Category Archives: BBG Kajian

Teman Yang Paling Disukai

Kholid bin Shofwan rohimahullah ditanya, ‘siapakah temanmu yang paling kamu sukai..?’

Ia berkata,
– yang suka memaafkanku,
– mau menerima kekuranganku, dan
– menutupi kesalahanku.

(Kitab Mujalasah – Ad Dainawari)

Teman yang susah memaafkan..
Tak mau menerima kekurangan..
Bahkan menebar aib kita..
Adalah teman yang tak ada manfaatnya..
Bahkan lebih banyak mudhorotnya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Akibat Dari Tidak Mengenal Jahiliyah

● Umar bin Al Khothob rodhiyallahu ‘anhu berkata,

إنما تنقض عرى الإسلام عروة عروة إذا نشأ فى الإسلام من لم يعرف الجاهلية

“Sesungguhnya tali Islam itu terputus seutas demi seutas apabila tumbuh dalam Islam orang yang tidak mengenal jahiliyah..”

● Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Semua yang menyelisihi ajaran Rosul termasuk jahiliyah.

Maka siapa yang tidak mengenal dengan jelas jalan orang+orang yang tersesat, maka akan menyangka jalan kesesatan itu sebagai jalannya kaum mukminin.

Sebagaimana hal ini terjadi pada ummat Islam dalam banyak perkara, baik dalam masalah aqidah, atau ilmu dan amalan.
Padahal ia adalah jalannya kaum kafir yang memusuhi para Rosul tapi dianggap sebagai jalannya kaum mukminin. Bahkan ia menyeru kepadanya. Juga seperti mereka yang jatuh kepada bid’ah dan menyeru kepadanya..”

(Masail Fil I’tiqod hal 22)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Pahala Amal Sholeh

Sebagian orang beranggapan bahwa pahala amal sholeh hanya akan dirasakan di akhirat.. Begitu pula akibat buruk dari dosa hanya akan dirasakan di hari kiamat.

Padahal sebenarnya,

– AMAL SHOLEH seorang mukmin akan mendatangkan kebaikan, baik ketika di dunia maupun saat di akhiratnya.

– Begitu pula KEMAKSIATAN akan mendatangkan keburukan, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti.

—–

Renungkanlah dua firman Allah berikut ini:

“Barangsiapa melakukan amal sholeh -baik lelaki maupun perempuan- dalam keadaan beriman, maka pasti Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan akan Kami beri balasan (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan..”
(QS. An-Nahl: 97)

“Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit (di dunia), dan pada hari kiamat nanti Kami akan mengumpulkannya dalam keadaan buta..”
(QS. Thoha: 124)

Penulis:
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Membantu Pekerjaan Rumah Istri

Syeikh al ‘Utsaimin -rohimahulloh- berkata :

“Diantara tawadhu’nya Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-; bila beliau di rumah, beliau membantu istrinya, memeras susu kambing, memperbaiki sandal, beliau membantu mereka di rumah mereka.

Hal ini berdasarkan penuturan ‘Aisyah -rodhiallohu ‘anha- ketika ditanya apa yang dilakukan Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- saat di rumah: “Beliau dahulu biasa mengerjakan pekerjaan istrinya..”, yakni membantu istrinya.

Misalnya, jika seseorang di rumahnya, maka termasuk sunnah, bila dia membuat teh untuk dirinya sendiri, memasak sendiri bila dia bisa, mencuci apa yang butuh dicuci, ini semua termasuk sunnah Nabi.

Jika kamu melakukan hal itu, maka kamu akan mendapatkan pahala menjalankan sunnah.

Karena (kamu melakukan hal itu untuk tujuan) mengikuti Rosul -shollallohu ‘alaihi wasallam- dan bertawadhu’ (merendah) kepada Allah -azza wajall-.

Hal ini juga akan menumbuhkan rasa cinta antara kamu dan istrimu. Jika istrimu merasa kamu banyak membantunya, tentu dia akan mencintaimu dan dirimu akan semakin berharga di matanya.. dan ini merupakan masalahat yang besar..”

(Syarah Riyadhus Sholihin 2/264)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/21332

HADITS : Setiap Muslim Bersedekah

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

على كل مسلم صدقة
‏فقالوا : يا نَبِيَّ اللَّهِ فمن لم يجد؟
‏قال : يَعمل بيَدِهِ فَيَنفَعُ نَفْسَهُ ويَتَصَدَّقُ
‏قالوا : فإن لم يجد ؟
‏قالَ : يعين ذا الحاجة الملهوف
‏قالوا : فإن لم يَجد ؟
‏قال :
‏فليعمل بالمعروف وليمسك عن الشر
‏⇦ فإنها له صدقة.

“Setiap muslim hendaklah bersedekah..”

Mereka berkata, “Jika tidak mampu..?”
Beliau bersabda, “Bekerja dengan tangannya agar ia memberi manfaat dirinya dan bersedekah..”

Ditanya lagi, “Jika tidak mampu juga..?”
Beliau bersabda, “Membantu orang yang membutuhkan pertolongan..”

Ditanya lagi, “Jika tidak mampu juga..?”
Beliau bersabda, “Hendaklah ia beramal kebaikan dan menahan diri dari keburukan..”

(HR Al Bukhari no 1445)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Bukanlah Bukti Akan Keilmuan Seseorang

Kehebatan berbicaramu..
Bukanlah bukti tentang keilmuanmu..

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam justru tidak menyukai orang yang memfasih fasihkan lisannya agar terlihat kelebihannya..

Beliau bersabda yang artinya,

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat denganku kedudukannya pada hari kiamat adalah yang paling bagus akhlaknya.

Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh kedudukannya dariku pada hari kiamat adalah :

tsartsarun (orang yang banyak berbicara dengan cara membagus baguskan ucapannya agar terlihat lebih),

mutasyaddiqun (memfasih fasihkan lisan saat berbicara agar terlihat hebat), dan

mutafaihiqun.

Mereka bertanya, ‘Siapakah mutafaihiqun..?’

Beliau bersabda, ‘Orang yang sombong..”

(Shohih At Tirmidzi no 2018)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Tentang Hujjah

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

وليس لأحد أن يحتج بقول أحد في مسائل النزاع، وإنما الحجة النص والإجماع، والدليل مستنبط من ذلك، تقرر مقدماته بالأدلة الشرعية، لا بأقوال بعض العلماء، فإن أقوال العلماء ويحتج لها بالأدلة الشرعية.

“Tidak boleh bagi seorangpun untuk berhujjah dengan pendapat seseorang dalam masalah yang diperselisihkan.

Hujjah itu adalah nash dan ijma serta dalil yang diambil istinbath darinya. Dan pendahuluannya ditetapkan oleh dalil syariat bukan ditetapkan oleh pendapat sebagian ulama. Karena pendapat ulama itu dijadikan hujjah bila berdasarkan dalil syariat..”

(Majmu Fatawa 26/202)

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rohimahullah berkata memberikan faidah ayat 20 surat Ali Imran pada faidah yang keenam,

لا يمكن أن يكون قول أحد من أهل العلم حجة على الأخرين لأن الكل تابعون لا متبوعون

“Tidak mungkin pendapat salah seorang ulama menjadi hujjah atas (ulama) yang lainnya. Karena semua mereka pengikut (Nabi) bukan yang harus diikuti..”

(Tafsir Ali Imron 1/136)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Senantiasa Dalam Ibadah

Mukmin memulai harinya dengan ibadah..
Ia bangun membaca dzikir lalu sholat bermunajat dengan Allah..

Saat adzan shubuh berkumandang ia segera pergi untuk sholat shubuh..
Karena orang yang sholat shubuh maka ia berada dalam jaminan Allah..

Setelah itu ia berdzikir hingga matahari terbit..
Di waktu dhuha ia pun kembali sholat berharap rahmat-Nya..

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ ، لَا تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Hai anak Adam, janganlah kamu lemah dari empat roka’at di awal siang niscaya Aku akan mencukupimu di akhirnya..”

(HR Ahmad dan Attirmidzi)

Al Munawi rohimahullah dalam Faidhul Qodir (4/615) berkata:

أكفك آخره) أي : شر ما يُحدثه تعالى في آخر ذلك اليوم من المحن والبلايا

“Makna: ‘Aku akan mencukupimu di akhir siang’ adalah dari keburukan yang akan terjadi di akhir siang berupa musibah dan bencana..”

Yang dimaksud empat roka’at di awal siang ini ada dua pendapat ulama:

1. sebagian ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah empat roka’at dhuha, dan

2. sebagian mengatakan dua roka’at qobliyah shubuh dan sholat shubuh.

Namun bila kita lakukan semua, maka menjadi keutamaan yang besar bagi kita.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kunci Kebahagiaan Dalam Pergaulan

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

والسعادة في معاملة الخلق: أن تعاملهم لله، فترجو الله فيهم ولا ترجوهم في الله، وتخافه فيهم ولا تخافهم في الله”.

Kebahagiaan dalam bergaul dengan manusia adalah bergaul dengan mereka karena Allah :

– engkau berharap keridhoan Allah pada mereka, dan bukan berharap keridhoan mereka saat di jalan Allah.

– engkau takut kepada Allah saat bergaul dengan mereka, dan bukan takut kepada mereka saat di jalan Allah.

(Majmu Fatawa 1/51)

Itulah kunci kebahagiaan dalam bergaul..
Adapun bergaul bukan karena Allah dan tidak memperhatikan batasan batasan Allah..
Hanya akan mendatangkan penyesalan di hari kiamat kelak..

Allah berfirman,

يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا (٢٨)

“Wahai, celaka aku..! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku) (Qs. Al-Furqon ayat 28)

لَقَدْ اَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ اِذْ جَاۤءَنِيْۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِلْاِنْسَانِ خَذُوْلًا (٢٩)

sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur’an) ketika (Al-Qur’an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia..” (Qs. Al-Furqon ayat 29)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Berpikir Dahulu Sebelum Berbuat

Orang yang berakal sebelum berbuat akan menganalisa terlebih dahulu apakah perbuatan tersebut berakibat baik atau malah berakibat buruk..
Bukan mendahulukan semangat dan perasaan..

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rohimahullah juga mengatakan:

 العواطف عواصف ان لم تقيد بالكتاب والسنة دمرت كل شيء

“Perasaan bagaikan angin topan, jika tidak diikat dengan Alqur’an dan As Sunnah akan merusak segala sesuatu..”

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى