Category Archives: Sulaiman Ar Ruhaily

Empat Perkara Yang Mencukupkan-mu Dari Dunia

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

Empat perkara, jika hal itu ada pada dirimu, maka tidak mengapa bagimu apa yang terlewatkan darimu dari dunia :

* Shidqul-hadits (kejujuran dalam berbicara atau menyampaikan perkataan)
* Hifzhul-amaanah (menjaga amanah dengan sebaik-baiknya)
* Husnul-khuluq (memiliki akhlak dan perangai yang baik)
* ‘Iffatu math’am (menjaga kesucian makanan atau senantiasa mencari rezeki yang halal)

(HR. Ahmad dan Al-Bazzar)
Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahullah – Shohiih Al Jaami’ no. 873

๐Ÿ“Œ Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli hafizhohullah menjelaskan tentang hadits ini :

โ— Jika engkau senantiasa menjaga kejujuran lisan dan perkataanmu..
โ— Jika engkau menjadi orang yang amanah dan menunaikannya..
โ— Jika engkau menghiasi diri dengan akhlak yang mulia..
โ— Jika engkau sangat memperhatikan kehalalan makanan atau rezeki yang masuk ke dalam tubuhmu..

Maka engkau adalah orang yang benar-benar kaya .. dan apa pun kenikmatan dunia yang terlewatkan darimu โ€”baik berupa harta benda maupun kedudukan di mata manusiaโ€” maka hal itu tidak akan mendatangkan mudhorot atau membahayakanmu sama sekali.

Bolehkah Berbicara / Chatting Dengan Wanita Yang Akan Dilamar..?

PERTANYAAN

Semoga Allah memberi Anda kebaikan .. apakah diizinkan bagiku untuk berbicara dengan seorang wanita yang ingin aku lamar..? (tujuannya) agar kami dapat saling memahami.

JAWABAN

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli hafizhohullah berkata,

Demi Allah, wahai saudaraku .. ungkapan “agar kami dapat saling memahami” ini adalah sebuah masalah.

Besok Anda akan berkata, “kami keluar bersama .. kami pergi ke restoran agar dapat saling memahami, dan walinya tidak bersama kami, karena wali membatasi kami..”

Dan beginilah cara Setan menggiring manusia.

๐Ÿ“Œ Wanita yang dilamar adalah wanita asing (bukan mahrom) baginya .. dan ketika kita mengatakan “wanita yang dilamar”, yang kita maksud adalah wanita yang belum dinikahinya melalui akad.

Karena sebagian Muslim menggunakan kata “tunangan” untuk wanita yang sudah dinikahkan secara akad tetapi belum disetubuhi .. wanita ini (dianggap) sebagai seorang istri.

Adapun “wanita yang dilamar” yang belum dilakukan akad nikah adalah wanita asing bagi calon suaminya. Bahkan, calon suaminya memiliki risiko yang lebih besar (terjerumus kedalam hal yang haram) daripada orang lain karena keterikatan emosional sudah ada, dan ada rasa aman.

Ketika ada rasa aman, kehati-hatian pun hilang .. dan ketika kehati-hatian seseorang hilang, ia berada di ambang kehancuran.

๐Ÿ“Œ Seseorang tetap berada dalam keadaan selamat selama ia :
– memasang penghalang antara dirinya dan hal yang diharamkan, serta
– bersikap hati-hati dan penuh rasa takut.

Ketika kehati-hatian seseorang terhadap hal-hal yang diharamkan hilang, maka ia dekat untuk terjerumus ke dalamnya .. sehingga calon suami lebih dekat untuk terjerumus ke dalam hal yang haram daripada orang lain. Karena dia lebih dekat dan keterikatan emosional itu ada.

Maka pelamar tidak boleh memperlakukan wanita yang dilamarnya kecuali apa yang boleh dilakukan oleh seorang pria yang bukan mahrom terhadap seorang wanita.

Kami tidak melarangnya untuk berbicara kepadanya secara mutlak .. dan kami juga tidak membolehkannya berbicara secara mutlak.

Melainkan kami katakan : apa yang dibolehkan bagi seorang pria yang bukan mahrom dengan seorang wanita.

Seperti :
– mengucapkan salam tanpa niat yang menyimpang, dan
– menanyakan kabar tanpa niat yang menyimpang, atau
– menanyakan tentang hal-hal yang dibolehkan untuk ditanyakan saat jual beli .. itu dibolehkan.

Apa pun di luar itu adalah tidak dibolehkan.

๐Ÿ“Œ Seperti berbicara berduaan dalam kesunyian (kholwat).. dan ini tidak dibolehkan. Diantara bentuk kholwat yang paling serius saat ini adalah (berbicaraย  / chatting) melalui WhatsApp.

Ini adalah salah satu tanduk Setan jika Allah tidak ditakuti terkait hal itu.

Betapa banyak pria sholeh dan wanita sholehah yang telah disesatkannya kedalam apa yang diharamkan Allah, meskipun hanya melalui ucapan.

Waspadalah .. waspadalah..!

Agar tidak bersikap longgar dalam berbicara / chatting di WhatsApp dengan wanita asing (bukan mahrom). Meskipun masalahnya adalah tentang sesuatu yang baik pada awalnya, seperti :
– kerja sama dalam kebajikan dan takwa.
– berbicara tentang urusan dakwah dan tentang mencela kemungkaran.

Tetapi .. setan memiliki pintu masuk.

Dan saya telah katakan di masa lalu, dan saya masih katakan : Setan telah menemukan pintu masuk kepada orang-orang sholeh melalui sarana komunikasi (WhatsApp) ini .. dan telah menyeret mereka, baik mereka menyadarinya atau tidak, kedalam apa yang diharamkan Allah.

Waspadalah ..
waspadalah wahai saudara-saudaraku ..
Waspadalah .. waspadalah.

๐Ÿ“Œ Poin utamanya adalah bahwa TIDAK HALAL bagi pelamar untuk berbicara / chatting dengan wanita yang dilamarnya kecuali dengan apa yang halal bagi seorang pria yang bukan mahrom untuk berbicara dengan wanita asing.

Nasehat Bagi Para Pemuda Yang Belum Menikah

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli hafizhohullah menjelaskan,

Pemuda yang belum menikah tetap berada dalam kebaikan selama dia menjauhkan dirinya dari wanita, maka sungguh dia mampu untuk bersabar.

Kapan dia menjadi lemah dan jatuh ke dalam keburukan..? Ketika dia mendekati wanita-wanita yang haram untuk dia dekati (bukan mahromnya).

Oleh karena itu .. waspadalah, wahai kumpulan para pemuda, terhadap sarana-sarana komunikasi meskipun dengan dalih persaudaraan karena Allah .. karena sesungguhnya itu adalah jalan kebinasaan, jalan keburukan, dan jalan untuk terjerumus ke dalam kemaksiatan.

Setan menyeret pemuda tersebut sedikit demi sedikit menuju perkara ini.

Namun jika dia :
– menjauhkan diri dari wanita,
– menundukkan pandangannya,
– menahan lisannya,
– serta tidak berkomunikasi dengan wanita yang bukan mahromnya, maka akan menjadi mudah baginya untuk bersabar.

Meraih Keberkahan Hidup

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ menjelaskan,

“Demi Allah, keberkahan hidup tidak dapat diraih dengan perkara yang melebihi dua hal ini :

– membaca Alqur’an sebanyak-banyaknya, dan
– bersungguh-sungguh dalam berbakti kepada kedua orangtua

Barangsiapa yang senantiasa menjaga untuk membaca Alqur’an setiap hari dan berbakti kepada kedua orangtuanya, maka ia akan senantiasa mendatangkan keberkahan, dan Allah ‘Azza wa Jalla akan mengaruniakan keberkahan kepadanya.

Banyak diantara kita hari ini mengeluhkan kurangnya keberkahan dalam waktu, mereka berkata, ‘Aku tidak bisa menyelesaikan apa pun..’

Jika engkau menginginkannya (keberkahan hidup), solusinya sudah ada :
– bacalah Alqur’an setiap hari, dan
– berupayalah keras untuk berbakti kepada kedua orangtuamu..”

Ketika Duduk Bersama Ayahmu Dan Ibumu

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ menjelaskan,

“Di antara bentuk bakti dan adab (kepada orangtua) adalah apabila engkau sedang duduk bersama ayahmu, engkau memandangnya dengan pandangan seseorang yang beradab.

Dan hendaknya engkau tidak memalingkan pandanganmu darinya, baik ke arah kanan maupun ke arah kiri.

Namun hari ini, sebagian dari buruknya adab kita adalah salah seorang dari kita pergi menemui ayahnya atau ibunya, kemudian setelah mengucapkan salam kepada mereka, ia langsung memegang telepon genggamnya (HP).

Ia membaca dan mengetik di HP-nya. Ia duduk selama satu jam, namun ia sibuk dengan HP-nya, bukan sibuk dengan ayahnya. Kemudian ia mengklaim dan berkata, ‘Demi Allah, aku tadi sudah mengunjungi ayahku selama satu jam..’

Engkau sebenarnya hanya mengunjungi ayahmu sesaat, lalu setelah itu engkau sibuk memikirkan hal lain (selain ayahnya). Hal ini sama sekali tidak termasuk ke dalam adab..”

====
ARTIKEL TERKAIT
1. Bagi Anda Yang Masih Memiliki Ayah

2. Salah Satu Bentuk Bakti Kepada Ayah Meskipun Ia Sudah Tiada

3. Ambillah Pelajaran Dari Perjalanan Hidup Ini

Nasihat Bagi Para Wanita Muslimah

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ menjelaskan,

“Dan di antara perkara yang benar-benar aku peringatkan dengan PERINGATAN YANG KERAS yaitu :

๐Ÿ“Œ SIKAP BERMUDAH-MUDAHAN (MEREMEHKAN) ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM SALING BERKOMUNIKASI (MENGOBROL) MELALUI MEDIA-MEDIA (SOSIAL) INI.

Karena sesungguhnya, hal tersebut termasuk di antara jerat jerat syetan yang paling besar pada hari ini, dan bagian dari langkah-langkah syetan.

Dan aku memandang bahwa realita yang ada memaksa kita untuk mengatakan: sesungguhnya tidak boleh bagi seorang laki-laki berbicara dengan seorang perempuan di media media ini .. tidak boleh pula bagi perempuan berbicara dengan laki laki di media media tersebut, kecuali dalam kondisi darurat.

๐Ÿ“Œ BAHKAN, JIKA SEORANG PEREMPUAN MEMILIKI PERTANYAAN UNTUK DIAJUKAN KEPADA SEORANG SYAIKH (GURU/ULAMA),ย aku memandang seyogianya ia memberitahu suaminya atau memberitahu saudara laki-lakinya agar dialah yang berbicara dengan Syaikh tersebut.

Kecuali jika memang dalam kondisi darurat dan pertanyaannya adalah jenis perkara yang tidak bisa ia perlihatkan kepada orang lain (laki-laki kerabatnya) atau yang semisalnya, itu pun harus dengan sikap kehati-hatian yang sangat tinggi.

Karena realitanya, wahai saudara-saudaraku, hal ini telah menjadi jerat perangkap, bahkan bagi sebagian orang-orang yang sholeh.

Percakapan dimulai dengan saling menasihati, mengingatkan kepada Allah,
– wahai ukhti (saudariku) bertakwalah kepada Allah
– wahai ukhti bertaubatlah kepada Allah

namun setelah itu si perempuan mengirimkan emotikon bunga mawar.

Lalu setelah beberapa waktu, barangkali si laki-laki berganti mengirimkan emotikon bunga mawar. Akhirnya syetan pun berhasil menjerat keduanya.

๐Ÿ“Œ MAKA JANGANLAH SESEORANG TERPEDAYA DENGAN KEBAIKAN YANG ADA PADA DIRINYA (MERASA AMAN DARI FITNAH), melainkan sudah sepantasnya ia menjauhkan diri dari segala sarana dan pintu-pintu (yang dapat mengantarkan pada keburukan).”

Enam Dzikir Yang Mudah Diamalkan Setiap Saat

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ berkata,

“Enam dzikir yang paling mulia setelah Kitabullah Subhaanahu wa Ta’ala. Alangkah mudahnya (untuk diamalkan) :

โ— Subhanallaah (Maha Suci Allah)

โ— Walhamdulillaah (Segala puji bagi Allah)

โ— Walaa ilaaha illallaah (Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah)

โ— Wallaahu akbar (Allah Maha Besar)

โ— Walaa hawla walaa quwwata illaa billaah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)

โ— Wa shollallaahu ‘alaa Muhammad (Dan semoga Allah melimpahkan sholawat kepada Muhammad)

Alangkah sederhananya .. tidak membutuhkan usaha berat dan tidak ada hal yang bisa mengalihkan darinya.

Seseorang bisa mengucapkannya :
– saat berada di dalam mobil, atau
– bisa mengucapkannya ketika sedang menunggu sesuatu.

Dan kami mendapati sebagian dari masyaikh (guru) kami yang tidak pernah berhenti berdzikir, seperti Syaikh bin Baz rohimahullah.

Bahkan ketika beliau sedang mendengarkan pertanyaan, di sela-sela mendengarkan pertanyaan tersebut beliau tetap berdzikir kepada Allah, “Astaghfirullaah .. Subhaanallaah..”

Dan barangkali sebagian dari kalian, jika pernah mendengarkan program Nuur ‘alaa ad-Darb bersama Syaikh bin Baz rohimahullah, akan menyadari hal ini.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang banyak berdzikir mengingat-Nya..”

Diantara Tanda Tanda Yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Teman

Syaikh Prof. Dr. Sulaiman al-Ruhayli ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ berkata,

“Jangan berteman dengan orang yang durhaka (kepada orangtuanya) .. jangan berteman dengan orang yang durhaka (kepada orangtuanya)

Seorang sahabat .. ketika dia berteman, dia menginginkan kebaikan (kesetiaan) dari sahabatnya, (namun) jika orang ini saja tidak berbakti kepada ibu dan ayahnya,
– bagaimana mungkin dia akan berbuat baik (setia) kepadamu..?
– bagaimana mungkin kebaikan akan datang kepadamu darinya..?

Oleh karena itu, wahai saudara saudara, di antara tanda tanda yang harus diperhatikan dalam memilih teman adalah bagaimana keadaan/sikap teman tersebut terhadap kedua orangtuanya.

Jika dia berbakti kepada kedua orangtuanya, maka pegang erat-eratlah (pertahankan) pertemanan dengannya. Karena sesungguhnya jika engkau membutuhkannya, engkau akan menemukannya (dia akan membantumu).

Adapun jika dia tidak berbakti kepada kedua orangtuanya, maka berhati-hatilah (waspadalah) terhadapnya, dan jangan jadikan dia sebagai teman dekat bagaimanapun kondisinya.

Karena sesungguhnya, barangsiapa yang tidak menunaikan hak kedua orangtuanya, maka dia tidak akan pernah menunaikan hak hak orang lain di antara manusia..”