Ibnu Rojab rohimahullah berkata,
“Menunggu jalan keluar adalah suatu ibadah, karena sesungguhnya bala bencana tidaklah terus-menerus.”
[ Majmu’ur Rasail Ibnu Rajab 3/155 ]
JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19
Ibnu Rojab rohimahullah berkata,
“Menunggu jalan keluar adalah suatu ibadah, karena sesungguhnya bala bencana tidaklah terus-menerus.”
[ Majmu’ur Rasail Ibnu Rajab 3/155 ]
JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19
Sa’id bin Al Musayyab rohimahullah berkata :
لَا تَقُلْ لِصَاحِبِكَ: يَا حِمَارُ، يَا كَلْبُ، يَا خِنْزِيرُ. فَيَقُولَ لَكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَتُرَانِي خُلِقْتُ كَلْبًا أَوْ حِمَارًا أَوْ خِنْزِيرًا؟
“Jangan engkau berkata kepada temanmu ‘wahai keledai‘, ‘wahai anjing‘, ‘wahai babi‘. Sehingga kelak di hari kiamat engkau akan ditanya: ’apakah engkau melihat aku diciptakan sebagai anjing atau keledai atau babi ?’”
[ Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf 5/282 ]
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.
Ibnu Hibban rohimahullah berkata,
“Siapa yang melakukan kesalahan kepada saudaranya, kewajiban dia meminta maaf kepada saudaranya tersebut.. dan saudaranya tersebut berusaha untuk memaafkannya..
Karena orang yang memaafkan diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala keutamaan yang besar, yaitu Allah pun nanti pada hari kiamat akan memaafkan dia.. dan memaafkan akan menambah kemuliaan dirinya..”
[ Roudhotul Uqola ]
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullah berkata,
“Saya tidak menganggap seseorang sebagai saudara ketika dia hanya berbuat baik dalam keadaan ridho saja..
tetapi saya akan menganggapnya sebagai saudara ketika dia tetap berbuat baik walaupun dalam keadaan marah..”
[ Hilyatul Auliya – 8/96 ]
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL