Category Archives: BBG Kajian

HADITS : Berbakti Kepada Orangtua Terutama Ibu – Dapat Menggugurkan Dosa Besar

Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhumaa berkata,

Ada seorang laki laki datang dan berkata, ‘wahai Rosulullah, aku telah melakukan dosa besar .. apakah masih ada taubat..?’

Beliau bersabda, ‘apakah kamu memiliki ibu..?’

‘Tidak..’ jawabnya.

Beliau bersabda, ‘apakah kamu punya kholah (saudari ibu)..?’

‘Punya..’ jawabnya.

Beliau bersabda, ‘berbaktilah kepadanya..’

(Shohih Sunan At Tirmidzi no 1904)

Penterjemah,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

HADITS : Beberapa Niat Bekerja Yang Termasuk Fii Sabilillah

Suatu hari, Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat melihat ada orang yang kerjanya sangat tekun dan serius. Lalu para sahabat berkomentar, “Andai usahanya itu untuk jihad di jalan Allah, tentu pahalanya luar biasa..”

Kemudian Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن كان خرجَ يسعى على وَلَدِه صِغارًا، فهو في سبيل الله، وإن كان خرج يسعى على أبوين شيخين كبيرين، فهو في سبيل الله، وإن كان خرج يسعى على نفسه، يَعُفُّها، فهو في سبيل الله، وإن كان خرج يسعى رياء ومُفاخرة، فهو في سبيل الشيطان

– jika dia bekerja untuk mencukupi kebutuhan anaknya yang masih kecil, maka itu termasuk fii sabilillah

– jika dia bekerja untuk mencukupi kebutuhan kedua orangtuanya yang sudah tua, maka itu termasuk fii sabilillah

– jika dia bekerja untuk menutupi kebutuhan dirinya, sehingga tidak membutuhkan milik orang lain, maka itu termasuk fii sabilillah

Namun jika dia bekerja untuk meningkatkan status sosial dan berbangga-bangga dengan penghasilan, maka dia berada di jalan setan..”

(HR. At Thobroni dalam al-Mu’jam al-Ausath 6835, perawinya dinilai shohih oleh al-Mundziri dan dishohihkan al-Albani)

Penterjemah, 
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Beberapa Perbuatan Mengabaikan Alqur’an

Alqur’an yang berisi hidayah dan mengajak kepada surga, kamu tinggalkan .. dan kamu lebih senang disibukkan oleh nyanyian, game dan hiburan yang hanya menambah penyakit hati..

Namun kita tidak merasa telah merugi..
Bahkan tertipu oleh angan angan..
– kelak saya akan membaca Alqur’an..
– nanti saya akan mentadabburinya..

وَقَالَ الرَّسُوْلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوْا هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَهْجُوْرًا (٣٠)

“Dan Rosul (Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Alqur’an ini diabaikan…” (Qs. Al-Furqon – 30)

Ibnu Katsir rohimahullah berkata dalam tafsirnya,

وَتَرْكُ تَدَبُّرِهِ وَتَفْهُّمِهِ مِنْ هُجْرَانِهِ، وَتَرْكُ الْعَمَلِ بِهِ وَامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ زَوَاجِرِهِ مِنْ هُجْرَانِهِ، والعدولُ عَنْهُ إِلَى غَيْرِهِ -مَنْ شِعْرٍ أَوْ قَوْلٍ أَوْ غِنَاءٍ أَوْ لَهْوٍ أَوْ كَلَامٍ أَوْ طَرِيقَةٍ مَأْخُوذَةٍ مِنْ غَيْرِهِ -مِنْ هُجْرَانِهِ

“Tidak mau mentadabburi dan memahaminya termasuk mengabaikan Alqur’an.

Tidak mau mengamalkannya, tidak melaksanakan perintah dan menjauhi larangannnya .. atau berpaling dari Alqur’an dan sibuk dengan syair, nyanyian, perkataan manusia, perkara yang sia sia, dan bimbingan selain Alqur’an .. semua itu termasuk mengabaikan Alqur’an..”

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Allah Merahmati Orang Yang Memberikan Kemudahan

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Semoga Allah merahmati orang yang :
– mudah dalam menjual,
– mudah saat membeli, dan
– mudah dalam menagih hutang..”

(HR. Al Bukhori)

● mudah dalam menjual dengan tidak mengambil keuntungan yang menyusahkan pembeli.

● mudah dalam membeli dengan tidak menawar dengan tawaran yang menyusahkan penjual.

● mudah dalam menagih hutang, dengan memberi tangguh bagi yang sulit bahkan ia memaafkan.

Dalam riwayat Ibnu Hibban, “Mudah dalam membayar hutang..” yaitu dengan tidak menunda nunda pembayaran hutang.

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Teman Yang Paling Disukai

Kholid bin Shofwan rohimahullah ditanya, ‘siapakah temanmu yang paling kamu sukai..?’

Ia berkata,
– yang suka memaafkanku,
– mau menerima kekuranganku, dan
– menutupi kesalahanku.

(Kitab Mujalasah – Ad Dainawari)

Teman yang susah memaafkan..
Tak mau menerima kekurangan..
Bahkan menebar aib kita..
Adalah teman yang tak ada manfaatnya..
Bahkan lebih banyak mudhorotnya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Akibat Dari Tidak Mengenal Jahiliyah

● Umar bin Al Khothob rodhiyallahu ‘anhu berkata,

إنما تنقض عرى الإسلام عروة عروة إذا نشأ فى الإسلام من لم يعرف الجاهلية

“Sesungguhnya tali Islam itu terputus seutas demi seutas apabila tumbuh dalam Islam orang yang tidak mengenal jahiliyah..”

● Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Semua yang menyelisihi ajaran Rosul termasuk jahiliyah.

Maka siapa yang tidak mengenal dengan jelas jalan orang+orang yang tersesat, maka akan menyangka jalan kesesatan itu sebagai jalannya kaum mukminin.

Sebagaimana hal ini terjadi pada ummat Islam dalam banyak perkara, baik dalam masalah aqidah, atau ilmu dan amalan.
Padahal ia adalah jalannya kaum kafir yang memusuhi para Rosul tapi dianggap sebagai jalannya kaum mukminin. Bahkan ia menyeru kepadanya. Juga seperti mereka yang jatuh kepada bid’ah dan menyeru kepadanya..”

(Masail Fil I’tiqod hal 22)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Pahala Amal Sholeh

Sebagian orang beranggapan bahwa pahala amal sholeh hanya akan dirasakan di akhirat.. Begitu pula akibat buruk dari dosa hanya akan dirasakan di hari kiamat.

Padahal sebenarnya,

– AMAL SHOLEH seorang mukmin akan mendatangkan kebaikan, baik ketika di dunia maupun saat di akhiratnya.

– Begitu pula KEMAKSIATAN akan mendatangkan keburukan, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti.

—–

Renungkanlah dua firman Allah berikut ini:

“Barangsiapa melakukan amal sholeh -baik lelaki maupun perempuan- dalam keadaan beriman, maka pasti Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan akan Kami beri balasan (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan..”
(QS. An-Nahl: 97)

“Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit (di dunia), dan pada hari kiamat nanti Kami akan mengumpulkannya dalam keadaan buta..”
(QS. Thoha: 124)

Penulis:
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Membantu Pekerjaan Rumah Istri

Syeikh al ‘Utsaimin -rohimahulloh- berkata :

“Diantara tawadhu’nya Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-; bila beliau di rumah, beliau membantu istrinya, memeras susu kambing, memperbaiki sandal, beliau membantu mereka di rumah mereka.

Hal ini berdasarkan penuturan ‘Aisyah -rodhiallohu ‘anha- ketika ditanya apa yang dilakukan Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- saat di rumah: “Beliau dahulu biasa mengerjakan pekerjaan istrinya..”, yakni membantu istrinya.

Misalnya, jika seseorang di rumahnya, maka termasuk sunnah, bila dia membuat teh untuk dirinya sendiri, memasak sendiri bila dia bisa, mencuci apa yang butuh dicuci, ini semua termasuk sunnah Nabi.

Jika kamu melakukan hal itu, maka kamu akan mendapatkan pahala menjalankan sunnah.

Karena (kamu melakukan hal itu untuk tujuan) mengikuti Rosul -shollallohu ‘alaihi wasallam- dan bertawadhu’ (merendah) kepada Allah -azza wajall-.

Hal ini juga akan menumbuhkan rasa cinta antara kamu dan istrimu. Jika istrimu merasa kamu banyak membantunya, tentu dia akan mencintaimu dan dirimu akan semakin berharga di matanya.. dan ini merupakan masalahat yang besar..”

(Syarah Riyadhus Sholihin 2/264)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/21332

HADITS : Setiap Muslim Bersedekah

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

على كل مسلم صدقة
‏فقالوا : يا نَبِيَّ اللَّهِ فمن لم يجد؟
‏قال : يَعمل بيَدِهِ فَيَنفَعُ نَفْسَهُ ويَتَصَدَّقُ
‏قالوا : فإن لم يجد ؟
‏قالَ : يعين ذا الحاجة الملهوف
‏قالوا : فإن لم يَجد ؟
‏قال :
‏فليعمل بالمعروف وليمسك عن الشر
‏⇦ فإنها له صدقة.

“Setiap muslim hendaklah bersedekah..”

Mereka berkata, “Jika tidak mampu..?”
Beliau bersabda, “Bekerja dengan tangannya agar ia memberi manfaat dirinya dan bersedekah..”

Ditanya lagi, “Jika tidak mampu juga..?”
Beliau bersabda, “Membantu orang yang membutuhkan pertolongan..”

Ditanya lagi, “Jika tidak mampu juga..?”
Beliau bersabda, “Hendaklah ia beramal kebaikan dan menahan diri dari keburukan..”

(HR Al Bukhari no 1445)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Bukanlah Bukti Akan Keilmuan Seseorang

Kehebatan berbicaramu..
Bukanlah bukti tentang keilmuanmu..

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam justru tidak menyukai orang yang memfasih fasihkan lisannya agar terlihat kelebihannya..

Beliau bersabda yang artinya,

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat denganku kedudukannya pada hari kiamat adalah yang paling bagus akhlaknya.

Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh kedudukannya dariku pada hari kiamat adalah :

tsartsarun (orang yang banyak berbicara dengan cara membagus baguskan ucapannya agar terlihat lebih),

mutasyaddiqun (memfasih fasihkan lisan saat berbicara agar terlihat hebat), dan

mutafaihiqun.

Mereka bertanya, ‘Siapakah mutafaihiqun..?’

Beliau bersabda, ‘Orang yang sombong..”

(Shohih At Tirmidzi no 2018)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى