Category Archives: Sulaiman Ar Ruhaily

Meraih Keberkahan Hidup

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli حفظه الله تعالى menjelaskan,

“Demi Allah, keberkahan hidup tidak dapat diraih dengan perkara yang melebihi dua hal ini :

– membaca Alqur’an sebanyak-banyaknya, dan
– bersungguh-sungguh dalam berbakti kepada kedua orangtua

Barangsiapa yang senantiasa menjaga untuk membaca Alqur’an setiap hari dan berbakti kepada kedua orangtuanya, maka ia akan senantiasa mendatangkan keberkahan, dan Allah ‘Azza wa Jalla akan mengaruniakan keberkahan kepadanya.

Banyak diantara kita hari ini mengeluhkan kurangnya keberkahan dalam waktu, mereka berkata, ‘Aku tidak bisa menyelesaikan apa pun..’

Jika engkau menginginkannya (keberkahan hidup), solusinya sudah ada :
– bacalah Alqur’an setiap hari, dan
– berupayalah keras untuk berbakti kepada kedua orangtuamu..”

Ketika Duduk Bersama Ayahmu Dan Ibumu

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli حفظه الله تعالى menjelaskan,

“Di antara bentuk bakti dan adab (kepada orangtua) adalah apabila engkau sedang duduk bersama ayahmu, engkau memandangnya dengan pandangan seseorang yang beradab.

Dan hendaknya engkau tidak memalingkan pandanganmu darinya, baik ke arah kanan maupun ke arah kiri.

Namun hari ini, sebagian dari buruknya adab kita adalah salah seorang dari kita pergi menemui ayahnya atau ibunya, kemudian setelah mengucapkan salam kepada mereka, ia langsung memegang telepon genggamnya (HP).

Ia membaca dan mengetik di HP-nya. Ia duduk selama satu jam, namun ia sibuk dengan HP-nya, bukan sibuk dengan ayahnya. Kemudian ia mengklaim dan berkata, ‘Demi Allah, aku tadi sudah mengunjungi ayahku selama satu jam..’

Engkau sebenarnya hanya mengunjungi ayahmu sesaat, lalu setelah itu engkau sibuk memikirkan hal lain (selain ayahnya). Hal ini sama sekali tidak termasuk ke dalam adab..”

====
ARTIKEL TERKAIT
1. Bagi Anda Yang Masih Memiliki Ayah

2. Salah Satu Bentuk Bakti Kepada Ayah Meskipun Ia Sudah Tiada

3. Ambillah Pelajaran Dari Perjalanan Hidup Ini

Nasihat Bagi Para Wanita Muslimah

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli حفظه الله تعالى menjelaskan,

“Dan di antara perkara yang benar-benar aku peringatkan dengan PERINGATAN YANG KERAS yaitu :

📌 SIKAP BERMUDAH-MUDAHAN (MEREMEHKAN) ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM SALING BERKOMUNIKASI (MENGOBROL) MELALUI MEDIA-MEDIA (SOSIAL) INI.

Karena sesungguhnya, hal tersebut termasuk di antara jerat jerat syetan yang paling besar pada hari ini, dan bagian dari langkah-langkah syetan.

Dan aku memandang bahwa realita yang ada memaksa kita untuk mengatakan: sesungguhnya tidak boleh bagi seorang laki-laki berbicara dengan seorang perempuan di media media ini .. tidak boleh pula bagi perempuan berbicara dengan laki laki di media media tersebut, kecuali dalam kondisi darurat.

📌 BAHKAN, JIKA SEORANG PEREMPUAN MEMILIKI PERTANYAAN UNTUK DIAJUKAN KEPADA SEORANG SYAIKH (GURU/ULAMA), aku memandang seyogianya ia memberitahu suaminya atau memberitahu saudara laki-lakinya agar dialah yang berbicara dengan Syaikh tersebut.

Kecuali jika memang dalam kondisi darurat dan pertanyaannya adalah jenis perkara yang tidak bisa ia perlihatkan kepada orang lain (laki-laki kerabatnya) atau yang semisalnya, itu pun harus dengan sikap kehati-hatian yang sangat tinggi.

Karena realitanya, wahai saudara-saudaraku, hal ini telah menjadi jerat perangkap, bahkan bagi sebagian orang-orang yang sholeh.

Percakapan dimulai dengan saling menasihati, mengingatkan kepada Allah,
– wahai ukhti (saudariku) bertakwalah kepada Allah
– wahai ukhti bertaubatlah kepada Allah

namun setelah itu si perempuan mengirimkan emotikon bunga mawar.

Lalu setelah beberapa waktu, barangkali si laki-laki berganti mengirimkan emotikon bunga mawar. Akhirnya syetan pun berhasil menjerat keduanya.

📌 MAKA JANGANLAH SESEORANG TERPEDAYA DENGAN KEBAIKAN YANG ADA PADA DIRINYA (MERASA AMAN DARI FITNAH), melainkan sudah sepantasnya ia menjauhkan diri dari segala sarana dan pintu-pintu (yang dapat mengantarkan pada keburukan).”

Enam Dzikir Yang Mudah Diamalkan Setiap Saat

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli حفظه الله تعالى berkata,

“Enam dzikir yang paling mulia setelah Kitabullah Subhaanahu wa Ta’ala. Alangkah mudahnya (untuk diamalkan) :

Subhanallaah (Maha Suci Allah)

Walhamdulillaah (Segala puji bagi Allah)

Walaa ilaaha illallaah (Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah)

Wallaahu akbar (Allah Maha Besar)

Walaa hawla walaa quwwata illaa billaah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)

Wa shollallaahu ‘alaa Muhammad (Dan semoga Allah melimpahkan sholawat kepada Muhammad)

Alangkah sederhananya .. tidak membutuhkan usaha berat dan tidak ada hal yang bisa mengalihkan darinya.

Seseorang bisa mengucapkannya :
– saat berada di dalam mobil, atau
– bisa mengucapkannya ketika sedang menunggu sesuatu.

Dan kami mendapati sebagian dari masyaikh (guru) kami yang tidak pernah berhenti berdzikir, seperti Syaikh bin Baz rohimahullah.

Bahkan ketika beliau sedang mendengarkan pertanyaan, di sela-sela mendengarkan pertanyaan tersebut beliau tetap berzikir kepada Allah, “Astaghfirullaah .. Subhaanallaah..”

Dan barangkali sebagian dari kalian, jika pernah mendengarkan program Nuur ‘alaa ad-Darb bersama Syaikh bin Baz rohimahullah, akan menyadari hal ini.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang banyak berdzikir mengingat-Nya..”

Diantara Tanda Tanda Yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Teman

Syaikh Prof. Dr. Sulaiman al-Ruhayli حفظه الله تعالى berkata,

“Jangan berteman dengan orang yang durhaka (kepada orangtuanya) .. jangan berteman dengan orang yang durhaka (kepada orangtuanya)

Seorang sahabat .. ketika dia berteman, dia menginginkan kebaikan (kesetiaan) dari sahabatnya, (namun) jika orang ini saja tidak berbakti kepada ibu dan ayahnya,
– bagaimana mungkin dia akan berbuat baik (setia) kepadamu..?
– bagaimana mungkin kebaikan akan datang kepadamu darinya..?

Oleh karena itu, wahai saudara saudara, di antara tanda tanda yang harus diperhatikan dalam memilih teman adalah bagaimana keadaan/sikap teman tersebut terhadap kedua orangtuanya.

Jika dia berbakti kepada kedua orangtuanya, maka pegang erat-eratlah (pertahankan) pertemanan dengannya. Karena sesungguhnya jika engkau membutuhkannya, engkau akan menemukannya (dia akan membantumu).

Adapun jika dia tidak berbakti kepada kedua orangtuanya, maka berhati-hatilah (waspadalah) terhadapnya, dan jangan jadikan dia sebagai teman dekat bagaimanapun kondisinya.

Karena sesungguhnya, barangsiapa yang tidak menunaikan hak kedua orangtuanya, maka dia tidak akan pernah menunaikan hak hak orang lain di antara manusia..”