Category Archives: BBG Kajian

Syarah Kitab Tauhid : 55 – 56 – 57

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

55.

56.

57.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 58 – 59 – 60
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Berpikir Positif

Hati ibarat Raja bagi anggota tubuh manusia, dialah yang memerintah mata, telinga, lisan, hati, tangan dan kaki untuk melaksanakan segala titahnya. Bilamana Sang Raja Zalim maka yang akan di instruksikan pastilah kezaliman dan kemaksiatan, sebaliknya bila Sang Raja Adil, dan bijaksana, akan mengalir pula segala titah yang membawa kepada kebaikan.

Dihati inilah bersarang, iman, marifat dan hakikat, namun di dalamnya dapat pula bersarang kekufuran, kemunafikan, kesombongan, dan kezaliman.

Seorang mukmin wajib mengisi hatinya dengan segala hal yang baik dan positif yang dapat membawanya pada keberuntungan dunia dan akhirat.

Ibnul Qayyim-rahimahullah- dalam kitabnya “al wabil as-shayyib” menyimpulkan 5 hal cara berfikir positif yang akan menyemai kebaikan akhirat seorang mukmin:

PERTAMA, berfikir tentang firman Allah, apa makna yang terkandung di dalamnya, apa yang Allah inginkan, sesungguhnya Alquran turun untuk dipelajari dan dipahami, bilamana ada perintahNya dilaksanakan, bilamana ada larangan dijauhkan dan bilamana ada berita dibenarkan.

KEDUA, selalu berfikir tentang keajaiban alam ciptaanNya yang menggiring hamba untuk selalu mengagungkanNya, mengenal nama dan sifat-sifatNya, menggiring hamba untuk menyadari betapa luas rahmat dan kasih sayangnya pada makhlukNya. Allah sungguh mencela orang-orang yang lalai tidak pernah memikirkan penciptaannya yang maha dahsyat, mulai dari pergantian siang dan malam, penciptaan langit dan bumi, gunung yang kokoh dipancangkan, laut yang luas dibentangkan, bumi nan indah dihamparkan dst.

KETIGA, selalu berfikir tentang nikmatNya yang tak terbilang, nikmat mata, telinga, hati, lisan, nikmat anak, istri, keluarga, pekerjaan dst. Bilamana kau coba hitung satu persatu nikmatnya , niscaya kau takkan kuasa menghitungnya. Hanya dengan mengakui nikmat akan membuatmu pandai bersyukur, dan hanya dengan melupakannya membuat dirimu kufur.

KEEMPAT, selalu memikirkan aib diri berupa dosa dan maksiat yang kau lakukan, kewajiban yang kau abaikan dan tak sempurna lakukan, kurang pandainya dirimu mensyukuri nikmat Allah yang Dia anugerahkan, banyak merenungi aib diri membuatmu sadar dan berusaha berbenah lagi.

KELIMA, memikirkan betapa mahalnya harga waktu yang Allah berikan untukmu, alangkah menyedihkan bila waktumu sirna dalam kelalaian dan kemaksiatan. Hakikat hidupmu adalah kemampuanmu dalam memanfaatkan waktumu dalam ketaatan pada Rabbmu.

Selain dari lima hal diatas maka itu adalah bisikan hati yang bersumber dari iblis dan hawa nafsu angkara murkamu, bila kau layani dan turuti akan menggiringmu pada kehancuran. Allahul mustaan.

Jakarta, 22 Sya’ban 1443/25 Maret 2022

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

ref : Berpikir Positif

Perbuatan Syirik Tidak Didasari Dalil Syariat Dan Dalil Akal

Allah ta’ala berfirman:

وَمَن يَدْعُ مَعَ ٱلله إِلَٰهًا ءَاخَرَ لَا بُرْهَٰنَ لَهُۥ بِهِۦ فَإِنَّمَا حِسَابُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْكَٰفِرُونَ

“Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung..” (QS. Al-Mu’minun: 117).

Perhatikan dari ayat di atas kalimat :

لا برهان له به

“tidak ada satu dalilpun baginya..”

Orang-orang yang melakukan perbuatan syirik, tidak memiliki dasar, baik dari sisi syari’at dan dari sisi akal.

Akal menolaknya, apalagi syariat…

( lihat penjelasan hal ini pada kitab: At-Ta’liq ‘alalqawaidilhisan, hal: 118-119 )

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

Akibat Berpaling Dari Kebaikan

Dari Abu Waqid al-Harits bin ‘Auf rodhiyallahu ‘anhu, bahwa ketika Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk di masjid dan orang-orang bersamanya, tiba-tiba datanglah tiga orang.

Dua orang menghampiri Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam sedangkan yang satu pergi.

Lantas kedua orang itu berdiri di hadapanRosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satunya melihat tempat yang kosong di halaqah (perkumpulan) itu, lalu ia duduk di tempat kosong tersebut. Sedangkan yang satu lagi, duduk di belakang mereka. Adapun orang yang ketiga pergi.

Saat Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam selesai (bicara), beliau bersabda, “Maukah kalian aku beritahukan tentang tiga orang..? Yang pertama, ia berlindung kepada Allah, maka Allah pun melindunginya. Yang kedua, ia malu, maka Allah pun malu terhadapnya. Sedangkan yang ketiga, ia berpaling, maka Allah pun berpaling darinya..”

(HR Al Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama berkata, “Maksudnya ia berpaling dari kebaikan maka Allahpun berpaling dari memberinya pahala. Jika berpalingnya karena benci kepada ilmu, maka berpalingnya Allah darinya adalah kemurkaan untuknya..”

Lihatlah saudaraku..
Orang yang pertama dan kedua..
Yang duduk di majelis ilmu Allah..
Keduanya mendapatkan keutamaan dan pujian..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Kewajiban Insan Kepada Allah

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

الواجب أن الإنسان يتأدب مع الله عز وجل لأن الذي يفتي أو يقول يتكلم عن الله عز وجل وعن شريعة الله والعلماء ورثة الأنبياء وخلفاء الأنبياء فيجب أن يتأنى وألا يجزم بالشيء إلا بعلم الجزم لا بد له من علم ولا يكفي الظن

“Kewajiban insan adalah menjaga adabnya kepada Allah ‘Azza wajalla. Karena orang yang berfatwa atau berbicara tentang Allah dan tentang syari’at-Nya dan para ulama adalah pewarits para nabi, wajib ia berhati-hati dan tidak tergesa-gesa untuk memastikan sesuatu kecuali dengan ilmu bukan sebatas dengan dugaan..”

(Syarhul Kafiyah 2/79).

Maka sebelum berbicara tentang agama Allah..
Pastikanlah keshohihan dalilnya dan keshohihan pemahamannya..
Dengan merujuk kitab-kitab para ulama terdahulu..
Karena berbicara dengan tanpa ilmu adalah sumber berbagai macam penyimpangan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL