Category Archives: Mutiara Salaf

Jika Bicara Tidak Membimbingmu, Maka…

Abu adz-Dzayyal rohimahullah berkata:

تعلم الصمت كما تتعلم الكلام، فإن يكن الكلام يهديك، فإن الصمت يقيك، ولك في الصمت خصلتان : تأخذ به علم من هو أعلم منك، وتدفع به عنك من هو أجدل منك.

“Belajarlah diam seperti engkau belajar bicara, karena jika bicara tidak membimbingmu, maka sesungguhnya diam akan menjaga dirimu, dan dengan diam engkau akan mendapatkan dua hal:
⚉ dengannya engkau bisa mengambil ‘ilmu dari orang yang lebih berilmu darimu, dan
⚉ dengannya engkau bisa menolak keburukan orang yang lebih pintar debat dari dirimu.”

[Jami’ Bayanil-‘Ilmi wa Fadhlih, jilid 1 hlm. 550]

 

Mengucapkan In-syaa Allah Tapi Dianggap Munafik..?

Al-Imam al-Auza’i rohimahullah berkata :

    الوعد بقول : إن شاء الله ، مع إضمار عدم الفعل نفاق.

“Termasuk kemunafikan, seseorang berjanji dengan mengucapkan in-syaa Allah, padahal dibalik ucapan itu ia sendiri tidak mau memenuhinya.”

[Jami’ul Ulum wal Hikam, 2/482]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

Berkumpulnya Keutamaan-Keutamaan Yang Baik…

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah berkata,

”Bahasa Arab adalah bahasa yang paling mulia. Bahasa Rasul yang diutus kepada mereka dan menyampaikan dakwahnya dalam bahasa itu pula. Bahasa yang jelas dan gamblang. Dan renungkanlah bagaimana berkumpulnya keutamaan-keutamaan yang baik ini.

Al-Qur’an adalah kitab yang paling mulia,
diturunkan melalui malaikat yang paling utama,
diturunkan kepada manusia yang paling utama pula,
dimasukkan ke dalam bagian tubuh yang paling utama, yaitu hati,
untuk disampaikan kepada umat yang paling utama,
dengan bahasa yang paling utama dan paling fasih yaitu bahasa Arab yang jelas.”

(Taisir Kariimirrohman hal 598)

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Ruginya Orang Yang Suka Ghibah

Al Auza’i rohimahullah berkata,

Telah sampai kepadaku kabar, bahwasanya akan dikatakan kepada seorang hamba pada hari kiamat, “bangkitlah engkau, ambilah hakmu dari si fulan..”

Maka orang ini berkata,
“Aku tidak memiliki hak dari sisinya..” 

Maka dikatakan kepadanya ,
“Bahkan engkau memiliki hak darinya. (Karena) Dia menyebut-nyebut (kejelekanmu) pada hari ini dan ini dengan (ghibah) ini dan ini..”

(Diriwayatkan Oleh Al-Baihaqi, Syu’abul Iman 6313)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

Meskipun Engkau Sendirian…

Berkata Ibnul Qoyyim-rohimahullah-

ﻭﻻ ﺗﺴﺘﺼﻌﺐ ﻣﺨﺎﻟﻔﺔ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭ ﺍﻟﺘﺤﻴﺰ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﻭﻟﻮ ﻛﻨﺖ ﻭﺣﺪﻙ ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻌﻚ ﻭﺍﻧﺖ ﺑﻌﻴﻨﻪ ﻭ ﻛﻼﺀﺗﻪ ﻭ ﺣﻔﻈﻪ ﻟﻚ ﻭ ﺍﻧﻤﺎ ﺍﻣﺘﺤﻦ ﻳﻐﻘﻴﻨﻚ ﻭ ﺻﺒﺮﻙ ﻭﺍﻋﻈﻢ ﺍﻻﻋﻮﺍﻥ ﻟﻚ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﺑﻌﺪ ﻋﻮﻧﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﺠﺮﺩ ﻣﻦ ﺍﻟﻄﻤﻊ ﻭ ﺍﻟﻔﺰﻉ ﻓﻤﺘﻰ ﺗﺠﺮﺩﺕ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻫﺎﻥ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﺘﺤﻴﺰ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻭ ﻛﻨﺖ ﺩﺍﺀﻣﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﺠﺎﻧﺐ ﺍﻟﺬﻯ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ

“Dan janganlah engkau merasa berat untuk menyelisihi manusia dan menggabungkan diri pada golongan Allah dan Rosul-Nya, meskipun engkau sendirian, karena sesungguhnya Allah bersamamu dengan pengawasan, pemeliharaan dan penjagaannya untukmu.

Dan hanyalah Allah itu menguji keyakinan dan kesabaranmu. Dan penolong terbesar bagimu untuk itu – setelah pertolongan Allah- adalah melepaskan diri dari sifat tamak (rakus dunia) dan ketakutan.

Maka kapan saja engkau bisa lepas dari keduanya, akan ringan bagimu untuk menggabungkan diri kepada golongan Allah dan Rasul- Nya, dan engkau senantiasa berada pada sisi yang disitulah Allah dan Rasul-Nya.”

[Al fawa’id ” 1 – hal. 116]

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

Jangan Sampai Salah

Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rohimahullah berkata,

الْجَاهِل يشكو الله إِلَى النَّاس وَهَذَا غَايَة الْجَهْل بالمشكو والمشكو إِلَيْهِ فَإِنَّهُ لَو عرف ربه لما شكاه وَلَو عرف النَّاس لما شكا إِلَيْهِم .

“Orang jahil, ia mengeluhkan tentang Allah kepada manusia. Inilah tingkat kebodohan yang paling tinggi, karena ia tidak mengetahui siapa yang ia keluhkan dan ia tidak mengetahui siapa yang menjadi tempat ia berkeluh kesah. Sungguh seandainya ia mengenali Robb-nya dengan benar niscaya ia tidak akan mengeluhkan Allah ‘azza wajalla dan seandainya ia mengenali manusia dengan benar niscaya ia tidak akan berkeluh kesah kepada mereka”.

[Sumber: Al-Fawaid, halaman. 87]

MUTIARA SALAF : Memperbaiki Hubungan Dengan Allah

Abu Hazm Salamah bin Dinar rohimahullah berkata,

“Tidaklah seorang hamba itu memperbaiki hubungannya dengan Allah Ta’ala kecuali Allah juga akan memperbaiki hubungannya dengan sesama hamba, dan tidaklah dia merusak hubungannya dengan Allah Ta’ala kecuali Allah akan merusak hubungannya dengan sesama hamba..

Melakukan satu arah, tentu lebih mudah daripada melakukan semua arah..

Sesungguhnya jika engkau fokus kepada Allah maka semua arah akan berpihak kepadamu, tapi jika engkau merusak hubunganmu dengan Allah, maka semua arah akan membencimu..”

[ Hilyatul Auliya’ – 7/51 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Luas Dan Sempitnya Rezeki Bukan Ukuran Kemuliaan Ataupun Kehinaan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

قَالَ تَعَالَى فَأَمَّا الْأِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ كلا أَي لَيْسَ كل من وسعت عَلَيْهِ وأكرمته وَنعمته يكون ذَلِك إِكْرَاما مني لَهُ وَلَا كل من ضيّقت عَلَيْهِ رزقه وابتليته يكون ذَلِك إهانة مني لَهُ

“Allahu Ta’ala berfirman: Adapun manusia apabila Robbnya memberi ujian dengan memuliakan dan memberikan kenikmatan-kenikmatan kepadanya, maka ia berkata Robbku telah memuliakanku dan apabila Robbnya memberi ujian dengan membatasi rezekinya, maka ia berkata Robbku telah menghinakanku, sekali-kali tidaklah demikian..!”

(maksudnya) yaitu : tidaklah setiap orang yang Allah beri keluasan, kemuliaan, dan kenikmatan kepadanya berarti Allah memuliakannya.. demikian pula tidaklah setiap orang yang Allah beri kesempitan rezeki dan ujian kepadanya berarti Allah menghinakannya..”

[Al-Fawaid, juz 1, hlm. 155]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Menceritakan Semua Yang Dilihat

Kholid bin Ma’dan rohimahullah berkata,

“Barangsiapa yang menceritakan kepada orang-orang semua yang dia lihat dengan kedua pasang matanya, atau apapun yang dia dengar dengan kedua pasang telinganya, atau apa saja yang dipungut oleh kedua tangannya, maka dia termasuk orang-orang yang menyukai   tersebarnya kekejian di tengah-tengah kaum  yang beriman.”

“Sesungguhnya orang-orang yang suka sekali supaya tersebar berita-berita keji dalam kalangan orang-orang yang beriman, me­reka akan mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Allahlah yang Maha Tahu dan kamu semua tidaklah menge­tahui” (QS. an-Nuur: 19).”

[Min Kitab az-Zuhd li Ibni Abi Hatim, Hal. 71)]

Kholid bin Ma’dan rohimahullah adalah seorang Ulama yang wafat pada tahun 104 Hijriyah.

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Semoga Tiga Hal Ini Ada Pada Diri Kita…

Yahya bin Mu’adz ar-Razi rohimahullah berkata,

“Hendaknya seorang mukmin mendapati tiga hal ini
dari Anda :
⚉  jika Anda tidak bisa memberi manfaat kepadanya,
janganlah memberinya mudhorot;

⚉  jika Anda tidak mampu membuatnya gembira,
janganlah membuatnya sedih; dan

⚉  jika Anda tidak memberi pujian kepadanya,
janganlah mencelanya.”

[Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rojab al-Hanbali,
hlm. 456]