Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من لم يشكر القليل، لم يشكر الكثير، ومن لم يشكر الناس، لم يشكر الله، التحدث بنعمة الله شكر، وتركها كفر، والجماعة رحمة، والفرقة عذاب”.
“Siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia tidak dapat mensyukuri yang banyak. Siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia maka ia belum berterima kasih kepada Allah. Menceritakan nikmat Allah adalah termasuk syukur dan meninggalkannya termasuk kufur. Al jama’ah itu adalah rahmat dan perpecahan itu adalah adzab..” (HR Ahmad dan dihasankan oleh syaikh Al Bani)
Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan bahwa, “menceritakan nikmat jika tujuan untuk memperlihatkan karunia Allah maka ia terpuji. Namun jika untuk bersombong maka ia tercela..” (Ar Ruuh hal. 312)
Diterjemahkan oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
⚉ Apakah seorang istri boleh membayar zakatnya kepada suaminya..?
Artinya : Kalau istri punya harta dan suami miskin (tidak punya harta) dan suami termasuk orang yang berhak mendapatkan zakat maka zakat yang dikeluarkan oleh istrinya boleh diberikan kepada suami.
⚉ Dasarnya hadist Abu Sa’id, bahwa Nabi Shollallahu ‘alayhi wa sallam keluar di Idul Adha (atau Idul Fitri) menuju lapangan untuk sholat. Setelah selesai sholat Nabi Shollallahu ‘alayhi wa sallam memberikan nasehat kepada manusia dan memerintahkan mereka shodaqoh, lalu Nabi Shollallahu ‘alayhi wa sallam pergi kepada wanita dan bersabda, “wahai para wanita bersedekahlah, karena aku melihat kalian ini penduduk neraka yang paling banyak..”
Lalu mereka berkata, “mengapa wahai Rosulullah..?” (Nabi Shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda), “kalian banyak melaknat dan kufur terhadap suami..”
Kemudian setelah selesai itu Nabi Shollallahu ‘alayhi wa sallam pulang, lalu datanglah seorang wanita yang bernama Zainab istri daripada Ibnu Mas’ud meminta izin. Lalu kemudian dilaporkan kepada Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bahwa ada wanita yang bernama Zainab ingin bertemu.
Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bertanya, “Zainab yang mana..?” Dijawab, “Ia adalah istri Ibnu Mas’ud..”
Lalu Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam mengatakan, “izinkan dia..”
Lalu Zainab berkata, “Yaa Nabiyallah.. Sesungguhnya engkau memerintahkan kami untuk sedekah dihari ini dan aku punya perhiasan dan aku ingin bersedekah dengannya, dan Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa ia dan anaknya orang yang paling berhak untuk diberikan sedekah..”
Maka Nabi Shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Benar sekali Ibnu Mas’ud, suami dan anakmu itu yang paling berhak untuk kamu bersedekah kepadanya..” (HR. Bukhari)
Ini menunjukkan bahwa seorang istri boleh memberikan zakat hartanya kepada suaminya yang miskin.
⚉ Mengapa demikian..? Karena istri tidak ada kewajiban untuk menafkahi suami. Berbeda dengan suami.. Suami tidak boleh memberikan zakat hartanya kepada istri.
⚉ Kenapa..? (karena) Istri adalah tanggungan suami dan wajib suami untuk menafkahi mereka.
Kemudian kata beliau.. ⚉ Apakah zakat diberikan kepada karib kerabat yang membutuhkan dan ternyata ada orang yang selain karib kerabat juga membutuhkan
Maka jawabnya kata beliau, “Apabila kebutuhannya sama, maka karib kerabat lebih diutamakan karena sedekah kepada karib kerabat itu nilainya 2 yaitu sedekah dan silaturahim.. Namun apabila orang yang jauh itu (yang bukan karib kerabat kita) sangat membutuhkan daripada kerabat kita maka tentu kita lebih dahulukan yang sangat membutuhkan..”
Ini merupakan juga fatwa Ibnu Taimiyah rohimahullah demikian pula Sufyan bin Uyainah rohimahullah bahwasannya dalam keadaan seperti ini orang yang jauh lebih diutamakan.
. Wallahu a’lam 🌻
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
.
. Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
. ARTIKEL TERKAIT Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
. WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini tentang hadits-hadits anjuran dan hadits-hadits ancaman : Ancaman bagi orang-orang yang riya’ #1
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini tentang hadits-hadits anjuran dan hadits-hadits ancaman : Pahala sedekah tetap tercatat sesuai niat meskipun yang menerima sedekah ternyata bukan orang yang ia niatkan
Suatu ketika, Khalifah banu Umayah yaitu Hisyam bin Abdil Malik pergi haji. Ketika thawaf di Ka’bah, ia melihat Salim bin Abdullah bin Umar thawaf sambil menenteng sendalnya yang telah rusak dan memakai pakaian yang amat murah tak sampai dua dirham.
Sang khalifah mendekati Salim dan berkata, “Wahai Salim, apakah engkau ada kebutuhan..?” Salim melihat kepada sang khalifah dengan pandangan heran dan gusar. Ia berkata, “Apakah kamu tidak malu..? Kita sedang di rumah Allah, lalu kamu ingin aku mengadukan kebutuhanku kepada selain Allah..?”
Sang khalifah terlihat sangat malu dan membiarkan Salim menyempurnakan thawafnya. Namun ia terus mengawasi Salim. Ketika Salim telah keluar dari masjidil haram, sang khalifah segera mengejar Salim. Ia berkata, “Wahai Salim, tadi engkau tidak mau menceritakan kebutuhanmu kepadaku di dalam masjidil haram. Sekarang silakan kamu minta kepadaku karena sekarang berada di luar haram..”
Salim berkata, “Kebutuhan dunia atau kebutuhan akherat..?” Khalifah berkata, “Hai Salim, tentu kebutuhan dunia. Karena kebutuhan akherat hanya diminta kepada Allah saja..”
Salim berkata, “Wahai Hisyam, demi Allah..! Aku tidak pernah meminta kebutuhan duniaku kepada pemiliknya (yaitu Allah). Bagaimana aku akan meminta kepada yang bukan pemiliknya..?”
Berlinanglah air mata sang Khalifah. Ia berkata, “Andaikan aku seperti Salim dengan seluruh kerajaanku…”
(Al Bidayah wan-Nihayah 9/235)
Diterjemahkan oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لما خلق الله الخلق كتب في كتابه، فهو عنده فوق العرش: إن رحمتي تغلب غضبي
“Ketika Allah telah selesai menciptakan semua makhluk, Dia menulis dalam kitab-Nya yang berada di atas Arasy di sisi-Nya; bahwa rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku..” (HR Bukhari dan Muslim)
Allah terus memberi nikmat kepada kita.. Padahal kita banyak berbuat dosa.. Dan sangat kurang bersyukur.. Allah pun memberi nikmat kepada orang orang yang tidak beriman kepada-Nya.. Terkadang memberi mereka hidayah kepada islam dengan karunia-Nya…
Kalaulah murka Allah mendahului rahmat-Nya.. Akan habislah semua orang yang memaksiati-Nya..
Ditulis oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini tentang hadits-hadits anjuran dan hadits-hadits ancaman : Tercatatnya pahala niat qiyaamul layl meskipun akhirnya tertidur
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini tentang hadits-hadits anjuran dan hadits-hadits ancaman : Tercatatnya pahala niat berbuat kebaikan