Category Archives: BBG Kajian
Jadwal Puasa – Dzulhijjah 1446 Hijriyah
RABU – 01 DZULHIJJAH 1446 / 28 MEI 2025

Orang Yang Panjang Penderitaannya
Asy Syathibi rohimahullah berkata,
“Orang yang penderitaannya panjang adalah orang yang wafat namun dosa dosanya terus mengalir selama seratus, dua ratus tahun, dan ia terus diadzab di kuburnya sebab dosa tersebut..”
(Al Muwafaqot 1/361)
Akibat dosa yang diwariskan..
Merasa suka jika manusia mencontoh perbuatannya yang nista..
Sehingga ia menanggung dosa dosa mereka..
dan terus diadzab di kuburnya selama dosa itu masih diikuti manusia..
Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda,
وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا ، وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ
“Dan siapa yang mecontohkan perbuatan yang buruk dalam islam lalu diamalkan (oleh manusia) setelah wafatnya maka ditulis untuknya dosa semua orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun..” (HR. Muslim no 1017)
✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Diantara Bentuk Buruk Sangka Kepada Allah
Al Imam Asy Syafi’i rohimahullahu Ta’ala ditanya,
Bagaimanakah bentuk su’udzon (buruk sangka) kepada Allah..?
Beliau rohimahullah berkata,
– rasa was was,
– selalu kawatir akan terjadi musibah,
– kawatir akan hilangnya nikmat darinya,
maka itu semua adalah bentuk buruk sangka kepada Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
(Hilyatul Auliya’ – 9/123)
Takut akan masa depan bukanlah sifat orang yang bertawakal kepada Allah..
Kewajiban hamba adalah menyerahkan urusannya kepada Allah .. dan yakin bahwa Allah tidak akan menyia nyiakan hamba-Nya yang bertakwa..
✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Jiwa Yang Mulia
Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
النفوس الشريفة لا ترضى من الأشياء إلا بأعلاها وأفضلها وأحمدها عاقبة، والنفوس الدنيئة تحوم حول الدناءات وتقع عليها كما يقع الذباب على الأقذار، فالنفس الشريفة العلية لا ترضى بالظلم ولا بالفواحش، والنفس الحقيرة والخسيسة بالضد من ذلك
“Jiwa yang mulia tidak ridho kecuali kepada sesuatu yang mulia, paling utama dan terpuji.
Sedangkan jiwa yang rendah selalu berkutat di sekitar perkara yang rendah. Sebagaimana lalat yang suka hinggap pada kotoran.
Jiwa yang mulia tidak tidak ridho kepada kezholiman dan perbuatan keji.
Sedangkan jiwa yang buruk dan rendah sebaliknya..” (Al Fawaid hal. 178)
Bila kita ingin mengetahui bagaimana jiwa kita..
Maka lihatlah kepada apa keinginan kita..
Jika selalu menginginkan kebaikan, ketaatan dan taqwa..
Maka itulah jiwa yang mulia..
Namun jika lebih menyukai maksiat, zholim dan perbuatan jelek..
Maka itulah keadaan jiwa kita..
✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Keutamaan Malam 27 Ramadhan
ARTIKEL TERKAIT
Kisah Do’a Laylatul Qodar
Kabar Gembira
Allah ta’ala berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗٓ ۙاَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَۖ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَافُوْنَ لَوْمَةَ لَاۤىِٕمٍۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ (٥٤)
Wahai orang-orang yang beriman..! Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.
(Q.S. Al-Ma’idah ayat 54)
Syaikh Ibrahim Arruhaili hafizhohullah berkata,
“Padanya terdapat kabar gembira yang agung untuk umat islam. Yaitu siapa yang murtad dari agama islam maka Allah akan menggantikannya dengan kaum yang lain yang lebih baik, yang disifati dengan sifat sifat yang agung yang disebutkan dalam ayat tersebut..”
(Husnul Ifadah 7-8)
Dan kita saksikan sendiri janji Allah ini. Saat di negeri kita banyak yang murtad, di belahan dunia sana banyak yang masuk islam dan keislaman mereka bagus.
Maka buat kamu yang murtad, ingatlah bahwa islam tidak akan menjadi sirna dengan murtadnya kamu bahkan islam semakin bercahaya.
✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Diantara Tanda Hati Yang Sehat
Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
ومنها: أن يكون اهتمامه بتصحيح العمل أعظم منه بالعمل، فيحرص على الإخلاص فيه والنصيحة والمتابعة والإحسان، ويشهد مع ذلك منة الله عليه فيه وتقصيره فى حق الله.
Diantara tanda hati yang sehat adalah ketika perhatiannya untuk meluruskan amal ibadah itu lebih besar dari (semangat) beramal.
Maka ia bersungguh sungguh untuk :
– ikhlas,
– meluruskannya,
– mutaba’ah, dan
– ihsan
Dan ia mengakui bahwa amal itu adalah pemberian dari Allah dan ia merasa masih banyak kekurangan dalam melaksanakan hak Allah.
(Ighotsatulahafan 1/72)
Maka ia berusaha untuk mencari dalilnya sebelum beramal..
Dan berusaha sesuai dengan tuntunan Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wasallam..
Karena amal ibadah tanpa ikhlas dan mutaba’ah adalah sia sia..
✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
(*) Mutaba’ah = mengikuti sunnah dan petunjuk Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam
Siapa Sajakah Mahram Anda..?
Mahram adalah lelaki dan wanita yang haram selama lamanya untuk menikah.
Bila mau tahu siapa lelaki atau wanita yang haram untuk anda nikahi, sehingga bisa menjadi mahram anda ketika safar, boleh berjabat tangan dan lainnya ..
silahkan tanyakan ke halaman web berikut: https://mahramku.com
Web ini didesain oleh sebagian mahasiswa STDI IMAM SYAFII JEMBER.
📝
Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى
Diantara Penyebab Allah Turunkan Suatu Musibah Pada Diri Seorang Hamba
Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda,
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا سَبَقَتْ لَهُ مِنْ اللَّهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُغْهَا بِعَمَلِهِ ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ أَوْ فِي مَالِهِ أَوْ فِي وَلَدِهِ ثُمَّ صَبَّرَهُ عَلَى ذَلِكَ حَتَّى يُبْلِغَهُ الْمَنْزِلَةَ الَّتِي سَبَقَتْ لَهُ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى
“Sesungguhnya seorang hamba jika telah ditentukan untuknya derajat (yang tinggi) namun amalnya tidak mencapainya, maka Allah akan timpakan padanya musibah pada :
– dirinya,
– hartanya atau
– pada anaknya,
kemudian Allah jadikan dia bisa bersabar atas musibah tersebut sehingga dengan sebab tersebut Allah sampaikan ia pada derajat yang telah Allah tetapkan untuknya..”
(HR. Abu Daud no. 2686)
Musibah bukan hanya untuk menggugurkan dosa..
Tidak juga selamanya menunjukkan pelakunya banyak dosa..
Namun terkadang karena amalnya yang kurang..
Sementara Allah telah menentukan derajat yang tinggi untuknya..
Maka Allah pun terus mengujinya hingga sampai kepada derajat tersebut..
Maka pujilah Allah saat ditimpa musibah..
Karena Dia tidak pernah menzalimi hamba-Nya..
✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى