Category Archives: BBG Kajian

Akibat Dari Berlebihan (Ghuluw) Dalam Mencintai Orang Sholeh

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya),

Dan mereka (Kaum Nabi Nuh) berkata, “Jangan kamu sekali-kali meninggalkan sesembahan-sesembahan kamu dan (terutama) janganlah sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, Suwa, Yaghuts, Ya’quq, maupun Nasr..” (Qs. Nuh: 23).

Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata dalam menafsirkan ayat yang mulia ini,

“Ini adalah nama-nama orang sholeh dari kaum Nabi Nuh. Tatkala mereka meninggal, syaitan membisikkan kepada kaum mereka, ‘Dirikanlah patung-patung mereka pada tempat yang pernah diadakan pertemuan di sana, dan namailah patung-patung itu dengan nama-nama mereka..’

Orang-orang itu pun melaksanakan bisikan syaitan tersebut, tetapi ketika itu patung-patung mereka belum disembah.

Hingga orang-orang yang mendirikan patung itu meninggal dan ilmu agama dilupakan orang, barulah patung-patung tadi disembah..”

(HR. Al Bukhari 5/382 no.4920)

✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Manakah Yang Lebih Dahulu Ada Di Bumi Ini..? Tauhid Atau Syirik..?

Allah Ta’ala berfirman,

كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةًۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ (٢١٣)

Manusia itu (dahulunya) satu ummat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(Qs Al-Baqarah ayat 213)

Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata, “Jarak antara Nuh dan Adam adalah 10 generasi. Semuanya di atas syariat yang benar. Lalu setelah itu mereka berselisih. Maka Allah pun mengutus para Rosul..”

(Tafsir Ibnu Katsier)

Jadi syirik itu muncul jauh setelah zaman Nabi Adam ‘alayhissalaam 10 generasi. Lalu muncullah kesyirikan.

Maka Allah mengutus para Rosul, dan Nabi Nuh ‘alayhissalaam adalah Rosul yang pertama diutus.

Jadi tauhid adalah agama asli di bumi ini..

Sedangkan syirik itu import dari iblis dan para pengikutnya..

✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kunci Rezeki

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Kunci rezeki adalah usaha yang disertai dengan istighfar dan takwa..”

(Haadil Arwah hal. 69)

Kunci rezeki itu bukan dengan mendatangi dukun atau memakai rajah dan kesyirikan lainnya..
Namun dengan apa yang sesuai dengan syariat Allah Ta’ala..

Berusaha sambil bertawakal..
Memperbanyak istighfar dan menjauhi cara yang tidak halal..

Disertai sedekah dan membantu orang orang susah..
Karena Allah senantiasa membantu seorang hamba selama ia selalu membantu saudaranya..

✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akibat Lemahnya Iman

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

كان السلف يكرهون الشكوى إلى الخلق، والشكوى وإن كان فيها راحة إلا أنها تدل على ضعف وذل والصبر عنها دليل على قوة وعز.

“Salaf terdahulu tidak menyukai mengadu kepada makhluk. Mengadu kepada makhluk, walaupun terasa lega, namun itu menunjukkan kepada kelemahan dan kehinaan. Sedangkan bersabar untuk tidak mengadu kepada makhluk menunjukkan kepada kekuatan dan keperkasaan..”

(Ats Tsabaat ‘Iendal Mamaat, 55)

Sebagian orang ada yang apabila curhat kepada makhluk hatinya terasa lega..

Tapi ketika hanya curhat kepada Allah, hatinya tidak merasa lega..
Seakan Allah tidak dapat memberi manfaat apa apa..
Akibat lemahnya keyakinan dan berburuk sangka kepada sang Pencipta..

✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Takutlah Terhadap Peringatan Allah

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا.

“Dan tidaklah Kami mengirim tanda-tanda kekuasaan Kami itu kecuali untuk menakut-nakuti mereka (agar mereka segera bertobat)..” (Qs al-Isra [17]: 59)

Imam Qotadah rohimahullah mengatakan,

إن الله خوف الناس بما يشاء من آياته لعلهم يعتبرون ويذكرون ويرجعون، ذكر لنا أن الكوفة رجفت على عهد ابن مسعود فقال: يا أيها الناس إن ربكم يستعتبكم فأعتبوه.

Sesungguhnya Allah menakut-nakuti umat manusia dengan apa pun yang Ia kehendaki dari tanda-tanda kekuasaan-Nya. Agar mereka mengambil pelajaran, sadar, dan kemudian kembali bertaubat kepada-Nya.

Telah diceritakan kepada kami bahwa terjadi gempa di Kufah pada masa sahabat Abdullah bin Mas’ud. Beliau pun berujar, ‘Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Robb kalian tengah berharap kalian mengambil pelajaran dari teguran-Nya, maka ambillah pelajaran darinya (dengan kembali bertaubat kepada-Nya)..’

(Tafsir Ibnu Katsir QS al-Isra ayat 59)

Dalil Dan Tata Cara Sholat Sunnah Taubat

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

Dari Abu Bakr Ash-Shiddiq rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّى ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ لَهُ

“Apabila ada orang yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu dengan sempurna, lalu dia mendirikan shalat dua roka’at, dan selanjutnya dia beristigfar memohon ampun kepada Allah, maka Allah pasti mengampuninya..”

(HR. Ahmad 48, Abu Dawud 1523, At Tirmidzi 408, dan dishohihkan al-Albani)

TATA CARA SHOLAT SUNNAH TAUBAT

1. Berwudhu dengan sempurna (sesuai sunnah). Mengenai cara wudhu yang sesuai sunah, bisa anda pelajari di : http://carasholat.com/cara-wudhu-yang-benar-menggunakan-keran/

2. Sholat dua roka’at, tata caranya sama dengan sholat pada umumnya.

3. Tidak ada bacaan khusus ketika sholat. Anda bisa membaca al-Fatihah kemudian membaca surat apapun yang anda hafal.

4. Berusaha khusyuk dalam sholatnya, karena teringat dengan dosa yang baru saja dia lakukan.

5. Ber-istighfar dan memohon ampun kepada Allah setelah sholat. Tidak ada bacaan istighfar khusus untuk sholat taubat. Bacaan istighfarnya sama dengan bacaan istighfar lainnya, misalnya membaca (klik dan lihat poster di bawah) :
– Sayyidul Istighfar
– Astaghfirullah al ‘azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilayhi
– Astaghfirullah wa atuubu ilayhi
– Do’a istighfar Nabi Ibrohiim ‘alayhissalaam (Qs Ibrohiim ayat 41)

6. Inti dari sholat taubat adalah memohon ampun kepada Allah, dengan menyesali perbuatan dosa yang telah dia lakukan dan bertekad untuk tidak mengulanginya.

📝
Ustadz Ammi Nur Baits, حفظه الله تعالى

Nikmat Berlapang Dada

Lapang dada adalah kenikmatan yang besar..
Karena orang yang lapang dada kesabarannya panjang..

Lapang dada menimbulkan sifat dermawan..
Lapang dada membuat mudah untuk memaafkan kesalahan orang lain..

Lapang dada menjauhkan dari sifat dengki dan hasad..
Lapang dada menjadikan pelakunya tidak tergesa gesa dalam mengambil sikap..

Lapang dada menimbulkan ketabahan dalam menghadapi berbagai macam kesusahan..
Lapang dada mendatangkan sifat hilm dan tidak cepat marah..

Oleh karena itu, Allah menyebutkan nikmat pertama kepada Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam adalah lapang dada..

Allah berfirman:

اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ (١)

Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)..? (Asy-Syarh ayat 1)

✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Keutamaan Membaca Alqur’an Dengan Suara Lirih

Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda,

الْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَالْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ

Orang yang membaca Alqur’an dengan suara keras seperti orang yang menampakkan sedekah, sedangkan orang yang membaca Alqur’an dengan suara lirih, seperti orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi.

(HR Attirmidzi dan beliau berkata, ‘Hadits Hasan Ghorib’ Dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani)

Imam Attirmidzi rohimahullah berkata,

Makna hadits ini adalah, orang yang membaca Alqur’an dengan suara lirih lebih baik dari yang membaca dengan suara keras, karena sedekah sembunyi-sembunyi itu lebih baik dari sedekah dengan terang-terangan menurut para ulama.

Sedangkan menurut ulama mengenai makna hadits ini adalah agar seseorang terhindar dari sifat ujub, karena orang yang melakukan amalan dengan sembunyi-sembunyi itu tidak dikhawatirkan ujub seperti bila dilakukan secara terang-terangan.

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Takaatsur

Allah Ta’ala berfirman,

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

“Telah melalaikan kalian takaatsur..”

Takaatsur artinya berbangga dengan banyaknya sesuatu.

Syaikh Abdurrahman As Sa’di rohimahullah dalam tafsirnya berkata,

ولم يذكر المتكاثر به، ليشمل ذلك كل ما يتكاثر به المتكاثرون، ويفتخر به المفتخرون، من التكاثر في الأموال، والأولاد، والأنصار، والجنود، والخدم، والجاه، وغير ذلك مما يقصد منه مكاثرة كل واحد للآخر، وليس المقصود به الإخلاص لله تعالى.

“Allah tidak menyebutkan apa yang dibanggakan agar mencakup semua yang dibanggakan oleh orang yang berbangga bangga berupa :
– harta,
– anak,
– pembela,
– pasukan,
– pembantu,
– kedudukan dan lain sebagainya
yang tujuannya adalah berbangga dengan banyaknya sesuatu atas yang lain, dan bukan (tujuannya) untuk ikhlas karena Allah Ta’ala..”

Berbangga dengan banyaknya ilmu..
Berbangga dengan tingginya gelar pendidikan..
Berbangga dengan banyaknya hafalan..
Berbangga dengan kekuatan fisik dalam olah raga..
Dan lain sebagainya..
Semua itu adalah dosa..

✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kisah Yang Akan Membuat Seseorang Mengurungkan Niat Buruknya

Ibnu Rojab rohimahullah mengisahkan dalam sebagian kitabnya tentang seorang laki laki badui yang menggoda wanita badui di padang pasir.

Laki Laki itu berkata, ‘kita ada di tempat yang hanya bintang bintang yang melihat kita, apa yang engkau takutkan..?’

Wanita itu menjawab, ‘lalu dimana Pencipta bintang bintang itu..?’ Laki laki tersebut langsung mengurungkan niatnya.

Beliau rohimahullah juga mengisahkan ada laki laki yang memaksa seorang wanita untuk berzina. Laki laki itu berkata, ‘tutuplah semua pintu..’ wanita itu pun menutupnya.

Laki laki itu berkata lagi, ‘sudahkah engkau menutup semua pintu..?’

Wanita tersebut menjawab, ‘sudah.. kecuali satu pintu..’

‘Pintu yang mana..?’ tanya laki laki tersebut.

‘Pintu antara kita dan Allah .. pintu yang tidak mungkin ditutup..’ Laki laki tadi pun tidak jadi berzina.

Begitulah, setiap kali seorang hamba menyadari bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengetahui dan memperhatikan gerak geriknya, maka itu akan menjadi faktor terbesar yang menghentikannya dari perbuatan dosa.

Dikisahkan oleh,
Syaikh Prof. Dr. Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin Al Badr حفظه الله تعالى