Category Archives: BBG Kajian

Jangan Mengakhirkan Sholat Maghrib

Sebagian ikhwah ada yang segera berbuka namun mengakhirkan sholat maghrib. Tentu ini tidak sesuai sunnah.

Abu Athiyah berkata:

‎دخلت أنا ومسروق، على عائشة
‎فقلنا: يا أم المؤمنين، رجلان من أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم، أحدهما «يعجل الإفطار ويعجل الصلاة»، والآخر يؤخر الإفطار ويؤخر الصلاة،
‎ قالت: أيهما الذي يعجل الإفطار ويعجل الصلاة؟ “
‎ قال: قلنا عبد الله يعني ابن مسعود
‎ قالت: «كذلك كان يصنع رسول الله صلى الله عليه وسلم»

“Aku masuk bersama Masruq kepada ‘Aisyah rodiyallahu ‘anha.

Kami berkata, “Wahai ummul mukminin, ada dua orang dari shahabat Muhammad shollallahu ‘alayhi wasallam..

yang satu menyegerakan berbuka dan menyegerakan sholat maghrib..

dan satu lagi mengakhirkan berbuka dan sholat maghrib..

Manakah yang sesuai..?”

‘Aisyah berkata, “Siapa yang menyegerakan berbuka dan sholat..?”

Kami berkata, “Abdullah bin Mas’ud..”

‘Aisyah berkata, “Demikian yang dilakukan oleh Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wasallam..”

(HR Muslim no 1099)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Dua Perkara Yang Mudah Namun Sedikit Yang Mengamalkannya

Dari ‘Abdullah bin Amru rodhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda :

خَصْلَتَانِ أَوْ خَلَّتَانِ لَا يُحَافِظُ عَلَيْهِمَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، هُمَا يَسِيرٌ وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ : يُسَبِّحُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا ، وَيَحْمَدُ عَشْرًا ، وَيُكَبِّرُ عَشْرًا ، فَذَلِكَ خَمْسُونَ وَمِائَةٌ بِاللِّسَانِ ، وَأَلْفٌ وَخَمْسُ مِائَةٍ فِي الْمِيزَانِ .
وَيُكَبِّرُ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ ، وَيَحْمَدُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، وَيُسَبِّحُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، فَذَلِكَ مِائَةٌ بِاللِّسَانِ ، وَأَلْفٌ فِي الْمِيزَانِ ، فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُهَا بِيَدِهِ . قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ هُمَا يَسِيرٌ وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ ؟ قَالَ : يَأْتِي أَحَدَكُمْ – يَعْنِي : الشَّيْطَانَ – فِي مَنَامِهِ فَيُنَوِّمُهُ قَبْلَ أَنْ يَقُولَهُ ، وَيَأْتِيهِ فِي صَلَاتِهِ فَيُذَكِّرُهُ حَاجَةً قَبْلَ أَنْ يَقُولَهَا )

“Dua perkara yang apabila dijaga oleh seorang muslim akan memasukkannya ke surga.. Keduanya mudah tapi yang mengamalkannya sedikit. Yaitu :

bertasbih di belakang sholat 10x, tahmid 10x dan takbir 10x maka jumlahnya (dikali lima sholat) menjadi 150 di lisan tapi ditimbangan 1,500..
dan sebelum tidur ia membaca takbir 34x, tahmid 33x dan tasbih 33x. Maka ini 100 di lisan tapi 1,000 di timbangan..”

Mereka berkata, “Wahai Rosulullah, bagaimana ia mudah namun yang mengamalkannya sedikit..?”
Beliau bersabda, “Setan datang ketika ia hendak tidur lalu membuatnya tidur sebelum mengucapkannya.. dan datang ketika setelah sholat lalu mengingatkan keperluannya sebelum ia mengucapkannya..”

(HR Abu Dawud no 5065 dan dishohihkan oleh Al Hafidz ibnu Hajar)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

HADITS : Orang Yang Berbuka Puasa Tanpa Udzur

Dari Abu Umamah Al Bahili ia berkata, Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بينا أنا نائمٌ أتاني رجلان فأخذ بضَبعي فأتيا بي جبلًا وعرًا فقالا اصعَدْ فقلتُ إنِّي لا أُطيقُه فقال إنَّا سنُسهِّلُه لك فصعِدتُ حتَّى إذا كنتُ في سواءِ الجبلِ إذا بأصواتٍ شديدةٍ قلتُ ما هذه الأصواتُ قالوا هذا عُواءُ أهلِ النَّارِ ثمَّ انطلق بي فإذا أنا بقومٍ معلَّقين بعراقيبِهم مشقَّقةٌ أشداقُهم تسيلُ أشداقُهم دمًا قال قلتُ من هولاء قال الَّذين يُفطِرون قبل تَحِلَّةِ صومِهم

“Ketika aku sedang tidur, tiba tiba datang dua orang laki laki dan memegang lenganku. Keduanya membawaku ke sebuah gunung yang terjal. Mereka berkata, “Naiklah..!”
“Aku tidak mampu..” Jawabku.

Mereka berkata, “Kami akan memudahkannya untukmu..”
Akupun naik hingga ke puncak gunung.

Tiba tiba terdengar suara suara keras yang menakutkan. Aku bertanya, “Suara apa ini..?”
Mereka menjawab, “Itu adalah suara lolongan penduduk neraka..”

Kemudian aku dibawa. Aku melihat manusia yang digantung kakinya dan rahangnya disobek dan mengalirkan darah.

Aku bertanya, “Siapa mereka..?”
Keduanya menjawab, “Mereka adalah orang orang yang berbuka puasa sebelum waktunya (tanpa udzur)..”

(HR Ibnu Khuzaimah dan dishohihkan oleh syaikh al-Albani)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Berpuasa Tetapi Makan Bangkai Saudaranya

Syekh Muhammad bin Shalih ‘Utsaimin rohimahullah berkata:

“… و ما أكثر الذين ليس لهم من صومهم إلا الجوع و الظمأ، و ما أكثر الذين يصومون عما أحل الله و لكنهم ينتهكون ما حرم الله، من ذلك مثلا الغيبة، فإن من الناس من يصوم عن الأكل و الشرب و النكاح، ولكنه يأكل لحوم الناس، يصوم عن الشيئ الحلال و يأكل الشيئ الحرام، و الغيبة من كبائر الذنوب، قال الله تعالى: ( و لا يغتب بعضكم بعضا أيحب أحدكم أن يأكل لحم أخيه ميتا فكرهتموه ) [ الحجرات: ١٢ ] و لا سيما إذا كانت غيبة أولي الأمر من العلماء و الأمراء…”

“.. alangkah banyaknya orang-orang yang tidak mendapatkan dari puasa melainkan rasa lapar dan haus, alangkah banyaknya orang-orang yang mampu menahan diri dari yang dihalalkan Allah akan tetapi melakukan apa yang Allah haramkan, diantara hal tersebut contohnya adalah ghibah ( menggunjing )..

sungguh ada diantara manusia yang puasa dari makan, minum, dan nikah, akan tetapi dia memakan daging manusia, puasa dari yang halal dan dia makan sesuatu yang haram, ghibah merupakan dosa besar, Allah ta’ala berfirman:

“dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati..? Tentu kamu merasa jijik..” [Surat Al-Hujurat 12]

apalagi jika mengghibahi ulil amri, dari kalangan ulama dan umara (pemimpin), maka itu lebih dahsyat dan lebih besar lagi..”

( Durus wa fataawa minal haramain as-syarifain, Syekh Muhammad bin Shalih ‘Utsaimin rohimahullah: 8/257 ).

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, aamiin..

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

HADITS : Amal Yang Lebih Utama Dari Sholat, Puasa Dan Sedekah

Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ألا أخبرُكُم بأفضلَ من دَرجةِ الصِّيامِ والصَّلاةِ والصَّدَقةِ قالوا بلَى قال صلاحُ ذاتِ البينِ فإنَّ فسادَ ذاتِ البينِ هيَ الحالِقةُ

“Maukah aku mengabarkan kalian amal yang lebih utama dari sholat, shoum dan sedekah..?
Mereka berkata, “Mau..”
Beliau bersabda, “Yaitu memperbaiki hubungan (sesama muslim). Karena rusaknya hubungan (sesama muslim) adalah pencukur (agama)..”
(HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Bahkan selama mereka bertengkar, belum mendapat ampunan Allah hingga keduanya berdamai..

Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

تُفتَحُ أبوابُ الجنَّةِ يومَ الاثنينِ و الخميسِ، فيغفرُ اللهُ عزَّ وجلَّ لِكلِّ عبدٍ لا يُشرِكُ باللهِ شيئًا، إلَّا رجلًا كانَ بينَه وبينَ أخيهِ شحناء، فيقول: أنظروا هذينِ حتَّى يصطلحا، أنظِروا هذينِ حتَّى يصطلِحا ،أنظِروا هذينِ حتَّى يصطلِحا

“Pintu pintu surga dibuka pada hari senin dan kamis. Maka Allah Azza wajalla mengampuni semua orang yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Kecuali orang yang masih bertengkar dengan saudaranya. Maka Allah berfirman: Tangguhkanlah dua orang ini hingga keduanya berdamai 3x..”
(HR Muslim)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Amalan Yang PALING AFDHAL Di Zaman Ini..!

Syeikh Muhammad Al-‘Utsaimin -rohimahullah- mengatakan:

“Amalan menuntut ilmu agama, di waktu kita sekarang ini, bisa jadi lebih afdhal dari pada amalan badan yang lainnya, karena manusia di saat ini, di zaman kita ini, sangat membutuhkan ilmu syar’i, disebabkan tersebarnya kejahilan, dan banyaknya orang yang bergaya alim dan mengaku sebagai ulama, padahal tidaklah ia memiliki ilmu, kecuali hanya sedikit..

Maka kita sangat membutuhkan para penuntut ilmu, yang memiliki ilmu yang mendalam dan kuat, yang dibangun di atas kitab dan sunnah, agar mereka bisa membendung kekacauan ini, yang faktanya telah menyebar di desa, negara, dan kota..

Setiap orang yang sebenarnya hanya punya satu atau dua hadits dari Rasul -shollallahu ‘alaihi wa sallam- langsung berfatwa dan meremehkan masalah fatwa, seakan-akan dia syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, atau Imam Ahmad, atau Imam Syafi’i, atau imam yang lainnya. Dan ini mengindikasikan bahaya besar jika Allah tidak menyelamatkan umat ini dengan para ulama yang ilmu dan hujjahnya mendalam dan kuat..

Oleh karena itu, kami melihat bahwa menuntu ilmu di zaman ini merupakan amalan yang PALING AFDHAL dari amalan yang berpengaruh terhadap orang lain. dia lebih afdhal daripada sedekah, lebih afdhal daripada jihad, bahkan ia merupakan jihad yang sebenarnya, karena Allah menjadikannya sejajar dengan jihad di jalan Allah..

dalilnya adalah firman Allah ta’ala:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Harusnya kaum mukminin tidak pergi berjihad semuanya, tapi harusnya dari setiap kelompok dari mereka ada orang-orang yang belajar mendalami agama, agar bisa memberikan peringatan kepada kaumnya saat kembali kepada mereka, agar mereka ingat kembali..” [Attaubah: 122]

Maka disini Allah menjadikan amalan menuntut ilmu agama sejajar dengan jihad fi sabilillah. [Syarah Riyadhus Shalihin 2/150].
Bahkan jauh sebelum zaman kita ini, Imam Ahmad -rohimahullah- telah mengatakan: “Ilmu agama itu tidak ada tandingannya, bila niatnya benar..”

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

KITAB FIQIH – Sedekah Sunnah

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى.

PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Ada Hak Selain Zakat Dalam Harta Kita  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya..

⚉ Sedekah Sunnah

Disunnahkan memperbanyak sedekah sunnah.

⚉ Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 261 :

‎مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya :
“Perumpamaan orang-orang yang berinfak atau menginfakkan harta mereka dijalan Allah seperti 1 biji yang ditanam dan menumbuhkan 7 batang. Pada setiap batangnya ada 100 biji. Dan Allah melipat-gandakan kepada siapa yang Allah kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui..”

Ayat ini menunjukkan pahala sedekah itu dilipat-gandakan sampai 700 kali lipat.. dan ini menunjukkan pahala besar dari pahala sedekah.

⚉ Allah juga berfirman dalam surat Aali Imron ayat 92 :

‎لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Artinya :
“Kamu tidak akan sampai kepada kebajikan hingga menginfakkan apa yang kamu cintai dan tidaklah kalian menginfakkan sesuatu kecuali bahwasanya Allah pasti mengetahuinya..”

Ayat ini menunjukkan bahwa infak atau sedekah yang paling utama adalah menyedekahkan sesuatu yang kita cintai. Oleh karena itu para sahabat apabila mencintai suatu harta, mereka segera mensedekahkannya, mengamalkan ayat tersebut.

⚉ Dari hadist Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :

“Tidak ada suatu pagi pun yang para hamba masuk padanya kecuali ada 2 malaikat yang turun. Yang satu berkata, “Yaa Allah.. berikanlah ganti kepada orang yang berinfak..” Dan yang kedua berkata, “Yaa Allah.. binasakanlah harta orang yang pelit..” [HR. Bukhari].

⚉ Dari hadist Uqbah bin Amir rodhiyallahu ‘anhu aku mendengar Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :

“Setiap orang itu akan berada dibawah naungan sedekahnya hingga diputuskan (perkara) diantara manusia..” [HR. Iman Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban]

Ini menunjukkan bahwa ketika dipadang Mahsyar saat matahari didekatkan 1 mil, maka orang-orang yang bersedekah itu, maka sedekah itu menjadi naungan dia yang akan menaunginya dari teriknya matahari.

Ini menunjukkan akan keutamaan agung bagi mereka yang bersedekah.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

Ridho Dengan Tauhid Dan Sunnah

Kisah kaum Anshor yang marah kepada pembagian Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ لَمَّا أَعْطَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَعْطَى مِنْ تِلْكَ الْعَطَايَا فِي قُرَيْشٍ وَقَبَائِلِ الْعَرَبِ وَلَمْ يَكُنْ فِي الْأَنْصَارِ مِنْهَا شَيْءٌ وَجَدَ هَذَا الْحَيُّ مِنْ الْأَنْصَارِ فِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى كَثُرَتْ فِيهِمْ الْقَالَةُ حَتَّى قَالَ قَائِلُهُمْ لَقِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَوْمَهُ فَدَخَلَ عَلَيْهِ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هَذَا الْحَيَّ قَدْ وَجَدُوا عَلَيْكَ فِي أَنْفُسِهِمْ لِمَا صَنَعْتَ فِي هَذَا الْفَيْءِ الَّذِي أَصَبْتَ قَسَمْتَ فِي قَوْمِكَ وَأَعْطَيْتَ عَطَايَا عِظَامًا فِي قَبَائِلِ الْعَرَبِ وَلَمْ يَكُنْ فِي هَذَا الْحَيِّ مِنْ الْأَنْصَارِ شَيْءٌ قَالَ فَأَيْنَ أَنْتَ مِنْ ذَلِكَ يَا سَعْدُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَنَا إِلَّا امْرُؤٌ مِنْ قَوْمِي وَمَا أَنَا قَالَ فَاجْمَعْ لِي قَوْمَكَ فِي هَذِهِ الْحَظِيرَةِ قَالَ فَخَرَجَ سَعْدٌ فَجَمَعَ النَّاسَ فِي تِلْكَ الْحَظِيرَةِ قَالَ فَجَاءَ رِجَالٌ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ فَتَرَكَهُمْ فَدَخَلُوا وَجَاءَ آخَرُونَ فَرَدَّهُمْ فَلَمَّا اجْتَمَعُوا أَتَاهُ سَعْدٌ فَقَالَ قَدْ اجْتَمَعَ لَكَ هَذَا الْحَيُّ مِنْ الْأَنْصَارِ قَالَ فَأَتَاهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ بِالَّذِي هُوَ لَهُ أَهْلٌ ثُمَّ قَالَ يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ مَا قَالَةٌ بَلَغَتْنِي عَنْكُمْ وَجِدَةٌ وَجَدْتُمُوهَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَلَمْ آتِكُمْ ضُلَّالًا فَهَدَاكُمْ اللَّهُ وَعَالَةً فَأَغْنَاكُمْ اللَّهُ وَأَعْدَاءً فَأَلَّفَ اللَّهُ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ قَالُوا بَلْ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمَنُّ وَأَفْضَلُ قَالَ أَلَا تُجِيبُونَنِي يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ قَالُوا وَبِمَاذَا نُجِيبُكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ الْمَنُّ وَالْفَضْلُ قَالَ أَمَا وَاللَّهِ لَوْ شِئْتُمْ لَقُلْتُمْ فَلَصَدَقْتُمْ وَصُدِّقْتُمْ أَتَيْتَنَا مُكَذَّبًا فَصَدَّقْنَاكَ وَمَخْذُولًا فَنَصَرْنَاكَ وَطَرِيدًا فَآوَيْنَاكَ وَعَائِلًا فَأَغْنَيْنَاكَ أَوَجَدْتُمْ فِي أَنْفُسِكُمْ يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ فِي لُعَاعَةٍ مِنْ الدُّنْيَا تَأَلَّفْتُ بِهَا قَوْمًا لِيُسْلِمُوا وَوَكَلْتُكُمْ إِلَى إِسْلَامِكُمْ أَفَلَا تَرْضَوْنَ يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ أَنْ يَذْهَبَ النَّاسُ بِالشَّاةِ وَالْبَعِيرِ وَتَرْجِعُونَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رِحَالِكُمْ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْلَا الْهِجْرَةُ لَكُنْتُ امْرَأً مِنْ الْأَنْصَارِ وَلَوْ سَلَكَ النَّاسُ شِعْبًا وَسَلَكَتْ الْأَنْصَارُ شِعْبًا لَسَلَكْتُ شِعْبَ الْأَنْصَارِ اللَّهُمَّ ارْحَمْ الْأَنْصَارَ وَأَبْنَاءَ الْأَنْصَارِ وَأَبْنَاءَ أَبْنَاءِ الْأَنْصَارِ قَالَ فَبَكَى الْقَوْمُ حَتَّى أَخْضَلُوا لِحَاهُمْ وَقَالُوا رَضِينَا بِرَسُولِ اللَّهِ قِسْمًا وَحَظًّا ثُمَّ انْصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَفَرَّقْنَا

Dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata :

“Setelah Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam membagi-bagikan (harta fai`) kepada orang-orang Quraisy dan kabilah-kabilah arab, sedangkan orang-orang Anshar tidak mendapatkan apa-apa, maka dalam hati mereka pun muncul kemarahan hingga banyak ucapan-ucapan yang tidak enak keluar. Sampai-sampai salah seorang dari mereka berkata; “Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam telah bertemu dengan kaumnya..!”

maka Sa’d bin Ubadah menghadap Rosulullah seraya berkata; “Wahai Rosulullah, sesungguhnya timbul di dalam hati penduduk wilayah ini (Anshar) kemarahan kepadamu, karena keputusan yang engkau buat berkenaan dengan harta fai` yang engkau dapat, engkau telah membagi-bagikan kepada kaummu dan memberikan kepada kabilah-kabilah arab dengan pemberian yang banyak, sedang penduduk wilayah ini tidak mendapatkan apa-apa..”

Beliau bersabda: “Lalu dalam masalah ini engkau sendiri bagaimana wahai Sa’d..?” Sa’d berkata; “Wahai Rosulullah, aku hanyalah bagian dari kaumku..” Beliau bersabda: “Kumpulkanlah kaummu untuk menghadapku di kandang ternak ini..”

Abu Sa’id berkata, “Lalu datanglah beberapa laki-laki dari kaum muhajirin namun beliau mengabaikannya, lalu mereka masuk dan datang lagi yang lain namun beliau tetap menolak.

Maka ketika orang-orang Anshar telah berkumpul, Sa’d mendatangi beliau dan berkata; “Orang-orang Anshar telah berkumpul untukmu wahai Rasulullah..”

Abu Sa’id berkata; “Lalu beliau mendatangi mereka, beliau lalu mengucapkan tahmid dan memuji Allah dengan pujian-pujian yang layak untuk-Nya. Setelah itu beliau bersabda: “Wahai orang-orang Anshar, telah sampai kepadaku ucapan-ucapan yang tidak enak, serta kebencian yang kalian dapatkan dalam hati kalian, bukankah aku datang sedang kalian dalam kesesatan lalu aku beri petunjuk..?! Kalian dalam keadaan fakir lalu Allah kayakan kalian..?! Kalian saling bermusuhan lalu Allah satukan hati kalian..?!”

Mereka menjawab, “Bahkan, Allah dan Rosul-Nya lebih berhak untuk mengungkit nikmat dan keutamaan..” beliau bersabda: “Tidak maukah kalian memenuhi panggilanku wahai kaum Anshar..?” mereka menjawab; “Dengan apa kami harus memenuhi penggilanmu wahai Rosulullah, sedang keutamaan ada pada Allah dan Rasul-Nya..?”

Beliau bersabda: “Demi Allah, sekiranya kalian mau, kalian akan mengatakannya, kalian benar-benar akan berkata jujur dan kalian dipercaya: “engkau datang kepada kami dalam keadaan didustakan lalu kami membenarkanmu, engkau datang dalam keadaan dihinakan lalu kami menolongmu, engkau diusir lalu kami memberimu tempat, engkau dalam keadaan kekurangan lalu kami mengkayakanmu..”

Wahai kaum Anshar, apakah kalian mendapatkan dalam hati kalian sesuatu terhadap sisa harta dunia (harta fai`) yang dengannya aku melunakkan suatu kaum agar mereka mau masuk Islam, dan aku serahkan keIslaman kalian kepada kalian..?

Wahai kaum Anshar, tidak ridhokah kalian jika orang-orang kembali dengan membawa kambing dan unta sedang kalian kembali ke rumah kalian dengan membawa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam..?

Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, kalau bukan karena hijrah sungguh aku adalah bagian dari orang Anshar, sekiranya manusia melewati suatu lembah lalu orang-orang Anshar melewati lembah yang lain, maka aku akan melewati lembah yang dilalui orang Anshar. Ya Allah, sayangilah orang-orang Anshar, anak-anak Anshar, serta anak cucu Anshar..”

Abu Sa’id berkata; “Maka menangislah orang-orang Anshar hingga jenggot mereka basah, lalu mereka berkata, “Kami rela Rosulullah sebagai bagian kami..” Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berlalu dan kami juga membubarkan diri..”

(HR Ahmad no 11305)

Tidak ridho kah kita melihat mereka membawa dunia sedangkan kita membawa tauhid dan sunnah..???

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Keadaan Seorang Mukmin Di Akhir Zaman

Sahabat Ibnu Mas’ud -rodhiallahu ‘anhu- mengatakan:

“Akan datang suatu zaman, dimana seorang mukmin (dianggap) lebih hina dari budak wanita. Sebabnya tidak lain karena asingnya dia di tengah-tengah orang-orang yang rusak dari para pengikut syahwat dan syubhat. Sehingga mereka semua membencinya dan mengganggunya, karena dia menyelisihi cara hidup mereka, menyelisihi keinginan mereka, dan menyelisihi keadaan mereka..”

[Kitab: Majmu’ Rosail Ibnu Rojab 2/329]

=====
Sepertinya zaman itu semakin dekat..
Jika kita ingin memperbaiki keadaan, maka teruslah berjuang untuk agama Allah.
Jangan menyerah dengan keadaan, Allah pasti akan memberikan hasil yang baik, jika usaha kita benar-benar gigih, ikhlas, dan sesuai dengan tuntunan-Nya.

Semoga Allah terus meneguhkan kita di atas Sunnah dan menutup hidup kita dengan husnul khotimah, lalu mengumpulkan kita semua bersama Nabi-Nya shollallahu ‘alaihi wa sallam di Surga Firdaus-Nya, aamiin ya Robb.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL