JUM’AT – 01 DZULHIJJAH 1447 / 27 JUNI 2025


JUM’AT – 01 DZULHIJJAH 1447 / 27 JUNI 2025


Ibnu Hajar Al Haitami rohimahullah berkata,
وكل من رأيته سيء الظن بالناس، طالبًا لإظهار معايبهم؛
فاعلم أن ذلك لخبث باطنه وسوء طويته.
“Semua orang yang kamu lihat suka berburuk sangka kepada manusia dan ingin menampakkan aib mereka adalah karena busuknya batin dan hatinya.”
(Az Zawaajir 1/143)
Orang yang hatinya bening..
Akan bening pula hatinya kepada manusia..
Dan manusiapun selamat dari lisannya..
✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إنَّ للشَّيطانِ لمَّةً بابنِ آدمَ وللملَك لمَّةً فأمَّا لمَّةُ الشَّيطانِ فإيعادٌ بالشَّرِّ وتَكذيبٌ بالحقِّ وأمَّا لمَّةُ الملَك فإيعادٌ بالخيرِ وتصديقٌ بالحقِّ فمن وجدَ ذلِك فليعلم أنَّهُ منَ اللهِ فليحمدِ اللَّهَ ومن وجدَ الأخرى فليتعوَّذ باللَّهِ منَ الشَّيطانِ الرَّجيمِ ثمَّ قرأ الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ الآيةَ
Sesungguhnya setan memiliki bisikan kepada anak Adam .. dan malaikatpun memiliki bisikan.
Bisikan setan adalah janji dengan keburukan dan mendustakan kebenaran. Sedangkan bisikan malaikat adalah janji dengan kebaikan dan membenarkan kebenaran.
Siapa yang merasakan itu (yaitu bisikan malaikat) maka hendaklah ia memuji Allah .. dan siapa yang merasakan yang lain (yaitu bisikan setan) maka hendaklah ia berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Kemudian beliau membaca firman Allah yang artinya, ‘Setan itu menjanjikan kefakiran dan menyuruh kepada dosa..’
(Shohih Sunan At Tirmidzi)
Ketika hendak menuntut ilmu..
Setan membisiki, ‘nanti kamu tidak mampu mengamalkannya..’
Ketika hendak mengamalkan sunnah..
Setan membisiki, ‘nanti kamu akan dijauhi orang atau disebut wahabi..’
Maka teruslah berjalan di atas kebaikan..
✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam suatu hari berjalan bersama para sahabatnya, dan ketika itu beliau membawa tongkat di tangannya.. lalu beliau melewati pohon yang dedaunannya telah kering dan memukul pohon itu dengan tongkat yang ada di tangannya maka daun-daun yang kering itu berguguran.
Dan saat para sahabat melihat dedaunan pohon itu berguguran di depan mereka, maka Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“sesungguhnya kalimat :
SUBHAANALLAH
WALHAMDULILLAH
WALAA ILAAHA ILLALLAH
WALLAHU AKBAR
menggugurkan dosa-dosa seorang hamba sebagaimana dedaunan pohon ini berguguran..”
( HR. at-Tirmidzi – shohih )
Maka sudah seharusnya seseorang itu mengucapkan EMPAT KALIMAT ini sesering mungkin sepanjang hari dan malamnya .. sungguh terdapat padanya pahala yang sangat besar.
Syaikh Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin Al Badr, حفظه الله تعالى
simak penjelasannya oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
RABU – 01 DZULHIJJAH 1446 / 28 MEI 2025

Asy Syathibi rohimahullah berkata,
“Orang yang penderitaannya panjang adalah orang yang wafat namun dosa dosanya terus mengalir selama seratus, dua ratus tahun, dan ia terus diadzab di kuburnya sebab dosa tersebut..”
(Al Muwafaqot 1/361)
Akibat dosa yang diwariskan..
Merasa suka jika manusia mencontoh perbuatannya yang nista..
Sehingga ia menanggung dosa dosa mereka..
dan terus diadzab di kuburnya selama dosa itu masih diikuti manusia..
Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda,
وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا ، وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ
“Dan siapa yang mecontohkan perbuatan yang buruk dalam islam lalu diamalkan (oleh manusia) setelah wafatnya maka ditulis untuknya dosa semua orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun..” (HR. Muslim no 1017)
✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Al Imam Asy Syafi’i rohimahullahu Ta’ala ditanya,
Bagaimanakah bentuk su’udzon (buruk sangka) kepada Allah..?
Beliau rohimahullah berkata,
– rasa was was,
– selalu kawatir akan terjadi musibah,
– kawatir akan hilangnya nikmat darinya,
maka itu semua adalah bentuk buruk sangka kepada Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
(Hilyatul Auliya’ – 9/123)
Takut akan masa depan bukanlah sifat orang yang bertawakal kepada Allah..
Kewajiban hamba adalah menyerahkan urusannya kepada Allah .. dan yakin bahwa Allah tidak akan menyia nyiakan hamba-Nya yang bertakwa..
✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
النفوس الشريفة لا ترضى من الأشياء إلا بأعلاها وأفضلها وأحمدها عاقبة، والنفوس الدنيئة تحوم حول الدناءات وتقع عليها كما يقع الذباب على الأقذار، فالنفس الشريفة العلية لا ترضى بالظلم ولا بالفواحش، والنفس الحقيرة والخسيسة بالضد من ذلك
“Jiwa yang mulia tidak ridho kecuali kepada sesuatu yang mulia, paling utama dan terpuji.
Sedangkan jiwa yang rendah selalu berkutat di sekitar perkara yang rendah. Sebagaimana lalat yang suka hinggap pada kotoran.
Jiwa yang mulia tidak tidak ridho kepada kezholiman dan perbuatan keji.
Sedangkan jiwa yang buruk dan rendah sebaliknya..” (Al Fawaid hal. 178)
Bila kita ingin mengetahui bagaimana jiwa kita..
Maka lihatlah kepada apa keinginan kita..
Jika selalu menginginkan kebaikan, ketaatan dan taqwa..
Maka itulah jiwa yang mulia..
Namun jika lebih menyukai maksiat, zholim dan perbuatan jelek..
Maka itulah keadaan jiwa kita..
✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى