Category Archives: BBG Kajian

Wahai Kaum Pria.. Anda Akan Menyesal Tidak Sholat Berjama’ah Di Masjid

Simak penjelasan Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

👉🏼  Agar Tetap Semangat (dan terkadang memang harus di jabarkan matematika-nya ke manusia di zaman sekarang agar lebih paham):
.
Seseorang yang sholat berjama’ah di Masjid, maka pahalanya :
.
Dalam 1 Hari: 17 roka’at x 27 kali pahala = 459 roka’at (vs. 17 roka’at di Rumah)
Dalam 1 Bulan: 459 x 30 hari = 13.770 roka’at (vs. 510 roka’at di Rumah)
Dalam 1 Tahun: 13.770 x 12 bulan = 165.240 roka’at (vs. 6.120 roka’at di Rumah)

Sholat berjama’ah 5 waktu sehari di Masjid selama 1 tahun penuh in-syaa Allah dapat 165.240 roka’at. Beda dengan sholat 5 waktu dirumah hanya 6.120 roka’at.

Sedangkan untuk wanita, tetap ‘LEBIH UTAMA‘ sholat di rumah-rumah/kamar mereka (penjelasannya bisa di simak di SINI) meskipun tak terlarang ke Masjid dengan beberapa syarat yang telah disampaikan oleh para Ulama.

Apalagi bila mengamalkan sunnah ber-SIWAK sebelum setiap sholat yang in-syaa Allah nilainya 70 kali dari sholat tanpa ber-siwak (pejelasannya simak di SINI).. silahkan di kalkulasi berapa hasil dari 165.240 roka’at x 70 =… Maasya Allah…

Lalu.. perhatikan hadits-hadits berikut:

⚉   HADITS PERTAMA: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka SALAH SATU LANGKAH KAKINYA akan MENGHAPUSKAN DOSA dan LANGKAH KAKI LAINNYA akan MENINGGIKAN DERAJATNYA.” (HR. Muslim, no. 666)

Orang yang melakukan semacam ini akan mendapatkan dua kebaikan: (1) ditinggikan derajatnya, (2) akan dihapuskan dosa-dosa. Maasya Allah…

⚉   HADITS KE-2 :

عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ كَانَ رَجُلٌ لاَ أَعْلَمُ رَجُلاً أَبْعَدَ مِنَ الْمَسْجِدِ مِنْهُ وَكَانَ لاَ تُخْطِئُهُ صَلاَةٌ – قَالَ – فَقِيلَ لَهُ أَوْ قُلْتُ لَهُ لَوِ اشْتَرَيْتَ حِمَارًا تَرْكَبُهُ فِى الظَّلْمَاءِ وَفِى الرَّمْضَاءِ . قَالَ مَا يَسُرُّنِى أَنَّ مَنْزِلِى إِلَى جَنْبِ الْمَسْجِدِ إِنِّى أُرِيدُ أَنْ يُكْتَبَ لِى مَمْشَاىَ إِلَى الْمَسْجِدِ وَرُجُوعِى إِذَا رَجَعْتُ إِلَى أَهْلِى. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « قَدْ جَمَعَ اللَّهُ لَكَ ذَلِكَ كُلَّهُ »

“Dulu ada seseorang yang tidak aku ketahui seorang pun yang jauh rumahnya dari masjid selain dia. Namun dia tidak pernah luput dari shalat. Kemudian ada yang berkata padanya atau aku sendiri yang berkata padanya, “Bagaimana kalau engkau membeli keledai untuk dikendarai ketika gelap dan ketika tanah dalam keadaan panas.” Orang tadi lantas menjawab, “Aku tidaklah senang jika rumahku di samping masjid. Aku ingin dicatat bagiku langkah kakiku menuju masjid dan langkahku ketika pulang kembali ke keluargaku.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh Allah telah mencatat bagimu seluruhnya.” (HR. Muslim, no. 663)

Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (5:149) mengatakan,

فِيهِ : إِثْبَات الثَّوَاب فِي الْخُطَا فِي الرُّجُوع مِنْ الصَّلَاة كَمَا يَثْبُت فِي الذَّهَابِ .

Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa langkah kaki ketika pulang dari shalat akan diberi ganjaran sebagaimana perginya.”

Jadi andakan rumah kita berjarak 200 m dari Masjid, pergi dan pulangnya menjadi 400 m, dan jika setiap langkah kaki kita hitungannya adalah 1/2 meter, maka ada DUA langkah kaki dalam 1 meternya dimana 1 langkah menghapuskan dosa dan langkah lainnya meninggikan derajat.. lalu berapa total langkah yang kita lakukan saat pergi ke Masjid dan saat pulang ke rumah ..? … 400 x 2 langkah = 800 langkah

Artinya in-syaa Allah (berdasakan hadits PERTAMA diatas) orang yang pergi sholat berjama’ah dan pulang setelahnya, satu langkah kakinya menghapuskan dosa dan satu langkah kaki lainnya meninggikan derajat, maka Allah akan ampunkan 400 dosa dan tinggikan 400 derajat setiap kalinya… bagaimana bila 5 kali ke Masjid setiap harinya..?! apalagi setiap bulannya..?! APALAGI setiap tahunnya.?! 

Maasya Allah, inilah keutamaan pergi dan pulang dari menunaikan sholat di Masjid . Akankah kita masih melewatkannya ?

=============

Ini baru pahala sholat wajib.. sedangkan masih ada pahala:
⚉   sholat-sholat sunnah rowatib,
⚉   sholat sunnah 4 roka’at setelah ‘Isya (baca di SINI)
⚉   sholat malam tahajjud dan witir,
⚉   sholat sunnah dhuha dan lainnya.
⚉   puasa wajib dan sunnah, zakat, infaq, sedekah,
⚉   birrul waaldayn – berbuat baik kepada orangtua, menyambung silaturrahim kepada keluarga, dll.

Subhaanallah.. betapa luas nikmat Allah..
.
.
Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Berilah Uzur Kepada Saudaramu…

Ja’far bin Muhammad rahimahullah berkata, “Apabila sampai kepadamu dari saudaramu sesuatu yang kamu ingkari, maka berilah ia sebuah udzur sampai 70 udzur. Bila kamu tidak mendapatkan udzur, maka katakanlah, “Barangkali ia mempunyai udzur yang aku tidak ketahui.
(HR Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no 8344).

Abdullah bin Muhammad bin Munazil berkata, “Mukmin adalah yang selalu memberi udzur kepada saudaranya, sedangkan munafiq adalah yang selalu mencari kesalahan saudaranya.”
(HR Abu Abrirrahman As Sulami dalam adab ash shuhbah).

Umar bin al Khathab berkata: “Janganlah kamu berburuk sangka dari kata-kata yang tidak baik yang keluar dari mulut saudaramu, sementara kamu masih bisa menemukan makna lain yang baik..

Sering kali kita mengucapkan kata-kata yang tak baik..
Atau tak enak ditelinga..
Terkadang membuat hati kita pilu..
Atau berburuk sangka padanya..

Namun.. Seorang mukmin selalu memberi udzur kepada saudaranya.. Seraya berucap:
Barangkali dia bercanda.. Barangkali dia tak bermaksud menyakiti..
Barangkali dia ingin membahagiakan temannya..

Dan sejuta udzur lainnya..

Saudaraku..
Manusia adalah tempat kesalahan.. Sebagaimana orang lain berbuat salah..

Kita pun banyak kesalahan.. Barangkali lebih banyak lagi..

Bila kita suka orang lain berbaik sangka kepada kita..
Tidakkah kita suka untuk tidak berburuk sangka kepada dia..

Barakallahu fiikum..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

Tentang Menggabungkan Beberapa Niat Dalam Satu Ibadah Yang Sejenis…

Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Kaidah Ushul Fiqih Ke-18 : Hukum Itu Mengikuti ILLAT-nya…

Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-17) bisa di baca di SINI

=======

🍀 Kaidah yang ke 18 🍀
.
👉🏼   Hukum itu mengikuti ILLAT-nya. Bila ILLAT ada maka hukum-pun ada, dan bila tidak ada maka hukum tidak ada.
.
Hukum dalam Islam tidak lepas dari lima: wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram.
.
Setiap hukum Islam selalu mengandung ILLAT.
ILLAT adalah sifat yang tampak dan tetap seperti ILLAT arak adalah memabukkan.
.
Hukum dilihat dari ILLAT-nya ada dua macam:
1. Hukum diketahui ILLAT-nya.
2. Hukum yang tidak diketahui ILLAT-nya.
.
Hukum yang diketahui ILLAT-nya ada dua macam:
1⃣  ILLAT yang disebutkan oleh Nash. contohnya hadits tentang kucing:

إنها ليست بنجس إنما هي من الطوافين عليكم

Sesungguhnya kucing itu tidak najis, ia selalu berkeliling di antara kalian.” (HR Abu Dawud).
.
Dalam hadits tersebut Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam menyebutkan alasan ketidak najisan kucing yaitu suka berkeliling sehingga sulit dihindari.
.
2⃣  ILLAT yang diketahui dengan cara istinbath.
ILLAT jenis ini ada yang menjadi ijma ulama seperti ILLAT arak adalah memabukkan. Dan ada yang masih diperselisihkan, seperti ILLAT emas dan perak ada yang mengatakan karena ditimbang. Ada yang mengatakan ILLAT-nya adalah “tsaman” (harga) dan inilah yang kuat.
.
Memahami ILLAT suatu hukum sangat penting dan memudahkan kita untuk mengqiyaskan dengan perkara lain yang sama ILLAT-nya.
Seperti diqiyaskan kepada kucing semua binatang yang sulit untuk kita hindari.
.
Contoh lainnya adalah uang diqiyaskan kepada emas karena ILLAT-nya sama-sama harga. Sehingga dalam zakat sama dengan emas dan juga terjadi padanya riba.
.
Apabila ILLAT-nya hilang, maka hilang pula hukumnya. Contohnya bila arak berubah menjadi cuka dengan sendirinya, dan tidak lagi memabukkan menjadi halal hukumnya karena ILLAT memabukkan itu telah hilang, dan sebagainya.
.
Adapun hukum yang tidak diketahui ILLAT-nya, seperti mengapa sholat shubuh dua roka’at, mengapa sholat dimulai dengan takbirotul ihrom dan lain sebagainya.
maka seperti ini disebut dengan ibadah mahdhoh yang tak bisa diqiyaskan karena tidak diketahui ILLAT-nya.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
.
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP

Sekedar Mengingatkan…

Sekedar mengingatkan para ibu yang shalihah…

Begitu besar hak suami sampai-sampai seorang istri kalau mau puasa sunnah harus minta izin terlebih dahulu kepada suaminya, kawatir suaminya minta untuk dilayani.

Sampai-sampai Aisyah radhiallahu ‘anhaa tidak bisa mengqodho puasa Ramadhan kecuali di bulan Sya’ban karena ingin melayani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ini dalil bahwa istri yang melayani suaminya pahalanya lebih besar dari puasa sunnah

Ayo ibu-ibu yang sholihah sabarlah dan semangat berkhidmat kepada suami, sesungguhnya itu adalah jalan menuju surga.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA,  حفظه الله تعالى

Syubhat…

Silahkan belajar agama kepada siapa saja, yang penting “Ambil baiknya, buang buruknya“.

Jawaban:

⚉   Berarti boleh belajar ilmu agama kepada Iblis ?! Yang penting ambil baiknya, buang buruknya.

⚉   Berarti tidak usah pilih-pilih guru agama .. silahkan belajar kepada orang syiah, orang liberal, orang khawarij, orang mu’tazilah, orang qodariyah, orang jabariyah, dan siapa saja .. yang penting ambil baiknya, buang buruknya.

⚉   Berarti, kalau kita belajar agama, silahkan belajar kepada orang-orang yang jahil dalam agama .. yang penting ambil baiknya, buang buruknya.

⚉   Kalau ini dalam agama, apalagi dalam masalah dunia .. Berarti silahkan belajar ilmu ekonomi kapada ahli saraf .. atau belajar pijat kepada ahli teknik .. atau belajar ilmu kedokteran kepada koki .. dan seterusnya.

Lihatlah bagaimana buruknya kosekuensi prinsip ini .. dengan adanya konsekuensi buruk yang banyak ini, itu menunjukkan buruknya prinsip tersebut.

👉🏼  Prinsip ini, sebenarnya bisa digunakan dalam menerima kebenaran yang datang kepada kita .. BUKAN dalam menjadikan seseorang sebagai rujukan menimba ilmu agama.

Semoga mudah dipahami dan bermanfaat, amin.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah Ke-43

Dari buku yang berjudulAl Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
.
KAIDAH SEBELUMNYA (KE-42) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 43 🌼

⚉   Bahwa mereka menyuruh manusia untuk senantiasa meng-esakan Allah dengan cara menggantungkan diri kita kepada-Nya, dalam ibadah dan minta pertolongan.
.
⚉   Dan selalu berpegang kepada petunjuk Nabi, pada setiap urusan merekaDiantaranya juga apa yang kita hadapi atau yang di hadapi oleh manusia berupa problematika-problematika hidup bahkan juga menyembuhkan masalah-masalah kejiwaan.
.
Ahlussunnah wal Jama’ah berkeyakinan bahwa manusia di ciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala bahkan seluruh kaum muslimin berkeyakinan ini. Dan tentunya Allah yang menciptakan yang paling tau tentang apa yang paling mashlahat untuk manusia.
.
Allah Ta’ala berfirman [QS Asy-Syu’araa’ : 78-80]

‎الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ (٧٨) وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ (٧٩) وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ (٨٠)

”{78}. Dialah Allah yang telah menciptakan aku, dan Dia pula yang memberikan aku hidayah, {79}. dan Dia pula yang memberikan aku makan dan memberikan aku minum, {80}. dan apabila aku sakit, maka Dialah yang memberikan kesembuhan kepadaku.”
.
👉🏼  Maka Allah yang menciptakan manusia , tentu yang paling tau obat yang paling manjur untuk hatinya dan untuk badannya, bahkan seluruh problematika hidup manusia. Pastilah Allah telah memberikan jalan keluarnya melalui wahyu yang Allah berikan kepada Rasul-Nya.
.
Sebuah contoh misalnya musibah-musibah yang menimpa kehidupan manusia telah Allah tentukan.
Allah berfirman [QS Al-Baqarah :155]

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

sungguh Kami akan menguji kalian, dengan sedikit rasa takut , rasa lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Maka berikan kabar gembira untuk orang-orang yang sabar
.
👉🏼  Lihatlah Allah mengatakan, bahwa yang namanya manusia pasti akan di uji, lalu Allah mengatakan berikan kabar gembira untuk orang-orang yang sabar.
.
Siapa dia?
Siapa yang bisa mampu untuk menghadapi, yaitu berbagai macam ujian dan cobaan itu?
Yaitu Allah mengatakan:

‎الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: (إِنَّا لِلَّهِ) sesungguhnya kami milik Allah, [artinya: penyerahan diri kepada Allah secara total.]
‎(وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ) dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah,” [artinya berkeyakinan bahwa semua manusia pasti akan di kembalikan kepada Allah untuk di berikan balasan terhadap perbuatan mereka].
.
👉🏼  Maka dengan keyakinan bahwa kita semua ini milik Allah, dan semua kita akan kembali kepada Allah, tentu seseorang akan bisa bersabar menghadapi semua itu, karena ia mengharap pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang besar ketika ia bersabar.
.
Maka Allah mengatakan :

‎أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

merekalah orang-orang yang akan mendapatkan pujian dari Rabb mereka dan Rahmat-Nya. Dan merekalah orang-orang yang mendapat hidayah
[QS Al-Baqarah : 155-157]
.
Perhatikanlah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah menentukan ujian dan cobaan untuk hidup manusia, berbagai macam problematika hidup adalah ujian.
Ternyata Allah juga telah memberikan padanya obat yang paling baik untuk kehidupan manusia, yaitu BERGANTUNG KEPADA ALLAH, yakin bahwa kita milik Allah dan menyerahkan semuanya kepada Allah dan yakin akan bahwasanya adanya kebangkitan kehidupan akhirat, dimana setiap manusia pasti akan diberikan balasan .
.
👉🏼  Maka kata Ibnul Qayyim :
kalimat ini yaitu اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ termasuk obat yang paling bagus bahkan paling bermanfaat untuk di dunia dan di akhirat.”
Karena ia mengandung 2 pokok yang agung.
Apa itu?
.
1⃣  Meyakini bahwa seorang hamba hartanya semuanya milik Allah, dimana Allah hanya meminjamkan saja kepada dia.
Maka ketika dia tahu bahwasanya ini semua pinjaman dari Allah lalu pemiliknya telah mengambilnya kembali, ia segera ridho karena memang itulah kewajiban seorang hamba demikian.
.
2⃣  Bahwa tempat kembali hamba adalah kepada Allah.
Maka pastilah kehidupan dunia akan segera hilang dan diganti dengan kehidupan akhirat, maka dengan keyakinan seperti ini dia berharap akan pahala yang besar kelak pada kehidupan akhirat, sehingga pada waktu itu membuat dia sabar dalam menghadapi problematika-problematika hidupnya.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Makna Sholawat Allah…

Makna sholawat Allah kepada Nabi dan hamba-Nya ialah pujian dan sanjungan Allah kepadanya di hadapan para malaikat yang mulia yang berada di sisi-Nya.

Sedangkan makna sholawat para malaikat kepada Nabi dan orang-orang yang beriman ialah Do’a. Maksudnya para malaikat mendo’akan kebaikan dan memohonkan ampunan kepada Allah bagi Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam dan kaum mukminin.

Ustadz Muhammad Wasitho MA, حفظه الله تعالى

Menata Hati…

Sedang berjuang untuk menata hati ?
Ingin tetap tenang dalam tekanan ?
Bahagia dalam kesendirian ?
Renungkan nasehat singkat pakar hati berikut ini

Dasar segala hal yang membersihkan hati dan jiwa adalah tauhid“.
Ibnul qoyyim (ighatsatul lahfan 1/108)

Saudaraku,
Pelajarilah tauhid,
Duduklah di majelis yang mengajarkan tauhid, lalu amalkan tauhidmu dalam kehidupan sehari-hari

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc, حفظه الله تعالى.

 

Penjelasan Hadits – Minum Sambil Berdiri…

PERTANYAAN :
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuh.. Ustadz ana mau tanya mengenai hadits “MINUM DENGAN BERDIRI”

🔴 HADITS YANG MEMPERBOLEHKAN :
1. Dari Ibnu ‘Abbas ia berkata, “Saya pernah memberi minuman kepada Nabi Shalallahu alaihi wasallam dari sumur Zamzam, kemudian beliau meminumnya dengan berdiri.” (HR Bukhori dan Muslim)

2. Dari An Nazzal bin Sabrah ia berkata bahwa ‘Ali bin Abi Tholib masuk ke pintu gerbang masjid, kemudian minum sambil berdiri serta berkata ,”Sesungguhnya saya pernah melihat Rasulullah berbuat sebagaimana apa yang kamu sekalian lihat saya perbuat ini (minum dengan berdiri).” (HR Bukhori)
.
🔴 HADITS YANG MELARANG :

1. Dari Anas bin Malik dari Rosululloh bahwasanya beliau melarang seseorang untuk minum dengan berdiri. Qotadah bertanya kepada Anas, “Bagaimana kalau makan ?” Anas menjawab, “Kalau makan dengan berdiri itu lebih jelek dan lebih buruk.” (HR Muslim)

2. Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rosulullah pernah bersabda, “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kamu sekalian minum dengan berdiri. Barangsiapa yang terlupa maka hendaklah ia memuntahkannya.” (HR. Muslim)

pertanyaan ana, apakah kita diperbolehkan minum sambil berdiri? atau disunnahkan minum sambil berdiri khusus untuk air zam-zam saja, selainnya tidak ? jazakalloh khoyr atas jawabanya.. Wassalamu’alaykum warohmatullohi wabarokaatuh

JAWABAN :
‘Alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh..

Jawabannya: Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bolehnya minum sambil berdiri karena Nabi shallallaahu ‘alaih wasallam melakukannya. bahkan disebutkan dalam Al Muwaththa’ bahwa Umar, Utsman dan Ali radhiyallaahu ‘anhum konon minum sambil berdiri, demikian pula Aisyah dan Sa’ad (bin Abi Waqqash) menganggap hal tersebut tidak mengapa.

Adapun hadits-hadits yang melarang, maka maksudnya bukan haram namun makruh. Hal ini disimpulkan dengan menjama’ (menggabungkan) haditshadits yang dhahirnya kontradiksi dalam masalah ini. Intinya, minum sambil berdiri hukumnya boleh, tapi lebih baik dilakukan sambil duduk. pendapat ini dinyatakan oleh Al Khattabi, Al Baghawi, Al Qadhi ‘Iyadh, Al Qurthubi, An Nawawi, Ibnu Hajar dll. (lihat: Al Fajrus Saathi’ ‘alash Shahihil Jaami’ 8/22-23).
.
Adapun hadits riwayat Muslim dari Anas bin Malik yang mengatakan bahwa : “Barang siapa lupa melakukannya, maka hendaklah ia memuntahkannya”, maka dalam sanadnya ada perawi bernama ‘Umar bin Hamzah yang didha’ifkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Ma’ien dan An Nasa’i, dan hadits ini mengandung lafazh yang munkar, yaitu perintah untuk memuntahkannya bagi yang lupa. Singkatnya, bagian awal hadits ini shahih, namun bagian akhirnya tidak demikian (yaitu perintah untuk memuntahkan bagi yang lupa). Hal ini dinyatakan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah hadits no 177, dan Silsilah Adh Dha’ifah hadits no 927)
.
Demikian pula halnya dengan makan sambil berdiri, Ibnu Hajar dalam Fathul Baari menukil dari Al Maaziri yang mengatakan bahwa tidak ada khilaf di kalangan ulama akan bolehnya makan sambil berdiri. Sedangkan yang lebih afdhal ialah makan sambil duduk.

Wallaahu ta’ala a’lam
.
_______________________
.
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref: https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/posts/880576525474319