ghofir: 7)

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jauhilah Perbuatan Ini

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

‎من ضحك من الناس ضُحك منه، ومن عيَّر أخاه بعمل ابتلي به ولا بد.

“Siapa yang mentertawakan orang lain maka ia akan ditertawakan lagi .. dan siapa yang menjelekkan saudaranya karena sebuah perbuatan maka biasanya ia akan jatuh kepada perbuatan tersebut..”
(Al Furusiyah hal. 446)

Beliau juga berkata,

‎مامن عبد يعيبُ على أخيه ذنباً ، إلا و يُبتلى به ، فإذا بلغك عن فلان سيئةً فقل : غفر الله لنا وله

“Tidak ada seorang hambapun yang memburuk burukkan orang lain karena sebuah dosa, maka biasanya ia akan jatuh kepada dosa tersebut. Apabila sampai kepadamu tentang kesalahan seseorang maka ucapkanlah, “Semoga Allah mengampuni kita dan dia ( ghofarallaahu lanaa wa lahu )..”

📝
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kata Mutiara

KATA MUTIARA

“Sebelum engkau membandingkan kehidupanmu dengan kehidupan orang-orang yang kaya, bandingkan dahulu ibadahmu dengan ibadahnya orang-orang yang bertakwa .. karena dunia itu fana, sedang akherat itu selamanya..”

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Tinggalkan Maksiat

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وأتبع السيئة الحسنة تمحها

“Ikutilah perbuatan buruk dengan amal kebaikan. Maka amal kebaikan itu menghapus keburukan..” (HR Attirmidzi)

Jangan biarkan diri kita terus dikalahkan oleh hawa nafsu dan setan..
Keluarkan seluruh kekuatan sambil bertawakal kepada Allah dan mohon kekuatan..

Jangan pernah berkata, ‘saya lemah di hadapan maksiat..’
Karena Allah memberi semua manusia kemampuan untuk meninggalkan maksiat..
Tinggal kita berusaha dan memohon bantuan kepada-Nya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Perhatikan Perbuatan Kita

Salamah bin Dinar rohimahullah berkata,

كُلّ عملٍ تكره من أجله المَوْت فاتركه؛
‏ثُمّ لا يضرّك متى مُت.

“Setiap perbuatan yang kamu tidak suka untuk wafat di atasnya, tinggalkan .. maka tidak akan membahayakanmu kapan kamu meninggal..”

(Siyar A’lam Nubala 6/101)

Maukah kita meninggal saat main game..?
Maukah kita meninggal saat berbuat maksiat..?
Maukah kita meninggal saat berada di tempat maksiat..?

Semua kita pasti menginginkan wafat husnul khotimah..
Namun seringkali tak peduli perbuatan yang kita lakukan..
Allahul Musta’an..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tanda-Tanda Wali Allah

Ramalannya benar, berarti dia wali..?

========

Wali adalah kekasih Allah, maka untuk mengetahui apakah seseorang itu wali Allah ataukah tidak, kita harus mengembalikannya kepada standar kewalian menurut Allah ta’ala.

Dalam kitab-Nya Allah telah berfirman:

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ [يونس: 62، 63]

Artinya: Ingatlah, bahwa para “wali Allah” tidak ada ketakutan sedikit pun atas mereka, dan mereka tidak akan bersedih, yaitu: mereka yang beriman dan bertakwa. [QS. Yunus: 62-63]

إِنْ أَوْلِيَاؤُهُ إِلَّا الْمُتَّقُونَ [الأنفال: 34]

Artinya: Para wali Allah tidak lain adalah mereka yang bertakwa [QS. Al-Anfal: 34].

Selaras dengan ini, perkataan Abu Yazid al-Busthami -rohimahullah-:

لله خلق كثير يمشون على الماء، لا قيمة لهم عند الله، ولو نظرتم إلى من أعطي من الكرامات حتى يطير، فلا تغتروا به حتى تروا كيف هو عند الأمر والنهي، وحفظ الحدود والشرع

Artinya: “Allah punya banyak makhluk yang bisa berjalan di atas air, tapi ia tidak ada harganya di sisi Allah.

Jika kalian melihat ada orang yang diberi karomah sampai bisa terbang pun, maka jangan teperdaya dengannya, sampai kalian melihat bagaimana sikap dia terhadap perintah dan larangan agama, bagaimana dia menjaga batasan-batasan Allah dan syariat-Nya..” [Siyarul A’lamin Nubala’13/88].

—–

Jadi, standar wali itu bukan ramalan yang benar, atau bisa terbang di udara, atau bisa berjalan di air, atau bisa menghilang, atau bisa tampak gila, atau keanehan-keanehan lainnya.

Tapi standar wali adalah iman dan taqwa, dan itu bisa dilihat dari keadaan diri dan prilakunya, apakah sesuai dengan syariat Allah ataukah tidak.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Tak Seorangpun Mengetahui Apa Yang Akan Ia Lakukan Esok Hari

Selama engkau masih hidup ..

Jangan merasa aman dari fitnah
Jangan pula mencela orang karena maksiat.

Jangan heran dengan dosa yang orang lain lakukan.
Jangan pula merasa telah banyak melakukan amal kebaikan.

Karena Allah ta’ala telah berfirman yang artinya:

“Seseorang tidak tahu apa yang akan dia lakukan esok hari, dan seseorang tidak tahu di bumi mana dia akan mati..” [QS. Luqman: 34]

Mintalah kepada Allah ketetapan hati, ketepatan langkah, dan tauhid, sampai mati.
Serta ampunan dan masuk surga dari semua pintunya..

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Yang Penting Berkahnya

Banyak orang mengatakan kepada anaknya, ‘aku ingin engkau jadi dokter, atau arsitek, atau pengusaha, atau ..’

Tapi siapa yang mengatakan kepada anaknya, ‘aku ingin engkau menjadi berkah dimanapun engkau berada..’

Sungguh ini sangat penting untuk direnungkan..!

Keberkahan adalah sesuatu yang sangat besar pengaruh baiknya pada sesuatu.

– bila berkah ada pada harta, ia akan memperbanyaknya,
– bila ada pada anak, ia akan men-sholih-kannya,
– bila ada pada badan, ia akan menguatkannya,
– bila ada pada waktu, ia akan memakmurkannya,
– bila ada pada hati, ia akan membahagiakannya.

Maka, banyaklah meminta keberkahan untuk harta, anak, waktu, dan nikmat Allah lainnya .. karena yang menjadi penentu bukanlah “banyaknya”, tapi “keberkahannya”.

Ya Allah .. jadikanlah kami orang-orang yang Engkau berkahi, amin

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى