Category Archives: BBG Kajian

Empat Tonggak Kufur

Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan bahwa tonggak kufur itu ada empat yaitu,

1. Sombong
2. Hasad (dengki)
3. Marah
4. Syahwat

– sombong mencegah untuk tunduk dan patuh
– hasad mencegah untuk menerima nasehat
– marah dan benci mencegah untuk bersikap adil, dan
– syahwat mencegah untuk bersungguh sungguh dalam ibadah

apabila hancur kesombongan maka ia akan mudah untuk tunduk..

apabila hancur hasad maka ia akan mudah menerima nasehat..

apabila hancur marah dan benci maka akan mudah bersikap adil dan tawadhu..

dan apabila hancur tonggak syahwat maka akan mudah bersabar dan ibadah..

(Al Fawaid hal. 157)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Lisan Yang Istiqomah

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ وَلَا يَدْخُلُ رَجُلٌ الْجَنَّةَ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ ‏ ‏بَوَائِقَهُ

“Iman tidak dapat istiqomah hingga hati istiqomah.. dan hati tidak akan istiqomah hingga lisan istiqomah.. dan seseorang tidak masuk surga hingga tetangganya aman dari gangguannya..”

(HR Ahmad dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

Istiqomah hati itu tak mudah..
Karena hati mudah berbolak balik..
Mudah dipengaruhi oleh ucapan dan perbuatan..

Istiqomah yang hakiki itu adalah istiqomah hati..
Dan hati tidak akan istiqomah bila lisan kita bengkok..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Karena Semua Adalah Milik Allah Semata

Allah Ta’ala berfirman:

قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِۚ لَا يَمْلِكُوْنَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيْهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَّمَا لَهٗ مِنْهُمْ مِّنْ ظَهِيْرٍ (٢٢)

“Katakanlah (Muhammad), ‘Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah..! Mereka tidak memiliki seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya

(Qs. Saba’ ayat 22)

وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا لِمَنْ اَذِنَ له

Dan syafa’at (pertolongan) di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah diizinkan-Nya (memperoleh syafa’at itu)..”

(Qs. Saba’ ayat 23)

Renungkanlah ayat ini..
Allah meniadakan semua perkara yang menjadi sebab dipertuhankan selain Allah..

Ia tidak memiliki sedikitpun di langit dan di bumi..
Karena semua adalah milik Allah semata..
Ia tidak berperan serta dalam menciptakan alam semesta..
Tidak pula dapat membantu..

Sisa yang terakhir yaitu syafa’at..
Dan ternyata syafa’at siapapun tidak akan diterima tanpa izin dari Allah..

Maka semua selain Allah tak berhak dipertuhankan..
Semua yang menyembah selain Allah adalah sesembahan yang batil..

Laa ilaaha illallah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Sayang Untuk Disia-Siakan

Al-‘Allaamah Ibnu Jasir – ghofarallahu lahu- berkata,

” روى صاحب مثير الغرام الساكن في كتابه، عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (( صلاة في مسجدي هذا أفضل من ألف صلاة فيما سواه، إلا المسجد الحرام، وصلاة في المسجد الحرام أفضل من مائة ألف صلاة )) … قلت: حسبنا ذلك فوجدنا صلاة واحدة- بالمسجد الحرام- عن ستٍّ وخمسين سنة وستة أشهر إلا يومًا واحدًا، وحسبنا صلاة يوم وليلة فوجدناها عن مائتي سنة واثنتين وثمانين سنة وستة أشهر إلا خمسة أيّام، وذلك على رواية جابر بن عبد الله … فحُقّ لمثل هذا الحرام الشريف أن تُشدَّ إليه الرحال، وتتلف فيه أنفس الرجال، فضلًا عن الأموال “.*

Penulis kitab mutsirul ghoram as-sakin dalam kitabnya telah membawakan riwayat dari Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhumaa berkata,

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘sholat di Masjidku ini lebih utama seribu kali lipat daripada di selainnya, kecuali Al-Masjidil Haram, dan sholat di Al-Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat..’

Aku berkata, ‘kami menghitung itu dan kami dapati :
● satu kali sholat -di Al Masjidil Haram- (sama) dengan sholat selama 56 tahun, 6 bulan kurang satu hari,
● dan kami hitung sholat sehari semalam kami dapati sebanding 282 tahun, 6 bulan kurang lima hari..

dan hal itu menurut riwayat Jabir bin Abdillah, maka benarlah untuk semisal Al Masjidil Haram yang mulia ini dilakukan safar menuju kepadanya, dihabiskan umur orang apalagi harta benda..”

(Mufidul Anam, hal: 214-215)

Betapa besar pahala yang Allah siapkan dan berikan bagi hamba Allah yang beriman dari sholat di tempat yang suci dan mulia ini, dan sungguh merugi orang yang menyia-nyiakan diri, waktu dan hartanya..

Berlomba-lombalah dalam kebaikan…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

Maafkanlah

Saat Abu Bakar rodhiyallahu ‘anhu bersumpah untuk tidak lagi menafkahi Misthoh karena ia telah ikut menuduh Aisyah rodhiyallahu ‘anha berzina. Allah menurunkan firman-Nya,

وَلَا يَأْتَلِ اُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ اَنْ يُّؤْتُوْٓا اُولِى الْقُرْبٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖوَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ (٢٢)

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu..? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang..”
(Q.S. An-Nur ayat 22)

Maka Abu Bakar berkata, “Iya, demi Allah kami lebih suka Engkau ampuni dosa kami..”
Lalu beliaupun kembali menafkahi misthoh.

Itulah mukmin..
Ia lebih berharap ampunan Allah saat ia marah kepada orang yang telah menyakiti hatinya..
Maka iapun memaafkan dan mengenyampingkan kemarahannya..

Maka maafkanlah saudaramu niscaya Allah maafkan kesalahanmu..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akibat Berani Melanggar Larangan Allah

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا ) قَالَ ثَوْبَانُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا ، جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لاَ نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لاَ نَعْلَمُ ، قَالَ : ( أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

“Aku benar benar mengetahui kaum kaum dari ummatku yang akan datang pada hari kiamat dengan membawa pahala pahala sebesar gunung tihamah. Lalu Allah menjadikannya hancur lebur..”

Tsauban berkata, “Wahai Rosulullah, sifatkan mereka kepada kami, dan jelaskan siapa mereka, agar kami tidak termasuk dari mereka..”

Beliau bersabda, “Mereka itu dari kalian juga dan dari jenis kalian. Mereka mengambil malam sebagaimana kalian mengambilnya, akan tetapi mereka apabila bersendirian dengan keharaman Allah, mereka berani melanggarnya..”

(HR. Ibnu Majah no 4245)

Saat sendirian berbuat maksiat dan tidak peduli dengan Allah..
Tidak ada rasa takut kepada adzab-Nya..
Ia lebih takut kepada pengawasan manusia dibanding pengawasan Allah..
Tak ada keinginan bertaubat..
Bahkan bila ada kesempatan ia segera melakukannya..

Berbeda dengan orang yang berbuat maksiat saat sendiri karena terdorong syahwat..
Lalu ia menyesal dan bertaubat kepada Allah..
Dan berusaha menjaga taubatnya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Do’a Memohon Surga Dan Semua Takdir Baik

pertanyaan : afwan Ustadz, apakah derajat hadits di atas ini shohih..?

jawaban : haditsnya SHOHIH.

Dijawab oleh,
Ustadz Dr. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

======
➡️ salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan:

● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum

● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad

● lalu mulailah berdo’a..

Menjaga Lisan Saat Marah

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

قال رجل: والله لا يغفر الله لفلان، فقال الله: من ذا الذي يتألى عليَّ أن لا أغفر لفلان؟ إني قد غفرت له، وأحبطت عملك

Ada seorang lelaki yang berkata, “Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan..”

Allah berfirman, “Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak mengampuni si fulan..?  Sesungguhnya Aku telah mengampuni dosanya dan Aku telah menghapuskan amalmu..” (HR Muslim).

Dalam riwayat Ahmad dan Abu Dawud disebutkan bahwa ia mengucapkan itu karena marah kepada temannya yang selalu berbuat maksiat.

Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Demi Dzat yang diriku berada di tangan-Nya, ia telah mengucapkan kata kata yang merusak dunia dan akheratnya..”

Atho’ bin Abi Robah rohimahullah berkata,

إن الرجل ليتكلم في غضبه بكلمة يهدم بها عمل ستين سنة ، أو سبعين سنة .

“Sesungguhnya seseorang berbicara saat marahnya dengan sebuah kalimat yang dapat menghancurkan amalan selama 60 atau 70 tahun..”

(Fathul Bari Ibnu Rojab 1/200)

Saat marah, jagalah lisan agar tidak mengucapkan kalimat yang buruk..
Agar amal kita tidak dibatalkan tanpa terasa..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menjadikan Sholat Sebagai Kebutuhan Hidup

Al Hafidz Ibnu Katsir rohimahullah berkata,

إذا أقمت الصلاة أتاك الرزق من حيث لا تحتسب ، كما قال تعالىٰ : { وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ } .

“Apabila kamu mendirikan sholat maka rezeki akan mendatangimu dari arah yang tak disangka sangka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

‘Perintahkanlah keluargamu untuk sholat dan bersabarlah di atas sholat. Kami tidak meminta kepadamu rezeki. Kamilah yang memberimu rezeki. Dan akibat yang baik hanyalah untuk ketaqwaan..’ (Thoha: 132)

Sholat adalah cahaya..
Sholat adalah penggugur dosa..
Sholat adalah pencegah dari perbuatan keji dan mungkar..

Betapa agungnya sholat..
Hingga Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam dipanggil langsung oleh Allah ke langit untuknya..
Hingga para ulama pun memperselisihkan keislaman orang yang meninggalkannya..

Maka jadikanlah sholat sebagai kebutuhan hidup..
Jadikan sholat sebagai penenang jiwa..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى