Category Archives: BBG Kajian

Perhatikan Perbuatan Kita

Salamah bin Dinar rohimahullah berkata,

كُلّ عملٍ تكره من أجله المَوْت فاتركه؛
‏ثُمّ لا يضرّك متى مُت.

“Setiap perbuatan yang kamu tidak suka untuk wafat di atasnya, tinggalkan .. maka tidak akan membahayakanmu kapan kamu meninggal..”

(Siyar A’lam Nubala 6/101)

Maukah kita meninggal saat main game..?
Maukah kita meninggal saat berbuat maksiat..?
Maukah kita meninggal saat berada di tempat maksiat..?

Semua kita pasti menginginkan wafat husnul khotimah..
Namun seringkali tak peduli perbuatan yang kita lakukan..
Allahul Musta’an..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tanda-Tanda Wali Allah

Ramalannya benar, berarti dia wali..?

========

Wali adalah kekasih Allah, maka untuk mengetahui apakah seseorang itu wali Allah ataukah tidak, kita harus mengembalikannya kepada standar kewalian menurut Allah ta’ala.

Dalam kitab-Nya Allah telah berfirman:

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ [يونس: 62، 63]

Artinya: Ingatlah, bahwa para “wali Allah” tidak ada ketakutan sedikit pun atas mereka, dan mereka tidak akan bersedih, yaitu: mereka yang beriman dan bertakwa. [QS. Yunus: 62-63]

إِنْ أَوْلِيَاؤُهُ إِلَّا الْمُتَّقُونَ [الأنفال: 34]

Artinya: Para wali Allah tidak lain adalah mereka yang bertakwa [QS. Al-Anfal: 34].

Selaras dengan ini, perkataan Abu Yazid al-Busthami -rohimahullah-:

لله خلق كثير يمشون على الماء، لا قيمة لهم عند الله، ولو نظرتم إلى من أعطي من الكرامات حتى يطير، فلا تغتروا به حتى تروا كيف هو عند الأمر والنهي، وحفظ الحدود والشرع

Artinya: “Allah punya banyak makhluk yang bisa berjalan di atas air, tapi ia tidak ada harganya di sisi Allah.

Jika kalian melihat ada orang yang diberi karomah sampai bisa terbang pun, maka jangan teperdaya dengannya, sampai kalian melihat bagaimana sikap dia terhadap perintah dan larangan agama, bagaimana dia menjaga batasan-batasan Allah dan syariat-Nya..” [Siyarul A’lamin Nubala’13/88].

—–

Jadi, standar wali itu bukan ramalan yang benar, atau bisa terbang di udara, atau bisa berjalan di air, atau bisa menghilang, atau bisa tampak gila, atau keanehan-keanehan lainnya.

Tapi standar wali adalah iman dan taqwa, dan itu bisa dilihat dari keadaan diri dan prilakunya, apakah sesuai dengan syariat Allah ataukah tidak.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Tak Seorangpun Mengetahui Apa Yang Akan Ia Lakukan Esok Hari

Selama engkau masih hidup ..

Jangan merasa aman dari fitnah
Jangan pula mencela orang karena maksiat.

Jangan heran dengan dosa yang orang lain lakukan.
Jangan pula merasa telah banyak melakukan amal kebaikan.

Karena Allah ta’ala telah berfirman yang artinya:

“Seseorang tidak tahu apa yang akan dia lakukan esok hari, dan seseorang tidak tahu di bumi mana dia akan mati..” [QS. Luqman: 34]

Mintalah kepada Allah ketetapan hati, ketepatan langkah, dan tauhid, sampai mati.
Serta ampunan dan masuk surga dari semua pintunya..

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Yang Penting Berkahnya

Banyak orang mengatakan kepada anaknya, ‘aku ingin engkau jadi dokter, atau arsitek, atau pengusaha, atau ..’

Tapi siapa yang mengatakan kepada anaknya, ‘aku ingin engkau menjadi berkah dimanapun engkau berada..’

Sungguh ini sangat penting untuk direnungkan..!

Keberkahan adalah sesuatu yang sangat besar pengaruh baiknya pada sesuatu.

– bila berkah ada pada harta, ia akan memperbanyaknya,
– bila ada pada anak, ia akan men-sholih-kannya,
– bila ada pada badan, ia akan menguatkannya,
– bila ada pada waktu, ia akan memakmurkannya,
– bila ada pada hati, ia akan membahagiakannya.

Maka, banyaklah meminta keberkahan untuk harta, anak, waktu, dan nikmat Allah lainnya .. karena yang menjadi penentu bukanlah “banyaknya”, tapi “keberkahannya”.

Ya Allah .. jadikanlah kami orang-orang yang Engkau berkahi, amin

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Tanda Beningnya Iman

Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: جَاءَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَسَأَلُوهُ: إِنَّا نَجِدُ فِي أَنْفُسِنَا مَا يَتَعَاظَمُ أَحَدُنَا أَنْ يَتَكَلَّمَ بِهِ. قَالَ: “وَقَدْ وَجَدْتُمُوهُ؟” قَالُوا: نَعَمْ. قَالَ: “ذَاكَ صَرِيحُ الإِيمَانِ

Ada beberapa orang datang kepada Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam dan bertanya, ‘kami mendapati pada diri kami sesuatu yang terasa besar untuk diucapkan (berupa keburukan)..’

Beliau bersabda, ‘kalian merasakan itu..?’
Mereka menjawab, ‘iya..’
Beliau bersabda, ‘itu (tanda) kebeningan iman..’

(HR Muslim)

Imam Nawawi rohimahullah menjelaskan hadits diatas, beliau berkata,

“Maksudnya perasaan kalian yang membesarkan dan menganggap berat untuk mengucapkan (pikiran yang buruk itu) adalah kebeningan iman. Karena menganggapnya besar dan merasa takut dari mengucapkannya apalagi meyakininya adalah hanya terjadi pada orang yang telah sempurna keimanannya dan hilang keraguan dari hatinya.”

(Syarah Shohih Muslim)

Setan selalu membisikan pikiran buruk di hati insan..
Agar ia ragu kepada Allah, kepada Alqur’an, Rosul-Nya dan sebagainya..

Namun ketika hati menolaknya dan menganggapnya besar..
Itu adalah tanda kebeningan iman..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Selembut Hati Mukmin

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يدخل الجنة أقوام أفئدتُهم مثل أفئدة الطير

“Akan masuk surga beberapa kaum yang hatinya bagaikan hati burung..” (HR Muslim)

Burung selalu bertawakal kepada Allah..
Lihatlah, di pagi hari ia pergi dalam keadaan perutnya kosong..
Di sore hari ia pulang dalam keadaan perutnya penuh makanan..
Padahal ia tak memiliki ijazah atau pun pernah sekolah..
Ia hanya berusaha terbang ke sana kemari dan tak pernah malas..

Burung itu hatinya penuh rasa waspada..
Ia akan segera terbang bila ada yang mencurigakan..
Demikian pula hati mukmin selalu waspada..
Ia segera lari dari fitnah dan menjauhi kemaksiatan..

Hati burung itu lembut, selembut hati mukmin..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Selama Ini Kita Berteman Karena Apa..?

Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata,

من أحب في الله وأبغض فى الله ووالى فى الله وعادى فى الله فإنما تنال ولاية الله بذلك ولا يجد عبد طعم الإيمان وإن كثرت صلاته وصيامه حتى يكون كذلك وقد صارت عامة مؤاخة الناس على أمر الدنيا وذلك لا يجدى على أهله شيئا

Siapa yang :
– mencintai karena Allah,
– membenci karena Allah,
– memberi loyalitas karena Allah,
– memusuhi karena Allah

maka sesungguhnya loyalitas Allah kepada kita hanya dapat diraih dengan itu .. seorang hamba tidak akan merasakan manisnya iman walaupun sholat dan puasanya banyak hingga ia melakukan itu.

Kebanyakan persaudaraan manusia hanya karena urusan dunia belaka. Padahal itu tidak bermanfaat sama sekali..”

(Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari)

Cobalah setiap kita introspeksi..
Selama ini kita berteman karena apa..?
Karena satu lembaga kah..?
Karena satu yayasan kah..?
Karena satu hobi kah..?
Atau karena iman dan ketaatan..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jangan Tertipu

Imam Asy Syafi’i rohimahullah berkata,

‏إذا رأيتم الرجل يمشي على الماء ويطير في الهواء ، فلا تغتروا به حتى تعرضوا أمره على الكتاب والسنة ” .

“Apabila engkau melihat orang yang mampu berjalan di atas air atau terbang di udara maka jangan tertipu dengannya sampai engkau periksa urusannya .. apakah sesuai dengan Alqur’an dan sunnah atau tidak..?”

(Al Bidayah Wannihayah 13/251)

Walaupun berbaju gamis dan sorban..
Berbahasa arab dan sedikit membawakan ayat Alqur’an..
Karena para dukun pun mampu melakukan itu..

Inilah Dajjal yang nabi shollallahu ‘alayhi wasallam kabarkan mampu menyuruh langit agar hujan..
Dan menyuruh bumi agar subur..
Itu bukan bukti akan kebenaran Dajjal..
Namun orang orang yang berilmu dangkal saja yang menerimanya..

Semoga Allah melindungi kita darinya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Mendirikan Sholat Karena Takut Kepada Allah

● Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يعجَبُ ربُّكَ من راعي غنمٍ ، في رأسِ شظيَّةِ الجبلِ يؤذِّنُ بالصَّلاةِ ويصلِّي فيقولُ اللَّهُ عزَّ وجلَّ انظروا إلى عبدي هذا يؤذِّنُ ويقيمُ الصَّلاةَ يخافُ منِّي قد غَفرتُ لعَبدي ، وأدخلتُهُ الجنَّةَ

“Allah kagum kepada penggembala kambing yang berada di puncak gunung. Ia adzan untuk sholat lalu ia sholat.

Maka Allah berfirman, “Lihatlah hamba-Ku itu, ia adzan dan mendirikan sholat karena takut kepada-Ku. Sungguh Aku telah mengampuni hamba-Ku itu dan Aku akan memasukkannya ke surga..”

(HR Abu Dawud dan An Nasai)

● Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

« ﻭاﻟﺼﻼﺓ ﻣﺠﻠﺒﺔ ﻟﻠﺮﺯﻕ، ﺣﺎﻓﻈﺔ ﻟﻠﺼﺤﺔ، ﺩاﻓﻌﺔ ﻟﻷﺫﻯ، ﻣﻄﺮﺩﺓ ﻟﻷﺩﻭاء، ﻣﻘﻮﻳﺔ ﻟﻠﻘﻠﺐ، ﻣﺒﻴﻀﺔ ﻟﻠﻮﺟﻪ، ﻣﻔﺮﺣﺔ ﻟﻠﻨﻔﺲ، ﻣﺬﻫﺒﺔ ﻟﻠﻜﺴﻞ، ﻣﻨﺸﻄﺔ ﻟﻠﺠﻮاﺭﺡ، ﻣﻤﺪﺓ ﻟﻠﻘﻮﻯ، ﺷﺎﺭﺣﺔ ﻟﻠﺼﺪﺭ ﻣﻐﺬﻳﺔ ﻟﻠﺮﻭﺡ، ﻣﻨﻮﺭﺓ ﻟﻠﻘﻠﺐ، ﺣﺎﻓﻈﺔ ﻟﻠﻨﻌﻤﺔ، ﺩاﻓﻌﺔ ﻟﻠﻨﻘﻤﺔ، ﺟﺎﻟﺒﺔ ﻟﻠﺒﺮﻛﺔ، ﻣﺒﻌﺪﺓ ﻣﻦ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ، ﻣﻘﺮﺑﺔ ﻣﻦ اﻟﺮﺣﻤﻦ »

Sholat itu :
– mendatangkan rezeki,
– menjaga kesehatan,
– menolak bala,
– mengusir penyakit,
– menguatkan hati,
– memutihkan wajah,
– membahagiakan jiwa,
– menghilangkan kemalasan,
– membuat semangat anggota badan,
– memberi kekuatan,
– melapangkan dada,
– memberi gizi kepada ruh,
– mencahayakan hati,
– menjaga nikmat,
– menolak adzab,
– menimbulkan keberkahan,
– menjauhkan dari setan, dan
– mendekatkan kepada Ar Rohman.

(Zaadul Ma’aad 304/4)

Penterjemah,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Bukanlah Sifat Seorang Mukmin

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

الكسَالى أكثر النَّاس همًّا وغمًّا وحزنًا،
‏ليس لهم فرح ولا سرور،
‏بخلاف أرباب النَّشَاط والجِدِّ في العمل”.

“Pemalas itu orang yang paling sering terkena gundah, galau dan sedih. Mereka tidak merasakan kegembiraan dan kebahagiaan. Berbeda dengan orang orang yang selalu semangat dalam beramal..”

(Raudhotul Muhibbin hal 268)

Malas bukanlah sifat mukmin..
Dan tidak ada manfaatnya..
Bahkan berbahaya untuk seseorang..

Orang yang berakal tidak akan menuruti kemalasan..
Ia akan berusaha melawannya..
Dan berusaha untuk selalu semangat dalam kebaikan..
Malasnya mukmin itu kepada keburukan dan kepada perkara yang tak bermanfaat..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى