Category Archives: BBG Kajian

Maafkanlah

Saat Abu Bakar rodhiyallahu ‘anhu bersumpah untuk tidak lagi menafkahi Misthoh karena ia telah ikut menuduh Aisyah rodhiyallahu ‘anha berzina. Allah menurunkan firman-Nya,

وَلَا يَأْتَلِ اُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ اَنْ يُّؤْتُوْٓا اُولِى الْقُرْبٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖوَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ (٢٢)

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu..? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang..”
(Q.S. An-Nur ayat 22)

Maka Abu Bakar berkata, “Iya, demi Allah kami lebih suka Engkau ampuni dosa kami..”
Lalu beliaupun kembali menafkahi misthoh.

Itulah mukmin..
Ia lebih berharap ampunan Allah saat ia marah kepada orang yang telah menyakiti hatinya..
Maka iapun memaafkan dan mengenyampingkan kemarahannya..

Maka maafkanlah saudaramu niscaya Allah maafkan kesalahanmu..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akibat Berani Melanggar Larangan Allah

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا ) قَالَ ثَوْبَانُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا ، جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لاَ نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لاَ نَعْلَمُ ، قَالَ : ( أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

“Aku benar benar mengetahui kaum kaum dari ummatku yang akan datang pada hari kiamat dengan membawa pahala pahala sebesar gunung tihamah. Lalu Allah menjadikannya hancur lebur..”

Tsauban berkata, “Wahai Rosulullah, sifatkan mereka kepada kami, dan jelaskan siapa mereka, agar kami tidak termasuk dari mereka..”

Beliau bersabda, “Mereka itu dari kalian juga dan dari jenis kalian. Mereka mengambil malam sebagaimana kalian mengambilnya, akan tetapi mereka apabila bersendirian dengan keharaman Allah, mereka berani melanggarnya..”

(HR. Ibnu Majah no 4245)

Saat sendirian berbuat maksiat dan tidak peduli dengan Allah..
Tidak ada rasa takut kepada adzab-Nya..
Ia lebih takut kepada pengawasan manusia dibanding pengawasan Allah..
Tak ada keinginan bertaubat..
Bahkan bila ada kesempatan ia segera melakukannya..

Berbeda dengan orang yang berbuat maksiat saat sendiri karena terdorong syahwat..
Lalu ia menyesal dan bertaubat kepada Allah..
Dan berusaha menjaga taubatnya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Do’a Memohon Surga Dan Semua Takdir Baik

pertanyaan : afwan Ustadz, apakah derajat hadits di atas ini shohih..?

jawaban : haditsnya SHOHIH.

Dijawab oleh,
Ustadz Dr. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

======
➡️ salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan:

● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum

● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad

● lalu mulailah berdo’a..

Menjaga Lisan Saat Marah

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

قال رجل: والله لا يغفر الله لفلان، فقال الله: من ذا الذي يتألى عليَّ أن لا أغفر لفلان؟ إني قد غفرت له، وأحبطت عملك

Ada seorang lelaki yang berkata, “Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan..”

Allah berfirman, “Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak mengampuni si fulan..?  Sesungguhnya Aku telah mengampuni dosanya dan Aku telah menghapuskan amalmu..” (HR Muslim).

Dalam riwayat Ahmad dan Abu Dawud disebutkan bahwa ia mengucapkan itu karena marah kepada temannya yang selalu berbuat maksiat.

Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Demi Dzat yang diriku berada di tangan-Nya, ia telah mengucapkan kata kata yang merusak dunia dan akheratnya..”

Atho’ bin Abi Robah rohimahullah berkata,

إن الرجل ليتكلم في غضبه بكلمة يهدم بها عمل ستين سنة ، أو سبعين سنة .

“Sesungguhnya seseorang berbicara saat marahnya dengan sebuah kalimat yang dapat menghancurkan amalan selama 60 atau 70 tahun..”

(Fathul Bari Ibnu Rojab 1/200)

Saat marah, jagalah lisan agar tidak mengucapkan kalimat yang buruk..
Agar amal kita tidak dibatalkan tanpa terasa..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menjadikan Sholat Sebagai Kebutuhan Hidup

Al Hafidz Ibnu Katsir rohimahullah berkata,

إذا أقمت الصلاة أتاك الرزق من حيث لا تحتسب ، كما قال تعالىٰ : { وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ } .

“Apabila kamu mendirikan sholat maka rezeki akan mendatangimu dari arah yang tak disangka sangka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

‘Perintahkanlah keluargamu untuk sholat dan bersabarlah di atas sholat. Kami tidak meminta kepadamu rezeki. Kamilah yang memberimu rezeki. Dan akibat yang baik hanyalah untuk ketaqwaan..’ (Thoha: 132)

Sholat adalah cahaya..
Sholat adalah penggugur dosa..
Sholat adalah pencegah dari perbuatan keji dan mungkar..

Betapa agungnya sholat..
Hingga Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam dipanggil langsung oleh Allah ke langit untuknya..
Hingga para ulama pun memperselisihkan keislaman orang yang meninggalkannya..

Maka jadikanlah sholat sebagai kebutuhan hidup..
Jadikan sholat sebagai penenang jiwa..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Suka Berdusta

Al Hasan bin Sahl rohimahullah berkata,

الكذاب لِصّ
‏لأن اللص يسرقُ مالك
‏والكذاب يسرقُ عقلك
‏ولا تأمن مَنْ كذب لك
‏أنْ يَكذِب عليك
‏ومن اغتاب غيرَك عندك
‏فلا تأمَنْ أن يغتابَك عند غيرك

“Tukang dusta itu pencuri.
Pencuri mencuri hartamu, sedangkan tukang dusta mencuri akalmu..

Jangan merasa aman dari orang yang berdusta untuk keuntunganmu, karena ia bisa berdusta untuk merugikanmu..

Dan orang yang meng-ghibahi orang lain di sisimu, jangan merasa aman dari (dia) meng-ghibahi dirimu di hadapan orang lain..”

(Zahrul Adab 1/386)

Tinggalkanlah orang yang suka berdusta..
Jangan jadikan ia sebagai sehabatmu..
Karena ia adalah seburuk buruk teman yang menemanimu..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Hadits Batil Yang Populer Di Masyarakat Terkait Hari Arofah

PERTANYAAN :

Mohon penjelasan derajat hadits sbb :

“Barangsiapa membaca surat Al Ikhlas 1.000 kali pada hari Arofah, akan dikabulkan seluruh permintaannya..” (HR. Ahmad)

JAWABAN :

hadits BATIL

hadits itu disebutkan oleh Ibnu Arraq dalam kitab Tanziihusy Syari’ah.

(تنزيه الشريعة المرفوعة عن الأخبار الشنيعة الموضوعة)

dan menurut beliau, dalam sanadnya terdapat sejumlah perawi yang tidak dikenal (majhul). Nah, ini adalah ciri-ciri hadits batil (palsu).

Dijawab oleh,
Ustadz Dr. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

======

JANGAN MENYEBARKAN HADITS PALSU

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ (رواه البخاري، رقم 110 و مسلم، رقم 3)

“Siapa yang berbohong atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah dia mengambil tempat tinggalnya di neraka..”

(HR. Bukhari, no. 110 dan Muslim, no. 3)

An-Nawawi rohimahullah mengatakan,

“Diharamkan meriwayatkan hadits palsu bagi orang yang mengetahui kalau itu palsu, atau ada dugaan kuat kepalsuannya. Siapa yang meriwayatkan hadits, sedangkan dia tahu atau menduganya palsu dan tidak menjelaskan periwayatan dan kepalsuannya, maka dia masuk dalam ancaman ini, yaitu termasuk dalam golongan para pendusta atas nama Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam..”

(Syarh Shohih Muslm, 1/71)

Menceritakan Nikmat Allah

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من لم يشكر القليل، لم يشكر الكثير، ومن لم يشكر الناس، لم يشكر الله، التحدث بنعمة الله شكر، وتركها كفر، والجماعة رحمة، والفرقة عذاب”.

– Siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia tidak dapat mensyukuri yang banyak

– Siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia maka ia belum berterima kasih kepada Allah

Menceritakan nikmat Allah adalah termasuk syukur dan meninggalkannya termasuk kufur. Al jama’ah itu adalah rahmat dan perpecahan itu adalah adzab.

(HR Ahmad dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

● Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan bahwa menceritakan nikmat itu jika tujuannya adalah untuk memperlihatkan karunia Allah maka ia terpuji. Namun jika untuk bersombong maka ia tercela.

(Ar Ruuh hal. 312)

● Contoh menceritakan nikmat adalah perkataan Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu,

والذي لا إله غيره، ما نزلَت آية من كتاب الله إلَّا وأنا أعلم فيمن أُنزلت

“Demi Dzat yang tidak ada ilah selain-Nya. Tidak ada satupun ayat dari kitabullah yang turun kecuali aku mengetahui kepada siapa turun..”

(Diriwiyatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya)

● Abu Nu’aim rohimahullah meriwayatkan dari Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

“Demi Allah, tidak ada satu ayat pun kecuali aku mengetahui dimana turunnya dan untuk siapa ia turun. Karena Robbku telah memberiku hati yang faham dan lisan yang selalu bertanya..”

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى