Category Archives: BBG Kajian

Tadabbur Ayat

Dalam surat Al Hujurot: 12, Allah Ta’ala melarang berburuk sangka..
Setelah itu melarang tajassus mencari-cari kesalahan..
Lalu melarang ghibah..
Karena asal gibah adalah tajassus..
Dan asal tajassus dari berburuk sangka..

Lihatlah..
Bagaimana suudzan menjerumuskan kepada dua dosa besar..
Ketika kita menyapa teman dan ia tidak memberi respon..
Dugaan buruk muncul di hati..
Lalu setan mengingatkan kesalahan-kesalahannya..
Akhirnya ghibah..

Berapa banyak pertengkaran terjadi..
Hubungan kekerabatan retak..
Dua teman saling menjauh..
Akibat berburuk sangka..

Husnudzan adalah obat mujarrab..
Kita berkata di hati, “Mungkin ia sedang banyak pikiran..
Mungkin ia tidak mendengar tadi..
Mungkin.. Dan mungkin..
Memberi kepadanya seribu alasan..
Karena seorang muslim adalah pemberi maaf..
Bukan pencari kesalahan..

Ust Abu Yahya Badru Salam Lc.

Ancaman Yang Keras Bagi Seseorang Yang Tidak Menyempurnakan Wudhu’nya

Wahai saudara-saudariku yang kami hormati, perhatikanlah hadits berikut ini;

Khalid bin Ma’dan, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم pernah melihat seseorang yang shalat, sedangkan di punggung kakinya ada bagian sebesar uang dirham yang tidak terbasuh air wudhu, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkannya untuk mengulang wudhu’ dan shalatnya. [Hadits riwayat Abu Dawud: 175]

Dalam riwayat yang lain, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, sebagaimana
yang diriwayatkan dari sahabat Umar bin Khattab Radhiyallahu رضي الله عنه:

“Bahwasanya ada seorang laki-laki berwudhu dan meninggalkan bagian yang belum dibasuh (dari air wudhu’nya) sebesar kuku pada kakinya. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam melihatnya maka Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan, “Kembalilah berwudhu, perbaguslah wudhumu” ( Riwayat Muslim :243)

Fawaid hadits:

Kedua hadits tersebut diatas menunjukkan tentang ancaman yang sangat keras bagi seseorang yang tidak menyempurnakan wudhu’nya dan yang tidak mengikuti cara wudhu Nabi صلى الله عليه وسلم, bahkan dalam satu riwayat beliau mengancamnya dengan api neraka terhadap orang yang tidak mencuci kedua kakinya dengan sempurna, dan permasalahan ini sering kali diremehkan oleh setiap muslim dan muslimah. Untuk itu wahai saudara-saudariku, kami menasehati untuk diri kami dan saudara-saudariku sekalian untuk mempelajari “Sifat Wudhu’ Nabi” berdasarkan dalil dari alqur’an dan sunnah yang shohih. Dan mempelajarinya adalah suatu kewajiban yang sangat penting dalam islam.

Ingatlah wahai saudara-saudariku!

Bahwa kunci shalat adalah berwudhu…

Semoga tulisan yang ringkas ini memberikan manfaat untuk kita semua, agar kita lebih memperhatikan wudhu kita dengan baik, dan kelak kita memohon kepada ALLAH agar menerima amal ibadah kita oleh ALLAH سبحانه وتعالى dan sebagai pemberat timbangan kembaikan kita nanti pada yaumul qiyamah.

Ust. Ahmad Ferry Nasution.

Keutamaan Sholat Tarawih Berdasarkan Hadits-Hadits Shohih

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Sholat Tarawih merupakan salah satu amal ibadah yang Allah syari’atkan bagi para hamba-Nya di bulan suci Romadhon. Dan hukum sholat Tarawih adalah SUNNAH sebagaimana yang disepakati oleh para ulama.

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Yang dimaksud dengan qiyamu Ramadhan adalah sholat Tarawih, dan para ulama telah bersepakat bahwa sholat Tarawih itu hukumnya  mustahab (sunnah/dianjurkan).”. (Lihat Syarh Shohih Muslim VI/282, Dan kitab Al-Majmu’ III/526).  

(*) Keutamaan Shalat Tarawih

Pada beberapa Waktu yang lalu, kami telah menposting hadits PALSU tentang keutamaan sholat Tarawih Dari malam pertama hingga malam ketiga puluh (terakhir) dari bulan Romadhon. Maka pada kesempatan ini kami akan menyebutkan keutamaan sholat Tarawih berdasarkan hadits-hadits yang SHOHIH dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. 

(*) Keutamaan Pertama: 
Allah Ta’ala akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu bagi siapa saja yang melakukan sholat Tarawih dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dan ridho Allah semata. Bukan karena riya’ dan sum’ah (ingin dilihat dan didengar amal kebaikannya oleh orang lain. 

Hal ini berdasarkan hadits SHOHIH berikut ini:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم : « مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ »

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah  shallallahu alaihi wasallam  bersabda: “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (yakni sholat malam pada bulan zromadhon) karena iman dan mengharap pahala dan ridho Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. al-Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). 

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah sholat Tarawih.”

Ibnul Mundzir rahimahullah menerangkan berdasarkan nash (tekstual) hadits ini bahwa yang dimaksud “pengampunan terhadap dosa-dosa yang telah lalu dalam hadits ini adalah bisa mencakup dosa besar dan dosa kecil. 

Sedangkan imam An Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah khusus untuk dosa-dosa kecil saja. Karena dosa-dosa besar tidaklah diampuni dengan sebab melakukan amal-amal Sholih, akan tetapi hanya dengan melakukan taubah Nasuha, yakni taubah yang sempurna.
 
(*) Keutamaan Kedua: 
Barangsiapa melaksanakan sholat Tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai, maka akan dicatat baginya pahala seperti orang yang melakukan qiyamul lail semalam penuh.

Hal ini berdasarkan Hadits Shohih berikut ini:

Dari Abu Dzar rdhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda:
إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً
Artinya: “Sesungguhnya barangsiapa yang shalat (Tarawih) bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyamul lail satu malam penuh.” (HR. An-Nasai no.1605, At-Tirmidzi no.806, Ibnu Majah no.1327, dan selainnya. Dan hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh At-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani dalam Irwa’ Al-Gholil no. 447).

Demikian keutamaan sholat Tarawih berdasarkan hadits-hadits Shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Semoga Allah Ta’ala memberikan Taufiq dan pertolongan-Nya kepada kita semua untuk dapat istiqomah dalam melaksanakan sholat Tarawih dan ibadah lainnya di bulan Romadhon dan di bulan-bulan setelahnya. Amiin. (Klaten, 6 Romadhon 1434 / 15 Juli 2013).

» Artikel BBG Majlis Hadits, chat room Kajian Hadits Shohih.

Tafsir At Taubah 34-35

Ust. Abu Riyadl Lc

Mari kita mengkaji ayat ini. (Qs. at-Taubah/9:34-35)

…Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak
dan tidak menafkahkannya pada jalan Allâh,
maka beritahukan kepada mereka(bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.
Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam,lalu dahi, lambung dan punggung mereka dibakar dengannya,(lalu dikatakan) kepada mereka:
“Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.
(Qs. at-Taubah/9:34-35)

Ibnu Katsir rahimahullâh
Menuturkan:
“Dinyatakan bahwa setiap orang yang mencintai sesuatu dan mendahulukannya dibanding ketaatan kepada Allâh, niscaya ia akan disiksa dengannya. dikarenakan orang-orang yang disebut pada ayat ini lebih menyenangi untuk menimbun harta kekayaannya daripada mentaati Allâh Ta’ala,
maka dari itu kelak mereka disiksa dengan harta itu.
Sebagaimana halnya Abu Lahab, yg dibantu oleh istrinya, ia tak henti-hentinya memusuhi Rasûlullâh, maka kelak pada hari kiamat, istrinya akan berbalik menyiksa abu lahab. Di leher istri Abu Lahab akan diikatkan tali dari sabut, dengan tali ini ia mengumpulkan kayu-kayu bakar di neraka, lalu ia menimpakannya kepada Abu Lahab. Dengan cara ini, siksa Abu Lahab semakin terasa pedih, karena dilakukan oleh orang yang sangat dicintai semasa hidupnya di dunia. Demikian pula halnya para penimbun harta kekayaan. Harta kekayaan yang sangat ia cintai, kelak pada hari kiamat menjadi hal yang paling menyedihkan di neraka Jahannam, harta itu akan dipanaskan, lalu digunakan untuk membakar dahi, perut, dan punggung mereka”
Tafsir Ibnu Katsir (2/351-352).

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Perbedaan Antara Hati Yang Sehat(Bersih) Dan Hati Yang Rusak(Sakit) Dimata Allah Ta’ala

Ust. Abu Riyadl Lc

Hati seorang hamba bisa sakit dan terkadang sakitnya parah, sedangkan ia sendiri tidak menyadarinya. Bahkan hatinya telah mati namun pemiliknya tidak tahu bahwa hatinya telah mati.

Dan tanda sakit atau kematian hatinya adalah:
Si pemiliknya tidak merasa sakit dengan kemaksiatan yang ia perbuatan, tidak merasa pedih dengan kebodohannya terhadap kebenaran, serta tidak merasa menyesal dg keyakinannya yang salah dan batil(sesat).

Karena sesungguhnya apabila hati itu memang hidup, ia akan merasa sakit dengan keburukan-keburukan yang hinggap pada dirinya. Dan akan menangisi karena kebodohannya terhadap kebenaran

Hati yg rusak juga merasa tidak nyaman dan terasa berat saat diobati.
Ia lebih memilih untuk menderita bobroknya hati daripada menahan pahitnya obat.

Di antara tanda-tanda hati yang sakit, berpaling dari perkara-perkara yang bermanfaat dan beralih ke perkara-perkara yang berbahaya. Beralih dari obat yang mujarab kepada penyakit yang membahayakan.

Makanan dan obat hati yang paling bermanfaat adalah keimanan, dan yang paling mujarab adalah al-Qur-an dan ilmu

Lihat betapa bayak manusia sepeti biawak padang pasir..

Manamungkin biawak padang pasir akan nyaman dilempar ke air danau yg sejuk walaupun sedang kehausan.. Pasti Ia akan berusaha keluar darinya.
Karena tidak ada kecocokan akan hausnya si biawak dan obat haus yg ada di danau..

Itulah mengapa terkadang kita berat beribadah..beramal.. Bersedekah..membaca qur’an.. Dan Menuntut ilmu..

Krn biawaq itu takut air..

Seperti apa hati kita? Seperti ikan ataukah seperti..????

www.abu-riyadl.blogspot.com
Www.mahadulquran-boyolali.com

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Berjalan Dan Berpegang Teguh Diatas Manhaj Salafush-Shalih

Wahai Saudara-saudariku..
Jadilah kalian seseorang yang bermanhaj salaf yang sejati. (Ikutilah) jalan salafusshaleh dari kalangan para sahabat Radhiyallahu anhum dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dalam seluruh bidang agama; baik tauhid, ibadah dan selainnya, yang bercirikan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah, membiasakan diri mengikuti sunnah, meninggalkan perdebatan, perseteruan kosong, meninggalkan pergelutan dengan ilmu kalam dan segala perkara yang akan mendatangkan dosa dan menyimpang dari syariat.
(Hilyah thalibil ilmi :12, dgn beberapa tambahan)

Kemudian syaikh melanjutkan:
Mereka itulah Ahlussunnah wal jama’ah yg mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, dan mereka seperti yg dikatakan oleh syaikhul islam ibnu taymiyah: Ahlussunnah adalah kaum muslimin terpilih, mereka adalah sebaik-baik manusia untuk manusia”.

Maka istiqomahlah dalam jalan ini, ” dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya (al-an’am 153).
(Hilyah thalibil ilmi:12)

Ust. Ahmad Ferry Nasution Lc

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Pernahkan Kita Sendiri ?

Ust. Fuad Hamzah Baraba’ Lc

Dalam kesendirian

Apa yang kita perbuat?

Dalam kesendirian,

Terkadang timbul berbagai perasaan, Ada rasa takut?
Cemas? Gelisah?

Dalam kesendirian,

Terkadang kita berusaha mencari teman yang bisa menemani, entah itu orang, hp, buku atau yang lainnya.

Pernahkah kita merenung dalam kesendirian, akan nasib kita kelak?

Kesendirian kita dialam kubur, tanpa ada satupun yang dapat menemani kita.

Tiada suami, istri, anak, bapak, ibu dan yang lainya.

Dalam kesendirian itu kita berharap ada yang senantiasa menemani kita.

Kelak….
Ketika semua telah pergi meninggalkan kita dalam kesendirian, hanya amal perbuatan kitalah yang akan menemani.

Kita berharap amal kebaikanlah Чαπƍ senantiasa menemani kita.
Maka beramallah selagi kesempatan itu ada.
Sebelum semua terlambat dan sia-sia.

Ya Allah bimbinglah kami dijalanMu, mudahkanlah kami dalam melakukan ketaatan kepadaMu, dan agar kami istiqomah di jalamMu.

آمين يَا رَبَّ العَـــالَمِيْنَ .

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

TUGAS Seorang MUKMIN Di Bulan Ramadhan

Ustadz Kholid Syamhudi

Tugas-tugas ini mencakup banyak persoalan hukum syar’i, yang meliputi seluruh amalan satu bulan yang penuh dengan amalan kebaikan dan ketaqwaan.

1.  SHIYAM (puasa)
Shiyam (puasa) memiliki keutamaan yang sangat besar, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam pada hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rahimahullah,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ هُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلْفَةُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Semua amal perbuatan bani Adam adalah kepunyaan bani Adam sendiri, kecuali puasa. Puasa itu kepunyaanKu, dan Aku yang akan memberikan balasan. Maka, demi Dzat yang nyawa Muhammad ada ditanganNya, sungguh aroma mulut orang yang sedang berpuasa itu lebih harum daripada minyak kasturi di sisi Allah.

2. QIYAMULAIL (Tarawih)
Sunnahnya dikerjakan secara berjama’ah selama bulan Ramadhan. Sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

Sesungguhnya barangsiapa yang shalat bersama imam sampai imam itu selesai, maka ditetapkan pahala baginya, seperti shalat sepanjang malam. [Hadits Riwayat Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Nashr dari Abu Dzar dengan sanad yang shahih.]

3. SHADAQOH.
Karena kedermawanan Rasululah Shallallahu’alaihi Wassalam paling menonjol pada bulan Ramadhan.[Muttafaq alaih.] Kedermawanan ini mencakup semua pengertian shadaqah dan semua jenis perbuatan baik. Karena kedermawanan itu banyak memberi dan sering memberi. [Lathaiful Ma’arif, halaman 173, karya Ibnu Rajab.]

4. MEMBERIKAN BUKA PUASA kepada orang yang berpuasa.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam bersabda,
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Barangsiapa yang memberikan makanan buka puasa kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala, sebagaimana pahala orang yangberpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa. [Hadits diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dari Zaid bin Khalid, dengan sanad yang shahih.]

5. MEMBACA AL-QUR’AN.
Bulan Ramadhan, merupakan bulan Al Qur’an. Hal itu sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta’ala,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS Al Baqarah:185).

6. UMRAH
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam, bahwasanya beliau bersabda,

عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِيْ

Umrah pada bulan Ramadhan sama dengan haji bersamaku.

7. MENCARI LAILATUL QADAR
Allah Ta’ala berfirman,

إِ نَّآ أَنْزَلْنَهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَآ أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌمِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu, apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS Al Qadar:1-3).

______

Penulis: Syaikh Ali Hasan Al Halabi Al Atsary diterjemahkan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.

Baca lengkap disini http://m.klikuk.com/tugas-seorang-mukmin-di-bulan-ramadhan/

Sebarkan
Semoga bermanfaat

KlikUK.com
titan ilmu penyejuk qalbu

Beginilah Rasa Takut Nabi Dan Para Ulama As-Salafus Sholih Terhadap Api Neraka

Oleh : Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz MA حفظه الله تعالى

عن أَنس رضى اللّه عنه قال : خطب رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم خطبة ما سمعت مثلها قطّ ، فقال : لوتعلمون ما أَعلم لضحكتم قليلا ولبكيتم كثيرا ، قال : فغطّى أَصحاب رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم وجوههم لهم خنين (متفق عليه)

» Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu ’anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah berkhutbah, dan saya belum pernah mendengarnya sama sekali. Beliau bersabda: “Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan pasti akan banyak menangis.” Anas berkata: “(Tatkala mendengar khutbah yang demikian) para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menutupi muka mereka sambil menangis terisak-isak.” (HR. Imam al-Bukhari dan Muslim).

» Di dalam riwayat lain, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ رَأَيْتُمْ مَا رَأَيْتُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا. قَالُوا: وَمَا رَأَيْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ: رَأَيْتُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ.

“Demi (Allah) Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya kalian melihat apa yang aku lihat, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” Para shahabat bertanya: “Apa yang engkau lihat, wahai Rasulullah?” Beliau shallallahu alaihi wasallam menjawab: “Aku melihat surga dan neraka.” (HR. Muslim)

» Dan diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bertanya kepada malaikat Jibril alaihissalam; “Wahai Jibril, kenapa aku tidak pernah melihat malaikat Mikail tertawa. Maka Jibril alaihissalam menjawab: “Sesungguhnya malaikat Mikail itu tdk pernah tertawa semenjak diciptakannya api Neraka.” (HR. Imam Ahmad, dan derajatnya dinyatakan Hasan oleh Syakh Al-Albani dari seluruh jalan periwayatannya).

» Umar bin Khoththob radhiyallahu anhu pernah berkata: “Sekiranya ada yg berkumandang dari langit, ‘wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian semua akan masuk Surga kecuali satu orang saja’, maka aku merasa takut bahwa satu orang (yang dimaksud) itu adalah aku.”

» Pada suatu hari Al-Hasan Al-Bashri (seorang ulama tabi’in) rahimahullah pernah menangis, maka ditanyakan kepada beliau; “Wahai Abu Said, apa yg menyebabkanmu menangis?” Beliau menjawab: “Aku merasa takut besok (pada hari Kiamat) Allah subhanahu wata’ala akan mencampakkanku ke dalam api Neraka, lalu Dia tidak mempedulikanku lagi.”

» Yazid bin Kholsyan rahimahullah berkata: “Demi Allah, aku tdk penah melihat orang yang lebih besar rasa takutnya daripada Al-Hasan Al-Bashri dan Umar bin Abdul Aziz rahimahumallah. Mereka membayangkan seakan-akan Neraka tidaklah diciptakan oleh Allah melainkan untuk mereka berdua saja. Sehingga mereka senantiasa merasa takut kepadanya.”

» Imam Mujahid rahimahullah berkata: “Sesungguhnya Neraka dunia akan mengingatkan Neraka akhirat. Kalau seorang hamba melihat Neraka dunia maka ia akan ingat Neraka akhirat ini yg disebutkan dalam firman Allah subhanahu wataa’ala (yg artinya: “Kami jadikan api itu utk peringatan”.(QS. Al-Waqi’ah: 73).

» Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: “Umar bin Khoththob radhiyallahu anhu terkadang dihidupkan untuk beliau api pada suatu malam, kemudian Umar mendekati api tersebut dan mendekatkan tangannya ke api trsebt, kemudian Umar berkata, “Wahai Ibnu Khoththob, apakah kamu mampu bersabar di atas api (dunia) ini?”

Bahkan di kalangan ulama As-Salaf As-Sholih ada yg tdk bisa tidur karena rasa takutnya terhadap api Neraka.

» Malik bin Dinar rahimahullah berkata: “Putri Ar-Robi’ bin Husain berkata kepada ayahnya: ‘wahai ayahku, kenapa engkau tdk tidur sementara manusia dalam keadaan tidur?’ Maka ia berkata kepada putrinya, ‘Wahai putriku, sesungguhnya api Neraka tdk membiarkan ayahmu tidur (nyenyak).”

Demikian hadits dan atsar (riwayat) yg memberitakan kepada kita tentang betapa besar rasa takut Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para ulama as-Salaf As-Sholih rahimahullah terhadap kedahsyatan n kengerian api Neraka. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yg banyak menangis karena takut kepada-Nya, dan semoga Allah melindungi kita semua dari azab api Neraka yg sangat pedih n membinasakan setiap penghuninya. آمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ
(Klaten, 4 Juli 2013)

Sekedar Berbagi Manfaat

http://www.facebook.com/muhammadarifin.badri/posts/698598140157704

Semarak Tarawih.

Masya Allah. Itulah ucapan yang mungkin terucap dari lisan anda ketika melihat masjid-masjid penuh dengan ummat Islam pada saat sholat tarawih.

Namun, aneh bin ajaib, ketika sholat fardhu tiba, subuh, zhuhur, ashar, maghrib bahkan isya-pun, masjid-masjid sunyi senyap. Di berbagai tempat, hanya muazzin dan imam yang mendirikan sholat di masjid.

Lebih parah lagi, banyak masjid-masjid yang pada waktu sholat tetap terkunci rapat.

Saudaraku! Fenomena ini tentu sangat mengherankan. Betapa tidak, sholat lima waktu adalah wajib, dan bahkan merupakan rukun islam. Sedangkan sholat tarawih adalah sholat sunnah.

Ada apa gerangan yang menjadikan banyak ummat Islam bersikap terbalik semacam ini?

Terlebih lagi, anda juga mengetahui bahwa andai ummat Islam sholat malam di bulan ramadhan sendiri atau mungkin berjamaah dengan anak keluarga di akhir malam, akan lebih utama, lebih khusyu’ khidmat dan ikhlas.

Mungkinkah ummat Islam telah melupakan firman Allah Ta’ala berikut :
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
Sejatinya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. ( at taubah)*snow*